Anda di halaman 1dari 19

PERAN BIDAN SEBAGAI FASILITATOR, EDUKATOR,

MOTIVATOR DAN ADVOKATOR DAlAM PELAYANAN


KESEHATAN

Di susun oleh :

Ami Putri Hasanah


Anggi Fitriana
Annisa Sriwahyu Melina
Atika Yulianti
Aty Marito Silaen

Tingkat Kebidanan I.A

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN


(POLTEKKES KEMENKES)
BENGKULU
2012
Peran Bidan Sebagai Fasilitator
1. Pengertian Bidan Sebagai Fasilitator :
Bidan adalah seseorang yang telah
menyelesaikan pendidikan kebidanan yang
diakui dan mendapatkan lisensi untuk
melaksanakan praktik kebidanan.
Bidan Sebagai Fasilitator adalah bidan
memberikan bimbingan teknis dan
memberdayakan pihak yang sedang
didampingi (dukun bayi, kader, tokoh
masyarakat) untuk tumbuh kembang ke arah
pencapaian tujuan yang diinginkan.
Lanjutan
2. Peran Bidan Sebagai Fasilitator
Peran bidan sebagai fasilitator adalah bidan memberikan
bimbingan teknis dan memberdayakan pihak yang sedang
didampingi (dukun bayi, kader, tokoh masyarakat) untuk
tumbuh kembang ke arah pencapaian tujuan yang diinginkan.
Nilai - nilai universal dalam fasilitasi :
1. Demokrasi
2. Tanggung Jawab
3. Kerjasama
4. Kejujuran
5. Kesamaan Derajat
Keberhasilan pelaku pemberdayaan dalam memfasilitasi
proses pemberdayaan juga dapat diwujudkan melalui
peningkatan partisipasi aktif masyarakat.
Lanjutan
3. Peran Fasilitator
Fasilitator selaku ketua dalam pelaksanaan
memiliki peran sebagai berikut:
a.Memfasilitasi pembentukan Desa Siap Antar Jaga
diwilayahnya masing-masing
b. Melakukan penggalangan solidaritas masyarakat untuk
berperan dalam pelaksanaan Desa Siap Antar Jaga.
c.Mendorong anggota masyarakat untuk mampu
mengungkapkan pendapatnya dan berdialog dengan
sesama anggota masyarakat, tokoh/ pemuka masyarakat,
petugas kesehatan, serta unsur masyarakat lain yang
terlibat dalam pelaksanaan Desa Siap Antar Jaga.
d.Melakukan koordinasi pelaksanaan Desa Siap Antar Jaga
secara berkesinambungan. Fasilitator setiap bulan melakukan
pertemuan dengan kader dan tokoh masyarakat lainnya.
e.Menjadi penghubung antara masyarakat dengan sarana
pelayanan kesehatan.Fasilitator membantu tenaga
kesehatan dalam pelaksanaan Desa Siaga di wilayahnya.
Lanjutan
4. Peran Fasilitator Dusun (Bidan atau Kader) :
Fasilitator selaku ketua dalam pelaksanaan Dusun
Siap Antar Jaga memiliki peran sebagai berikut:
a.Melakukan penggalangan solidaritas masyarakat untuk
berperan dalam pelaksanaan Dusun Siap Antar Jaga.
b.Mendorong anggota masyarakat untuk mampu
mengungkapkan pendapatnya dan berdialog dengan
sesama anggota masyarakat, tokoh/ pemuka masyarakat,
petugas kesehatan, serta unsur masyarakat lain yang
terlibat dalam pelaksanaan Dusun Siap Antar Jaga.
c.Melakukan koordinasi pelaksanaan Dusun Siap Antar
Jaga.
Peran Bidan Sebagai Edukator

1.Definisi
Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program
pendidikan bidan yang diakui di negaranya, telah lulus dari
pendidikan tersebut, serta memenuhi kualifikasi untuk
didaftar (register) dan atau memiliki izin yang sah (lisensi)
untuk melakukan praktik bidan,menetapkan bahwa bidan
Indonesia adalah: seorang perempuan yang lulus dari
pendidikan Bidan yang diakui pemerintah dan organisasi
profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki
kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan
atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik
kebidanan.
Lanjutan
2.Tugas pokok bidan sebagai pendidik :
1. Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada
klien.
2. Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan
kepada klien (individu, keluarga, kelompok, serta
masyarakat) tentang penanggulangan masalah
kesehatan, khususnya yang berhubungarn dengan
kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana,
mencakup :
Mengkaji kebutuhan pendidikan dan penyuluhan
kesehatan
Menyusun rencana penyuluhan kesehatan sesuai dengan
kebutuhan yang telah dikaji
Lanjutan
Menyiapkan alat serta materi pendidikan dan
penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah
disusun.
Melaksanakan program/rencana pendidikan dan
penyuluhan kesehatan sesuai dengan rencana
jangka pendek serta jangka panjang dengan
melibatkan unsur-unsur terkait, termasuk klien.
Mengevaluasi hasil pendidikan/penyuluhan
kesehatan bersama klien
Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil
pendidikan/ penyuluhan kesehatan secara
lengkap serta sistematis.
Peran Bidan Sebagai Motivator
Sebagai motivator, bidan memiliki tiga kategori tugas,
yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi, dan tugas
ketergantungan.

