Anda di halaman 1dari 75

Tuberkulosis

kelompok 3
Raefisa H (201410410311049)
Nurul Hidayati (201410410311050)
Nirmala Safarani (201410410311052)
Inggrid Puput (201410410311053)
Fitriyanawati (201410410311091)
Rahmat Akbar (201410410311155)
Ravi Arda Feruskhan (201410410311180)
Febri Lusiana (201410410311213)
Annisa Kusumawardani (201410410311215)
Fitria Khurniawati (201410410311217)
Ririantika Dwi Jiansari (201410410311218)
Danik Wiluajeng (201410410311219)
Definisi tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan
oleh Mycobacterium tuberculosis yang mampu
menginfeksi secara laten ataupun proresif. (ISO
farmakoterapi,2009)
Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri kronik yang
disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan
ditandai oleh pembentukan granuloma pada
jaringan yang terinfeksi dan oleh hipersensitivitas
yang diperantarai sel (cell-mediated hypersensitivity
Etiologi

Tuberkulosis
Tuberkulosis adalah
adalah penyakit
penyakit menular
menular langsung
langsung yang
yang disebabkan
disebabkan oleh
oleh Mycobacterium
Mycobacterium
tuberculosis,
tuberculosis, yang sebagian besar (80%) menyerang paru-paru. Mycobacterium
yang sebagian besar (80%) menyerang paru-paru. Mycobacterium
tuberculosis
tuberculosis termasuk basil gram positif, berbentuk batang, dinding selnya mengandung
termasuk basil gram positif, berbentuk batang, dinding selnya mengandung
komplek lipida-glikolipida serta lilin (wax) yang sulit ditembus zat
komplek lipida-glikolipida serta lilin (wax) yang sulit ditembus zat kimia. kimia.
Umumnya
Umumnya Mycobacterium
Mycobacterium tuberculosis
tuberculosis menyerang
menyerang paru paru dan
dan sebagian
sebagian kecil
kecil organ
organ tubuh
tubuh
lain.
lain. Kuman ini mempunyai sifat khusus, yakni tahan terhadap asam pada pewarnaan, hal
Kuman ini mempunyai sifat khusus, yakni tahan terhadap asam pada pewarnaan, hal
ini
ini dipakai
dipakai untuk
untuk identifikasi
identifikasi dahak
dahak secara
secara mikroskopis.
mikroskopis. Sehingga
Sehingga disebut
disebut sebagai
sebagai Basil
Basil
Tahan
Tahan Asam
Asam (BTA).
(BTA). Mycobacterium
Mycobacterium tuberculosis
tuberculosis cepat
cepat mati
mati dengan
dengan matahari
matahari langsung,
langsung,
tetapi
tetapi dapat bertahan hidup pada tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh,
dapat bertahan hidup pada tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh,
kuman dapat dormant (tertidur sampai beberapa tahun).
kuman dapat dormant (tertidur sampai beberapa tahun). TB timbul berdasarkan TB timbul berdasarkan
kemampuannya
kemampuannya untuk untuk memperbanyak
memperbanyak diri diri di
di dalam
dalam sel-sel
sel-sel fagosit.
fagosit.
(PHARMACEUTICAL CARE UNTUK PENYAKIT TUBERKULOSIS ;
DIREKTORAT BINA FARMASI KOMUNITAS DAN KLINIK,
DIREKTORAT JENDERAL, BINA KEFARMASIAN DAN ALAT
KESEHATAN ,DEPARTEMEN KESEHATAN RI 2005)
patofisiologi
M. tuberculosis umumnya ditularkan dari seseorang dengan infeksi
TB paru atau TB laringeal kepada orang lain melalui droplet nuclei,
yang ter-aerosolisasi oleh batuk, bersin atau berbicara.
infeksi diawali karena seseorang menghirup basil Mycobacterium
tuberculosis. Bakteri menyebar melalui jalan napas menuju alveoli
lalu berkembang biak dan terlihat bertumpuk. Perkembangan
Mycobacterium tuberculosis juga dapat menjangkau sampai ke
area lain dari paru (lobus atas). Basil juga menyebar melalui sistem
limfe dan aliran darah ke bagian tubuh lain (ginjal, tulang dan
korteks serebri) dan area lain dari paru (lobus atas). Selanjutnya
system kekebalan tubuh memberikan respons dengan melakukan
reaksi inflamasi. Neutrofil dan makrofag melakukan aksi fagositosis
(menelan bakteri), sementara limfosit spesifik-tuberkulosis
menghancurkan (melisiskan) basil dan jaringan normal Infeksi awal
biasanya timbul dalam waktu 2-10 minggu setelah terpapar
bakteri.
Penyebab dan gejala
tuberkulosis
PENYEBABNYA : Mycobacterium tuberkulosis
GRAM (+), TAHAN SUASANA ASAM
SUKAR DIBUNUH. KARENA DINDING SELNYA
MENGANDUNG LIPIDA
GLIKOLIPID DAN LILIN (WAX) YANG SULIT
DITEMBUS OLEH ZAT KIMIA
TIDAK MENGELUARKAN ENZIM DAN TOKSIN

GEJALA TB :
BATUK KRONIS
DEMAM
BERKERINGAT WAKTU MALAM
KELUHAN DI PERNAPASAN
ANOREKSIA (KURANG NAFSU MAKAN)
BERAT BADAN TURUN
NYERI DI BAGIAN DADA
DAHAKNYA MENGANDUNG DARAH
Manifestasi klinis

Penderita TBC akan mengalami berbagai gangguan


kesehatan, seperti batuk berdahak kronis, demam
subfebril, berkeringat tanpa sebab di malam hari, sesak
napas, nyeri dada, dan penurunan nafsu makan. Semuanya
itu dapat menurunkan produktivitas penderita bahkan
kematian.
faktor risiko untuk terinfeksi TB, tergantung pada :
Kepadatan droplet nuclei yang infeksius per volume
udara
Lamanya kontak dengan droplet nuklei tsb
Kedekatan dengan penderita TB
Paduan OAT Yang Digunakan Di
Indonesia

kategori 1 Paduan pengobatan yang


2HRZE/4H3R3 digunakan oleh Program
2HRZE/4HR Nasional Penanggulangan TB
2HRZE/6HE oleh Pemerintah Indonesia :
Kategori 2 Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3.
2HRZES/HRZE/5H3R3E3 Kategori 2 :
2HRZES/HRZE/5HRE 2HRZES/HRZE/5H3R3E3.
Kategori 3 Kategori 3 : 2 HRZ/4H3R3.
2HRZ/4H3R3 Disamping ketiga kategori
2HRZ/4HR ini, disediakan paduan obat
2HRZ/6H sisipan (HRZE)
Kategori Tuberculosis

Kategori
Kategori 11
Obat
Obat ini
ini diberikan
diberikan untuk:
untuk:

Penderita
Penderita baru
baru TB
TB Paru
Paru BTA
BTA Positif.
Positif.

Penderita
Penderita baru
baru TB
TB Paru
Paru BTA
BTA negatif
negatif Rntgen
Rntgen Positif
Positif yang
yang sakit
sakit berat
berat

Penderita
Penderita TB
TB Ekstra
Ekstra Paru
Paru berat
berat
Kategori
Kategori 22
Obat
Obat ini
ini diberikan
diberikan untuk
untuk penderita
penderita TBTB paru
paru BTA(+)
BTA(+) yang
yang sebelumnya
sebelumnya pernah
pernah
diobati,
diobati, yaitu:
yaitu:

Penderita
Penderita kambuh
kambuh (relaps)
(relaps)

Penderita
Penderita gagal
gagal (failure)
(failure)

Penderita
Penderita dengan
dengan pengobatan
pengobatan setelah
setelah lalai
lalai (after
(after default).
default).
Kategori
Kategori 33
Obat
Obat ini
ini diberikan
diberikan untuk:
untuk:

Penderita
Penderita baru
baru BTA
BTA negatif
negatif dan
dan rntgen
rntgen positif
positif sakit
sakit ringan,
ringan,

