Anda di halaman 1dari 83

PERENCANAAN KEBUTUHAN

GURU PENDIDIKAN MENENGAH


(SMA DAN SMK)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT PEMBINAAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH
BAB PENDAHULUAN
I

PERENCANAAN
BAB
II KEBUTUHAN GURU

LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tujuan
Sasaran
Latar Belakang (1)
UU No 20 Th 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 1 butir 11 bahwa Pendidikan formal
adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan
berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar,
pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Pasal 18 ayat (3) menyebutkan bahwa pendidikan
menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA),
Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau
bentuk lain yang sederajat.
UU No 14 Th 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal
dan PP No 74 Th 2008 tentang Guru menyatakan
bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik
S-1/D-IV dan beban mengajar sekurang-kurangnya
24 jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 jam
tatap muka dalam 1 (satu) minggu.
Latar Belakang (2)

SISWA Sekolah adalah sebuah


system
SAR
KUR Perencanaan guru di sekolah
PRAS
harus dilakukan secara
sinergi dengan perencanaan
komponen pendidikan
lainnya
MAN GURU

Perencanaan jenis guru harus mengacu pada


jenis mata pelajaran yang tertuang dalam
struktur kurikulum,
jumlah guru dihitung berdasarkan alokasi jam
pelajaran, jumlah rombongan belajar, dan
kewajiban mengajar di sekolah.
Apabila ada perubahan kurikulum dan populasi
Latar Belakang (3)

Sebagian SMA/SMK menerapkan Kurikulum 2006,


sebagian lagi menerapkan Kurikulum 2013
Kebutuhan guru berdasarkan Kurikulum 2013 berbeda
dengan Kurikulum 2006
Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa
pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) menjadi kewenangan
pemerintah provinsi
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
dan pemerintah provinsi harus saling berkoordinasi
dalam rangka pembinaan guru SMA dan SMK.
perlu diterbitkan Pedoman Perencanaan Kebutuhan
Guru SMA dan SMK untuk diterapkan di sekolah negeri
maupun sekolah swasta.
Dasar Hukum (1)
1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen.
3. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 jo Peraturan
Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang
Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai
Negeri Sipil;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 jo Peraturan
Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pengadaan Pegawai
Negeri Sipil;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun
2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Dasar Hukum (2)
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 Tahun 2011
Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.
Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru
dan Pengawas Sekolah;
11. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi
Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Dan
Menteri Agama Nomor 05/X/Pb/2011, Nomor Spb/03/M.Pan-
Rb/10/2011, Nomor 48 Tahun 2011, Nomor
158/PMK.01/2011, dan Nomor 11 Tahun 2011 tentang
Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 34 Tahun 2012 Tentang Kriteria Daerah
Khusus dan Pemberian Tunjangan Khusus Bagi Guru
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11
Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan;
14. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 59
Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/
Madrasah Aliyah;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 60
Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;
Dasar Hukum (3)

17.Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 61


Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan;
18.Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan Pada
Pendidikan Menengah;
19.Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 62
Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler;
20.Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 63
Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan;
21.Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 64
Tahun 2014 tentang Peminatan di SMA dan SMK;
22.Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 68
Tahun 2014 tentang Peran Guru TIK dan KKPI Dalam
Implementasi Kurikulum 2013;
23.Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 111
Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling Pada
Pendidikan Dasar dan Menengah;
24.Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah
Tujuan

1. Sebagai acuan bagi dinas pendidikan provinsi,


pengelola satuan pendidikan, dan pemangku
kepentingan (stakeholder) Iainnya dalam
menghitung kebutuhan guru di setiap sekolah;
2. Sebagai acuan bagi dinas pendidikan provinsi dan
pengelola satuan pendidikan melihat kekurangan
atau kelebihan jumlah guru di tiap sekolah;
3. Sebagai dasar pertimbangan pemenuhan, penataan
dan pemerataan distribusi guru di provinsi.
Sasaran

1. Guru,
2. Kepala Sekolah,
3. Guru yang diangkat dalam jabatan Pengawas,
4. Penyelenggara pendidikan,
5. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota,
6. Badan Kepegawaian Daerah,
7. Badan Kepegawaian Negara,
8. Dinas Pendidikan Provinsi,
9. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi,
PERENCANAAN
BAB II KEBUTUHAN
GURU
Ruang Lingkup
Manfaat
Perencanaan Jenis Guru
Penghitungan Jumlah
Guru
RUANG LINGKUP PERENCANAAN
Perencanaan /
penentuan jenis guru dilakukan oleh Pemerintah,

penghitungan dilaksanakan secara berjenjang mulai


dari tingkat satuan pendidikan,
jumlah guru provinsi, dan nasional.

MANFAAT
sudah dapat diketahui :
Jumlah guru yang mengajar antara 24 s.d 40 jam per
minggu
Jumlah guru yang mengajar kurang dari 24 jam per
minggu.
Jumlah guru yang mengajar lebih dari 40 jam per
minggu.
PROSES PERENCANAAN
PROSES PERENCANAAN

Rencana Pengembangan
Data Rombel Dalam DAPODIK
Sekolah
Sekolah direncanakan dengan data tercantum dalam
rombel tetap
Sekolah direncanakan dengan rencana penambahan rombel
penambahan rombel tidak tercantum
Sekolah baru data rombel belum ada
PERENCANAAN JENIS GURU (1)
Dasar Pemikiran

a. Jenis guru berdasarkan jenis mapel dalam kurikulum


b. Jenis guru selain guru mapel:
Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor
Guru Ekstra-kurikuler (Pramuka, UKS, PMR, dan
lainnya)
Guru Pembimbing Khusus untuk sekolah inklusif
c. Setiap guru memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV
dan sertifikat pendidik
d. Guru mengampu mata pelajaran sesuai dengan
kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik yang
dimilikinya
e. Kurikulum yang digunakan sebagai dasar
PERENCANAAN JENIS GURU (2)
Dasar Pemikiran:
f. Pola Jumlah rombel di SMA
Pola jumlah rombel
Pola
Tingkat X Tingkat XI Tingkat XI
Pola 1 n n n
Pola 2 n+1 n n
Pola 3 n-1 n n

