Anda di halaman 1dari 29

ASKEP GIGITAN

BINATANG
PENGERTIAN GIGITAN BINATANG
Gigitan binatang dan sengatan, biasanya
merupakan alat dari binatang tersebut untuk
mempertahankan diri dari lingkungan atau
sesuatu yang mengancam keselamatan jiwanya.
MACAM MACAM GIGITAN BINATANG
A. GIGITAN BINATANG DARAT

1. Gigitan Anjing, Kucing, Kera, tikus, dll


Tanda dan gejala:
Sakit kepala
Demam
Kejang-kejang
Kemungkinan rabies

Penanganan
Amankan diri dan lingkungan sekitar.
Nilai keadaan dari airway, breating, dan sirkulasi (ABC).
Cuci luka dengan air mengalir dan sabun atau larutan deterjen.
Imobilisasikan bagian yang di gigit/ luka tersebut.
Berikan SAR(serum anti rabies) bila ada.
Bila dapat lakukan penangkaan binatang yang menggigit untuk
identifikasi.
Segera bawa penderita ke Rumah Sakit.
2. Gigitan Arthropoda (laba-laba, Tawon, Kelabang, Kala)

Tanda dan gejala


Bengkak dan keerahan di daerah gigitan
Gatal-gatal
Nyeri dan terasa panas
Demam, menggigil, kdang disertai sulit tidur
Dapat terjadi syok

Penanganan
Aman diri dan lingkungan sekitar
Nilai keadaan dari airway, breating, dan sirkulasi (ABC).
Tenangkan penderita
Ambil segatnya kalau nampak (hati-hati saat mencabut jangan sampai menekan
kantung bias/kelenjar bias).
Cuci daerah gigitan dengan air sabun atau alcohol 70 % atau antiseptic.
Kompres dingin (kompres es).
Imobilisasikan daerah yang tergigit
Berikan antihistamin jika reksi ringan.
Berikan Adrenalin 0,5 mg IM, jika reaksi berat.
Dapat berikan penawar sakit (ponstan atau tramadol dsb)
Bawa segera ke Rumah Sakit.
3. Gigitan kelelawar
Tindakan pertolongan :

Kalau mungkin, tangkaplah binatang yang menggigit untuk


diobservasi selama satu minggu, apakah terjangkit rabies atau
tidak. Kalau binatangnya mati, kirimlah ke Lembaga Pasteur
Bandung untuk diperiksa (melalui Dinas Kesehatan Kota
setempat).
Basuhlah luka gigitan itu dengan air mengalir dan sabun atau
obat antiseptik (pembunuh kuman). Tutuplah dengan kasa steril.
Bekas gigitan kucing tidak boleh terlalu banyak digerak-
gerakkan dan harus segera mendapat suntikan antibiotika.
4. Gigitan ular
Tanda dan gejala
Kesakitan pada tempat gigitan dalam setengah jam
Bagian gigitan membengkak selepas 1 jam.
Lemah badan
Pengelueran air liur yang berlebihan
Mengantuk
Lumpuh pada otot muka,bibir,lidah,dan saluran pernapasan
Tekanan darah menurun
Hipotensi
Sakit pada bagian perut
Gangguan pernafasan
Penanganan
Pertolonganpertama, jangan menunda pengiriman
kerumah sakit.

Lakukan evaluasi klinis lengkap dan pesanlah untuk


pemeriksaan laboratorium dasar, hitung sel darah lengkap,
penentuan golongan darah dan uji silang, waktu protombin,
waktu tromboplastin parsial, hitung trombosit, urinalisis,
dan penentuan gadar gula darah, BUN, dan elektrolit.

Derajatenvenomasi harus dinilai, dan observasi 6 jam


untuk menghindari penilaian keliru dan envenomasi yang
berat.

Mulai larutan salin IV pada semua pasien; berikan oksigen,


dan tangani syok jika ada.
Pertahankan posisi ekstremitas setinggi
jantung; turniket di lepas hanya bila syok
sudah diatasi dan anti bisa diberikan.

Beberapa sumber menganjurkan eksplorsi


bedah dini untuk menentukan kedalaman dan
jumlah jaringan yang rusak.
5. Sengatan kalajengking

Tanda dan Gejala


Gelisah,
Mual,
Muntah,
Haus,
Sakit perut.
Penanganan

Akibat sengatan kalajengking pada orang dewasa


biasanya tidak begitu hebat. Pengobatannya hanya
simtomatis. Pada luka bekas gigitan di beri kompres
ammonia, bikarbonas natrikus atau kalamin lasio.
Bila ada kejag-kejang, di beri sedative, misalnya
valium atau luminal.
B. GIGITAN BINATANG AIR

1. Gigitan Trigonid
Tanda dan gejala
Timbul rasa nyeri dalam 90 menit
Rasa panas di iaerah gigitan
Pusing bahkan terkadang sampai tidak sadar (pingsan).

