Anda di halaman 1dari 28

METODOLOGI AUDIT SEKTOR

PUBLIK PENGUMPULAN DATA DAN


ANALISIS DATA
TUGAS AUDIT SEKTOR PUBLIK

DISUSUN OLEH
KELOMPOK II

ACHMAD RIZKY MR (RRC1C0315028)


HIJRATUL SEPTRIANI (RRC1C0315006)
IRWIN DWI PUTRA (RRC1C0315032)
TEORI METODOLOGI AUDIT SEKTOR PUBLIK

Perkembangan Pembuatan Program


Audit
Audit sektor public mengalami perkembangan
dari masa ke masa, mulai dari
1. Audit keuangan sektor public ( audit atas
saldo),
2. audit kinerja keuangan sektor public ( audit
atas penggunana akun) hingga
3. audit kinerja program (audit atas program
yang menggunakan akun)
Macam-macam program audit:
Audit laporan keuangan financial
statement audit
Adalah kegiatan memperoleh dan
mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan
entitas dengan maksud agar dapat
memberikan pendapat apakah laporan-
laporan tersebut telah disajikan secara wajar
sesuai dengan criteria yang telah ditetapkan,
yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum.
Audit kinerja keuangan
Adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadap prosedur
operasi standard an metode yang diterapkan suatu organisasi
dengan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi, efektivitas, dan
keekonomisan ( 3E)

Menurut BPKP audit atas pengelolaan akun merupakan audit untuk


menilai pencapaian kinerja tugas dan fungsi entitas sektor public,
serta member rekomendasi perbaikan dan permasalahan yang
ditemukan dalam rangka meningkatkan efektivitas dan
keekonomisan.
Contoh audit atas pengelolaan akun:
Audit operasional Dana Dekonsentrasi
Audit Operasional bidang Pendidikan dan Manajemen Pendidikan
Audit operasional atas Pengelolaan PNBP
Audit opreasional Bantuan Raskin
Monitoring Pelaksanaan Prioritas Pembangunan
Optimalisasi Penerimaan Negara
Audit kinerja program,
yaitu tinjauan atas suatu program yang dibuat dengan
tujuan untuk menyediakan informasi bagi organisasi
mengenai biaya dan kepemimpinan, serta memberikan
evaluasi yang terukur mengenai output ( meningkatnya
kesejahteraan pegawai/nilai organisasi/dan lain-lain akibat
pencapaian program) dan dampak ( efek dari suatu
program terutama terhadap lingkungan organisasi)
Contoh audit program yang menggunakan akun :
Audit Program Keluarga Berencana
Audit Keberhasilan Peningkatan Ketersediaan Obat Publik
Audit Program BOS
Audit Program Wajar Diknas
Audit Ketahanan Pangan
SISTEM PROGRAM AUDIT SEKTOR PUBLIK