Jumlah n +1 atau n 1 setiap tahun akan bergeser ke tingkat


yang lebih tinggi.
Paral Jml Robel Jml
g. Pola
N Jumlah rombel di SMK
Paket Keahlian el Per Romb
o
Kelas Tingkat el
1 Paket Keahlian 1 x x x x 3x
2 Paket Keahlian 2 y y y y 3y
3 Paket Keahlian 3 z z z z 3z
4 dst
jumlah x+y+z 3(x+y
+z)
PERENCANAAN JENIS GURU (3)

Kurikulum 2006 SMA:


Struktur Kurikulum terdiri dari Mata Pelajaran, Muatan
Lokal dan Pengembangan Diri.
Program:
Umum, kelas X
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), kelas XI dan XI
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), kelas XI dan XI
Bahasakelas XI dan XI
Pada kelas X ada mapel pilihan Keterampilan atau TIK
Pada kelas XI dan XII ada mapel pilihan Keterampilan
atau Bahasa Asing lainnya
TIK menjadi mapel wajib di kelas XI dan XII
PERENCANAAN JENIS GURU (4)

Kurikulum 2013 SMA:


Mata pelajaran yang dibagi menjadi Kelompok A (umum),
Kelompok B (umum), dan Kelompok C (peminatan).
Peminatan:
Peminatan Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA),
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS),
Bahasa dan Budaya (BB).
Pemilihan peminatan dilakukan sejak Tingkat X (kelas 1)
Setiap peserta didik harus mengikuti mapel tertentu untuk
lintas minat dan/atau pendalaman minat.
Mapel lintas peminatan dilakukan dengan cara bergabung
pada rombel yang ada
Satuan pendidikan dapat menambah alokasi jam pada
mapel tertentu paling banyak 2 jam pelajaran per minggu.
(pada mapel mana ?)
PERENCANAAN JENIS GURU (5)

Kurikulum 2013 SMA:


Mapel muatan lokal (mulok) ditentukan oleh masing-
masing pemerintah provinsi dengan mengacu ketentuan
dalam Pemendikbud No 79 Tahun 2014.
Untuk mapel Prakarya dan Kewirausahaan, minimal 2
aspek dari 4 aspek yang ada dalam kurikulum.
Kegiatan ekstrakurikuler:
Pendidikan Kepramukaan (wajib),
usaha kesehatan sekolah (UKS),
palang merah remaja (PMR), dan
lainnya ditentukan oleh sekolah.
PERENCANAAN JENIS GURU (6)

Kurikulum 2006 SMK:


Struktur Kurikulum disusun terdiri dari Mata Pelajaran,
Muatan Lokal dan Pengembangan Diri.
Alokasi jam mata pelajaran menggunakan sistem blok.
Mata pelajaran dapat dikelompokan menjadi Normatif,
Adaptif dan Produktif.
Kurikulum dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok yaitu
Teknologi, Rekayasa dan Teknologi Informasi Dan
Komunikasi, Seni, Kerajinan dan Pariwisata, Pertanian dan
Kesehatan dan Bisnis dan Manajemen.
Sekolah pada prinsipnya mendistribusikan jam pelajaran
pada tiap tingkat, tiap semester disesuaikan dengan
kondisi masing masing.
Jenis program mengikuti Spektrum Pendidikan SMK yang
berlaku sesuai Keputusan Dirjen Dikmen Nomor :
PERENCANAAN JENIS GURU (7)

Kurikulum 2013 SMK:


mata pelajaran yang dibagi menjadi Kelompok A (umum),
Kelompok B (umum), dan Kelompok C (peminatan).
Kelompok C (peminatan) SMK ada 128 (seratus dua puluh
delapan) jenis sesuai dengan spektrum pendidikan
kejuruan SMK (lihat Lampiran 1 C).
Pemilihan Kelompok C (peminatan) dilakukan sejak
Tingkat X (kelas 1)
Mata pelajaran kelompok C SMK dibagi menjadi C1
(Bidang Keahlian), C2 (Program Keahlian), dan C3 (Paket
Keahlian).
Satuan pendidikan dapat menambah alokasi jam pada
mapel tertentu paling banyak 2 jam pelajaran per minggu.
(pada mapel mana ?)
Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya minimal 2 aspek dari 4
PERENCANAAN JENIS GURU (8)

Kurikulum 2013 SMK:


