Anda di halaman 1dari 25

PERAWATAN PALIATIF PENDERITA KANKER

Max F J Mantik
Sub Bagian Hematologi-Onkologi
Bag.IKA FK Unsrat / RSUP Manado
We ought to give those who are to leave life the same
care and attention that give to those who enter life, the
newborns
( Dr.Jan Stjernsw, Chief of WHOs Cancer and Palliative Care Unit, 1994 )

SITUASI KANKER (GLOBAL)


5 Juta / tahun
9 juta dalam perjalanan ke
DINEGARA SEDANG BERKEMBANG
80 - 90% penderita penderita kanker yang
terminal.
tidak mendapat perawatan paliatif yang adekuat
( WHO,1994 )
PENGERTIAN PERAWATAN PALIATIF
Suatu tindakan perawatan yang ditujukan
untuk mengurangi beban penderita kanker
terutama yang tidak mungkin disembuhkan
lagi.

Ditujukan pada:
- perawatan nyeri dan simptom lain
- problema psikologi, sosial dan spiritual
MASALAH KANKER DI INDONESIA

Angka kejadian masih belum akurat


Data yang ada 0,1% penduduk
Indonesia
( DirJen Yan Med DepKes RI )
Survey SKRT
- Angka kematian 6,5% dari seluruh
penyebab kematian (1998)
- 3,4% (1980) 4,3% (1986)
- Peringkat ke 6 penyebab kematian
BENTUK PELAYANAN KANKER DI INDONESIA

SK.MenKes RI No.604/MENKES/SK/IX/1989

Buku pokok penanggulangan penyakit kanker di Indonesia

Komite Nasional Penanggulangan Kanker, 4 Sub Komite:


Pencegahan
Deteksi dini
Terapi
Perawatan Paliatif ! ! !
ACUAN DASAR PERAWATAN PALIATIF:

1. Meningkatkan kualitas hidup dan menerima kematian


yang terjadi sebagai suatu proses normal
2. Tidak mempercepat atau menunda kematian
3. Menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain yang
mengganggu
4. Menjaga keseimbangan aspek psikologis dan spiritual
5. Mengusahakan agar penderita tetap aktif sampai
akhir hayat
6. Berusaha memberikan dukungan pada keluarga yang
berduka
BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Menghargai martabat dari penderita dan keluarga


Peka & menghormati keinginan penderita / keluarga
Menghormati hak penderita untuk menolak pengobatan
Tanggung jawab dokter untuk menghindari tindakan-
tindakan yang diyakini sia-sia
Semua tindakan ditujukan untuk memperbaiki kualitas
hidup
Mengupayakan penderita mendapat perawatan paliatif
atau hospice yang tepat
Tetap melakukan penelitian dan pendidikan untuk
memperbaiki mutu perawatan paliatif
Euthanasia bukan tindakan paliatif
MODEL PELAKSANAAN PERAWATAN PALIATIF

1. Hospice
2. Unit perawatan paliatif (didalam rumah sakit)
3. Kelompok / Tim perawatan paliatif (didalam
rumah sakit)
4. Pelayanan paliatif di masyarakat (palliative
care services)
MASALAH YANG MUNCUL DALAM PENGOBATAN
KANKER:
1. Rasa mual dan muntah
2. Aplasia hematologik
3. Rasa Nyeri
4. Cancer fatigue

KUALITAS HIDUP
Cancer Fatigue dapat disebabkan oleh :
Metabolik:
- Keseimbangan elektrolit
- Hipotirodism
Kognitif :
- Pengunaan opium
- Sulit tidur
Psikologik:
- Depresi
Fisiologik:
- Anemia

Anamnesis, pem.fisik, skrining / identifikasi


Perawatan / pengobatan sesuai kausa
DERAJAT NYERI KANKER
1. Ringan
Tidak menggangu kegiatan sehari-hari
2. Sedang
Menggangu kegiatan sehari-hari, tetapi masih
dapat tidur
3. Berat
Menggangu kegiatan sehari-hari dan penderita
tidak bisa tidur
PENGELOLAAN NYERI KANKER
. Menggunakan three step ladder dari
WHO
. Diberikan terus menerus (by the clock)
. Sedapat mungkin secara oral (by mouth)
. Mempertimbangkan setiap individu (by
the child)
. Memperhatikan efek samping obat
WHOs Step lader
OBAT ANALGETIK YANG DIGUNAKAN
Nyeri ringan
- Aspirin 600 mg seiap 4 jam
- Parasetamol 1 g setiap 4 jam
Nyeri sedang
- Codein 60 mg (plus non opium)
setiap 4 jam
- Dextropropoxyphene 65 (plus non
opium) setiap 4 jam
Nyeri berat
- Morphine 5 - 10 mg (starting dose)
setiap 4 jam
OBAT AJUVAN ANALGESIK
Tidak langsung mengatasi nyeri tetapi
bekerja untuk mengatasi keadaan-
keadaan / faktor yang menyebabkan nyeri
OBAT AJUVAN ANALGESIK YANG UMUM
DIGUNAKAN

OBAT INDIKASI
Non-steroid anti inflamatory drugs Nyeri tulang
(NSAID) Infiltrasi jaringan lunak
hepatomegali
Kortikosteroid Peningkatan tek.intra kraial
Infiltrasio jaringan lunak
Kompresi saraf
Anti depresan Kompresi saraf / infitrasi saraf
Anti konvulsan Neuropati paraneoplastik
Anti aritmia
Biphospone Nyeri tulang
UNTUK MENGATASI ANOREKSIA DAN KAHEKSIA
- Kortikosteroid
- Anabolik steroid
- Progesteron
- 5-HT-3 antagonis
- Metoclopropamide
- Kannabinoid
- Cytoproterone
- Insulin
OBSTRUKSI INTESTINAL
- Pengisapan nasogastrik
- Cairan intravenous
- Tindakan pembedahan
- Obat-obatan
Ocreotide (Analog somatostatin)
merangsang absorpsi air/elektrolit dan
menghambat sekresi air usus halus
Kortikosteroid dosis tinggi
Inflamasi perineoplastik dinding usus
masalah obstruksi mekanik usus
DYSPNOE
Lebih banyak dihubungkan dengan rasa
cemas
Tindakan umum adalah pemberian Opium
dan oksigen
Benzodiazepin bilamana adanya rasa cemas
berlebihan
END OF LIFE CARE
END OF LIFE CARE