Penanganan
Aman diri dan lingkungan sekitar
Nilai keadaan dari airway, breating, dan sirkulasi (ABC).
Tenangkan penderita
Cabut duri babi yang menusuk.
Rendam bagian yang tergigit dalam air hangat.
Bersihkan luka dan imobilisasi daerah luka.
2. Gigitan ubur-ubur
Tanda dan gejala
Rasa panas dan terbakar serta sedikit perdarahan pada kulit.
Urtikaria
Mual
Muntah
Kejang otot
Syok
Kesulitan bernafas
Keluar air mata terus-menerus
Mata menjadi merah bengkak, pupil melebar

Penanganan
Aman diri dan lingkungan sekitar
Nilai keadaan dari airway, breating, dan sirkulasi (ABC).
Bebaskan anggota badan yang cedera dari tentakel-tentakel dengan handuk
basah.
Cuci luka dengan larutan Aromatic Ammonia Spirit atau alcohol 70%
Berikan 10 ml larutan Na Glukonat.
Asang tourniket dan berikan antidote Sea Wasp Antivenome (SWA) bila ada
Bawa segera ke rumah sakit
3. Gigitan ikan pari (Sting ray)
Tanda dan gejala
Pembengkakan
Mual, muntah dan diare
Tekanan darah menurun,
Berkeringat
Jantung berdenyut tidak teratur
Kadang-kadang bisa menimbulakan kematian.
Kejang-kejang bahkan terkadang di sertai kelumpuhan otot-otot.

Penanganan
Aman diri dan lingkungan sekitar
Nilai keadaan dari airway, breating, dan sirkulasi (ABC).\
Bersihkan luka dengan sabun dalam air hangat selam 30-60
menit. Cara ini efektif untuk me-nonaktifkan racun yang tidak
panas
Bawa segera ke rumah sakit
4. Gigitan Gurita (Blue Ringed Octopus)
Tanda dan gejala
Kegagalan nafas secara progresif terjdi dalam 10-15 menit.
Luka bekas gigitan kecil, tidak terasa nyeri yang mungkin berwarna merah dan
benjolan (tampak seperti meleuh berisi darah).
Kehilangan rasa raba (di mulai sekitar mulut dan leher).
Mual, muntah
Kesulitan menelan
Kesulitan bernafas
Gangguan penglihatan
Inkoordinasi
Kelumpuhan otot
Pernapasan berhenti
Denyut nadi berhenti
Dapat diikuti kematian

Penanganan
Aman diri dan lingkungan sekitar
Nilai keadaan dari airway, breating, dan sirkulasi (ABC).
Tenangkan penderita
Bersihkan/cuci luka bekas gigitan dengan air hangat
Lakukan pressure imobilisasi pada bagian yang cidera
Monitor tanda-tanda vital
Lakukan RJP jika diperlukan
5. Gigitan Lintah

Tanda dan Gejala


Pembengkakan
Gatal
Kemerahan.

Tindakan pertolongan
Dengan hati-hati lepaskanlah lintah dari tempat ia menggigit.
Menyiram minyak atau air tembakau ke tubuh lintah, akan
membantu mempercepat usaha melepaskan gigitan lintah.
Apabila ada tanda-tanda reaksi kepekaan seperti tersebut di atas,
cukup digosok dengan obat atau salep anti gatal biasa.
6. Ikan Hiu
Ikan hiu, disamping dapat menggigit manusia, ada pula
yang mengeluarkan racun. Ikan hiu yang beracun
mempunyai sirip di punggungnya. Orang yang tertusuk
sirip beracun ikan hiu ini,

Tanda dan Gejala


Sakit yang berlangsung beberapa jam
Daerah tusukan itu menjadi merah dan bengkak
Dapat menimbulkn kematian.
Pengobatan hanya simptomatis dan luka gigitan dirawat
seperti luka gigitan lainnya.
PATOFISIOLOGI
PRINSIP PENATALAKSANAAN
Prinsip penatalaksanaan ada penderita dengan
gigitan binatang sama dengan pentalaksanaan
pada penderita keracunan.
Yang harus selalu diperhatikan pada penderita
keracunan maupun gigitan binatang hendaknya
selalu monitor dan catat setiap perubahan-
perubahan yang terjadi (ABC).
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium :
Penghitungan jumlah sel-sel darah
Prothrombin time dan activated partial thromboplastin time.
Fibrinogen dan produk-produk pemisahan darah
Tipe dan jenis golongan darah
Kimia darah, termasuk elektrolit, BUN, kreatinin
Urinalisis untuk myoglobinuria
Analisa gas darah untuk pasien dengan gejala sistemik

Pemeriksaan penujang lainnya:


Radiografi thoraks pada pasien dengan edema pulmoner
KOMPLIKASI
Syok hipovolemik
Edema paru

Kematian

Gagal napas
KONSEP ASUHAN
KEPERAWATAN
KESIMPULAN
Gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan
alat dari binatang tersebut untuk mempertahankan
diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam
keselamatan jiwanya. Gigitan binatang terbagi
menjadi dua jenis; yang berbisa (beracun) dan yang
tidak memiliki bisa. Pada umumnya resiko infeksi
pada gigitan binatang lebih besar daripada luka
biasa.
Macam-macam Gigitan Binatang :
Gigitan Binatang Darat Gigitan Anjing, Kucing, Kera, tikus, dll
Gigitan Arthropoda (laba-laba, Tawon, Kelabang, Kala)
Gigitan Binatang Air : Gigitan Trigonid, Gigitan ubur-ubur,
Gigitan ikan pari (Sting ray), Gigitan Gurita (Blue Ringed
Octopus), Gigitan lintah, Ikan Hiu

Prinsip Penatalaksanaan Gigitan Binatang


Prinsip penatalaksanaan ada penderita dengan gigitan
binatang sama dengan pentalaksanaan pada penderita
keracunan.
Yang harus selalu diperhatikan pada penderita keracunan
maupun gigitan binatang hendaknya selalu monitor dan catat
setiap perubahan-perubahan yang terjadi (ABC).
TERIMAKASIH