Untuk mapel Prakarya dan Kewirausahaan,
minimal 2 aspek dari 4 aspek
dalam rangka memperkaya dan meningkatkan kualitas
keahlian yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
Praktek kerja lapangan:
dapat dilaksanakan menggunakan sistem blok selama
setengah semester; atau
3 hari dalam seminggu, @ 8 jam selama 1 semester.
Mapel muatan lokal (mulok) ditentukan oleh masing-
masing pemerintah provinsi (Pemendikbud No 79 Tahun
2014).
Kegiatan ekstrakurikuler:
Pendidikan Kepramukaan (wajib)
usaha kesehatan sekolah (UKS)
Kurikulum 2006 SMA Jenis Guru
Alokasi Waktu
Jenis Guru
U IPA IPS BHS
Komponen
Kela Kelas Kelas Kela Kelas Kela Kelas
sX XI XII s XI XII s XI XII
A. Mata Pelajaran
Pendidikan
1 2 2 2 2 2 2 2
Agama Agama*
Pendidikan PKn
2 Kewarganegara 2 2 2 2 2 2 2
an
Bahasa Bahasa
3 4 4 4 4 4 5 5
Indonesia Indonesia
4 Bahasa Inggris 4 4 4 4 4 5 5 Bahasa Inggris
5 Matematika 4 4 4 4 4 3 3 Matematika
6 Fisika 2 4 4 Fisika
7 Biologi 2 4 4 Biologi
8 Kimia 2 4 4 Kimia
9 Sejarah 1 1 1 3 3 2 2 Sejarah
10 Geografi 1 3 3 Geografi
11 Ekonomi 2 4 4 Ekonomi
12 Sosiologi 2 3 3 Sosiologi
Sastra Bahasa
13 4 4
Indonesia Indonesia
14 Bahasa Asing 4 4 Bahasa Asing
Kurikulum 2006 SMA Jenis Guru
Alokasi Waktu
Jenis Guru
U IPA IPS BHS
Komponen
Kela Kela Kela Kela Kela Kela Kela
s X s XI s XII s XI s XII s XI s XII
A. Mata Pelajaran
16 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 Seni Budaya
17 Penjaskes 2 2 2 2 2 2 2 Penjaskes
Keterampilan**
18 Keterampilan/TIK 2
TIK
19 TIK 2 2 2 2 2 2 TIK
Keterampilan**
Keterampilan /
20 2 2 2 2 2 2 Bahasa
Bahasa Asing
Asing***
Muatan
B. Muatan Lokal 2 2 2 2 2 2 2
Lokal****
Bimbingan
C. Pengembanagn
2)* 2)* 2)* 2)* 2)* 2)* 2)* Konseling/Kons
Diri
elor
Kurikulum 2013 SMA Jenis Guru
ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
KELOMPOK A (UMUM)
Pendidikan Agama dan Budi
1 3 3 3 Agama
Pekerti
Pendidikan Pancasila dan
2 2 2 2 PPKn
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 Bhs Indonesia
4 Matematika 4 4 4 Matematika
5 Sejarah Indonesia 2 2 2 Sejarah
6 Bahasa Inggris 2 2 2 Bhs Inggris
KELOMPOK B (UMUM)
7 Seni Budaya 2 2 2 Seni Budaya
Pendidikan Jasmani, Olahraga,
8 3 3 3 PJOK
dan Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2 Pkr & Kwu
Kurikulum 2013 SMA Jenis Guru

ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
KELOMPOK C (PEMINATAN)
I. Peminatan Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam
1 Matematika 3 4 4 Matematika
2 Biologi 3 4 4 Biologi
3 Fisika 3 4 4 Fisika
4 Kimia 3 4 4 Kimia
II. Peminatan Ilmu Pengetahuan

Sosial
1 Geografi 3 4 4 Geografi
2 Sejarah 3 4 4 Sejarah
3 Sosiologi 3 4 4 Sosiologi
4 Ekonomi 3 4 4 Ekonomi
III. Peminatan Bahasa dan

Budaya
1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 4 Bhs Indonesia
2 Bahasa dan Sastra Inggris 3 4 4 Bhs Inggris
Kurikulum 2013 SMA Jenis Guru

ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
D. Lain-Lain
1 Mulok Mulok **
2 Bimbingan dan Konseling BK/Konselor
3 Ekstra kurikuler:
a Pramuka Pramuka
b UKS
c PMR UKS
d dll
Pembimbing
4 Bimbingan Khusus Inklusi
Inklusi

Keterangan:
** ditentukan oleh satuan
pendidikan/pemerintah daerah
Kurikulum 2006 SMK Jenis Guru
Durasi
Komponen Jenis Guru
Waktu
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 192 Agama
2. Pendidikan Kewarganegaraan 192 PKn
3. Bahasa Indonesia Bhs
192
Indonesia
4. Bahasa Inggris 440 a) Bhs Inggris
5. Matematika:
Matematika
5.1. Matematika Kelompok Seni, 330 a)
Pariwisata, dan Teknologi
Kerumahtanggaan
5.2. Matematika Kelompok Sosial, 403 a)

Administrasi Perkantoran dan


Akuntansi
5.3 Matematika Kelompok Teknologi, 516 a)

Kesehatan, dan Pertanian


Kurikulum 2006 SMK Jenis Guru

Durasi
Komponen Jenis Guru
Waktu
6. Ilmu Pengetahuan Alam:

6.1. IPA 192 a)


IPA
6.2. Fisika: Fisika
6.2.1 Fisika Kelompok Pertanian 192 a)

6.2.2 Fisika Kelompok Teknologi 276 a)

6.3. Kimia: Kimia


6.3.1 Kimia Kelompok Pertanian 192 a)

.
6.3.2 Kimia Kelompok Teknologi 192 a)

dan Kesehatan
6.4. Biologi: Biologi
6.4.1 Biologi Kelompok 192 a)

Pertanian
6.4.2 Biologi Kelompok 192 a)

Kesehatan
Kurikulum 2006 SMK Jenis Guru
Durasi Jenis Guru
Komponen
Waktu
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 128 a) IPS
8. Seni Budaya 128 a) Seni Budaya
9. Pendidikan Jasmani Olahraga dan
192 Penjas
Kesehatan
10 Kejuruan:

