Anda di halaman 1dari 24

The Physical Environment

AMELIA EKA DINI 1152005008


ANASTASIA AGHASARA PUTRI
1152005003
Siklus hidrologi
adalah suatu
siklus atau
sirkulasi air dari
bumi ke atmosfer
dan kembali lagi
ke bumi yang
berlangsung
secara terus
menerus.

Siklus hidrologi
memegang
peran penting
bagi
kelangsungan
hidup organisme
bumi. Melalui
siklus ini,
ketersediaan air
di daratan bumi
dapat tetap
Lapisan troposfer
merupakan lapisan yang
paling bawah, berada antara
permukaan bumi sampai
pada ketinggian 8 km pada
posisi kutub & 18 19 km
pada daerah ekuator.
Di dalam troposfer terdapat
tiga jenis awan, yaitu awan
rendah (cumulus), yang
tingginya antara 0 2 km;
awan pertengahan (alto
cumulus lenticularis),
tingginya antara 2 6 km;
serta awan tinggi (cirrus)
yang tingginya antara 6 12
km.
Lapisan stratosfer
berada di atas lapisan
troposfer pada
ketinggian 20 50 km.
Lapisan stratosfer
dibagi dalam 2 bagian
yaitu :

1. Lapisan udara
isoterm; terletak
antara 20 35 km
dpl, dengan suhu
(-50C) - (-30C)

2. Lapisan udara
panas; terletak
antara 35 50 km
dpl, dengan suhu
(-40C) (-20C)
Mesosfer terletak di
atas stratosfer pada
ketinggian 50 70 km.
Suhu di lapisan ini
akan menurun dengan
meningkatnya
ketinggian. Suhunya
mula-mula naik, tetapi
kemudian turun dan
mencapai (-72C) di
ketinggian 75 km.
Lapisan
thermosfer berada
di atas mesopouse
dengan ketinggian
sekitar 85-100km.
Pada lapisan ini,
gas-gas akan
terionisasi,
karenanya lapisan
ini sering juda
disebut lapisan
ionosfer. Molekul
oksigen akan
terpecah menjadi
oksigen atomik.
Sirkulasi Atmosfer
Sirkulasi Satu Sel

Untuk Bumi yang tidak berotasi, konveksi akan


membentuk satu sel simetris sederhana disetiap
belahan Bumi.
Tetapi karena pengaruh ukuran bumi, gaya Coriolis,
ketebalan atmosfer, viskositas, radiasi Matahari,
distribusi daratan-lautan dan lainnya maka
terbentuk lah sel sirkulasi global. Sel yang terletak
sejajar bujur dan berada pada setiap belahan bumi
antara lain sel Hadley, sel Ferrel dan sel Polar,
sedangkan sel yang terletak sejajar lintang disebut
sel Walkeryang terjadi di pasifik timur menuju
pasifik barat(dekat kepulauan Indonesia).
Sirkulasi Atmosfer Global
Sirkulasi Global Atmosfer
Sel Hadley
Sel sirkulasi yang dibentuk oleh udara yang turun di daerah subtropics,
kemuadian menjadi angin pasat yang bertiup menuju daerah ITCZ, lalu
udara tersebut naik dan menyebar sampai kelapisan troposfer atas.
Sel Ferrel
Sel Ferrel adalah sirkulasi pergerakan massa udara dari lintang 30
menuju lintang 60 dikarenakan di lintang 30 terdapat udara kering
dan hangat yang turun lalu menyebar. Massa udara yang sudah sampai
pada daerha lintang 60 akan mangalami konvergensi kemudian naik,
massa udara ini bersifat hangat dan lembab.
Sel Polar
Sel Polar adalah sirkulasi pergerakan massa udara dari kutub menuju
lintang 60, massa udara ini bersifat dingin dan kering. Setelah sampai
pada daerah lintang 60 massa udara ini akan mengalami konvergensi
kemudian naik, massa udara yang naik ini bersifat hangat dan lembab.
Pada daerah pertemuan antara Sel Ferrel dan Sel Polar ini memiliki
massa udara yang hangat dan lembab sehingga memungkinkan untuk
pertumbuhan awan dan timbulnya presipitasi
Angin Global
Ketigas sel sirkulasi
global (Sel Hadley, Sel
Ferrel dan Sel Polar)
tersebut menimbulkan
pola angin global. Pola
angin global ini antara
lain angin kutub
timuran, baratan,
angin pasat timur laut
atau tenggara
danDoldrums(di
ekuator).
adalah pergerakkan
massa air di laut.
Sirkulasi laut di
permukaan
dibangkitkan oleh
stres angin yang
bekerja di
permukaan laut
disebut Wind Driven
Ocean Circulation.
Selain itu ada juga
sirkulasi yang bukan
yang dibangkitkan
dengan angin yang
disebut
Thermohaline
Circulation (akibat
Arus di samudera
pasang surut air bergerak secara konstan. Arus tersebut
bergerak melintasi samudera yang luas dan membentuk
laut).
aliran yang berputar searah gerak jarum jam di Belahan Bumi
Utara (Northern Hemisphere) dan berlawan gerak jarum jam
di Belahan Bumi Selatan (Southern Hemisphere).
Ini terjadi di
Samudera Atlantik
Utara dan
sepanjang Antartika,
air laut dari
kedalaman secara
perlahan akan
kembali ke
permukaan dan
dibawa kembali ke
daerah tropis
sehingga
terbentuklah siklus
pergerakkan massa
air yang disebut
Global Conveyor
Pola Arus Permukaan
Belt.
Arus permukaan di laut ini menunjukkan serangkaian lingkaran gyres
kuasi / pusaran besar di setiap cekungan laut. The gyres cenderung
menjadi bias terhadap sisi barat lembah. Arus sempit ditemukan di
Gulf Stream, Kuroshio, Agulhas, Brasil, dan Arus Australia Timur,
yang mengalir dengan kecepatan hingga 2,5 meter per detik (6 mil
per jam).
Volume dalam arus batas barat adalah besar, sedangkan
Agulhas, misalnya, membawa sekitar 80 Sverdrups air di
atas 1.000 meter (sekitar 0,6 mil).
Kecepatan saat ini jauh dari batas barat gyres yang
umumnya jauh lebih rendah, dan arus di batas timur
cekungan laut yang lebih luas.