Penderita
Penderita TB
TB ekstra
ekstra paru
paru ringan
ringan
Dosis dan aturan pakai FDC disesuaikan dengan berat
badan pasien. Untuk pasien TB dewasa yang masuk
dalam kategori I dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Berat Badan Tahap Intensif tiap Tahap Lanjutan 3


hari kali
selama 56 hari seminggu selama
16 minggu
30 37 kg 2 tablet 4FDC 2 tablet 2FDC
38 54 kg 3 tablet 4FDC 3 tablet 2FDC
55 70 kg 4 tablet 4FDC 4 tablet 2FDC
71 kg 5 tablet 4FDC 5 tablet 2FDC
pasien TB dewasa yang masuk dalam kategori II,
dosis dan aturan pakai FDC yang harus diberikan
yaitu: Tahap Intensif tiap hari
Tahap Lanjutan
3 kali seminggu
Berat badan
Selama 56 hari Selama 28 hari selama 20
minggu
2 tab 4FDC
2 tab 2FDC + 2
30 37 kg + 500 mg 2 tab 4FDC
tab Etambutol
Streptomisin Inj.
3 tab 4FDC + 750
3 tab 2FDC + 3
38 54 kg mg Streptomisin 3 tab 4FDC
tab Etambutol
Inj.
4 tab 4FDC +
4 tab 2FDC + 4
55 70 kg 1000 mg 4 tab 4FDC
tab Etambutol
Streptomisin Inj.
Dosis dan aturan pakai FDC untuk anak-anak
yaitu
Berat Badan Tahap Intensif tiap hari Tahap Lanjutan tiap
selama 2 bulan hari
selama 4 bulan
7 kg 1 tablet 3FDC 1 tablet 2FDC
8 9 kg 1,5 tablet 3FDC 1,5 tablet 2FDC
10 14 kg 2 tablet 3FDC 2 tablet 2FDC
15 19 kg 3 tablet 3FDC 3 tablet 2FDC
20 24 kg 4 tablet 3FDC 4 tablet 2FDC
25 29 kg 5 tablet 3FDC 5 tablet 2FDC
INFORMASI OBAT
YANG DIPERLUKAN
RIFAMPISIN

ASPEK INFORMASI PUSTAKA


OBAT
KOMPOSISI Rifampicin 300mg ISO Indonesia
INDIKASI Anti Tuberkulosis Medscape
DOSIS Tuberculosis A to Z Drug Facts
Dewasa: PO/IV
600 mg satu kali
sehari.
Anak-anak: PO/IV
10 to 20
mg/kg/hari (max
600 mg/hari).
KONTRAINDIKASI Hipersensitivitas A to Z Drug Facts
terhadap
rifampisin
Efek samping CV: Hipotensi; syok. SSP: Sakit
kepala; kantuk; kelelahan; pusing;
A to Z drug facts
ketidakmampuan untuk
berkonsentrasi; kebingungan
mental; mati rasa umum;
perubahan perilaku; miopati. Derm:
Ruam; pruritus; urtikaria; Reaksi
pemfigoid; pembilasan. EENT:
gangguan Visual; konjungtivitis
eksudatif. GI: Mulas; epigastric
distress; anoreksia; mual; muntah;
gas; kram; diare; mulut sakit dan
lidah; kolitis pseudomembran;
pankreatitis. GU: Hemoglobinuria;
hematuria; insufisiensi ginjal; gagal
ginjal akut. HEMA: Eosinophilia;
leukopenia transien; anemia
hemolitik; menurun hemoglobin;
hemolisis; trombositopenia. HEPA:
peningkatan asimtomatik enzim
hati dan hepatitis. RESP: Sesak
napas; mengi. LAIN: Ataksia;
kelemahan otot; nyeri pada
ekstremitas; osteomalacia; miopati;
gangguan menstruasi; demam;
ketinggian di BUN; serum asam
urat; mungkin imunosupresi;
pertumbuhan abnormal tumor paru-
paru; mengurangi tingkat 25-
hidroksikolekalsiferol; edema wajah
dan ekstremitas; perubahan warna
dari cairan tubuh.
Perhatian Kehamilan: Kategori C. Laktasi:
diekskresikan dalam ASI.
A to Z drug Facts
keperawatan menghentikan atau
obat. cairan tubuh: Obat dapat
menyebabkan berbahaya warna
merah-oranye urin, feses, air liur,
dahak, keringat, dan air mata. lensa
kontak lunak dapat ternoda secara
permanen. gangguan hati:
RIFAMPISIN

Farmakokinetik
Reabsorpsinya
Reabsorpsinya di di usus
usus sangat
sangat tinggi,
tinggi, distribusi
distribusi ke
ke jaringan
jaringan dan
dan
cairan
cairan tubuh
tubuh juga
juga baik.
baik. Plasma-t
Plasma-t nya
nya berkisar
berkisar antara
antara 1,5
1,5 sampai
sampai 55
jam. Ekskresinya khusus melalui empedu, sedangkan melalui
jam. Ekskresinya khusus melalui empedu, sedangkan melalui ginjal ginjal
berlangsung
berlangsung secara
secara fakultatif.
fakultatif.

Farmakodinamik
a.Durasi
a.Durasi :: <
< 24
24 jam
jam
b.Absorbsi
b.Absorbsi
1.
1. Oral
Oral :: diabsorpsi
diabsorpsi dengan
dengan baik,
baik, konsumsi
konsumsi makanan
makanan dapat dapat
mengakibatkan
mengakibatkan penundaan
penundaan absorpsi
absorpsi (delay)
(delay) atau
atau sedikit
sedikit
menurunkan
menurunkan kadarkadar puncak
puncak absorbsi
absorbsi
2.
2. Distribusi
Distribusi :: sangat
sangat lipofilik,
lipofilik, dapat
dapat menembus
menembus sawar
sawar darah
darah otak
otak
(bood-brain barrier) dengan
(bood-brain barrier) dengan baik baik
3.
3. Difusi
Difusi relatif
relatif dari
dari darah
darah ke
ke dalam
dalam cairan
cairan serebrospinal,
serebrospinal, adekuat
adekuat
dengan atau tanpa inflamasi, CSF : inflamasi meninges
dengan atau tanpa inflamasi, CSF : inflamasi meninges : 25% : 25%
c.Metabolisme
c.Metabolisme
1.Hepatik,
1.Hepatik, melalui
melalui resirkulasi
resirkulasi enterohepatik,
enterohepatik, Ikatan
Ikatan protein
protein :: 80%
80%
2.Eliminasi
2.Eliminasi :: 3-4
3-4 jam;
jam; waktu
waktu tersebut
tersebut akan
akan memanjang
memanjang pada
pada gagal
gagal
hepar,
hepar, gagal
gagal ginjal
ginjal terminal
terminal :: 1,8-11
1,8-11 jam.
jam.
3.Waktu
3.Waktu untuk
untuk mencapai
mencapai kadar
kadar puncak,
puncak, serum
serum
Oral
Oral :: 2-4
2-4 jam
jam
d.Ekskresi
d.Ekskresi :: Feses
Feses (60%
(60% -- 65%)
65%) dandan urin
urin (30%)
(30%) sebagai
sebagai obat
obat yang
yang
RIFAMPISIN

Mekanisme Kerja
Rifampisin bersifat bakterisid luas terhadap fase
pertumbuhan Mycobacterium tuberkulosae. Maka, obat ini
sangat penting untuk membasmi semua basil guna
mencegah kambuhnya TBC. Rifampisin juga aktif terhadap
kuman gram- positif dan kuman gram-negatif. Mekanisme
kerjanya berdasarkan perintangan spesifik dari suatu
enzim bakteri RNApolymerase, sehingga sintesa RNA
terganggu.
RIFAMPISIN

Interaksi
Antikoagulan oral, azole antifungal agents, benzodiazepines,
beta-blockers, buspirone, chloramphenicol, clarithromycin,
clozapine, oral contraceptives, corticosteroids, cyclosporine,
delavirdine, digitoxin, disopyramide, doxycycline, erythromycin,
estrogens, haloperidol, hydantoins, indinavir, losartan, methadone,
mexiletine, morphine, nelfinavir, ondansetron, quinidine, quinine,
ritonavir, sulfonylureas, tacrolimus, tamoxifen, theophyllines,
tocainide, toremifene, tricyclic antidepressants, troleandomycin,
verapamil, zolpidem: Therapeutic efficacy may be decreased due to
liver enzyme-inducing properties of rifampin. Digoxin: May decrease
digoxin serum concentrations. Enalapril: May significantly increase
BP. Halothane: Hepatotoxicity and hepatic encephalopathy have
been reported with concomitant administration. Isoniazid: May result
in higher rate of hepatotoxicity. Ketoconazole: May cause treatment
failure of either ketoconazole or rifampin. Probenecid: Elevates
rifampin levels.
(A to Z drug facts and comparison)
KIE & TERAPI NON-FARMAKOLOGI - RIFAMPISIN

KIE
Instruksikan pada pasien untuk mengonsumsi obat saat perut kosong,
yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
Instruksikan pada pasien untuk memberitaukan pada tenaga medis
terhadap anoreksi yang lama, mual muntah, diare, jaundicw, demam,
perubahan warna atau konsistensi tinja, malaise, pendarahan yng tidak
wajar, hematuria.
Sarankan pada pasien yang menggunakan kontrasepsi oral untuk
menggunakan kontrasepsi non hormonal selama terapi.
Sampaikan pada pasien selama penggunaan obat akan mengalami
efek samping mengantuk, dan beri peringatan pada pasien yang
mengemudi atau menjalankan mesin.
Serankan pada pasien mengenai pentingnya mematuhi aturan
pengobatan pada terapi TB. Ketidak patuhan pengobatan akan
menurunkan efisiensi dan memicu resistensi obat.
Peringati pasien untuk tidak mengonsumsi alkohol
ISONIAZID