.
10.1. Keterampilan Komputer dan
202 KKPI
Pengelolaan Informasi
10.2. Kewirausahaan Kewirausahaa
192
n
10.2. Dasar Kompetensi Kejuruan
b)
140 Kompetensi
Keahlian*
10.3. Kompetensi Kejuruan b) 1044 c)
B. Muatan Lokal 192 Muatan Lokal
C. Pengembangan Diri d) (192) BK
* Jenis Guru Kompetensi Keahlian pada Kurikulum 2006
= Jenis Guru Paket Keahlian pada Kurkulum 2013
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru
ALOKASI
WAKTU
MATA PELAJARAN PER Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
KELOMPOK A (UMUM)
Pendidikan Agama dan Budi
1 3 3 3 Agama
Pekerti
Pendidikan Pancasila dan
2 2 2 2 PPKn
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 Bhs Indonesia
4 Matematika 4 4 4 Matematika
5 Sejarah Indonesia 2 2 2 Sejarah
6 Bahasa Inggris 2 2 2 Bhs Inggris
KELOMPOK B (UMUM)
7 Seni Budaya 2 2 2 Seni Budaya
Pendidikan Jasmani, Olahraga,
8 3 3 3 PJOK
dan Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2 Pkr & Kwu
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru
ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
KELOMPOK C1 (PEMINATAN)
Teknologi dan Rekayasa:
1 Fisika 2 2 Fisika
2 Kimia 2 2 Kimia
Teknologi Informasi dan Komunikasi:
1 Fisika 2 2 Fisika
Kesehatan
1 Fisika 2 2 Fisika
2 Kimia 2 2 Kimia
3 Biologi 2 2 Biologi
Agrobisnis dan Agroteknologi
1 Fisika 2 2 Fisika
2 Kimia 2 2 Kimia
3 Biologi 2 2 Biologi
Perikanan dan Kelautan
1 Fisika 2 2 Fisika
2 Kimia 2 2 Kimia
3 Biologi 2 2 Biologi
Pariwisata
1 IPA Terapan 2 2 IPA
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru

ALOKASI WAKTU
MATA PELAJARAN PER MINGGU Jenis Guru
X XI XII
KELOMPOK C2 DAN C3 (Paket

Keahlian)
1 Teknik Konstruksi Baja 20 20 20 Teknik Konstruksi Baja
2 Teknik Konstruksi Kayu 20 20 20 Teknik Konstruksi Kayu
Teknik Konstruksi Batu dan Teknik Konstruksi Batu dan
3 20 20 20
Beton Beton
4 Teknik Gambar Bangunan 20 20 20 Teknik Gambar Bangunan
5 Teknik Furnitur 20 20 20 Teknik Furnitur
Teknik Plambing dan Teknik Plambing dan
6 20 20 20
Sanitasi Sanitasi
7 Geomatika 20 20 20 Geomatika
Teknik Pembangkit Tenaga Teknik Pembangkit Tenaga
8 20 20 20
Listrik Listrik
Teknik Jaringan Tenaga Teknik Jaringan Tenaga
9 20 20 20
Listrik Listrik
Teknik Instalasi Teknik Instalasi
10 Pemanfaatan Tenaga 20 20 20 Pemanfaatan Tenaga
Listrik Listrik
11 Teknik Otomasi Industri 20 20 20 Teknik Otomasi Industri
Teknik Pendingin Dana Tata Teknik Pendingin Dana
12 20 20 20
Udara Tata Udara
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru
ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
15 Teknik Fabrikasi Logam 20 20 20 Teknik Fabrikasi Logam
16 Teknik Pengecoran Logam 20 20 20 Teknik Pengecoran Logam
Teknik Pemeliharaan Teknik Pemeliharaan
17 20 20 20
Mekanik Industri Mekanik Industri
18 Teknik Gambar Mesin 20 20 20 Teknik Gambar Mesin
Pemeliharaan dan Perbaikan Pemeliharaan dan Perbaikan
19 Motor dan Rangka Pesawat 20 20 20 Motor dan Rangka Pesawat
Udara Udara
20 Pemesinan Pesawat Udara 20 20 20 Pemesinan Pesawat Udara
Konstruksi Badan Pesawat Konstruksi Badan Pesawat
21 20 20 20
Udara Udara
Konstruksi Rangka Pesawat Konstruksi Rangka Pesawat
22 20 20 20
Udara Udara
23 Kelistrikan Pesawat Udara 20 20 20 Kelistrikan Pesawat Udara
24 Elektronika Pesawat Udara 20 20 20 Elektronika Pesawat Udara
Pemeliharaan dan Perbaikan Pemeliharaan dan Perbaikan
25 Instrumen Elektronika 20 20 20 Instrumen Elektronika
Pesawat Udara Pesawat Udara
26 Persiapan Grafika 20 20 20 Persiapan Grafika
27 Produksi Grafika 20 20 20 Produksi Grafika
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru

ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
Teknik Instrumentasi
28 20 20 20 Teknik Instrumentasi Logam
Logam
29 Kontrol Proses 20 20 20 Kontrol Proses
30 Kontrol Mekanik 20 20 20 Kontrol Mekanik
31 Teknik Pelayanan Produksi 20 20 20 Teknik Pelayanan Produksi
32 Teknik Pergudangan 20 20 20 Teknik Pergudangan
Teknik Pemintalan Serat Teknik Pemintalan Serat
33 20 20 20
Buatan Buatan
34 Teknik Pembuatan Benang 20 20 20 Teknik Pembuatan Benang
35 Teknik Pembuatan Kain 20 20 20 Teknik Pembuatan Kain
Teknik Penyempurnaan Teknik Penyempurnaan
36 20 20 20
Tekstil Tekstil
Teknik Produksi Minyak Teknik Produksi Minyak dan
37 20 20 20
dan Gas Gas
Teknik Pemboran Minyak Teknik Pemboran Minyak
38 20 20 20
dan Gas dan Gas
Teknik Pengolahan Minyak, Teknik Pengolahan Minyak,
39 20 20 20
Gas, dan Petrokimia Gas, dan Petrokimia
40 Geologi Pertambangan 20 20 20 Geologi Pertambangan
41 Kimia Analisis 20 20 20 Kimia Analisis
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru
ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
43 Teknik Kendaraan Ringan 20 20 20 Teknik Kendaraan Ringan
44 Teknik Sepeda Motor 20 20 20 Teknik Sepeda Motor
45 Teknik Alat Berat 20 20 20 Teknik Alat Berat
Teknik Perbaikan Bodi Teknik Perbaikan Bodi
46 20 20 20
Otomotif Otomotif
Teknik Konstruksi Kapal
47 20 20 20 Teknik Konstruksi Kapal Baja
Baja
Teknik Konstruksi Kapal Teknik Konstruksi Kapal
48 20 20 20
Kayu Kayu
Teknik Konstruksi Kapal Teknik Konstruksi Kapal
49 20 20 20
Fiberglass Fiberglass
Teknik Instalasi Pemesinan Teknik Instalasi Pemesinan
50 20 20 20
Kapal Kapal
51 Teknik Pengelasan Kapal 20 20 20 Teknik Pengelasan Kapal
52 Kelistrikan Kapal 20 20 20 Kelistrikan Kapal
Teknik Gambar Rancang Teknik Gambar Rancang
53 20 20 20
Bangun Kapal Bangun Kapal
54 Interior Kapal 20 20 20 Interior Kapal
55 Teknik Audio Video 20 20 20 Teknik Audio Video
56 Teknik Elektronika Industri 20 20 20 Teknik Elektronika Industri
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru

ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
60 Teknik Energi Hidro 20 20 20 Teknik Energi Hidro
Teknik Energi Surya dan Teknik Energi Surya dan
61 20 20 20
Angin Angin
62 Teknik Energi Biomassa 20 20 20 Teknik Energi Biomassa
63 Rekayasa Perangkat Lunak 22 22 22 Rekayasa Perangkat Lunak
Teknik Komputer dan Teknik Komputer dan
64 22 22 22
Jaringan Jaringan
65 Multimedia 22 22 22 Multimedia
Teknik Transmisi Teknik Transmisi
66 22 22 22
Komunikasi Telekomunikasi
67 Teknik Suitsing 22 22 22 Teknik Suitsing
68 Teknik Jaringan Akses 22 22 22 Teknik Jaringan Akses
Teknik Produksi Dan Teknik Produksi Dan
69 Penyiaran Program Radio 22 22 22 Penyiaran Program Radio
Dan Pertelevisian Dan Pertelevisian
70 Keperawatan 18 18 18 Keperawatan
71 Keperawatan Gigi 18 18 18 Keperawatan Gigi
72 Analis Kesehatan 18 18 18 Analis Kesehatan
73 Farmasi 18 18 18 Farmasi
74 Farmasi Industri 18 18 18 Farmasi Industri
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru
ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
Agribisnis Tanaman Pangan Agribisnis Tanaman Pangan
76 18 18 18
dan Hortikultura dan Hortikultura
Agribisnis Tanaman Agribisnis Tanaman
77 18 18 18
Perkebunan Perkebunan
Agribisnis Perbenihan dan Agribisnis Perbenihan dan
78 18 18 18
Kultur Jaringan Tanaman Kultur Jaringan Tanaman
Agribisnis Ternak Agribisnis Ternak
79 18 18 18
Ruminansia Ruminansia
80 Agribisnis Ternak Unggas 18 18 18 Agribisnis Ternak Unggas
81 Agribisnis Aneka Ternak 18 18 18 Agribisnis Aneka Ternak
82 Kesehatan Hewan 18 18 18 Kesehatan Hewan
Teknologi Pengolahan Hasil Teknologi Pengolahan Hasil
83 18 18 18
Pertanian Pertanian
Teknologi Pengolahan Hasil Teknologi Pengolahan Hasil
84 18 18 18
Perikanan Perikanan
Pengawasan Mutu Hasil Pengawasan Mutu Hasil
85 18 18 18
Pertanian dan Perikanan Pertanian dan Perikanan
86 Alat Mesin Pertanian 18 18 18 Alat Mesin Pertanian
87 Teknik Tanah dan Air 18 18 18 Teknik Tanah dan Air
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru
ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
Teknik Inventarisasi dan Teknik Inventarisasi dan
88 18 18 18
Pemetaan Hutan Pemetaan Hutan
Teknik Konservasi Teknik Konservasi
89 18 18 18
Sumberdaya Hutan Sumberdaya Hutan
Teknik Rehabilitasi dan Teknik Rehabilitasi dan
90 18 18 18
Reklamasi Hutan Reklamasi Hutan
91 Teknik Produksi Hasil Hutan 18 18 18 Teknik Produksi Hasil Hutan
Nautika Kapal Penangkap Nautika Kapal Penangkap
92 18 18 18
Ikan Ikan
Teknika Kapal Penangkap Teknika Kapal Penangkap
93 18 18 18
Ikan Ikan
94 Budidaya Perikanan 18 18 18 Budidaya Perikanan
95 Budidaya Krustacea 18 18 18 Budidaya Krustacea
96 Budidaya Kekerangan 18 18 18 Budidaya Kekerangan
97 Budidaya Rumput Laut 18 18 18 Budidaya Rumput Laut
98 Nautika Kapal Niaga 18 18 18 Nautika Kapal Niaga
99 Teknika Kapal Niaga 18 18 18 Teknika Kapal Niaga
100 Administrasi Perkantoran 24 24 24 Administrasi Perkantoran
101 Akuntansi 24 24 24 Akuntansi
102 Perbankan 24 24 24 Perbankan
103 Perbankan Syariah 24 24 24 Perbankan Syariah
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru

ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
105 Usaha Perjalanan Wisata 22 22 22 Usaha Perjalanan Wisata
106 Akomodasi Perhotelan 22 22 22 Akomodasi Perhotelan
107 Jasa Boga 22 22 22 Jasa Boga
108 Patiseri 22 22 22 Patiseri
109 Tata Kecantikan Rambut 22 22 22 Tata Kecantikan Rambut
110 Tata Kecantikan Kulit 22 22 22 Tata Kecantikan Kulit
111 Tata Busana 22 22 22 Tata Busana
112 Seni Lukis 24 24 24 Seni Lukis
113 Seni Patung 24 24 24 Seni Patung
114 Desain Komunikasi Visual 24 24 24 Desain Komunikasi Visual
115 Desain Interior 24 24 24 Desain Interior
116 Animasi 24 24 24 Animasi
Desain dan Produksi Kriya Desain dan Produksi Kriya
117 24 24 24
Tekstil Tekstil
Desain dan Produksi Kriya Desain dan Produksi Kriya
118 24 24 24
Kulit Kulit
Desain dan Produksi Kriya Desain dan Produksi Kriya
119 24 24 24
Keramik Keramik
Desain dan Produksi Kriya Desain dan Produksi Kriya
120 24 24 24
Logam Logam
Kurikulum 2013 SMK Jenis Guru
ALOKASI
WAKTU PER
MATA PELAJARAN Jenis Guru
MINGGU
X XI XII
122 Seni Musik Klasik 24 24 24 Seni Musik Klasik
123 Seni Musik Non Klasik 24 24 24 Seni Musik Non Klasik
124 Seni Tari 24 24 24 Seni Tari
125 Seni Karawitan 24 24 24 Seni Karawitan
126 Seni Pedalangan 24 24 24 Seni Pedalangan
127 Pemeranan 24 24 24 Pemeranan
128 Tata Artistik 24 24 24 Tata Artistik
LAIN-LAIN
1 Mulok Mulok **
2 Bimbingan dan Konseling BK/Konselor
3 Ekstra kurikuler:
a Pramuka Pramuka
b UKS
c PMR UKS

Keterangan:
** ditentukan oleh satuan
pendidikan/pemerintah daerah
PENGHITUNGAN KEBUTUHAN GURU

Teknik Uraian
o Teknik uraian dilakukan dengan cara mengisi
rumus dengan data jam pelajaran dan jumlah
rombongan belajar.
Teknik Tabulasi
o Teknik tabulasi dilakukan dengan menggunakan
format penghitungan kebutuhan guru.
o Format penghitungan dirancang berdasarkan
kerangka dasar dan struktur kurikulum.
o Format dikembangkan dengan menambahkan
kolom:
penghitungan jumlah tatap muka (JTM),
kolom penghitungan jumlah guru dan
kolom jam tatap muka per guru.
PERHITUNGAN GURU SMA (1)
Prinsip Penghitungan
Setiap rombel dalam mengikuti mata pelajaran tertentu diampu
oleh 1 (satu) orang guru;
Guru mata pelajaran hanya mengampu 1 (satu) jenis mata
pelajaran yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan
atau sertifikat pendidik yang dimilikinya;
Jenis guru agama disesuaikan dengan agama yang diajarkan di
sekolah;
Pada setiap SMA harus disediakan paling sedikit 1 orang guru
BK;
Jumlah guru dihitung berdasarkan jumlah jam tatap muka per
minggu yang terjadi di sekolah (JTM) dibagi wajib mengajar
guru;
JTM dihitung dengan cara menjumlahkan hasil perhitungan jam
mata pelajaran per minggu per tingkat yang ada dalam struktur
kurikulum dikalikan jumlah rombongan belajar (rombel) per
tingkat;
Wajib mengajar yang digunakan adalah 24 jam tatap muka per
minggu;
Jumlah guru bimbingan dan konseling (BK) pada setiap sekolah
PERHITUNGAN GURU SMA (2)

Formula Penghitungan
Rumus penghitungan jumlah guru per mata pelajaran:

JTM (MP1 x Rb1)+( MP2 x Rb2)+( MP3 x Rb3)


KG = =
W 24

Keterangan:
KG = kebutuhan Guru
JTM = jumlah tatap muka per jenis guru per minggu
MP = alokasi jam mata pelajaran per minggu pada mata pelajaran tertentu
di satu tingkat
Rb = jumlah Kelas/rombel pada suatu tingkat yang mengikuti pelajaran
tertentu
W = wajib mengajar per minggu, digunakan angka 24
1,2,3 = tingkat 1, 2 dan 3
PERHITUNGAN GURU SMA (3)

Rumus penghitungan jumlah guru Guru BK:

JPD
KGbk = X 1 0rang
150

Keterangan:
KGbk = Kebutuhan guru BK
JPD = Jumlah Peserta Didik
Contoh Perhitungan Guru SMA (1)
Teknik Uraian Kur
2006
SMA dengan rombel sbb
Tingkat Jumla
Jumla h
h Pesert
No. Program
X XI XII rombe a
l Didik

1. Umum 6 - - 6 192
2. IPA - 3 3 6 192
3. IPS - 2 2 4 128
4. Bahasa - 1 1 2 64
Jumlah 6 6 6 18 572
Contoh Perhitungan Guru SMA (2)

Teknik Uraian Kur


2006
Kebutuhan guru Agama
(2 jam pelajaran per minggu untuk semua
tingkat/program).
= {(jml jam pel x rombel kelas 1) + (jml jam pel x rombel
kelas 2) + (jml jam pel x rombel kelas 3)}/24
Umum = (2 x 6)/24 = 12/24 = 0,5 orang guru
IPA = {(2 x 3) + (2 x 3)}/ 24 = 12/24 = 0,5 orang guru
IPS = {(2 x 2) + (2 x 2)}/24 = 8/24 = 0,33 orang guru
Bhs = {(2 x 1) + (2 x 1)}/24 = 4/24 = 0,16 orang guru
Kebutuhan guru agama = 0,5 + 0,5 + 0,33+ 0,16 = 1,5
orang
Contoh Perhitungan Guru SMA (3)

