Anda di halaman 1dari 24

OUTCOMES OF TWO TRIALS

OF OXYGEN-SATURATION
TARGETS IN PRETERM
INFANTS

JOURNAL READING

Anindita Noviandhari

DEPARTMENT OF PEDIATRICS
Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran
Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung
2017
BACKGROUND: The safest ranges of oxygen saturation in preterm infants have been
the subject of debate.

METHODS: In two trials, conducted in Australia and the United Kingdom, infants born
before
28 weeks gestation were randomly assigned to either a lower (85 to 89%) or a higher
(91 to 95%) oxygen-saturation range. During enrollment, the oximeters were revised to
correct a calibration-algorithm artifact. The primary outcome was death or disability at a
corrected gestational age of 2 years; this outcome was evaluated among infants whose
oxygen saturation was measured with any study oximeter in the Australian trial and
those whose oxygen saturation was measured with a revised oximeter in the U.K. trial.

RESULTS: After 1135 infants in Australia and 973 infants in the United Kingdom had
been enrolled in the trial, an interim analysis showed increased mortality at a corrected
gestational age of 36 weeks, and enrollment was stopped. Death or disability in the
Australian trial (with all oximeters included) occurred in 247 of 549 infants (45%) in the
lower-target group versus 217 of 545 infants (39,8%) in the higher-target group (adjusted
relative risk, 1,12; 95% confidence interval [CI], 0,98 to 1,27; P = 0,10); death or
disability in the U.K. trial (with only revised oximeters included) occurred in 185 of 366
infants (50,5%) in the lower-target group versus 164 of 357 infants (45,9%) in the higher-
target group (adjusted relative risk, 1,10; 95% CI, 0,97 to 1,24; P = 0,15). In post hoc
combined, unadjusted analyses that included all oximeters, death or disability occurred
in 492 of 1022 infants (48,1%) in the lower-target group versus 437 of 1013 infants
(43,1%) in the higher-target group (relative risk, 1,11; 95% CI, 1,01 to 1,23; P = 0,02),
and death occurred in 222 of 1045 infants (21,2%) in the lower-target group versus 185
of 1045 infants (17,7%) in the higher-target group (relative risk, 1,20; 95% CI, 1,01 to
1,43; P = 0,04). In the group in which revised oximeters were used, death or disability
occurred in 287 of 580 infants (49,5%) in the lower-target group versus 248 of 563
infants (44,0%) in the higher-target group (relative risk, 1,12; 95% CI, 0,99 to 1,27; P =
0,07), and death occurred in 144 of 587 infants (24,5%) versus 99 of 586 infants (16,9%)
(relative risk, 1,45; 95% CI, 1,16 to 1,82; P = 0,001).

CONCLUSION: Use of an oxygen-saturation target range of 85 to 89% versus 91 to 95%


resulted in nonsignificantly higher rates of death or disability at 2 years in each trial but
in significantly increased risks of this combined outcome and of death alone in post hoc
PENDAHULUAN

Penentuan rentang target saturasi oksigen pada bayi prematur merupakan


hal yang penting

Saturasi oksigen yang efektif dapat meminimalisir risiko kematian, retinopati


prematuritas dan disabilitas

Data observasional menunjukkan bahwa target saturasi oksigen dibawah


90% memiliki hubungan dengan risiko retinopati berat yang lebih rendah
tanpa ada perbedaan pada angka kejadi palsi serebral atau kelangsungan
hidup (survival)

Rentang target saturasi oksigen yang paling aman pada bayi prematur masih
menjadi perdebatan
RUMUSAN MASALAH

Bagaimana dampak target saturasi oksigen


85-89% dibandingkan 91-95% terhadap
mortalitas dan disabilitas pada bayi
prematur?
TUJUAN PENELITIAN

Untuk mengetahui dampak target saturasi


oksigen 85-89% dibandingkan 91-95%
terhadap mortalitas dan disabilitas pada bayi
prematur
HIPOTESIS PENELITIAN

Target saturasi oksigen 85-89% dibandingkan


91-95% dapat mengurangi insidensi retinopati
berat tanpa adanya dampak pada mortalitas
atau disabilitas
METODE PENELITIAN
Desain Studi

Randomized Controlled Trial

Waktu
Australia: 25 Maret 2006 24 Desember
2010
Inggris: 29 September 2007 24
Desember 2010
Partisipan

Semua bayi berusia <28 minggu di


Australia dan Inggris
POPULASI DAN SAMPEL

1. Semua bayi berusia


<28 minggu di
Australia dan Inggris
2. Semua bayi berusia
<28 minggu pada
1. Populasi Target penelitian U.K. and
Australian Benefits of
2. Populasi
Terjangkau Oxygen Saturation
3. Targeting (BOOST)II
Sampel 3. Memenuhi kriteria
inklusi dan tanpa
kriteria eksklusi
Kriteria Inklusi Kriteria Ekslusi

Usia <28 minggu Kelainan


kongenital mayor
Tidak mungkin
bertahan hidup
Tidak mungkin
difollow-up
PROSEDUR PENELITIAN

Subyek penelitian diambil dari penelitian BOOST-II di Australia


dan Inggris

Pada kedua penelitian, bayi diacak ke dalam rentang target


saturasi oksigen 85-89% (kelompok target lebih rendah) atau
91-95% (kelompok target lebih tinggi)

Prosedur minimisasi digunakan untuk menyeimbangkan kedua


kelompok berdasarkan jenis kelamin, usia kehamilan

Pada usia koreksi 2 tahun: dilakukan penilaian Skala


Perkembangan Bayi Bayley-III
PROSEDUR PENELITIAN

Kelompok target lebih Penilaian saat usia 2


rendah: tahun:
SaO2 85-89% Primer: kematian
dan disabilitas
Sekunder: Skor
kognisi/bahasa
Kelompok target lebih Bayley-III <85, tuli,
tinggi: retinopati, infeksi
SaO2 91-95% awitan lama
VARIABEL PENELITIAN

