Anda di halaman 1dari 15

ENCEMARAN UDARA

Disusun Oleh :
Muhammad Alvin Barikl
Naufal Haryandi Ahmad
Peraturan pencemaran udara adalah masuknya atau
Pemerintah dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen
Republik lain kedalam udara ambien oleh kegiatan manusia,
sehingga mutu udara ambien turun sampai tingkat
Indonesia
tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak
No. 41 dapat memenuhi fungsinya.
Tahun 1999

pencemaran udara adalah bertambahnya


Pengertia bahan atau substrat fisik atau kimia ke dalam
lingkungan udara normal yang mencapai
n Chambers sejumlah tertentu, sehingga dapat dideteksi
oleh manusia (atau yang dapat dihitung dan
Pencemar diukur) serta dapat memberikan efek pada
manusia, binatang, vegetasi, dan material
an Udara
pencemaran udara adalah adanya
bahan polutan di atmosfer yang dalam
konsentrasi tertentu akan mengganggu
Kumar keseimbangan dinamik di atmosfer dan
mempunyai efek pada manusia dan
lingkungannya
enyebab Pencemaran Udara

Faktor
Internal
(Alamia Debu yang beterbangan akibat
h) tiupan angin
Abu (debu) yang dikeluarkan dari
letusan gunung berapi berikut gas-
gas vulkanik
Proses pembusukan sampah
organik, dll.

Faktor
Ekstern
al (Ulah
Hasil pembakaran bahan bakar fosil
Manusia
Debu/serbuk dari kegiatan industri.
) Pemakaian zat-zat kimia yang
disemprotkan ke udara.
asifikasi Bahan Pencemar Udara

Polutan yang
dikeluarkan langsung
Polutan Primer dari sumber tertentu
dan dapat berupa gas
(CO, HC, SOx, NOx, dll))
dan partikel (debu,
asap, aerosol, dll)

Polutan Polutan sekunder terjadi


karena reaksi dari dua
Sekunder atau lebih bahan kimia
di udara, misalnya
reaksi foto kimia.
Sebagai contoh adalah
disosiasi NO2 yang
menghasilkan NO dan O
radikal.
Suh
u Kelembaban
Udara
Udar
a
Faktor yang
Tekana
n Mempengar Angi
Udara uhi Kualitas n
Udara

Cura
Sinar
Matah
h
ari Huja
n
dikator Pencemaran Udara

Indikator yang paling baik dalam menentukan derajat


suatu kasus pencemaran adalah dengan cara mengukur
atau memeriksa konsentrasi gas sulfur dioksida, indeks
asap, serta partikel-partikel debu di udara (Chandra,
2006).
Gas Sulfur Dioksida
Gas sulfur dioksida merupakan gas pencemar di udara
yang konsentrasinya paling tinggi di daerah kawasan
industri dan daerah perkotaan. Gas ini dihasilkan dari sisa
pembakaran batubara dan bahan bakar minyak. Di dalam
setiap survei pencemaran udara, gas ini selalu diperiksa.
Indeks Asap
Berikut cara penggunaan indeks asap (smoke atau sciling
index): sampel udara disaring dengan sejenis kertas
(paper tape) dan diukur densitasnya dengan alat
fotoelektrik meter. Hasil pengukuran dinyatakan dalam
satuan Coh Units per 1000 linear feet dari sampel udara.
Indeks asap ini sangat bervariasi dari hari ke hari dan
bergantung pada perubahan iklim.
Partikel Debu
Partikel-partikel berupa debu dan arang dari hasil
pembakaran sampah dan industri merupakan salah satu
Contoh Kasus

Pencemaran Udara di Jakarta


or yang Menyebabkan Pencemaran Udara di Jakarta

Faktor utama penyebab pencemaran udara di Jakarta


adalah gas buang kendaraan bermotor. Kendaraan
bermotor sudah menjadi kebutuhan pokok bagi
masyarakat Jakarta. Semakin banyak kendaraan
bermotor di Jakarta semakin banyak pula gas buangan
yang mencemari Jakarta. Penyebab lain pencemaran
udara di Jakarta adalah dari aktivitas sehari-hari
manusia itu sendiri. Aktivitas di perumahan dan
lingkungan perumahan diantaranya seperti kegiatan
masak-memasak, pemakaian aerosol, pembakaran
sampah, industri rumah tangga, industri berskala besar
dan pabrik-pabrik yang menyebabkan terbentuknya
gas-gas rumah. Emisi gas buang dari pesawat udara
dan kapal laut diperairan Jakarta Utara, juga partikulat
debu tanah yang terbawa oleh angin turut menyumbang
pencemaran udara di Jakarta. Terdapat faktor lain
penyumbang pencemaran udara di Jakarta yaitu kondisi
lingkungan geografis jakarta yang relatif tertutup
dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang
menyebabkan sulitnya sirkulasi udara sehingga
Data zat-zat pencemar utama di Jakarta dapat dilihat pada tabel berikut ini.