ASPEK INFORMASI OBAT PUSTAKA


KOMPOSISI http://www.drug
s.com
Isoniazid 300 mg /
mtm/isoniazid.ht
ml
Pengobatan segala bentuk
INDIKASI
tuberkulosis. Penggunaan berlabel
A to Z drug facts
(s): Peningkatan tremor parah di
multiple sclerosis.
DOSIS Tuberculosis : DEWASA: PO / IM
5 mg / kg / hari sebagai dosis
harian tunggal (max 300 mg /
hari). BAYI & ANAK: PO / IM 10
sampai 20 mg / kg / hari dalam
dosis harian tunggal (max 300
mg / hari). A to Z drug facts
Multiple Sclerosis : DEWASA:
PO / IM 300 hingga 400 mg /
hari, meningkat lebih dari 2
minggu sampai 20 mg / kg /
hari.
KONTRAINDIK Penderita penyakit hati
ASI akut.
Penderita dengan Buku saku
riwayat kerusakan sel TBC
hati disebabkan terapi
isoniazid.
Penderita yang
hipersensitif atau alergi
terhadap isoniazid.
SSP: Neuropati perifer; kejang;
EFEKSAMPING encephalopathy beracun; neuritis
dan atrofi optik; gangguan
memori; psikosis beracun. Derm:
morbiliformis, makulopapular,
purpura atau erupsi kulit
eksfoliatif. GI: Mual; muntah;
distress epigastrium. HEMA:
agranulositosis; hemolitik,
sideroblastik atau anemia
aplastik; trombositopenia;
eosinofilia. HEPA:
Hepatotoksisitas, termasuk
A to Z drug facts
peningkatan kadar serum
transaminase, bilirubinemia,
bilirubinuria, penyakit kuning,
berat dan hepatitis kadang-
kadang fatal. META: defisiensi
pyridoxine; pellagra;
hiperglikemia; asidosis
metabolik; hipokalsemia;
Perhatian Kehamilan: Keselamatan belum
ditentukan. Laktasi:
diekskresikan dalam ASI.
Gangguan hati: gejala
prodromal umum
hepatotoksisitas termasuk
anoreksia, mual, muntah,
kelelahan, malaise, dan
kelemahan. Pasien dengan
penyakit hati akut harus
memiliki pengobatan TB
pencegahan ditangguhkan.
Insiden reaksi hepatik
meningkatkan pada pasien> 50
tahun. Hipersensitivitas: A to Z drug
Hentikan obat pada tanda facts
pertama dari reaksi
hipersensitivitas. Restart
hanya setelah gejala
dibersihkan. Administrasi
Pyridoxine: administrasi
bersamaan profilaksis
pyridoxine (6 sampai 50 mg /
hari) dianjurkan pada pasien
malnutrisi dan mereka
cenderung untuk neuropati
ISONIAZID
Farmakodinamik
Absorbsi : cepat dan lengkap; Tingkat dapat diperlambat dengan
makanan
Distribusi: Semua jaringan tubuh dan cairan termasuk CSF; melintasi
plasenta; memasuki ASI
Metabolisme: Hati dengan tingkat kerusakan yang ditentukan secara
genetis oleh asetilasi fenotip
Ekskresi: Urin (75% sampai 95%); kotoran; air liur

Farmakokinetik
Protein mengikat: 10% sampai 15%
Paruh eliminasi: Cepat asetilator: 30-100 menit; asetilator lambat: 2-5
jam; dapat diperpanjang dengan gangguan ginjal hati atau berat
Waktu untuk puncak, serum: 1-2 jam
ISONIAZID

Mekanisme Kerja
Isoniazid
Isoniazid menghambat
menghambat
biosintesis
biosintesis asam
asam mikolat
mikolat
(mycolic
(mycolic acid)
acid) yang
yang
merupakan unsur
merupakan unsur penting penting
dinding
dinding sel
sel mikobakterium.
mikobakterium.
Isoniazid
Isoniazid menghilangkan
menghilangkan
sifat
sifat tahan
tahan asam
asam dan
dan
menurunkan jumlah
menurunkan jumlah lemak lemak
yang
yang terekstrasi
terekstrasi oleh
oleh
metanol
metanol dari
dari
mikobakterium.
mikobakterium. Isoniazid
Isoniazid
atau
atau INH
INH bekerja
bekerja dengan
dengan
menghambat
menghambat sintesa asam
sintesa asam
mikolinat yang merupakan
mikolinat yang merupakan
unsur
unsur penting
penting pembentukan
pembentukan
dindis sel mikobakterium
dindis sel mikobakterium
tuberkulosis.
tuberkulosis.

(http://aac.asm.org/content/49
(http://aac.asm.org/content/49
/2/708/F9.expansion.html)
/2/708/F9.expansion.html)
ISONIAZID

Interaksi
Garam aluminium : Dapat mengurangi penyerapan
oral isoniazid ; memberikan isoniazid 1 sampai 3 jam
sebelum garam aluminium . Carbamazepine : Semoga
mengakibatkan keracunan carbamazepine atau
hepatotoksisitas isoniazid . Memantau konsentrasi
carbamazepine dan fungsi hati . Disulfiram : Semoga
mengakibatkan peningkatan kejadian efek CNS
( misalnya , kesulitan koordinasi , kebingungan, mudah
marah , agresif ) . Enfluran : Semoga mengakibatkan
gagal ginjal tinggi - output dalam asetilator cepat .
Monitor fungsi ginjal . Hydantoins : Dapat meningkatkan
tingkat hydantoin serum . Rifampisin : Semoga
menghasilkan tingkat yang lebih tinggi hepatotoksisitas (A
to Z drugs)
KIE ISONIAZID

KIE
Isoniazide sebaiknya diminum dalam keadaan perut kosong (1 2 jam sebelum
makan). Apabila terdapat gangguan saluran pencernaan/lambung apabila
diminum sebelum makan, makan isoniazid dapat diminum bersamaan dengan
makanan untuk mengurangi efek gangguan pencernaan.Ikuti anjuran dokter
dan baca informasi yang tertera pada kemasan isoniazid sebelum mulai
mengonsumsinya.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.
Usahakan untuk mengonsumsi isoniazid pada jam yang sama tiap hari untuk
memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi isoniazid, disarankan segera meminumnya
begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Selain itu jangan
menggandakan dosis isoniazid pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis
yang terlewat.
Jangan sembarangan menggunakan obat-obatan lainnya saat Anda sedang
menjalani pengobatan dengan isoniazid tanpa memberi tahu dokter terlebih
dahulu, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping yang buruk.
Pastikan Anda tetap mengonsumsi isoniazid hingga batas waktu yang
ditentukan oleh dokter, meski kondisi Anda terlihat sudah lebih baik. Hal ini
untuk mencegah infeksi tuberkulosis datang kembali.
PIRAZINAMID

ASPEK INFORMASI OBAT PUSTAKA


KOMPOSISI Pyrazinamide 500
mg :Tiap tablet Bukusakudokt
mengandung er.com
pirazinamida 500 mg.
INDIKASI Indikasi pirazinamid
adalah untuk buku saku
pengobatan TBC
tuberkulosis yang
diberikan bersama
antituberkulosis lainnya
(terapi kombinasi).
DOSIS DEWASA: PO 15 sampai A to Z Drug
30 mg / kg BB sekali Facts
/hari (maksimal 2 gram
/ hari) atau 50 sampai
70 mg / kgBB 2 kali /
minggu (maksimal 4 g/
dosis). ANAK: PO 15
sampai 30 mg / kg
KONTRAINDIK Kerusakan hati A to Zdrug
ASI berat, gout akut Facts
EFEKSAMPING Efek Samping : (BNF vol.
hepatotoksisitas termasuk 61, Hal.
demam, anoreksia,
hepatomegali, splenomegali,
364)
ikterus, gagal hati; mual,
muntah, flushing, disuria,
arthralgia, sideroblastik anemia,
trombositopenia, ruam dan
sesekali fotosensitifitas

PERHATIAN Kehamilan: Kategori C. Laktasi: (A to Z


diekskresikan dalam ASI. Drug Fact)
Anak-anak: Keamanan dan
kemanjuran belum terbukti.
Hiperurisemia: Dapat
menghambat ekskresi ginjal dari
asam urat.
Gangguan fungsi hati: Pada
pasien dengan penyakit yang
sudah ada atau pasien pada
peningkatan risiko (misalnya
mengkonsumsi alkohol)
PIRAZINAMID

FARMAKODINAMIK
Penyerapan : terserap baikDistribusi : Banyak ke
jaringan tubuh dan cairan termasuk hati , paru-paru
, dan CSFdifusi relatif dari darah ke CSF : Cukup
dengan atau tanpa peradangan ( melebihi MIC
biasa )Rasio tingkat darah : : CSF meninges
Meradang : 100 %Protein mengikat : 50
%Metabolisme : HatiParuh eliminasi : 9-10
jamWaktu puncak , serum : Dalam waktu 2
jamEkskresi : Urin ( obat 4 % sebagai tidak
berubah ) (DIH 17th
th ed.)