Variabel independen:
Saturasi oksigen

Variabel dependen:
Kematian dan disabilitas
DEFINISI OPERASIONAL
VARIABEL

Rentang target rendah: 85-89%


Rentang target tinggi: 91-95%
SaO2

Skor Bayley-III <85


Visus pengelihatan <6/60
Cerebral palsy GMCSF 2
Disabilit Tuli
as Tidak bisa berjalan tanpa bantuan pada usia 2 tahun
ANALISIS STATISTIK

Untuk perbandingan statistik, kami mengkalkulasi risiko relatif dan


interval IK 95% sebagai hasil primer
Untuk hasil penelitian dikotomous, IK 95% digunakan di penelitian
Australia dan IK 99% digunakan di penelitian Inggris
Pada penelitian Australia, dampak target saturasi oksigen terhadap
hasil primer dinilai dengan menggunakan persamaan estimasi
umum
Hasil sekunder dinilai dengan cara yang sama dan data
penghitungan dianalisis dengan model linear umum Poisson
Semua data diolah dan dianalisis dengan piranti lunak SAS versi
9.3 (Institusi SAS, Inc., Cary, NC, USA)
HASIL PENELITIAN

POPULASI PASIEN DAN MORTALITAS


Kami memasukkan 1135 bayi di penelitian Australia dan
973 bayi di penelitian Inggris
Mortalitas sebelum usia 2 tahun lebih tinggi pada
kelompok target saturasi lebih rendah dibandingkan
dengan kelompok target saturasi lebih tinggi (222 dari
1045 [21,2%] vs 185 dari 1045 [17,7%], risiko relatif 1,2,
IK 95% 1,01-1,43 dengan nilai p = 0,04
Penyebab utama kematian adalah sepsi, enterokolitis
nekrotikans, perdarahan intraventrikular dan penyakit
paru kronis
HASIL PENELITIAN

HASIL PRIMER
Pada uji di Australia

Kematian atau disabilitas terjadi pada 247 dari 549 bayi (45%) pada
kelompok target saturasi lebih rendah dan 217 dari 545 bayi (39,8%)
pada kelompok target saturasi lebih tinggi (adjusted relative risk
1,12, indeks kepercayaan 0,98-1,2 dengan nilai p = 0,10)
Pada uji di Inggris

Kematian atau disablitas terjadi pada 185 dari 366 bayi (50,5%)
pada kelompok target saturasi lebih rendah dan 164 dari 357 bayi
(45%) pada kelompok target saturasi lebih tinggi (adjusted relative
risk 1,10, IK 95% 0,97-1,24 dengan nilai p = 0,15)
HASIL PENELITIAN

HASIL PRIMER
Pada analisis post hoc kombinasi, kematian atau
disabilitas terjadi lebih sering pada kelompok target
saturasi lebih rendah dibandingkan dengan kelompok
saturasi lebih tinggi (nilai p = 0,02)
Pada kelompok yang menggunakan oximeter yang
telah direvisi, kematian atau disabilitas terjadi pada
287 dari 580 bayi (49,5%) pada kelompok target
saturasi lebih rendah dibandingkan 248 dari 563 bayi
(44%) pada kelompok target saturasi lebih tinggi (risiko
relatif 1,12, IK 95% 0,99-1,27 dengan nilai p = 0,07)
HASIL PENELITIAN

HASIL SEKUNDER
Tidak terdapat
perbedaan signifikan
diantara kedua
kelompok dalam hasil
sekunder
DISKUSI

Pada analisis primer populasi penelitian di


Australia dan Inggris, tidak terdapat perbedaan
signifikan diantara kelompok penelitian dalam
kematian atau disabilitas pada analisis secara
terpisah
Namun angkanya menjadi secara signifikan lebih
tinggi pada kelompok target saturasi lebih rendah
dibandingkan dengan kelompok target saturasi
lebih tinggi pada analisis post hoc kombinasi
DISKUSI

Kematian atau disabilitas didapatkan 12%


lebih tinggi di kelompok target saturasi lebih
rendah dibandingkan dengan kelompok
saturasi lebih tinggi
Pada bayi yang menggunakan oximeter revisi,
risiko relatif kematian 45% lebih tinggi pada
kelompok target saturasi lebih rendah
dibandingkan dengan target saturasi lebih
tinggi
DISKUSI

Pulse oximeter mengestimasi saturasi oksigen arterial dengan


keterbatasan akurasi data yaitu adanya deviasi standar yang setara 3%
Oleh karena itu, nilai saturasi oksigen sebesar 88% dapat merefleksikan
saturasi oksigen arterial diantara 85 sampai 91% pada 68%
Saat saturasi oksigen menurun dari 93% sampai 80% keterbatasan
secara progresif melebar secara substansial lebih banyak bayi pada
kelompok target saturasi lebih rendah yang terpapar tekanan parsial
oksigen arteri yang rendah
Setelah revisi algoritma bayi pada kelompok target saturasi lebih
rendah menghabiskan sekitar 30% lebih lama pada rentang saturasi
rendah peningkatan mortalitas setelah revisi algoritma
KESIMPULAN

Saturasi oksigen 85-89% dibandingkan


dengan 91-95% menyebabkan peningkatan
angka kematian atau disabilitas pada usia 2
tahun yang tidak signifikan pada kedua
penelitian
Namun penggunaan rentang target yang lebih
rendah secara signifikan meningkatkan risiko
kematian dan disabilitas atau kematian saja
pada analisis post hoc kombinasi
TERIMA KASIH