Anda di halaman 1dari 34

Analisis Raw Material Dalam Produksi

Semen Menggunakan Xrf, Xrd

Oleh :
Hena Suri Intan Pertiwi (H221 13 007)
Zuhaa Fachrani (H221 13 301)
RUANG LINGKUP
Mengetahui dan menganalisis
kandungan mineral penyusun batuan
yang digunakan sebgai bahan baku
pembuatan semen meggunakan XRF
dan, untuk mnghitung nilai LSF (Lime
Saturation factor)
Tujuan

Mengetahui jenis-jenis mineral


penyusun batuan
Menghitung nilai LSF( lime Saturated
Factor), sebagai parameter standar
dalam proses pembuatan semen
Baga
n
Alir
Pendahuluan

Geologi regional lengan


selatan sulawesi (wilson
& bosence 1996) :
modifikasi dari Sukamto
1982, Sukamto &
Supriatna,1982)
Geomorfologi regioal

Batugamping Formasi Tonasa


yang diendapkan di daerah
tengah, antara Maros dan
Pangkajene,memiliki
ketebalan setidaknya 600 m
Batugamping tersebut
diendapkan pada lingkungan
laut dangkal berupa paparan
yang stabil dengan dimensi
lebar setidaknya 80 km
Pengendapan batugamping
tersebut setidaknya
membutuhkan kecepatan
penurunan paparan sebesar 3
cm / 1000 tahun
Statigrafi Regional daerah Penelitian
Berdasarkan atas ciri lithology dan
komplikasi denga hasil pemetaan
geologi regional lembar
Pangkajene dan Watampone
bagian barat Sulawesi oleh Rab.
Sukamto (1982) diketahui bahwa
daerah penelitia yang menyusun
Formasi Tonasa terdiri dari
batugamping fosil, Batu gamping
bioklastik, Kalkarenit , sebagian
terhablurkan berwarna putih dan
kelabu muda, sebagian berlapis
baik, dan diendapkan pada
lingkungan laut dangkal (neritic).
Batugamping ini mengandung
moluska dan foraminifera yang
menunjukan umur Eosen dan
Miosen tengah
Semen Portland memiliki dua bahan utama
yanitu batu kapur yang kaya akan mineral
kalsium karbonat dan tanah liat (clay) yang
banyak mengandung silica , alumina, serta
oksida besi. Bahan bahan itu kemudia
dihaluskan dengan suhu tinggi sampai
terbentuk campuran baru
Semen berasal dari bahasa latin yakni Cementum yang
artinya memotong menjadi bagian bagian kecil yang tak
beraturan. Sedangkan menurut pengertiannya semen
berarti bahan perekat yang mampu mempersatukan atau
mengikat bahan bahan padat mencadi satu kesatuan yag
pokok atau suatu prduk yang mempuyai fumngsi bahan
perekat antara dua atau lebih jenis bahan sehingga
menjadi suatu kesatuan yang kompak, atau dalam
pengertian luasnya adalah material plastis yang
memberikan sifat perekat antara bahan bahan kostruksi
bangunan.

Apa itu semen


???
Bahan Baku
Semen

Batulempu
ng

Batugampi
ng

Batunapal Kuarsit

Pada umumnya terbentuk di laut
hangat dan dangkal yang terdapat
endapan baik dari air laut pun dari
organisme lautan, kegunaannya
digunakan dalam kontruksi, sebagai
bahan mentah industri kaca, Sebagai
fluks dalam proses metalurgi, serta di
bidang pertanian