FARMAKOKINETIK
Mudah diserap pada pemberian per oral.
Mengalami hidrolisis dan hidroksilasi menjadi asam
hidropirazinoat. Ekskresi melalui filtrasi glomerolus
(Sweetman, 1999)
PIRAZINAMID

Mekanisme Kerja
Berdasarkan pengubahannya menjadiasam
pirazinat oleh enzimpyrazinamidaseyang
berasal dari basil TBC. Begitu pH dalam
makrofag di turunkan, maka kuman yang
berada di sarang infeksi yang menjadi
asam akan mati .
Pirazinamid di dalam tubuh dihidrolisis oleh
enzim pirazinamidase menjadi asam
pirazinoat yang aktif sebagai tuberkulostatik
hanya pada media yang bersifat asam.
Mekanisme kerja obat ini belum diketahui
( Farmakologi dan Terapi edisi 5 hal 618 )
PIRAZINAMID

Interaksi
Siklosporin : Pirazinamid dapat menurunkan
konsentrasi serum siklosporin . Risiko C : Terapi
Memantau
Rifampin : Pirazinamid dapat meningkatkan efek
hepatotoksik dari rifampisin . Parah cedera
( bahkan fatal ) hati telah dilaporkan pada pasien
yang menerima 2 obat ini sebagai rejimen
pengobatan 2 bulan untuk infeksi TB laten .
Risiko D : Pertimbangkan modifikasi terapi
( DIH 17 th Edition )
Probenesid dapat menghambat pengeluaran pirazinamid
melalui ginjal.
( sumber : buku saku dokter )
KIE & TERAPI NON-FARMAKOLOGI -PIRAZINAMID

KIE dan Terapi Non-Farmakologi


KIE dan Terapi non Farmakologi
Tekankan untuk patuh dengan regimen dosis dan tidak meninggalkan
atau melupakan untuk menkonsumsi obatnya (obat harus di konsumsi
secara teratur)
Jelaskan mengenai terapi jangka panjangnya ( 6 bulan sampai 2 tahun)
akan diperlukan.
Berikan informasi pada pasien DM bahwa obat bisa bercampur dengan
keton urin.
Tekankan pentingnya ikut serta dalam memonitoring efektivitas terapi
dan gejala efek sampingnya.
Instruksikan pada pasien untuk melaporkan gejala fisik yang timbul :
demam, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, urin gelap,
kekuningan pada kulit atau mata tidak berwarna, rasa sakit atau
pembengkakan pada sendi.
Nasehati pasien untuk menghindari asupan makanan atau minuman
yang mengandung alkohol.
ETAMBUTHOL

ASPEK INFORMASI PUSTAKA


OBAT
KOMPOSISI ethambutol (ISO INDONESIA
VOL. 46; 192)
250mg; 500
mg

INDIKASI digunakan untuk (DRUG


Pengobatan TBC INFORMATION
dan penyakit HANDBOOK,
mikobakteri 17TH ED)
lainnya yang
berhubungan
dengan agen
antituberkulosis
lainnya
DOSIS Tuberculosis, aktif (dosis Drug
disarankan berdasarkan Information
berat badan): Handbook, 17th
Oral: Terapi harian: 15-25
edition
mg/kg
40-55 kg: 800 mg
56-75 kg: 1200 mg Note: Digunakan
76-90 kg: 1600 mg (dosis sebagai bagian
maksimum terlepas dari dari rejimen
berat badan) multidrug.
Rejimen
Dua kali seminggu terapi pengobatan
diamati langsung (DOT):
terdiri dari fase
50 mg/kg
40-55 kg: 2000 mg 2 bulan awal,
56-75 kg: 2800 mg diikuti oleh fase
76-90 kg: 4000 mg (dosis lanjutan 4 atau
maksimum terlepas dari 7 bulan
berat badan) tambahan;
frekuensi dosis
Tiga kali seminggu DOT: dapat berbeda
25-30 mg/kg (maximum:
2.5 g)
tergantung pada
40-55 kg: 1200 mg fase terapi
56-75 kg: 2000 mg
76-90 kg: 2400 mg (dosis
maksimum terlepas dari
Kontraindi Hipersensitivitas Drug
kasi terhadap etambutol Information
atau komponen lain Handbook,
dalam formulasi;
17th edition
neuritis optik;
menggunakan pada
anak-anak, pasien
tidak sadar, atau
pasien lain yang
mungkin tidak dapat
membedakan dan
melaporkan perubahan
visual
EFEKSAMPI Ruam pada kulit,
NG gangguan saluran medicastore.c
pencernaan, neuritis om
retrobulbar dengan
penurunan ketajaman
penglihatan, skotoma,
sentral, buta warna
hijau-merah.
Jarang: efek susunan
saraf pusat,
hiperurisemia.
ETAMBUTHOL

FARMAKODINAMIK & FARMAKOKINETIK


Absorpsi: 80%
Distribusi: Ke seluruh tubuh; terpusat dalam ginjal, paru-paru,
saliva, dan sel darah merah
Difusi relative dari darah menuju CSF (Cerebrospinal fluid):
Adequate dengan atau tanpa inflamasi (melampaui MICs pada
umumnya)
CSF: rasio kadar darah: Normal meninges: 0%; Inflamed
meninges: 25%
Ikatan Protein : 20% to 30%
Metabolisme: Hepatic (20%) untuk menginaktivasi metabolit
Half-life elimination: 2.5-3.6 jam; End-stage renal disease: 7-15
jam
Waktu puncak, serum: 2-4 jam
Ekskresi: Urine (50%) dan feces (20%) sebagai bentuk utuh obat

(DIH 17th
th edition)
ETAMBUTHOL

Mekanisme Kerja
Menganggu produksi metabolit dari bakteri
mikobakterium tuberkulosa

(Medscape)
Ethambutol bekerja dengan menghambat arabinosil
transferase mikobakteri dimana arabinosil transferase
berperan dalam polimerisasi arabinoglikan, suatu
komponen esensial dari dinding sel bakteri
mikobaterium tuberkulosa.
(Farmakologi Dasar & Klinik Katzung halaman 953)
ETAMBUTHOL

Interaksi
Dengan alumunium hidroksida akan menurunkan
absorpsi dari
ethambutol. Risiko D: Mempertimbangkan
modifikasi terapi

(Drug Information Handbook 17ed)


KIE & TERAPI NON-FARMAKOLOGI -ETAMBUTHOL

KIE
Obat ini diminum dengan makanan atau pada saat perut isi
Harus disesuaikan dengan berat badan, sehingga perlu
diberitahukan perubahan berat badan kepada petugas,
Harus dipakai setiap hari atau sesuai dengan dosis, namun jika lupa
segera minum obat jika waktunya dekat ke waktu minum obat
seharusnya. Tetapi jika kalau lewat waktu sudah jauh, dan dekat ke
waktu berikutnya, maka minum obat sesuai dengan waktu / dosis
berikutnya.
Minum sesuai jadwal yang diberitahukan oleh dokter atau petugas
kesehatan lain misalnya pada pagi hari.
Sampaikan kepada dokter / petugas kesehatan lain jika mengalami
rasa sakit pada sendi, sakit pada mata, gangguan penglihatan,
demam, merasa terbakar. Khusus untuk gangguan mata dapat
menghubungi dokter mata
Cara penyimpananya adalah Jauhkan dari jangkauan anak anak,
hindari dari panas dan cahaya matahari langsung, Simpan ditempat
kering dan lembab
STEPROMYCIN
ASPEK INFORMASI OBAT PUSTAKA
KOMPOSISI Streptomycin sulfat 1 g ; 5 g / ISO Indonesia Vol 48
vial hal 195

INDIKASI Terapi kombinasi TB aktif ; digunakan Drug Information


dalam Handbook 17th ed
kombinasi dengan agen lain untuk
pengobatan
streptokokus atau enterococcal
endokarditis ,
infeksi mikobakteri , wabah ,
tularemia , dan
brucellosis