The gyres memutar searah jarum jam di belahan bumi


utara dan berlawanan di belahan bumi selatan karena gaya
Coriolis, hal ini mengikuti pola angin yang berlaku.
Arus di laut dalam ada karena perubahan densitas air laut
yang terjadi di permukaan. Perubahan ini menimbulkan
kepadatan massa air tertentu, yang memiliki suhu yang jelas
dan karakteristik salinitas, dan yang dapat ditelusuri untuk
jarak jauh di lautan.
Ketika air laut yang membeku, banyak garam yang membeku,
sehingga lapisan bentuk air garam dingin di permukaan laut.
Menjadi lebih padat daripada air di bawahnya, sampai
mencapai tingkat di mana ia memiliki kerapatan sama dengan
air laut sekitarnya.
Proses ini berlangsung di beberapa wilayah lautan seperti di
Greenland, Norwegia, dan Labrador Laut di belahan bumi
utara, dan dekat dengan benua Antartika di Weddell dan Ross
Laut di selatan.
Air yang terbentuk di Laut Ross Weddell dan menyebar ke arah
timur dan utara di sekitar Antartika di bawah pengaruh gaya
Coriolis. Seperti halnya dengan air permukaan, sebagian besar
aliran terkonsentrasi pada sisi barat cekungan laut, tetapi dalam
kasus ini adalah pergerakan menuju utara. Di Selatan Samudera
Atlantik, misalnya, air bawah dari Laut Weddell dapat
diidentifikasi mengalir melalui cekungan Argentina dan Brazil di
bawah 4.000 meter (2,5 mil) di kedalaman, akhirnya melintasi
khatulistiwa menjadi Atlantik Utara lepas pantai Brasil.
fenomena alam yang
terjadi di Amerika
Selatan tepatnya di
Peru, Ekuador dan di
sekitar bagian timur
Samudra Pasifik.
Fenomena ini terjadi
karena meningkatnya
suhu permukaan laut
yang biasanya
dingin.