Terutama terdiri dari kalsit, batu
profile
melimpah ini membentuk beberapa
lapisan yang tebal dan luas.
Type Chemical, organic
Warnanya bisa kuning, putih atau
Origin Marine
abu2. Sempelnya dapat diidentifikasi
Grain Size Crystalline dengan adanya pelepasan gas dan
Major Minerals Calsite suara mendesis saat ditetesi HCl.
Minor Minerals Aragonite, Batu gamping bisa kompak, kasar
dolomite, siderite,
atau rapuh. Beberapa memiliki cross
quartz,pyrite
bedding atau ripple marks.
Colour White, grey, pink
Tekturnya berkisar dari kasar dan
Fossils Marine and berfosil sampai halus dan
freshwater
invertebrates mikrokristalin.
Batugamping
Kuarsit
kuarsit merupakan batuan
yang kaya akan mineral silica
atau SiO2. Kuarsit
merupakan salah satu
Profile
batuan metamorf yang
Type Regional metamorfic
Regional terbentuk ketika batupasir
metamorfism or terkubur, terkena suhu yang
Origin ortoquartzite sangat panas dan terkena
Temperature High
Pressure Low to High
tekanan kemudian memadat
Structure Crystalline menjadi batuan kuarsa.
Grain size 2-5 mm Batuan ini dapat ditemui
Major dengan batuan metamorf
minerals Quartz
Minor Mica, kyanite, regional yang terbentuk
minerals sillimanite ketika terjadi pergeseran
Colour Almost any lempeng bumi. Batuan ini
Precursor
rock Sandstone
juga dapat kita jumpai pada
beberapa batuan sedimen
berupa urat-urat kuarsa
Batulempu
ng
batu lempung yaitu batuan yang memiliki
struktur padat dengan susunan mineral
yang lebih banyak dari batu lanau. Selain
itu, batu lempung juga dapat diartikan
sebagai salah satu jenis batuan sedimen
yang bersifat liat atau plastis, tersusun
dari hidrous aluminium silikat (mineral
lempung) yang ukuran butirannya halus.
Ukuran butiran batu lempung sangatlah
Mirip dengan batu serpih, batu lempung
halus, yakni tidak lebih dari 0,002 mm.
sangat sulit diteliti. Sangat dibutuhkan
analisis secara kimiawi agar ilmuwan tahu
mineral penyusun batu lempung yang
banyak mengandung silika. Silika ini
berasal dari feldspar yang banyak di
temukan di lapisan kulit bumi. Selain itu,
batu lempung juga memiliki susunan unsur
oksida besi yaitu berupa siderit, markit
atau pirit. Mineral karbonat berupa bahan-
bahan organik dan anorganik juga
ditemukan pada batu lempung. Mineral-
mineral penyusun batu lempung tersebut
adalah mineral yang aktif secara
Warnanya biasanya abu terang atau
kecoklatan tapi bisa juga abu2, hijau merah
dll. Napal hijau mengandung glaukonit,
napal merah mengndung oksida logam.
Napal lebih mudah terpecah daripada serpih
dan cendrung pecah menjadi blok-blok.
Sempel biasanya nodular, dan biasanya
nodulnya lebih tersementasi dari batuan
sekitar.
Batulempung berkapur atau napal adalah
profile istilah yang diterapkan untuk berbagai
Type Detrial, form lime batuan yang memiliki berbagai komposisi
mud tetapi semuanya mineral berbutir halus yang
Origin Marine, tercampur secara sederhana . di beberapa
Freshwater
Negara napal mengacu pada istilah dalam
Grain Size Less then 0.1 bahasa jerman margel dan seekreide, yang
mm
berarti danau kapur. Napal biasanya
Major Clays, calcite
mengandung mineral lempung dan .
Minerals
Terbentuk di perairan dangkal.
Minor Glauconite,
Minerals hematite
Colour
Fossils
Various
Veterbtates, Batunap
Mineral utama penyusun
semen

Kalsit

Hema
tit

Kuar Illit
sa

Kalsit ()

Kalsit adalah
mineral karbonat
dan polimorf kalsium
karbonat yang paling
stabil. Kalsit
merupakan mineral
penyusun berbagai
jenis batuan dengan
rumus kimia
Kalsit sangat umum
CaCO3. ditemukan di
seluruh dunia baik di dalam
batuan sedimen, batuan
metamorf, maupun batuan beku.
Beberapa ahli geologi
menganggapnya sebagai
"ubiquitous mineral" atau
mineral yang dapat hadir di
Kuarsa adalah
senyawa kimia
yang terdiri dari
satu bagian silikon
dan dua bagian
oksigen atau biasa
disebut silikon
dioksida (SiO2).
Kuarsa merupakan
mineral yang
paling berlimpah
ditemukan di
permukaan bumi
dan sifatnya yang
unik dapat
membuatnya
menjadi salah satu
Kuarsa
mineral yang
paling berguna.