DOSIS Anak-anak : I.M. Drug


Terapi harian: 20-40 mg/kg/hari
(maximum: 1 g/hari) Information
Directly observed therapy (DOT), Handbook
dua kali seminggu: 25-30 mg/kg
(maximum: 1.5 g)
17th edition
Directly observed therapy DOT, 3
kali/seminggu 25-30 mg/kg
(maximum: 1.5 g)
Dewasa: I.M.:
Terapi harian: 15 mg/kg/hari
(maximum: 1 g)
Directly observed therapy (DOT),
dua kali seminggu: 25-30 mg/kg
(maximum: 1.5 g)
Directly observed therapy (DOT), 3
kali/minggu: 25-30 mg/kg
(maximum: 1.5 g)
KONTRAIN Hipersensitif DIH 17th
DIKASI terhadap Edition
streptomycin atau
komponen lain yang
terdapat pada
formula
EFEKSAMPI Efek ototoxic (bisa menyebabkan
ototoxicity yang tidak dapat
NG diubah, berupa kehilangan Buku saku tbc
pendengaran, kepeningan,
vertigo);
-Efek renal (nephrotoxicity
yang dapat diubah, gagal ginjal
akut dilaporkan terjadi biasanya
ketika obat nephrotoxic lainnya
juga diberikan);
-Efek neuromuskular
(penghambatan neuromuskular
yang menghasilkan depresi
berturut-turut dan paralisis
muskuler); reaksi hipersensitivitas.
Kehamilan; salah satu resiko dari
Perhatian auditory atau perlndungan
vestibular nerve ketika
BNF 61 hal.350
aminoglikosida digunakan pada
trimester kedua dan ketiga pada
kehamilan.
STEPROMYCIN

FARMAKOKINETIK
streptomisin
streptomisin terikat
terikat dengan
dengan protein
protein plasma,
plasma, sedangkan
sedangkan yang
yang lainnya
lainnya dalam
dalam
bentuk
bentuk bebas.
bebas. Masa
Masa paruh
paruh obat
obat ini
ini adalah
adalah 2-3
2-3 jam.
jam. Setelah
Setelah seharian
seharian beredar,
beredar, 24
24
jam pertama, sekitar 50% -60% streptomisin dieksresikan dalam bentuk
jam pertama, sekitar 50% -60% streptomisin dieksresikan dalam bentuk utuh utuh
(Farmakologi
(Farmakologi UI,
UI, 2012).
2012).

FARMAKODINAMIK
Absorbsi
Oral: Buruk diserap
I.M : Nah diserap
Distribusi: Untuk cairan ekstraselular termasuk serum, abses, asites,
perikardial, pleura, sinovial, limfatik, dan cairan peritoneal; buruk
didistribusikan ke CSF
Half life eliminasi: Bayi baru lahir: 4-10 jam; Dewasa: 2-4,7 jam,
berkepanjangan dengan gangguan ginjal
Ekskresi: Urin (obat 90% sebagai tidak berubah); feses, air liur,
keringat, dan air mata (<1%)
STEPROMYCIN

Mekanisme Kerja
Streptomisin merupakan golongan aminoglikosida yang
merupakan derivat dari streptomyces griseus, digunakan
dalam pengobatan terhadap tuberkulosis dan infeksi kuman
gram negatif yang sensitif dan sebagai obat TB pertama yang
dinilai efektif, tidak ideal sebagai obat tunggal
Golongan aminoglikosida akan terikat pada ribosom 30s dan
akan menghambat sintesis dari protein bakteri. Terikatnya
aminoglikosida pada ribosom ini mempercepat transpor
aminoglikosida ke dalam sel diikuti denga n kerusakan
membran sitoplasma yang selanjutnya diikuti dengan
kematian sel
Streptomisin menghambat proses normal polimerisasi asam
amino awal peptida
(Farmakologi dan Terapi UI edisi 5,hal 613)
STEPROMYCIN

Interaksi

Meningkatkan efek/toksisitas;
peningkatan/ perpanjangan efek dengan
senyawa depolarisasi dan nondepolarisasi
neuromuscular blocking. Penggunaan
bersama dengan amfoterisin dan diuretic
loop dapat meningkatkan nefrotoksisitas
STEPROMYCIN

KIE DAN TERAPI NON FARMAKOLOGI


Informasi
Informasi Untuk
Untuk Penderita
Penderita

Sebelum
Sebelum menggunakan
menggunakan obat obat ini
ini penderita
penderita perlu
perlu ditanyakan
ditanyakan tentang
tentang alergi
alergi yang
yang pernah
pernah
dialami
dialami

apakah
apakah dalam
dalam keadaan
keadaan hamil
hamil atau
atau tidak,
tidak, karena
karena ada
ada risiko
risiko

gangguan
gangguan pendengaran
pendengaran dan dan gangguan
gangguan ginjal
ginjal untuk
untuk bayi
bayi

Perhatiantua
Perhatiantua ada
ada kemungkinan
kemungkinan mengalami
mengalami gangguan
gangguan pendengaran
pendengaran dan dan ginjal.
ginjal.

Penggunaan
Penggunaan untuk
untuk anak
anak ada
ada kemungkinan
kemungkinan mengalami
mengalami gangguan
gangguan pendengaran
pendengaran dan dan ginjal.
ginjal.

Orang
Orang obat
obat lain
lain bila
bila menggunakan
menggunakan Streptomisin
Streptomisin (lihat
(lihat Interaksi)
Interaksi)

Penderita
Penderita perlu
perlu diberikan
diberikan informasi
informasi tenang
tenang cara
cara penggunaan
penggunaan yang yang baik
baik dari
dari obat
obat ini,
ini,
yakniHarus
yakniHarus disesuaikan
disesuaikan dengan
dengan berat
berat badan,
badan, sehingga
sehingga perlu
perlu diberitahukan
diberitahukan berat
berat badan
badan
kepada
kepada petugas,
petugas,

Harus
Harus dipakai
dipakai setiap
setiap hari
hari (( atau
atau berdasarkan
berdasarkan petunjuk
petunjuk dokter)
dokter) diupayakan
diupayakan datang
datang ke ke

petugas
petugas untuk
untuk di
di suntik
suntik pada
pada jamjam yang
yang sama.
sama.

Efek
Efek samping
samping kadang
kadang sakit
sakit kepala
kepala sebentar,
sebentar, reaksi
reaksi anafilaktik,
anafilaktik, agranulositosis,
agranulositosis, anemia
anemia
aplastik,
aplastik, demam
demam obat.
obat. Efek
Efek kecil
kecil sekitar
sekitar parestesi
parestesi didi muka
muka terutama
terutama disekitar
disekitar mulut
mulut serta
serta
rasa kesemutan ditangan.
rasa kesemutan ditangan.

reaksi
reaksi hipersensitivitas
hipersensitivitas biasanya
biasanya terjadi
terjadi dalam
dalam minggu
minggu minggu
minggu pertama
pertama pengobatan
pengobatan

obat
obat ini
ini disimpan
disimpan di di tempat
tempat yang
yang terhindar
terhindar dari
dari panas
panas dandan cahaya
cahaya langsung
langsung

Jangan
Jangan disimpan
disimpan obat
obat yang
yang berlebih,
berlebih, obat
obat yang
yang sudah
sudah dilarutkan
dilarutkan dalam
dalam air
air untuk
untuk injeksi
injeksi
atau
atau obat
obat yang
yang dibatalkan
dibatalkan penggunaannya.
penggunaannya.
4FDC

ASPEK INFORMASI OBAT PUSTAKA


KOMPOSISI Rifampisin 150mg, INH http://medicastor
75 mg, Pirazinamid e.com/obat/7027/R
400 mg, Etambutol IMSTAR_4-FDC.html
275mg
INDIKASI Penanganan http://medicastor
tuberkulosa dan e.com/obat/7027/R
infeksi mikobakterial IMSTAR_4-FDC.html
opportunis tertentu
DOSIS Berat badan 71 kg Medicastore.com
atau lebih :
5tablet/hari.
Berat badan 55-70
kg : 4tablet/hari.
Berat badan 38-54
kg : 3tablet/hari.
Berat badan 30-37
kg : 2tablet/hari.

Diberikan sekali
Kontraindik Hipersensitifitas, m.medicastore
asi riwayat hepatitis .com
yang diinduksi
oleh obat,
penyakit hati
akut, neuritis
periferal atau
optikal, disfungsi
ginjal, epilepsi,
alkoholisme
kronis
Perhatian Gangguan fungsi www.Medicastor
ginjal atau hati, DM, e.com/RIMSTAR_
alkoholisme kronis, 4-FDC
pasien yang
kekurangan gizi,
riwayat gout,
gangguan kejang,
porfiria akut, lanjut
usia, hamil, menyusui.
Hindari memakai
kontak lensa saat
menggunakan obat ini
Anak-anak berusia <8
Efek RIFAMPISIN :
CV: Hipotensi; shock. SSP:
PIRAZINAMID :
Dermatitis : Ruam;
samping Sakit kepala; mengantuk; jerawat;
kelelahan; pusing; fotosensitifitas. GI:
ketidakmampuan untuk Mual; muntah;
berkonsentrasi; anoreksia. HEPA:
kebingungan mental; mati Hepatotoksisitas.
rasa umum; perubahan META: Gout; porfiria.
perilaku; miopati. Derm: LAIN: Artralgia dan
Ruam; pruritus; urtikaria; mialgia; Reaksi
Reaksi pemfigoid; hipersensitivitas
kemerahan. GI: Mulas; (urticaria, pruritus);
distress epigastrium; demam.
anoreksia; mual; muntah; (A to Z Drug Facts)
gas; kram; diare; mulut dan
lidah sakit; kolitis ETHAMBUTOL :
pseudomembran; pankreas. Kardiovaskular:
(A to Z Drug Facts) Miokarditis, perikarditis
Sistem saraf pusat:
ISONIAZID : Sakit kepala,
mual, muntah, sembelit, kebingungan,
mulut kering; neuritis disorientasi, malaise,
perifer dengan dosis tinggi kebingungan mental,
(pyridoxine profilaksis, lihat demam, pusing,
catatan di atas), neuritis halusinasi
optik, kejang, episode ;Dermatologic: Ruam,
psikotik, vertigo; Reaksi pruritus, dermatitis,
hipersensitivitas termasuk dermatitis eksfoliatif
demam, sindrom Stevens- ;Endokrin &
Johnson, purpura; kelainan metabolisme: gout akut
darah termasuk atau hyperuricemia
agranulositosis, anemia ;Gastrointestinal: Nyeri
hemolitik, anemia aplastik; perut, anoreksia, mual,
hepatitis (terutama di atas muntah ;Hematologi:
usia 35 tahun); Leukopenia,
pankreatitis; pneumonitis trombositopenia,
interstisial; sindrom lupus eosinofilia,
eritematosus sistemik neutropenia,
seperti, pellagra, limfadenopati; Hati:
4FDC