Audit atas Saldo


Audit keuangan adalah audit terhadap laporan
keuangan suatu entitas (perusahaan atau organisasi)
yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak
ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan
laporan-laporan tersebut.
Audit keungan umumnya dilaksanakan oleh kantor
akuntan public atau akuntan public sebagai auditor
independen dengan berpedoman pada standar
professional akuntan publik.
Tujuan audit atas saldo itu sendiri adalah:
Untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi
tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian
tujuan penyelenggaraan pendidikan yang memadai.
Untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi
keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset
negara, dan ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan.
Memberikan pernyataan tentang kewajaran
informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
Melaporkan hasil audit dengan data yang memadai
dan memberikan masukan kepada pimpinan dan
bagian terkait agar dapat dilakukan perbaikan.
Audit atas pengelolaan akun
Konsep yang pertama dalam pengelolaan
organisasi sektor public adalah ekonomi,
yang berarti pemerolehan input dengan
kualitas dan kuantitas tertentu pada harga
yang terndah. Ekonomi merupakan
perbandingan input dengan nilai input yang
dinyatakan dalam satuan monoter. Ekonomi
terkait dengan sejauh mana organisai
sektor public dapat meminimalisir input
sumber daya yang digunakan, yaitu dengan
menghindari pengeluaran yang boros dan
tidak produktif.
Audit atas pengelolaan akun
Konsep kedua dalam pengelolaan
keuangan organisasi sektor public
adalah efisiensi, yang berarti
pencapaian output yang maksimum
dengan input tertentu atau
penggunaan input yang terendah
untuk mencapai output tertentu.
Efisiensi merupakan perbandingan
ouput/input yang dikaitkan dengan
standar kinerja atau target yang telah
ditetapkan.
Dapat disimpulkan bahwa ekonomi mempunyai
arti biaya terendah, sedangkan efisiensi mengacu
pada resiko terbaik antara output dengan biaya
(input). Karena output dan biaya diukur dalam
unit yang berbeda, maka efisiensi dapat terwujud
ketika dengan sumber daya yang ada dapat
mencapai output yang maksimal atau output
tertentu dapat dicapai dengan sumber daya yang
sekecil-kecilnya.
Audit ekonomi dan efisiensi bertujuan untuk
menentukan bahwa suatu entitas telah
memperoleh, melindungi, menggunakan sumber
dayanya ( karyawan, gedung, ruang dan
peralatan kantor) secara ekonomis dan efisien.
Selain itu juga bertujuan untuk mennetukan
dan mengindentifikasi penyebab terjadinya
praktik-pratik yang tidak ekonomis atau
tidak efisien, termasuk ketidakmampuan
organisasi dalam mengelola system
informasi, prosedur administrasi dan
struktur organisasi.
Untuk dapat mengetahui apakah organisasi
telah menghasilkan output yang optimal
dengan sumber daya yang dimilikinya,
auditor dapat membandingkan output yang
telah dicapai pada peride yang
bersangkutan dengan standar yang telah
ditetapkan sebelumnya, kinerja tahun-
Audit atas program yang menggunakan
akun tersebut
Konsep yang ketiga dalam pengelolaan organisasi
sektor publik adalah efektifitas. Efektifitas berarti
tingkat pencapaian hasil program dengan target
yang ditetapkan. Efektifitas merupakan
perbandingan antara outcome dengan output.
Outcome sering kali dikaitkan dengan tujuan
( objectives) atau target yang hendak dicapai. Jadi
dapat dikatakan bahwa efektifitas berkaitan
dengan pencapaian tujuan. Sedangkan, menurut
Audit Commision ( 1986) disebutkan bahwa
efektifitas berarti menyediakan jasa-jasa yang
benar sehingga memungkinkan pihak yang
berwenang untuk mengimplementasikan kebijkan
Audit efektivitas bertujuan untuk
menetukan tingkat encapaian hasil
atau manfaat yang diinginkan,
kesesuaian hasil dengan tujuan yang
ditetapkan apakah entitas yang
diaudit telah mempertimbangkan
alternative lain yang memberikan
hasil yang sama dengan biaya yang
paling rendah.
Efektifitas berkenaan dengan dampak
suatu output bagi pengguna jasa. Untuk
mengukur efektifitas suatu kegiatan harus
didasarkan pada criteria yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Meskipun efektivitas suatu program tidak
dapat diukur secara langsung, ada
beberapa alternative yang dapat digunakan
untuk mengevaluasi pelaksanaan suatu
program, yaitu mengukur dampak
pengaruh, evaluasi oleh konsumen dan
evaluasi yang menitikberatkan pada
proses, bukan pada hasil.
SIKLUS METODOLOGI AUDIT SEKTOR PUBLIK