1.Tugas mandiri
Tugas-tugas mandiri bidan, yaitu:
Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan
kebidanan yang diberikan
Memberi pelayanan dasar pranikah pada anak remaja dan
dengan melibatkan mereka sebagai klien
Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan
normal
Memberi asuhan kebidanan kepada klien dalam masa
persalinar dengan melibatkan klien/keluarga
Lanjutan
Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lagi
Memberi asuhan kebidanan pada klien dalam masa
nifas dengan melibatkan klien/keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada wanita usia subur
yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana
Memberi asuhan kebidanan pada wanita dengan
gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa
klimakterium serta menopause
Memberi asuhan kebidanan pada bayi dan balita
dengan melibatkan keluarga
Lanjutan
2. Tugas Kolaborasi
Tugas-tugas kolaborasi (kerja sama) bidan, yaitu:
Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap
asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan
melibatkan klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan
risiko tinggi dan pertolongan pertama pada
kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan
kolaborasi
Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa
persalinan dengan resiko tinggi serta keadaan
kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan
pertama dengan tindakan kolaborasi dengan
melibatkan klien dan keluarga
Lanjutan
Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas
dengan risiko tinggi serta pertolongan pertama dalam
keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan
kolaborasi bersama klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada bayi, baru lahir dengan
risiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan
kegawatdaruraran yang memerlukan tindakan kolaborasi
bersama klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada balita dengan risiko cinggi
serta pertolongan pertama dalam keadaan
kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
betsamut klien dan keluarga
Lanjutan
3. Tugas Ketergantungan
Tugas-tugas ketergantungan (merujuk) bidan,
yaitu:
Menerapkan manajamen kebidanan ,pada setiap
asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi
keterlibatan klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan
rujukan pada kasus kehamilan dengan risiko tinggi
serta kegawatdaruratan
Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi
serta rujukan pada masa persalinan dengan
penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan
keluarga
Lanjutan
Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan
rujukan pada ibu dalam masa nifas yang disertai
penyulit tertentu dan kegawatdaruratan dengan
melibatkan klien dan keluarga
Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan
yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan
melibatkan keluarga
Memberi asuhan kebidanan kepada anak balita
dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan
yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan
melibatkan klien/keluarga.
Peran Bidan Sebagai Advokator
Advokasi merupakan proses menciptakan dukungan,
membangun konsensus, membantu perkembangan suatu iklim
yang menyenangkan dan suatu lingkungan yang suportif
terhadap suatu sebab atau issu tertentu melalui serangkaian
tindakan yang direncanakan dengan baik.

Bidan dapat melakukan advokasi untuk meningkatkan


strategi dalam KIA / KB.
Target Advokasi :
Pembuat keputusan, pembuat kebijakan
Pemuka pendapat, pimpinan agama
LSM , Media
dan lain lain
Lanjutan
Persyaratan Advokasi :
Credible, artinya program yang ditawarkan harus dapat
meyakinkan para penentu kebijakan
Feasible, artinya program tersebut harus baik secara teknis,
politik, maupun ekonomi
Relevant, artinya program tersebut harus sesuai dengan
kebutuhan masyarakat
Urgent, artinya program tersebut memiliki tingkat urgensi yang
tinggi
High priority, artinya program tersebut memiliki prioritas yang
tinggi

Upaya pembangunan keluarga sejahtera dan pemberdayaan


bidan tidak bisa dipisahkan. Bidan adalah ujung tombak
pembangunan keluarga sejahtera dari sudut kesehatan dan
pemberdayaan lainnya. Bidan menempati posisi yang strategis
karena biasanya di tingkat desa merupakan kelompok profesional
yang jarang ada tandingannya.
Lanjutan
Ada delapan target dan sasaran yang harus dicapai secara terpadu.
Indonesia yang ikut menanda tangani deklarasi PBB pada akhir tahun 2000
itu ikut bertanggung jawab terhadap pencapaian target-target tersebut.
Untuk mencapai sasaran dan target-target tersebut Indonesia harus
menempatkan pembangunan dan pemberdayaan seperti bidan, tenaga
kesehatan, tenaga pendidikan dan tenaga pemberdayaan masyarakat pada
posisi sangat penting di lapangan, di pedesaan.

Peranan tenaga-tenaga pembangunan tersebut sangat tinggi dan


mutlak. Peranan bidan misalnya, sekaligus merupakan sumbangan yang
sangat tinggi untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, yaitu dalam
rangka hidup sehat dan sejahtera. Lebih-lebih lagi nampak sekali bahwa
peranan bidan sangat penting dalam memberi dorongan agar keluarga
yang isterinya sedang hamil mendapat perhatian dalam bidang kesehatan
pada umumnya dan kemampuan mengembangkan ekonomi keluarga.
Tujuannya adalah agar setiap keluarga mempunyai kemampuan
memelihara kesehatannya, terutama kesehatan isterinya.
Lanjutan

Tujuannya adalah agar apabila isterinya


mengandung dan melahirkan, keadaan rumah
tangganya lebih baik. Peranan sebagai ujung tombak
dalam bidang kesehatan, sosial dan ekonomi rumah
tangga tersebut menjadi sangat penting dalam
peningkatan mutu sumber daya manusia yang sejak
awal tahun 1990 menjadi acuan PBB, khususnya
United Nations Development Programme (UNDP).
- THANK YOU -

Anda mungkin juga menyukai