PENCEMAR SUMBER KETERANGAN


Karbon monoksida Buangan utama Standar kesehatan:
(CO) kendaraan bermotor 10 mg/m3 (9 ppm)
terutama dari mesin
bebhan bakar
bensin.
Sulfur dioksida Panas dan fasilitas Standar kesehatan:
(SO2) pembangkit listrik 80 ug/m3 (0.03
ppm)
Partikulat Matter Buangan kendaraan Standar kesehatan:
(PM10) bermotor; beberapa 50 ug/m3 selama 1
proses tahun ; 150 ug/m3
Nitrogen dioksida Buangan kendaraan Standar kesehatan:
(NO2) bermotor dan 100 pg/m3 (0.05
industri ppm) selama 1 jam
Ozon (O3) Terbentuk di Standar kesehatan:
atmosfer 235 ug/m3 (0.12
ppm) selama 1 jam

Sumber: BPLHD Provinsi Jakarta.


mpak yang Timbul Dari Pencemaran Udara di Jakrta

Karbon Monoksida (CO) Sulfur dioksida (SO2)


Sumber : dari kendaraan mesin Sumber : pembakaran bahan
bensin yang sistem bakar fosil yang mengandung
pembakarannya tidak sempurna belerang terutama batubara

mengganggu saluran iritasi pada saluran


pernafasan pernafasan
gas CO yang masuk kealiran menimbulkan eksserbasi
darah akan bersatu dengan penyakit paru-paru, asma
Hemoglobin untuk dan bronkhitis.
membentuk
Carboxyhemoglobin (COHb)
yang mengurangi kapasitas
pengangkutan oksigen darah,
sehingga pasokan O2 keotak
berkurang
keracunan berat dapat
menyerang otak dan jantung
sehingga dapat menyebabkan
kematian
meningkatkan angka kematian
bayi dan BBLR
mengganggu aktivitas
mpak yang Timbul Dari Pencemaran Udara di Jakrta

Nitrogen Oksida (NOx)


Hidro Karbon(HC) & Senyawa
organik volatile (VOC) Sumber : Pembakaran dari
motor diesel, bersatunya
Sumber : penguapan bensin dari oksigen dan nitrogen di udara
tangki dan karburator kendaraan ketika panas pembakaran
bermotor, dan produk samping terjadi
bahan bakar yang tidak terbakar Setelah bereaksi di
sempurna atmosfer, zat ini
Leukimbia dan kanker lain membentuk partikel-
dalam tubuh partikel nitrat amat halus
Sesak nafas yang menembus bagian
Beberapa VOC dengan berat
terdalam paru-paru
molekul tinggi diduga
sehingga menyebabkan
menyebabkan efek mutagenic
dan karsionogenik kerusakan paru-paru,
dan mempengaruhi
kapasitas fungsi paru
dalam jangka panjang.
Meningkatkan sensifitas
asma bronkhiale
Iritasi pada mata dan
saluran pernafasan
mpak yang Timbul Dari Pencemaran Udara di Jakrta

Timah Hitam (Pb), Nikel dan


Ozon (O3) Merkuri
Sumber : emisi gas buang Sumber : emisi gas buang dari
kendaraan maupun industri mesin diesel, Pb sebagai
additive untuk menaikan
Merupakan zat oksidan yang angka oktan bahan bakar
sangat kuat yag dapat Bau khas yanng
menyebabkan inflamasi, selaput mengganggu penciuman
lendir dan mata. Asap kotor yang
Luka dan kerusakan sel pada mengganggu mata atau
hewan percobaan penglihatan
Asma bronkhiale Kesehatan tubuh dapat
terganggu
Keracunan Pb pada
awalnya, mudah marah,
lesu, nafsu makan
terganggu
Kerusakan ginjal
Mengganggu sistem
pernafasan
Upaya Pemerintah Jakarta Dalam
Mengatasi Pencemaran Udara

Penambah
Membuat
an Fasilitas
Undang Perda DKI Jakarta no. Adanya kawasan
yang
Undang 12 thn 1971 tentang three in one
Sesuai
pencegahan
pengotoran udara,
Menambah jumlah
air & lepas pantai
koridor dan bus
dlm wilayah dki
TransJakarta
Jakarta

Keputusan gubernur Menambah jumlah


kepala DKI Jakarta LPS
no. 1189 thn 1983
tentang Pedoman Menyediakan WC
Analisis Mengenai berjalan
Dampak Lingkungan
(AMDAL) akibar
kegiatan industri Menambah jumlah
dan lain-lain mobil penyedot tinja
diwilayah Jakarta
Upaya Pemerintah Jakarta Dalam
Mengatasi Pencemaran Udara

Penghijauan
progam penanaman
sejuta pohon di lima
wilayah Jakarta

Setiap badan atau


instansi diwajibkan
memelihara tanaman

menanam pohon di
sepanjang jalan
protokol

membuat taman di
tempat-tempat
keramaian.
TERIMA KASIH