FARMAKODINAMIK
Bersifat bakteriostatik dan bakterisid yaitu FDC
dapat menghambat aktivitas DNA dan RNA pada
bakteri Mycrobacterium tuberculosis serta dapat
membunuh bakteri Mycrobacterium tuberculosis
(Obat Anti Tuberkulosis Badan POM)
4FDC
Mekanisme Kerja
Isoniazid (H) Isoniazid merupakan obat yang sangat penting untuk
mengobati semua tipe Tuberkulosis (TB). Mekanisme kerja isoniazid yaitu
Berpengaruh terhadap proses biosintesis lipid, protein, asam nukleat dan
glikolisis. Aksi utama isoniazid menghambat biosintesis asam mikolat yang
mempunyai konstituen penting dalam dinding sel mikrobakteri. Perubahan pada
biosintesis senyawa-senyawa di atas karena terbentuk komplek enzim obat yang
tidak aktif. Inaktifitas enzim ini terjadi melalui mekanisme perubahan
nikotinamida dalam enzim oleh isoniazid.
Etambutol merupakan suatu turunan sintetik dari 1,2-ethanediamine yang
umumnya memiliki sifat bakteriostatik jika diberikan sesuai dengan dosis
dianjurkan. Etambutol diberikan dalam bentuk kombinasi dengan obat anti
tuberkulosis lain untuk mencegah atau menghambat timbulnya strain yang
resisten. Mekanisme kerja etambutol yaitu menghambat sintesis metabolit sel
sehingga metabolisme sel terhambat dan sel mati, dapat timbul resistensi bila
digunakan tunggal, bersifat tuberkulostatik (hanya aktif terhadap sel yang
sedang tumbuh) dan menekan pertumbuhan kuman TB yang resisten terhadap
isoniazid dan streptomisin
Pirazinamid merupakan suatu bakterisidik, terutama untuk basil tuberkel
intraseluler dimana obat ini efektif untuk tuberkulosis yang merupakan infeksi
intraseluler. Obat ini aktif terhadap M. Tuberculosis yang telah resisten terhadap
4FDC

Interaksi

Kontrasepsi oral atau terapi sulin


hormone,antikoagulan, antacid, simetidin, analgesic
opiate, disulfiram, antidepresan, sedative, obat gout,
kortikosteroid, kloramfenikol, ketokonazole, dapson,
methadone, teofilin, siklosporin A, azatioprin,
diuretik, obat yang bersifat neurotoksik.
(MIMS.com)
KIE & TERAPI NON-FARMAKOLOGI -4FDC

Obat ini diminum dengan makanan atau pada saat perut isi
Harus disesuaikan dengan berat badan, sehingga perlu diberitahukan
perubahan berat badan kepada petugas.
Harus dipakai setiap hari atau sesuai dengan dosis, namun jika lupa
segera minum obat jika waktunya dekat ke waktu minum obat
seharusnya. Tetapi jika kalau lewat waktu sudah jauh, dan dekat ke
waktu berikutnya, maka minum obat sesuai dengan waktu / dosis
berikutnya.
Minum sesuai jadwal yang diberitahukan oleh dokter atau petugas
kesehatan lain misalnya pada pagi hari.
Sampaikan kepada dokter / petugas kesehatan lain jika mengalami
rasa sakit pada sendi, sakit pada mata, gangguan penglihatan,
demam, merasa terbakar. Khusus untuk gangguan mata dapat
menghubungi dokter mata
Cara penyimpananya adalah Jauhkan dari jangkauan anak anak,
hindari dari panas dan cahaya matahari langsung, Simpan ditempat
kering dan lembab

(Sumber : Pharmaceuticalcare TB)


KIE & TERAPI NON-FARMAKOLOGI -4FDC


Harus
Harus diperhatikan
diperhatikan penggunaanya
penggunaanya untukuntuk pasien
pasien dengan
dengan kondisi
kondisi khusus
khusus
misalnya
misalnya pasien wanita hamil, pasien dengan penyakit tertentu seperti
pasien wanita hamil, pasien dengan penyakit tertentu seperti
DM,
DM, gagal
gagal ginjal,
ginjal, memiliki
memiliki kelainan
kelainan hati
hati kronik.
kronik.

Pencegahan
Pencegahan terhadap
terhadap penyakit
penyakit TBTB dapat
dapat dilakukan
dilakukan dengan
dengan hidup
hidup sehat
sehat
dengan
dengan makan makanan bergizi dan teratur, istirahat yang cukup, olah
makan makanan bergizi dan teratur, istirahat yang cukup, olah
raga
raga teratur,
teratur, hindari
hindari rokok,
rokok, minuman
minuman beralkohol,
beralkohol, obat
obat bius,
bius, hindari
hindari
stress , menjaga daya tahan tubuh juga penting dalam
stress , menjaga daya tahan tubuh juga penting dalam mengantisipasi mengantisipasi
penyakit
penyakit TB.TB. Dengan
Dengan daya
daya tahan
tahan tubuh
tubuh yang
yang kuat
kuat maka
maka tidak
tidak mudah
mudah
untuk terserang infeksi oportunistik
untuk terserang infeksi oportunistik (TB).(TB).

untuk
untuk mencegah
mencegah terjadinya
terjadinya penularan
penularan TB,TB, maka
maka para
para pasien
pasien TBTB
diharapkan
diharapkan menutup
menutup mulut
mulut saat
saat batuk
batuk dan
dan tidak
tidak meludah
meludah didi sembarang
sembarang
tempat.
tempat. Usaha
Usaha pencegahan
pencegahan lainnya
lainnya yaitu
yaitu dengan
dengan melakukan
melakukan imunisasi
imunisasi
BCG
BCG (Bacillus
(Bacillus Calmette-Guerin)
Calmette-Guerin) yangyang akan
akan memberikan
memberikan kekebalan
kekebalan aktif
aktif
pada
pada penyakit
penyakit TB.TB.
2FDC

ASPEK INFORMASI OBAT PUSTAKA


KOMPOSISI 150 mg INH (Pharmaceutic
150 mg Rifampisin al care untuk
penyakit
tuberculosis,
Binfar Depkes
RI 2005)
INDIKASI INH (Isonicotinic Acid (A to Z Drug
Hydrazide/Isoniazid) = mengobati
semua bentuk tuberculosis. Facts)
Unlabeled use(s): perbaikan tremor
berat dengan banyak sklerosa.

