Anda di halaman 1dari 21

IDENTIFIKASI

PENDERITA

Oleh :
Drg. Endang
Pudjirochani.,MS.,SpPros(K)
IP : IDENTIFIKASI PENDERITA

NAMA : Untuk Administrasi


KELAMIN : Ada hub. dg macam perawatan
Umur : Ada hub. dg macam perawatan
Pekerjaan : Ada hub. dgn.
Pembiayaan
macam perawatan
- pekerjaan sendiri
- pekerjaan suami
- pekerjaan yang membiayai
Alamat : Agar dapat dihubungi dg. mudah :
- langsung
- surat
- telpon
1.1. KELUHAN / KEINGINAN :
- Alasan datang
- Atas kemauan siapa

Contoh :
Penderita datang ke klinik atas kemauan
sendiri, utk membuatkan GT RA krn ada
gigi yg dicabut, sehingga GT yg lama
tidak dpt dipakai lagi.
1.2. RIWAYAT GELIGI :
- Sebab kehilangan gigi
(karies, goyang, trauma dll)
- Pencabutan terakhir
(gigi / regio mana, kapan)

Contoh :
Gigi RA dicabut krn goyang. Gigi RB
1.3. PENGALAMAN DGN. GT :
- Belum pernah
- Sudah pernah : - macamnya /buatan
(drg/non drg)
- RA / RB
- mulai kapan
- masih dipakai
- tidak dipakai (alasan)
Contoh :
Penderita sdh pernah memakai GT RA
lepasan sejak 1 th y.l. 1-minggu y.l. ada gigi
(tempat kawatnya) yg dicabut, sehingga GT tdk
dpt dipakai lagi / longar kalau utk makan.
Sampai skr GT tsb masih dipakai.
1.4. LAIN-LAIN :
KIRIMAN DARI DOKTER / RS
2.2. Intra Oral :
a. Status umum :
- gigi hilang
- karies
- gigi goyang
- supra posisi
- diastema
- rotasi
- berdesakan
- gigitiruan dll.

b. Jaringan lunak :
- gingivitis
- resesi gingiva
- stomatitis
- ulcus
- luka bekas cabutan dll.
STATUS LOKALIS :
RELASI RIDGE / GIGI :

T RANVERSA
m
DARI DEPAN

a : garis melalui
puncak Ridge
atas bawah
m : garis median wajah
h : garis horisontal
garis median
DARI SAMPING
RA

RB

a. Normal
b. Progeni
c. Prognati
VESTIBULUM :
Dgn. Kaca mulut no. 4
< = dangkal
> = dalam

PELEKATAN FRENULUM :

Tinggi : dekat puncak ridge


Rendah : jauh dari ridge
j. Bentuk ridge :
Yang dicatat hanya bentuk ridge yang
tidak bergigi, tdk ada sisa akar.

k. Bentuk dalam palatum :


Bentuk penampang melintang

l. Torus palatinus
Diukur dg kira-kira / relatif
Besar : - perlu operasi
- meluas sampai AH-line
- menonjol / berundercut
n. Tuber maxillae
Dicatat bila diperkirakan basis GT akan
dibuat melewati daerah tersebut.
Hanya bila tidak ada gigi atau sisa akar
Diukur kira-kira.

o. Exostosis
Dicatat hanya pada regio yg tdk bergigi

p. Retromylohyoid
Diukur dg kaca mulut no. 4
KAJIAN RADIOLOGI :

46 : Pelebaran periodontal membrane


bagian distal sampai panjang akar

Regio 36, 37 : Radiolucent diffuse,


batas tidak jelas

46: Perbandingan mahkotagigi dan


akar yang tertanam dalam tlng alveol
yang sehat (min 1: 1 )
DIAGNOSIS :
(Ditulis dari yang terberat)
Gigi hilang 11, 12, 13, 14, 35, 46
27 : periodontitis marginalis dg
goyang derajat 3
12 : Pulpitis reversible
26 : Pulpitis irreversible
Gingivitis marginalis kronis karena karang
gigi 21, 22
RENCANA PERAWATAN :
a. Rencana Perawatan Pendahuluan
1. Penetapan gigit pendahuluan : ada/tidak
2. Bidang pengawet gigi :
Pro perawatan endo pada 16
Pro penumpatan pada 17, 25
3. Bidang periodontologi :
Pro pembersihan karang gigi regio 11, 12, 13, 21, 22, 23
4. Bidang bedah mulut :
Pro pencabutan 36, 37 v dst.
PERSIAPAN GIGI :
- Pengasahan cusp mesiobuccal 36 (+ 1
mm)
- Pengasahan utk occlusal rest seat pada
mesial 36, 46 ; distal 37, 44
- Pengasahan utk cingulum rest seat pada
mesial 33, 43
- Slicing distal 45 dst.
TERAPI UTAMA :
RA : FD basis akrilik, anasir gg akrilik.
RB : Kennedy klas- 2 mod-1
Basis akrilik, anasir gg akrilik.
Peninggian plat sp diatas cingulum 31,32,33
41,42,43. Basis 2-mm dibawah gingiva.
Klamer 3-jari pada 47. Klamer Gillet pada
43
Klamer 3-jari modifikasi pada 34.

TERAPI UTAMA:
RA : Sadle denture ( unilateral denture ), basis
dan anasir gigi akrilik.
Klamer 3-jari pada 24 dan 27.
TERIMA KASIH