Anda di halaman 1dari 32

www.themegallery.

com
Abses Peritonsil
Sulastri
Preceptor : dr. Elfahmi, Sp.THT-KL
Cincin waldeyer
Berperan
Penghasil
Pertahanan
Merupakan
Ring of waldeyer
Anatomi Tonsil
Tonsila Palatina

Tonsil palatina adalah suatu masa


jaringan limfoid yang terletak di dalam
fosa tonsil pada kedua sudut orofaring
dan dibatasi oleh pilar anterior (otot
palatoglosus) dan pilar posterior (otot
palatofaringeus).
Tonsil berbentuk oval
Panjang 2-5 cm
Masing-masing tonsil mempunyai 10-
30 kriptus yang meluas ke dalam
jaringan tonsil.
Permukaan sebelah dalam tonsil atau
permukaan yang bebas, tertutup
oleh membran epitel skuamosa
berlapis yang sangat melekat.
Epitel ini meluas ke dalam kantung
atau kripta yang membuka ke
permukaan tonsil.
Tonsil tidak selalu mengisi seluruh
fosa tonsil, daerah yang kosong di
atasnya dikenal sebagai fosa
supratonsil.
Fosa tonsil Dibentuk oleh :
Anterior
Perdarahan
Tonsil
Definisi
Peritonsilar
Etiologi
Proses ini terjadi sebagai komplikasi
tonsilitis akut atau infeksi yang
bersumber dari kelenjar mukus
weber di kutub atas tonsil. Biasanya
kuman penyebab sama dengan
penyebab tonsilitis, dapat ditemukan
kuman aerob dan anaerob.
Patofisiologi PTA belum diketahui
sepenuhnya. Namun, teori yang
paling banyak diterima adalah
kemajuan (Progression) episode
tonsilitis eksudatif pertama menjadi
peritonsilitis dan kemudian terjadi
pembentukan abses yang
sebenarnya (frank abses formation).
Patofisiologi
Patofisiologi PTA belum diketahui
sepenuhnya.
Teori yang paling banyak diterima
adalah kemajuan (Progression)
episode tonsilitis eksudatif pertama
menjadi peritonsilitis dan kemudian
terjadi pembentukan abses yang
sebenarnya (frank abses formation).
Daerah superior dan fossa tonsilaris
merupakan jaringan ikat longgar,
oleh karena itu potensi supurasi ke
ruang potensial peritonsil tersering
menempati daerah ini, sehingga
tampak palatum mole membengkak.
Walaupun sangat jarang, peritonsil
dapat terbentuk dibagian inferior.
Pada stadium permulaan (stadium
infiltrat) selain pembengkakan
tampak permukannya hiperemis.
Bila proses berlanjut, terjadi supurasi
sehingga daerah tersebut lebih
lunak.
Pembengkakan peritonsil akan
mendorong tonsil dan uvula ke arah
kontra lateral.
Bila proses berlangsung terus,
peradangan dijaringan sekitarnya
akan menyebabkan iritasi pada M.
Pterigoid interna, sehingga timbul
trismus. Abses dapat pecah spontan,
mungkin dapat terjadi aspirasi ke
paru.
Gejala Klinis
Sukar
Suara
hipersalivasi
Mulut
Muntah
Nyeri
odinofagia
demam
sakit
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan
Detritus
Tonsil
Uvula
Teraba
Palatum
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan
Diagnosis banding
infeksi mononukleosis
benda asing
tumor / keganasan / limfoma
penyakit Hodgkin leukemia
adenitis servikal
aneurisma arteri karotis interna dan
infeksi gigi.
penatalaksanaan
Stadium
Insisi
Insisi pada daerah yang paling lunak
dan paling menonjol atau pada
pertengahan garis yang
menghubungkan dasar uvula dengan
geraham atas terakhir pada sisi yang
sakit.
Tonsilektomi
Tonsilektomi
Indikasi tonsilektomi
Indikasi Absolut
Pembengkakan tonsil yang
menyebabkan obstruksi saluran napas,
disfagia berat, gangguan tidur dan
komplikasi kardiopulmoner.
Abses peritonsil yang tidak membaik
dengan pengobatan medis dan
drainase.
Tonsilitis yang menimbulkan kejang
demam
Tonsilitis yang membutuhkan biopsi
Indikasi Relatif
Terjadi 3 episode atau lebih infeksi
tonsil per tahun dengan terapi
antibiotik adekuat.
Halitosis akibat tonsilitis kronik yang
tidak membaik dengan pemberian
terapi medis.
Tonsilitis kronik atau berulang pada
karier streptokokus yang tidak
membaik dengan pemberian
Komplikasi
1
Kesimpulan
Peritonsilar abses merupakan kumpulan /
timbunan (accumulation) nanah (pus) yang
terlokalisir / terbatas (localized) pada jaringan
peritonsilar yang terbentuk sebagai hasil dari
supurrative tonsilitis.
Gejala klinis meliputi odinofagi (nyeri menelan)
yang hebat, nyeri telonga (otalgia), muntah
(regurgitasi), mulut berbau (foetor ex ore),
banyak ludah (hipersalivasi), suara sengau
(rinolalia), dan kadang- kadang sukar membuka
mulut (trismus), serta pembengkakan kelenjar
submandibula dengan nyeri tekan.
Bebrapa macam terapi yang selama ini dikenal
adalah :
Pemberian antibiotika dosis tinggi dan obat
simptomatik.
Pungsi dan aspirasi disertai antibiotik
parenteral.
Insisi dan mengeluarkan nanah disertai
pemberian antibiotika secara parenteral dan
peroral.
Tonsilektomi disertai pemberian antibiotika
parenteral.
Thank You