Teknik Tabulasi
Kurikulum 2006
Alokasi jam / minggu / program / Jumlah
jumlah rombel
tingkat guru
No JP JT
Jenis Guru U IPA IPS BHS U IPA IPS BHS JJM
. D M Ren
hit
X XI XII XI XII XI XII X XI XII XI XII XI XII c
(10 (11 (14 (15 (16 (17
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) ) ) (12) (13) ) ) ) ) (18) (19) (20)
1.5
1 Pendidikan Agama 2 2 2 2 2 2 2 6 3 3 2 2 1 1 36 0 1 36.00
Pendidikan 1.5
2 Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 2 6 3 3 2 2 1 1 36 0 1 36.00
3.0
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 5 5 6 3 3 2 2 1 1 74 8 1 74.00
3.0
4 Bahasa Inggris 4 4 4 4 4 5 5 6 3 3 2 2 1 1 74 8 1 74.00
2.9
5 Matematika 4 4 4 4 4 3 3 6 3 3 2 2 1 1 70 2 1 70.00
1.5
6 Fisika 2 4 4 6 3 3 36 0 1 36.00
1.5
7 Biologi 2 4 4 6 3 3 36 0 1 36.00
1.5
8 Kimia 2 4 4 6 3 3 36 0 1 36.00
1.1
9 Sejarah 1 1 1 3 3 2 2 6 3 3 2 2 1 1 28 7 1 28.00
1.5
10 Seni Budaya 2 2 2 2 2 2 2 6 3 3 2 2 1 1 36 0 1 36.00
1.5
11 Penjaskes 2 2 2 2 2 2 2 6 3 3 2 2 1 1 36 0 1 36.00
0.7
12 Geografi 1 3 3 6 2 2 18 5 1 18.00
1.1
13 Ekonomi 2 4 4 6 2 2 28 7 1 28.00
1.0
14 Sosiologi 2 3 3 6 2 2 24 0 1 24.00
Contoh Perhitungan Guru SMA (4)

Teknik Uraian Kurikulum


2013
SMA dengan rombel sbb
Kelas
Jumla
h
No. Peminatan
X XI XII rombe
l
1. MIPA 3 3 3 9
2. IPS 2 2 2 6
3. BB 1 1 1 3
Jumlah rombel 6 6 6 18
Contoh Perhitungan Guru SMA (5)
Guru Agama (3 jam pelajaran per minggu untuk semua
tingkat/program).
= {(jml jam pel x rombel kelas 1) + (jml jam pel x rombel
kelas 2) + (jml jam pel x rombel kelas 3)}/24
Peminatan MIPA
= {(3 x 3) + (3x 3) + (3 x 3)}/wajib mengajar
= 27/24 = 1,125 orang guru
Peminatan IPS
= {(3 x 2) + (3 x 2) + (3 x 2)}/wajib mengajar
= 18/24 = 0,75 orang guru
Peminatan BB
= {(3 x 1) + (3 x 1) + (3 x 1)}/wajib mengajar
= 9/24 = 0,375 orang guru
Jumlah
1,5 guru
dibulatkan keagama = 1,125+0,75+0,375
bawah menjadi =dengan
1 orang guru agama, 2,25 tatap muka =
(1,5:1)x24 = 36 jam per minggu atau
1,5 dibulatkan ke atas menjadi:
2 orang guru dengan tatap muka per minggu (1,5:2)x24 = 18 jam per
minggu
2 orang guru, 1 orang 24 jam dan 1 orang 16 jam per minggu
Contoh Perhitungan Guru SMA (6)

Guru Geografi
(alokasi jam pelajaran hanya pada program IPS kelas X, XI
dan XII (3, 4, dan 4, ) jam per minggu
= {(jml jam pel x rombel kelas 1) + [(jml jam pel x
rombel kelas 2) + (jml jam pel x rombel kelas 3)}
= {(3x2) + (4x2) + (4x2)}/24
= 24/24 = 1 orang guru
Contoh Perhitungan Guru SMA (7)
teknik
tabulasi
Format Perhitungan Jumlah Guru SMA
Nama Sekolah :
Kabupaten :
Provinsi :
Wajib Mengajar : 24

JT Jumlah
Jumlah Rombel JJM
Alokasi jam / minggu / program / tingkat M guru
N Jenis RE
MIPA IPS BHSBUD LINTAS MINAT HIT
o. Guru MIPA IPS BHSBUD LINTAS MINAT N
X XI XII X XI XII X XI XII
X XI XII X XI XII X XI XII X XI XII X XI XII
(1 (10 (11 (12 (13 (14 (15 (18 (19 (20 (21 (22 (23 (24 (25 (26 (27 (28 (29 (30
(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (16) (17)
) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) )

Kelompok
A
1 Agama 3 3 3 3 3 3 3 3 3
2 PPKn 2 2 2 2 2 2 2 2 2
Bhs

3 Indonesia 4 4 4 4 4 4 7 8 8
Matematik

4 a 7 8 8 4 4 4 4 4 4
5 Sejarah 2 2 2 5 6 6 2 2 2
Bhs

6 Inggris 2 2 2 2 2 2 5 6 6

Kelompok
B
Seni

7 Budaya 2 2 2 2 2 2
8 PJOK 3 3 3 3 3 3
9 Pkr & Kwu 2 2 2 2 2 2

Kelompok
C
10 Biologi 3 4 4
11 Fisika 3 4 4
12 Kimia 3 4 4
13 Geografi 3 4 4
14 Sosiologi 3 4 4
Contoh Perhitungan Guru SMA (8)
Format Perhitungan Jumlah Guru SMA
Nama Sekolah :
Kabupaten :
Provinsi :
Wajib Mengajar : 24

