Anda di halaman 1dari 16

APENDISITIS AKUT

I Gede Karyasa
112016087
Identitas Pasien
Nama : Ny. SM
Jenis Kelamin : Wanita
Umur : 28 tahun
Suku Bangsa : Jawa
Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SMA
Alamat : Bulucangkring RT 002 / 012
No RM : 402690
Anamnesa
Diambil: Autonamnesis, di Ruang Kana Bed 15A, tanggal
5 April 2017, pukul 06.10 WIB

Keluhan utama : Sakit pada perut kanan bawah


Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD RS Mardi Rahayu mengeluh nyeri perut kanan
bawah. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Nyeri
dirasakan terus menerus dan semakin berat jika pasien beraktivitas,
sehingga pasien lebih banyak duduk atau berbaring. Nyeri dirasakan
tidak menjalar ke punggung atau pinggang. Nyeri disertai dengan rasa
mual dan muntah sebanyak 4 kali. Nyeri tidak dipicu oleh makanan
berlemak atau pedas. BAB lancar dengan konsistensi padat warna
coklat, tanpa disertai adanya lendir maupun darah. BAK lancar, dengan
frekuensi 4-5 kali sehari, warna kuning jernih, tidak ada keluhan nyeri
saat berkemih ataupun sakit pinggang. Riwayat haid hari pertama 1 hari
yang lalu (sore hari), tidak pernah mengalami nyeri perut hebat saat
haid maupun keputihan.
Tujuh jam SMRS nyeri perut masih dirasakan dan disertai dengan
demam. Deman dirasakan sepanjang hari. Mual dan muntah masih
dirasakan oleh pasien. Nafsu makan berkurang. Pasien belum
meminum obat apapun. BAK normal, belum BAB.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengaku tidak memiliki riwayat penyakit yang
sama sebelumnya. Riwayat melahirkan anak pertamanya
secara sc normal di Rumah Sakit pada bulan Januari
2016. Riwayat trauma dibagian perut ataupun dirawat
karena pernyakit kronis lainnya disangkal oleh pasien.
Pasien memiliki riwayat sakit maag. Memiliki riwayat
hipertensi. Diabetes mellitus, penyakit jantung, asma,
alergi makanan disangkal. Mempunyai riwayat operasi
tumor payudara 8 tahun yang lalu.
Riwayat Sosial-Ekonomi

Pekerjaan: IRT

Kesan Ekonomi : Tidak ada kesulitan


PEMERIKSAAN FISIK

Dilakukan tanggal: 05 April 2017 Jam: 06.15


Status Umum
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Kesadaran : compos mentis (E4 M6 V5 = GCS 15)
Tanda tanda vital :
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Suhu : 37,7 oC
Frekuensi napas : 22 kali/menit
Frekuensi nadi : 102 kali/menit
Berat badan : 60 kg
Tinggi badan : 160 cm
Status Generalis
Kulit
Warna sawo matang, hiperpigmentasi (-), kulit hangat, kelembapan lembab, tekstur
halus, sianosis (-), ikterik (-)
Kepala
Normocephali, tidak teraba benjolan maupun lesi, distribusi rambut merata, warna hitam
keabu-abuhan, rambut tidak mudah dicabut.
Mata
Edema palpebra (-/-), konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pendarahan sub-
conjungtival (-/-), pupil isokor, refleks cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak
langsung (+/+)
Telinga
Normotia (+/+), nyeri tekan tragus (-/-), serumen (-/-)
Hidung
Septum tidak deviasi, pernafasan cuping hidung (-), sekret (-), epistaksis (-), nyeri tekan
paranasal (-)
Mulut
Simetris, bibir sianosis (-), bibir kering (-), pucat (-), perdarahan gusi (-), tonsil T1-T1
tenang, faring hiperemis (-)
Status Generalis
Leher
Pembesaran kelenjar getah bening (-), pembesaran kelenjar thyroid (-), JVP 5-2 cmH 2O
Thorax
Pulmo
Anterior Posterior
Insp Pergerakan dinding dada simetris saat Pergerakan dinding dada simetris saat
eksi statis dan dinamis. statis dan dinamis.
Palp Sela iga tidak melebar, fremitus taktil Sela iga tidak melebar, fremitus taktil
asi simetris, nyeri tekan (-). simetris, nyeri tekan (-).
Perk Sonor pada seluruh lapang paru Sonor pada seluruh lapang paru
usi Batas paru-hati linea midclavicularis
dextra intercosta V
Batas peranjakan hati : 2 cm