1. Wawancara ( interview)
2. Me-reviw Dokumen
Kebijakan dan prosedur
Laporan terdahulu
3. Observasi
SIKLUS METODOLOGI AUDIT SEKTOR PUBLIK
Wawancara ( interview)
Struktur wawancara terbagi menjadi 3 tahapan
besar, yaitu pembukaan, isi wawancara dan
penutup.
Pembukaan
Ada 2 tahap yakni tahapan membangun
pendekatan dan tahapan orientasi.
Isi wawancara. Auditor sudah masuk dalam pokok
masalah.
Penutupan. Mengakhiri bias dengan janji dll.
Wawancara ( interview)
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
wawancara:
Pertanyaan pembukaan
Gaya bicara
Nada dan irama
Sikap wawancara
Uraian dengan kata-kata sendiri
Mengadakan penggalian (probing)
=penggalian yang lebih mendalam
Membuat catatan
Menilai jawaban
Siklus Analisis Data.
Perbedaan yang diamati dikategorkan
sebagai koreksi atau kesalahan dengan
kesalahan yang telah diklasifikasikan
menurut signifikasi mereka. Temuan audit
kemudian disusun dan dilaporkan kepada
auditor yang relevan dari masing-masing
entitas pelapor untuk konfirmasi sebelum
representasi dengan manajemen
pelaporan entitas. Kesalahan
dikalrifikasikan berdasarkan jenis, seperti:
numeric, teks, penghilangan halaman,
dan presentasi/format, dan dianggap
Kategorisasi Penyusunan
koreksi Hasil Temuan
Auditor
Disampaikan
kepada Auditor
Relevan untuk
dapatkan
konfirmasi

Representasi
dengan
manajemen
Pelapor entitas
TEKNIK METODOLOGI AUDIT SEKTOR PUBLIK
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Prosedur Analitis ( Analytical Procedure)
Teknik Inspecting
Teknik Confirming
Teknik Inquiring
Teknik Counting
Teknik Tracing
Teknik Vouching
Teknik Observing
Teknik reporting
Teknik Computer-Assisted Audit Technique
Audit sosial
merupakan salah satu metode
yang di banyak negara cukup
efektif untuk menguatkan
kapasitas masyarakat sipil di
satu sisi dan di sisi lain mampu
menyediakan umpan balik atau
input bagi pemerintah untuk
melakukan perbaikan terhadap
kebijakan maupun mekanisme
implementasi pelayanan public
Dengan mengembangkan
metode audit sosial, PATTIRO
berusaha menilai intergritas
dan akuntabilitas program
BOS, raskin, dan pupuk
bersubsidi. Metodeaudit
sosial yang dikembangkan
PARRITO adalah system
penilaian yang ditentukan
bersama antara supply side
dan demand side..
Pada audit sosial tersebut integritas dan
akuntabilitas program dinilai dengan
mengukur rantai nilai ( mulai
transfer, distribusi, pelaporan,
sampai mekanisme
complain/pengaduan) masing-masing
program dengan menggunakan 3
indikator yaitu:
1. Availaibility/Ketersediaan Regulasi,
2. Entrocement/Penegakan regulasi
dalam pelaksanaan, dan
3. akses/ informasi masyarakat
terhadap program.
Dari audit sosial yang dilakukan,
menghasilkan beberapa
rekomendasi sebagai berikut:
Program BOS
Surat Edaran Disdik untuk
mewajibkan sekolah penerima BOS
mengumumkan Lap. Keuangan
pengguna dana BOS secara
transparan
RAPBS online segera direalisasikan
Pembagian termin pencarian dana
BOS menjadi 2 termin ( per semester
Program BOS
Kabupaten/kota wajib
menyediahkan mekanisme
complain program BOS
Revisi Permendiknas No.
37/2010 Bab IX tentang
mekanisme complain dengan
memasukan sekolah sebagai
penyediah layanan berkewajiban
untuk menyediahkan
mekanisme complain
Program Raskin
Perlu adanya raskin daerah bagi
warga yang tidak masuk data RTS
PM dari pemerintah pusat
Perlu adanya aturan tambahan
mengenai kewajiban pelaporan di
tingkat kelurahan baik kepada
struktur di atasnya (kecamatan)
maupun kepada public terutama
kepada RTS PM baik melalui RT/RW
maupun langsung pada RTS PM.
Program Raskin
Perlu diperjelas mengenai
kewajiban membuat
mekanisme complain sampai
pada tingkat kelurahan,
karena tingkat kelurahan
yang paling memungkinkan
untuk di akses oleh
masyarakat terkait
pengelolaan mekanisme
Program Pupuk Bersubsidi
Sosialisasi tentang regulasi
pelaksanaan distribusi pupuk
secara massif
Perlu adanya peraturan terkait
mekanisme complain khusus
program pupuk bersubsidi
Validasi RDKK ( Rencana Definitif
Kelompok Tani ) dilakukan oleh
petugas teknis, penyuluh, atau