Rifampisin = Membantu mengobati


tuberculosis; short-term management
untuk mengeliminasi meningococcus
dari nasofaring dalam Neisseria
meningitidis carriers. Unlabeled
use(s): Mengobati infeksi yang
disebabkan oleh Staphylococcus
aureus and Staphylococcus
epidermidis; treatment of gram-
negative bacteremia in infancy;
treatment of Legionella; management
of leprosy; prophylaxis of Haemophilus
influenzae meningitis.
DOSIS Lina amalia
KONTRAINDIKAS Kontraindikasi pada http://www.me
I pasien dengan dindia.net/doct
riwayat ors/drug_infor
hipersensitivitas mation/rifampi
yang telah n_isoniazid_pyr
diketahui azinamide.htm
#Contraindicat
ions
EFEKSAMPING Rifampisin : urin berwarna Mims.com
merah,
gangguan GI, gangguan
fungsi hati,
leukopenia, eosinofilia

INH : gangguan fungsi hati


dan
sistem saraf, sakit kepala,
pusing,
kejang, anemia, neuritis,
optik,
artalgia, sinrom rematik,
demam,
sindrom syok

PERHATIAN Hindari pemberian terapi Mims.com


kembali setelah penghentian
(terminasi) pengobatan
jangka panjang dan jika
konsumsi
2FDC
FARMAKODINAMIK
FARMAKODINAMIK
Isoniazid
Isoniazid ini
ini bersifat
bersifat bakterisid
bakterisid ,, mekanisme
mekanisme kerja
kerja INH
INH terlibat
terlibat
dalampenghambatanenzimesensialuntuksintesisas
dalampenghambatanenzimesensialuntuksintesisas
ammikolatdandindingselmikrobakterium.
ammikolatdandindingselmikrobakterium. INH INH dan
dan piridoksin
piridoksin dan
dan strukturnya
strukturnya
analog,
analog, dan INH bersifatantagonis kompetitif pada reaksi yang dikatalisis
dan INH bersifatantagonis kompetitif pada reaksi yang dikatalisis
piridoksin
piridoksin pada
pada Escherichia
Escherichia
coli.Namundemikian,mekanismeinitidakterlibatpadakerjaantituberkulosis.Pe
coli.Namundemikian,mekanismeinitidakterlibatpadakerjaantituberkulosis.Pe
mberian
mberian piridoksin
piridoksin dalam
dalam dosis
dosis besar
besar penderita
penderita yangyang mendapat
mendapat INH INH
tidakmempengaruhi
tidakmempengaruhi kerja kerja antituberkulotik
antituberkulotik INH,
INH, tetapi
tetapi obat
obat ini
ini mencegah
mencegah
neuritis(Katzung,
neuritis(Katzung, 2010).
2010).

Rimpafisin
Rimpafisin
Durasi
Durasi :: <
< 24
24 jam
jam
Absorbsi
Absorbsi oral :: diabsorpsi
oral diabsorpsi dengan
dengan baik,
baik, konsumsi
konsumsi makanan
makanan dapat
dapat mengakibatkan
mengakibatkan
penundaan
penundaan absorpsi (delay) atau sedikit menurunkan kadar puncak absorbsi
absorpsi (delay) atau sedikit menurunkan kadar puncak absorbsi
Distribusi
Distribusi :: sangat
sangat lipofilik,
lipofilik, dapat
dapat menembus
menembus sawar
sawar darah
darah otak
otak (bood-brain
(bood-brain barrier)
barrier)
dengan baik
dengan baik
Difusi
Difusi relatif
relatif dari
dari darah
darah ke ke dalam
dalam cairan
cairan serebrospinal,
serebrospinal, adekuat
adekuat dengan
dengan atau
atau tanpa
tanpa
inflamasi,
inflamasi, CSF
CSF :: inflamasi
inflamasi meninges
meninges :: 25%
25%
Metabolisme
Metabolisme Hepatik,
Hepatik, melalui
melalui resirkulasi
resirkulasi enterohepatik,
enterohepatik, Ikatan
Ikatan protein
protein :: 80%
80%
Eliminasi
Eliminasi :: 3-4
3-4 jam;
jam; waktu
waktu tersebut
tersebut akan
akan memanjang
memanjang padapada gagal
gagal hepar,
hepar, gagal
gagal
ginjal
ginjal terminal : 1,8-11 jam. Waktu untuk mencapai kadar puncak, serum Oral :: 2-4
terminal : 1,8-11 jam. Waktu untuk mencapai kadar puncak, serum Oral 2-4
jam
jam
Ekskresi
Ekskresi :: Feses
Feses (60%
(60% -- 65%)
65%) dan
dan urin
urin (30%)
(30%) sebagai
sebagai obat
obat yang
yang tidak
tidak berubah
berubah
2FDC

Mekanisme Kerja
ISONIAZID
ISONIAZID
Mekanisme
Mekanisme Aksi
Aksi belum
belum diketahui
diketahui ,, tetapi
tetapi mungkin
mungkin termasuk
termasuk penghambatan
penghambatan sintesis
sintesis
asam
asam mycolic
mycolic yang
yang mengakibatkan
mengakibatkan gangguan
gangguan dari
dari dinding
dinding sel
sel bakteri
bakteri
(DIH
(DIH 17th)
17th)

Derivat
Derivat asam
asam isonikotinat
isonikotinat ini
ini berkhasiat
berkhasiat paling
paling kuat
kuat terhadap
terhadap M.tuberculosis
M.tuberculosis (dalam
(dalam
fase istirahat) dengan mekanisme kerja yaitu berdasarkan terganggunya
fase istirahat) dengan mekanisme kerja yaitu berdasarkan terganggunya sintesa sintesa
mycolic
mycolic acid,yang
acid,yang diperlukan
diperlukan untuk
untuk membangun
membangun dinding
dinding bakteri.
bakteri. Isoniazid
Isoniazid kadar
kadar
rendah
rendah mencegah
mencegah perpanjangan
perpanjangan rantai
rantai asam
asam lemak
lemak yang
yang sangat
sangat panjang
panjang yang
yang
merupakan bentuk awal molekul asam mikolat.
merupakan bentuk awal molekul asam mikolat.
(Obat-obat
(Obat-obat penting
penting hal
hal 159)
159)
(Farmakologi
(Farmakologi dandan terapi
terapi UI
UI hal
hal 614)
614)

RIFAMPISIN
RIFAMPISIN
Merupakan
Merupakan antimicobakterium
antimicobakterium golongan
golongan rifamycins,
rifamycins, juga
juga dikenal
dikenal sebagai
sebagai ansamycins
ansamycins
atau
atau rifomycins,
rifomycins, diisolasi
diisolasi dari
dari strain
strain Amycolatopsis
Amycolatopsis mediterranei
mediterranei (Nocardia
(Nocardia
mediterranei;
mediterranei; Streptomyces
Streptomyces mediterranei)
mediterranei)
Menghambat
Menghambat sintesis
sintesis RNA
RNA bakteri
bakteri dengan
dengan mengikat
mengikat subunit
subunit beta
beta dari
dari RNA
RNA polimerase
polimerase
yang tergantung
yang tergantung DNADNA
memblokir
memblokir transkripsi
transkripsi RNA
RNA
(DIH
(DIH 17th)
17th)
2FDC

Interaksi
Kontrasepsi oral atau terapi pengganti hormon
Antikoagulan
Antasida
Simetidin
Analgetik opioid
Disulfiram
Antidepresan
Sedatif
Obat gout
Kortikosteroid
Kloramfenikol
Ketokenazole
(Sumber : www.medicastore.com)
KIE & TERAPI NON-FARMAKOLOGI 2FDC

menilai masalah adherence


mengidentifikasi faktor penyebab non adherence
memberikan konseling
dan merekomendasikan strategi adherence sesuai kebutuhan
penderita
Menyarankan reminder yang sesuai
Reminder (alat pengingat) yang dapat dipakai dan dianjurkan
adalah : Kalender, Instruksi yang jelas dengan huruf yang besar
dan menyolok, Surat , Pamflet , Telpon dll
Apoteker diharapkan dapat meminta seseorang
yang berfungsi sebagai PMO dengan persyaratan :
Seseorang yang dikenal, dipercaya dan disetujui
oleh penderita dan lebih baik lagi dikenal dan
disetujui oleh petugas kesehatan termasuk
Apoteker, selain itu harus disegani dan dihormati
oleh penderita.
Seseorang yang tinggal dekat dengan penderita.
Bersedia membantu penderita dengan sukarela.
Bersedia dilatih dan/atau mendapat penyuluhan
bersama-sama dengan penderita
VITAMIN B 6

ASPEK INFORMASI PUSTAKA


OBAT
KOMPOSISI Vit-B6 25 mg ISO Indonesia

INDIKASI Suplementasi vit ISO VOL 47 hal


B6 538
DOSIS Defisiensi diet A to z drug fact
DEWASA : PO / IM / IV
10 sampai 20 mg / hari
selama
3 minggu .
Obat - Induced Anemia
Defisiensi atau neuritis
DEWASA : PO / IM / IV
100 sampai 200 mg /
hari
selama 3 minggu ; ikuti
dengan 25 sampai 100
mg / hari .
Sakit saraf
DEWASA : PO / IM / IV
50 sampai 200 mg /
hari
KONTRAIND Hipersensitif terhadap DIH, 17th
pyridoxine atau
IKASI komponen dalam
edition
formula
EFEKSAMPIN Neuropati: Parah, neuropati DIH, 17th
perifer permanen telah
G dilaporkan; neurotoksisitas
edition
lebih umum dengan
pemberian
jangka panjang dosis besar
(> 2 g / hari). Reaksi yang
merugikan Frekuensi belum
diketahui :

Sistem saraf pusat: Sakit


kepala, kejang (berikut dosis
I.V.
sangat besar). Endokrin dan
metabolik: Asidosis.
Gastrointestinal: Mual. Hati:
Peningkatan AST.
Neuromuskular & skeletal:
Neuropati, paresthesia.
Miscellaneous: Reaksi alergi
PERHATIAN Kehamilan : Kategori A to Z drug
A facts
(Kategori C bila
VITAMIN B6