Aus Suara nafas dasar vesikuler Suara nafas dasar vesikuler


kult
asi
Status Generalis
Cor
Inspeksi: Bentuk thorax simetris, gerakan dinding dada saat statis dan
dinamis baik tidak ada bagian yang tertinggal, tipe pernafasan thoraco-
abdominal, retraksi sela iga (-)
Palpasi: Sela iga tidak melebar, fremitus taktil simetris, nyeri tekan (-),
ictus cordis teraba pada ICS IV, 1 jari lateral dari linea axilaris anterior
sinistra
Perkusi: Sonor pada seluruh lapang paru, batas paru-hati linea
midclavicularis dextra intercosta V, batas peranjakan hati: 2 cm, batas
kanan jantung: ICS IV linea parasternal dextra, batas atas jantung: ICS II
linea sternalis sinistra. Batas pinggang jantung: ICS II linea parasternal
sinistra, batas kiri jantung: ICS V linea midclavicula sinistra
Auskultasi: suara nafas dasar vesikuler diseluruh lapang paru, katup
mitral dan trikuspid : BJ I > BJ II, murni, reguler, gallop (-), murmur (-),
katup aorta dan pulmonal : BJ II > BJ I, murni, reguler, gallop (-), murmur
(-)
Status Generalis
Status Lokalis Abdomen

Inspeksi : Datar, tidak tampak benjolan, lesi kulit (-), sikatrik (-)
Palpasi:
- Dinding perut : Supel, massa (-), nyeri tekan Mc Burney (+), defence muskular kuadaran
kanan bawah (+), Rovsing sign (+), Blumberg sign (+), psoas sign (-), obturator sign (-)
- Hati : tidak teraba pembesaran
- Limpa : tidak teraba pembesaran
- Ginjal : Ballottement (-), bimanual (-)
- Kandung empedu : Murphy sign (-)
Perkusi : Timpani, nyeri ketuk CVA -/-
Auskultasi : Bising usus (+) normoperistaltik
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Hasil Nilai Normal


Hemoglobin 12,5 11,7 15,5 g/dL
Hematokrit 36,40 36 46 %
Leukosit 12.200 3.600 11.000 uL
Trombosit 290.000 150.000 400.000 uL
Golongan darah O
Rhesus Positif
Pembekuan/ CT 4 menit 2 6 menit
Pendarahan/ BT 1 menit 1 3 menit
HbsAg Stik Negatif Negatif
Anti HIV Stik Negatif Negatif
Pemeriksaan Penunjang yang Dianjurkan

Pemeriksaan USG Abdomen


Pemeriksaan urine rutin
Resume
Pasien seorang perempuan berusia 28 tahun diantar keluarganya ke IGD
RS Mardi Rahayu Kudus dengan keluhan nyeri perut kanan bawah. Keluhan
ini sudah dirasakan selama 1 bulan terakhir. Nyeri dirasakan terus menerus
dan semakin berat jika pasien beraktivitas, sehingga pasien lebih banyak
duduk atau berbaring. Nyeri dirasakan tidak menjalar ke punggung atau
pinggang. Nyeri disertai dengan rasa mual dan muntah sebanyak 7 kali.
Nyeri tidak dipicu oleh makanan berlemak atau pedas. Riwayat haid hari
pertama 1 hari yang lalu (sore hari), tidak pernah mengalami nyeri perut
hebat saat haid maupun keputihan. BAK dan BAB normal.
Tujuh jam SMRS nyeri perut masih dirasakan dan disertai dengan
demam. Deman dirasakan sepanjang hari. Mual dan muntah masih
dirasakan oleh pasien. Nafsu makan berkurang. Pasien belum meminum
obat apapun. BAK normal, belum BAB.
Pemeriksaan fisik tampak sakit sedang, suhu 37,7 oC, nadi 102 kali/menit,
nyeri tekan Mc Burney (+), defence muskular kuadaran kanan bawah (+),
Rovsing sign (+), Blumberg sign (+) Pemeriksaan laboratorium: leukositosis
(12.200 /uL)
DIAGNOSIS KERJA
Appendisitis Akut

Diagnosa Banding
Gastroenteritis
Demam dengue
Demam typhoid
Limfadenitis mesenterika
Ileitis terminalis
Ureterolitiasis dekstra
Kista ovarium dekstra
Salphingitis
PENATALAKSANAAN
Pembedahan: Apendiktomi

KOMPLIKASI
Perforasi apendiks
Peritonitis

PROGNOSIS
Ad vitam : Ad bonam
Ad functionam : Ad bonam
Ad sanationam : Ad bonam