()

Hemat
it ()
Hematit banyak ditemukan
sebagai mineral primer dan
sebagai produk alterasi
dalam batuan beku,
metamorf, dan batuan
sedimen. Mineral ini dapat
mengkristal selama proses
diferensiasi magma atau
presipitasi dari cairan
hidrotermal yang bergerak
melalui massa batuan.
Hematit juga dapat
terbentuk selama proses
metamorfosis kontak ketika
magma panas bereaksi
dengan batuan yang ada
Bentuk susunan mineral
illit terdiri dari kepingan
aluminium oktahedra
yang berada di antara
dua kepingan silika
tetrahedra. Kepingan
kepingan tersebut saling
terikat satu sama lain
dengan ikatan antar ion-
Profile ion kalium yang terdapat
pada setiap kepingan.
Crystall Monoclini Ikatan ini tidak lebih kuat
System
c dari pada ikatan
Hardness 1-2 hidrogen yang mengikat
mineral kaolinit, tetapi
Specific 2.6-2.9 lebih kuat dari pada
Gravity
ikatan ionik yang
Cleavage Perfect mengikat mineral
montmorillonit. Meski
Fracture None
ikatannya tidak terlalu
Streak White kuat, susunan mineral
Illit ()
illit tidak dapat
Lustre Dull mengembang akibat dari
gerakan air yang berada
XRF

Teknik fluoresensi sinar x (XRF)


merupakan suatu teknik analisis yang
dapat menganalisa unsur-unsur yang
membangun suatu material.
Teknik ini juga dapat digunakan untuk
menentukan konsentrasi unsur
berdasarkan pada panjang gelombang
dan jumlah sinar x yang dipancarkan
kembali setelah suatu material
ditembaki sinar x berenergi tinggi.
Prinsip dasar XRF
Prinsip dasar XRD
Metodologi penelitian
Alat
Alat X-Ray Floursence & XRD
Bahan
Sampel batuan yang terdiri dari
batugamping, clay, Kuarsa, additive
(berupa Napal)
Cara kerja
Kegiatan di Lapangan
Data yang digunakan merupakan data primer. Lokasi pengambilan sampel
langsung di beberapa lokasi tambang yang terdiri dari tambang batugamping, clay,
dan marl ( napal).

Kegiatan di Laboratorium
Analisis laboraorium dilakukan untuk mengetahui sifat fisik dan kimiawi dari
batuan yang didak bias dilakukan secara langsung di lapangan. Untuk mengetahui
sifat-sifat batuan tersebut maka dilakukan bebrapa analisis laboratorium dalam hal
ini menggunakan XRF ( X-Ray Floursence) sedangkan untuk analisa Gamma Ray
kita mengontrolnya dari dalam lab

1. Metode Xrf dengan langkah langkah sebagai berikut


Menghancurkan sampel dengan alat grinding hingga halus kecuali clay
Menaruh sampel ke dalam wadah kemudian dimasukkan ke dalam mesin
press untuk memadatkan dengan tekanan 60 Psi
Memasukan alat uji ke dalam ruangan XRF
Mejalankan alat uji dengan menekan tombol start yang secara otomatis
menggunakn 8 filter untuk sampel yang umum
Menghasilkan komposisi kimiawi batuan yang akan diteliti
Analisa XRD dengan Software match
1
Hasil Xrf
Komposisi (%) Hasil Pengukuran Menggunakan XRF

Nama Sample 1 (Gamping Sample 2 (Gamping Sample 3 Sample 4 (Quartz/Silica Sample 5


No
Unsur Terumbu) Kristalin) (Marl/Addiive/Chipping) Sand) (Clay)

1 Fe2O3 ~ ~ ~ 0.07 3.51

2 MgO 0.83 0.6 ~ 0.3 0.88

3 SiO2 1.23 15.21 5.43 98.12 28.82

4 CaO 96.56 82.94 ~ 0.04 25.45

5 NiO ~ ~ 56.2 ~ ~

6 MnO ~ ~ ~ ~ ~

7 In2O3 0.0244 ~ ~ ~ ~

8 Al2O3 2.05 1.66 38.23 0.78 36.71

9 Na2O ~ ~ ~ 0.25 0.35

10 K2O ~ 0.16 ~ ~ 1.88

11 SO3 ~ ~ ~ 0.12 ~

12 Cl ~ ~ ~ ~ ~

13 TiO2 ~ ~ ~ 0.9 1.27

14 Sn2O3 0.0231 ~ 0.0155 ~ ~

15 RuO4 0.0185 ~ ~ ~ ~

16 Nb2O5 0.0682 ~ 0.05 ~ ~

17 SrO 0.238
Hasil Xrd limestone
Hasil Xrd Clay
Hasil XRD marl
Hasil Xrd Quartz
Kesimpula
n