FARMAKODINAMIK
Pemberian piridoksin secara oral dan parentral tidak
menunjukkan efek farmakodinamik yang nyata. Piridoksal
fosfat dalam tubuh merupakan koenzim yang berperan
penting dalam metabolisme.
(Martindale, 36th)

FARMAKOKINETIK
Penyerapan : Enteral , parenteral : terserap baik
Metabolisme : Via asam 4 - pyridoxic ( bentuk aktif )
dan metabolit lainnya Paruh eliminasi : 15-20 hari
Ekskresi : Urin
(DIH 17th
th edition)
VITAMIN B6

Mekanisme Kerja

Mekanisme Aksi Prekursor untuk piridoksal,


yang berfungsi dalam metabolisme protein,
karbohidrat, dan lemak; piridoksal juga
membantu dalam pelepasan hati dan glikogen
otot-disimpan dan dalam sintesis GABA (dalam
sistem saraf pusat) dan heme
VITAMIN B6

Interaksi
Siklosporin, INH (isoniazid), hydralazine,
kontrasepsi oral,
penicillamine: Akan meningkatkan kebutuhan
piridoksin/vit B6.
Levodopa: Penurunan efek levodopa. (Interaksi
tidak terjadi dengan levodopa/carbidopa dalam
kombinasi dengan pyridoxine.)
Fenitoin: kadar serum fenitoin mungkin akan
menurun.
Parenteral: tidak kompatibel
Dan juga tidak kompatibel dengan larutan alkali,
garam besi dan oksidator.
KIE & TERAPI NON-FARMAKOLOGI VITAMIN B6

Tekankan pentingnya mematuhi rekomendasi diet yang ditentukan.


Ajarkan pasien tentang makanan yang tinggi mengandung B6 (sereal gandum,
daging [misalnya, hati,] kentang, sayuran hijau, kacang-kacangan [misalnya,
kacang lima], ragi dan pisang).
Jika pasien mengobati dirinya dengan suplemen vitamin, mengingatkan bahwa
mega-dosing dapat menyebabkan efek samping seperti kegoyahan, koordinasi
tangan terganggu dan kaki mati rasa.

Sumber : A to Z Drug Facts


Jenis
No DRP yang Ditemukan Penyelesaian
DRP
1. Interaksi Isoniazid
Obat -Antasida : Absorbsi dari isoniazid akan Assesmen kepada pasien
terganggu dengan adanya antasida (BNF tentang obat yang
vol 61 hal 848) sedang digunakan

-Rifampsin : meningkatakan resiko


hepatotoksik (Martindale 36th Ed. p.289) Diberi selang waktu pada
saat menggkonsumsinya
- Antibakteri : Dapat meningkatkan resiko
toksisitas CNS ketika diberikan dengan
sikloserin (BNF vol 61 hal 848) Assesmen kepada pasien

- Garam Alumunium : Mungkin dapat Isoniazid diberikan 1-3


mengurangi absorbsi oral dari isoniazid (A jam sebelum garam
to Z) alumunium

- Carbamazepine : Dapat menyebabkan Assesmen kepada pasien


toksisitas carbamazepine atau
hepatotoksik isoniazid (A to Z)
Beritaukan pasien untuk
-Makanan yang mengandung tiramine atau menghindari makanan
histamin tinggi bisa menyebabkan tersebut.
takikardia, palpitasi, hipotensi, flushing,
sakit kepala, pusing, dan berkeringat (BNF
70 p.526)
Rifampisin
-ACE inhibitor : Rifampisin dapat Assesmen kepada pasien
mengurangi efek antihipertensi ( BNF vol
61 hal 873)
Jenis
No DRP yang Ditemukan Penyelesaian
DRP
Interaks -Makanan tinggi lemak menurunkan efek KIE ke pasien
i Obat dari rifampisin (Martindale 36th Ed. rifampisin diminum
p.328) saat perut kosong

-Beta-blocker : rifampisin dapat Ditanyakan kepada


menurunkan serum konsentrasi dari pasien tentang obat
beta-blocker (DIH 17th Ed.) yang sedang
digunakan

Vitamin B6
-Cycolserine, INH, hydralazine, oral Ditanyakan kepada
contraceptives, penicillamine dpat pasien tentang obat
meningkatkan kebutuhan pyridoxine (A yang sedang
to Z) digunakan

-Levodopa : Menurunkan efek dari


levodopa ( A to Z) Ditanyakan kepada
pasien tentang obat
-Fenitoin : Menurunkan serum level yang sedang
fenitoin (A to Z) digunakan

Dilakukan assemen
Ethambutol
-Alumunium Hydroxide bisa menurunkanDitanyakan kepada
absorbsi dari ethambutol (DIH 17th Ed.)
pasien tentang obat
yang sedang
-Pemberian bersamaan dengan makanan digunakan
No Jenis DRP DRP yang Ditemukan Penyelesaian
Interaksi Obat Pyrazinamide
-Rifampisin : pyrazinamide dapat Diberi selang waktu pada
meningkatkan efek hepatotoksik saat menggkonsumsinya
dari rifampisin (DIH 17th Ed.)

-Cyclosporine : pyrazinamide bisa Ditanyakan kepada pasien


menyebabkan penurunan tentang obat yang sedang
konsentrasi serum dari cyclosporine digunakan
(DIH 17th Ed.)

-Probenecide : memblok ekskresi Ditanyakan kepada pasien


dari pyrozinamide (Martindale 36th tentang obat yang sedang
Ed. p.321) digunakan

-Makanan yang tinggi lemak KIE kan ke pasien obat


(Martindale 36th Ed. p.321) diberikan pada saat perut
kosong
2. Penyakit yang - -
tidak diterapi
3. Pemberian - -
obat tanpa
indikasi
4. Pemilihan obat - -
yang tidak
tepat
5. Over dosis - -
6. Underdosis - -
7. Reaksi obat - -
Assesment dan terapi non
farmakologi
ASSESMENT
1. Perkenalan nama & profesi
2. Meminta waktu & mempersilahkan duduk
3. Menanyakan mengenai informasi penembus resep
4. Menanyakan tanggal pergi kedokter (jika tidak ada)
5. Menanyakan alamat & no telpon pasien
6. Menanyakan keluhan pasien
7. Menanyakan sebelumnya apakah pernah terkena gejalah TB seperti yang
dikeluhkan/ sakit TB? Jika pernah, apakah sudah pernah mengkonsumsi
obat sebelumnya? Jika pernah, berapa lama mengkonsumsi obat tersebut?
apakah masih digunakan sampai sekarang atau tidak?
8. Menanyakan mengenai kepatuhan minum obat pasien
9. Menanyakan apakah pasien paham tentang penggunaan obat TB dan efek
sampingnya
10.Menanyakan apakah pasien sedang hamil/ menyusui (pasien wanita)
11.Menanyakan informasi dari dokter (cara penggunaan obat dll)
12.Menanyakan pola makan & minum pasien (teratur/tidak)
13.Menanyakan pola aktivitas pasien (pekerjaan, dll)
14.Menanyakan pola hidup kebiasaan pasien yang lain (merokok/ tidak,
mengkonsumsi minuman beralkohol/ tidak)
15.Menanyakan riwayat penyakit pasien
16.Menayakan pasien sedang mengkonsumsi obat/ tidak
17.Menanyakan pasien memiliki alergi atau tidak
18.Umpan balik pasien
Terapi Non Farmakologi

1. Pasien diminta untuk banyak istirahat


2. Pasien diminta untuk mengkonsumsi buah, sayur, dan ikan laut
3. Pasien diminta untuk minum air putih dan makan dengan teratur
4. Paisen diminta untuk rajin mengkonsumsi obat TB sesuai
dengan petunjuk dokter
5. Pasien diminta rajin berolahraga minimal 30 menit dalam sehari
6. Pasien diminta untuk memperhatikan lingkungan sekitar agar
tetap bersih dan sehat
7. Pasien disarankan untuk tidak mengkonsumsi minuman atau
makanan yang mengandung kafein, seperti kopi dan cappucino
8. Pasien disarankan untuk tidak mengkonsumsi makan atau
minuman yang mengandung natrium, seperti minuman
beralkohol dan junk food (makanan cepat saji)
kesimpulan

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh


Mycobacterium tuberculosis yang mampu menginfeksi
secara laten ataupun proresif.
M. tuberculosis umumnya ditularkan dari seseorang dengan
infeksi TB paru atau TB laringeal kepada orang lain melalui
droplet nuclei, yang ter-aerosolisasi oleh batuk, bersin atau
berbicara.
Penderita TBC akan mengalami berbagai gangguan
kesehatan, seperti batuk berdahak kronis, demam subfebril,
berkeringat tanpa sebab di malam hari, sesak napas, nyeri
dada, dan penurunan nafsu makan. Semuanya itu dapat
menurunkan produktivitas penderita bahkan kematian