El Nino akan terjadi


apabila perairan yang
lebih panas di Pasifik
Tengah dan Timur
meningkatnya suhu
dan kelembaban
pada atmosfer yang
berada di atasnya.
Kejadian ini
mendorong
terjadinya
pembentukan awan
yang meningkatkan
Suhu permukaan
laut di Pasifik
tengah dan timur
menjadi lebih tinggi
dari
biasa pada waktu-
waktu tertentu,
walaupun tidak
selalu. Keadaan
inilah yang
menyebabkan
terjadinya
fenomena La-Nina.
Tekanan udara di
kawasan equator
Pasifik barat
menurun, lebih ke
barat dari keadaan
normal,
menyebabkan
pembentukkan
awan yang lebih
dan hujan lebat di
El Nino merupakan kejadian dimana terjadi kenaikan suhu
di Samudera Pasifik dan hal ini mengakibatkan perubahan
pola angin dan
curah hujan yang ada di atasnya. Pada saat normal, hujan
banyak turun di
wilayah Indonesia dan Australia.
Tetapi El Nino juga mengakibatkan hujan
banyak turun di Samudera Pasifik sementara itu di
Indonesia dan Australia menjadi kering.
La Nina mengakibatkan hujan turun lebih banyak di
Samudera Pasifik sebelah barat Indonesia dan Australia.
Sehingga, akan terjadi hujan lebat di daerah ini.
Fenomena El Nino dan La Nina di Indonesia terjadi mulai
bulan April dan akan mencapai puncaknya pada bulan
Agustus dan September.
Kemudia, hal ini akan terus terjadi sampai bulan November
atau Desember.
Dampak terjadinya El Nino adalah sebagai berikut:
1. Angin pasat timur menjadi melemah
2. Melemahnya sirkulasi Moonson
3. Berkuragnya akumulasi curah hujan yang berada di
wilayah Indonesia,
Amerika Tengah, dan Amerika Selatan di bagian Utara.
Sehingga cuaca di
daerah ini cenderung terasa lebih dingin dan juga kering.
Dampak terjadinya La
4. Menyebabkan Ninacenderung
cuaca sebagai berikut
terasaini:
hangat dan juga
1. Menguatnya
lembab di angin pasat timur
2.sepanjang
Menguatnya sirkulasi
daerah Monsoon
Pasifik Ekuatorial Tengah dan Barat.
3. Di wilayah Pasifik bagian Timur, akumulasi curah hujan
menjadi
berkurang. Hal ini akan menjadikan cuaca menjadi lebih
dingin dan juga
kering.
4. Terjadinya potensi hujan yang turun yang terdapat di
sepanjang
perairan Pasifik Ekuatorial Barat, yakng meliputi Indonesia,
Malaysia, dan
jugabagian utara Australia. Hal ini menyebabkan cuaca
menjadi hangat dan
Kejadian El-Nino tidak terjadi secara tunggal tetapi
berlangsung secara
berurutan pasca atau pra La-Nina. Hasil kajian dari tahun
1900 sampai tahun 1998 menunjukan bahwa El-Nino telah
terjadi sebanyak 23 kali (rata-rata 4 tahun sekali). La-Nina
hanya 15 kali (rata-rata 6 tahun sekali). Dari 15 kali
kejadian La-Nina, sekitar 12 kali (80%) terjadi berurutan
dengan tahun El-Nino.

La-Nina mengikuti El-Nino hanya terjadi 4 kali dari 15 kali


kejadian sedangkan yang mendahului El-Nino 8 kali dari 15
kali kejadian.
Secara umum, hal ini menunjukkan bahwa peluang
terjadinya La-Nina setelah El-Nino tidak begitu besar.
Kejadian El-Nino 1982-1983 yang dikategorikan sebagai
tahun kejadian El-Nino yang kuat tidak diikuti oleh La-Nina.
Key word
1. Ablasi adalah erosi yang disebabkan oleh terpaan
atau aliran air yang mengikis tanah, batu atau
material permukaan bumi.
2. Zona abisal adalah suatu zona di dasar laut yang
amat dalam, dimulai dari kedalaman 1000 meter
sampai 6000 meter. Zona ini termasuk kedalam lubuk
laut dan palung laut. Tekanan air laut sudah besar
sehingga hanya sedikit binatang-binatang laut yang
dapat hidup di zona ini.
3. Allotrope adalah Bentuk struktural yang berbeda dari
elemen
4. Coriolis effect adalah partikel udara bergerak bebas
dan menyimpang dari jalur lurus dan penyimpangan
ini terjadi karena rotasi bumi.
5. Zona neritik adalah perairan dangkal terletak dekat
dengan tepi pantai. Kedalaman rata-rata daerah laut
dangkal ini sekitar 200 m.
Kesimpulan
Lingkungan fisik adalah segala sesuatu
di sekitar makhluk hidup yang
merupakan benda mati.
Lingkungan fisik adalah penunjang
untuk melengkapi lingkungan biologis
seperti air, udara, cahaya matahari,
tanah, topografi dan iklim.
Isu lingkungan global merupakan
permasalahan lingkungan dan dampak
yang ditimbulkan dari permasalahan
lingkungan tersebut mengakibatkan
dampak yang luas dan serius bagi
dunia.
Referensi
Distanakpacita.org
www.firmanmu.id
https://
scribd.zxcv.website/doc/281439452/Sirkul
asi-Atmosfer
http://
kliksma.com/2015/02/sirkulasi-atmosfer.h
tml
D. Kemp David. 2004. Exploring
Environment Issues An Integrated
Approch. New York: Routledge