JT Jumlah
Alokasi jam / minggu / program / tingkat Jumlah Rombel JJM
M guru
RE
N Jenis MIPA IPS BHSBUD LINTAS MINAT REN IPS BHSBUD LINTAS MINAT HIT
N
o. Guru

X XI X XI XII X XI XII X XI XII X XI XII X XI XII X XI XII

(1 (10 (11 (12 (13 (14 (15 (16 (17 (18 (19 (20 (21 (22 (23 (24 (25 (26 (27 (28 (29 (30
(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) )
Kelompok
A

1 Agama 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 1 1 1 54 2.2 1 54
5

2 PPKn 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 1 1 1 36 1.5 1 36
0

3 Bhs 4 4 4 4 4 4 7 8 8 3 3 3 2 2 2 1 1 1 83 3.4 2 41.


Indonesia 6 5

4 Matematik 7 8 8 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 2 2 1 1 1 105 4.3 2 52.


a 8 5

5 Sejarah 2 2 2 5 6 6 2 2 2 3 3 3 2 2 2 1 1 1 58 2.4 1 58
2

6 Bhs 2 2 2 2 2 2 5 6 6 3 3 3 2 2 2 1 1 1 47 1.9 1 47
Inggris 6

Kelompok
B

7 Seni 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 1 1 1 30 1.2 1 30
Budaya 5

8 PJOK 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 1 1 1 45 1.8 1 45
8
Contoh Perhitungan Guru SMA (9)
Contoh Perhitungan Guru SMA
Format Analisis Kelebihan/Kekurangan Guru SMA
Nama Sekolah :
Kabupaten :
Provinsi :

Jumlah guru Guru Yang Ada


No. Jenis Guru JTM JJM Status
HIT REN Jumlah
Tetap Honor
(1) (2) (3) (22) (5) (6) (7) (8) (9)
Kelompok A
1 Agama 54 2.25 1 54
2 PPKn 36 1.50 1 36
3 Bhs Indonesia 83 3.46 2 41.5
4 Matematika 105 4.38 2 52.5
5 Sejarah 58 2.42 1 58
6 Bhs Inggris 47 1.96 1 47

Kelompok B
7 Seni Budaya 30 1.25 1 30
8 PJOK 45 1.88 1 45
9 Pkr & Kwu 30 1.25 1 30

Kelompok C
10 Biologi 33 1.38 1 33
11 Fisika 33 1.38 1 33
12 Kimia 33 1.38 1 33
13 Geografi 22 0.92 1 22
14 Sosiologi 22 0.92 1 22
15 Ekonomi 22 0.92 1 22
16 Bhs Asing Lain 11 0.46 1 11
17 Antropologi 11 0.46 1 11
KESIMPULAN PERHITUNGAN GURU
SMA
Tabel Analisis Perhitungan Guru SMA Peminatan MIPA
3 rombel 6 rombel 9 rombel
No Jenis Guru
JTM Hit Ren JJM JTM Hit Ren JJM JTM Hit Ren JJM

0.3 0.7 18. 1.1 27.
1 Agama 9 1 9.0 18 1 27 1
8 5 0 3 0
0.2 0.5 12. 0.7 18.
2 PPKn 6 1 6.0 12 1 18 1
5 0 0 5 0
Bhs 0.5 12. 1.0 24. 1.5 36.
3 12 1 24 1 36 1
Indonesia 0 0 0 0 0 0
0.9 23. 1.9 46. 2.8 34.
4 Matematika 23 1 46 1 69 2
6 0 2 0 8 5
0.2 0.5 12. 0.7 18.
5 Sejarah 6 1 6.0 12 1 18 1
5 0 0 5 0
0.2 0.5 12. 0.7 18.
6 Bhs Inggris 6 1 6.0 12 1 18 1
5 0 0 5 0
0.2 0.5 12. 0.7 18.
7 Seni Budaya 6 1 6.0 12 1 18 1
5 0 0 5 0
0.3 0.7 18. 1.1 27.
8 PJOK 9 1 9.0 18 1 27 1
8 5 0 3 0
Keterangan: 0.2 0.5 12. 0.7 18.
9 = jam
JTM Pkr tatap
& Kwumuka 6 1 6.0 12 1 18 1
5 0 0 5 0
JJM = jumlah jam mengajar per minggu
10 Biologi 11 1 22 1 33 1
KESIMPULAN PERHITUNGAN GURU SMA

Tabel Analisis Perhitungan Guru SMA Peminatan MIPA


12 rombel 15 rombel 18 rombel
No Jenis Guru
JTM Hit Ren JJM JTM Hit Ren JJM JTM Hit Ren JJM

1.5 1.8 2.2
1 Agama 36 1 36 45 1 45 54 2 27
0 8 5
1.0 1.2 1.5
2 PPKn 24 1 24 30 1 30 36 1 36
0 5 0
Bhs 2.0 2.5 3.0
3 48 2 24 60 2 30 72 3 24
Indonesia 0 0 0
4.7 5.7
4 Matematika 92 .83 3 31 115 4 29 138 5 28
9 5
1.0 1.2 1.5
5 Sejarah 24 1 24 30 1 30 36 1 36
0 5 0
1.0 1.2 1.5
6 Bhs Inggris 24 1 24 30 1 30 36 1 36
0 5 0
1.0 1.2 1.5
7 Seni Budaya 24 1 24 30 1 30 36 1 36
0 5 0
1.5 1.8 2.2
8 PJOK 36 1 36 45 2 23 54 2 27
0 8 5
Keterangan: 1.0 1.2 1.5
9 = Pkr
JTM & Kwu
jam tatap muka 24 1 24 30 1 30 36 1 36
0 5 0
JJM = jumlah jam mengajar per minggu
1.8 2.2 2.7
10 Biologi 44 1 44 55 2 28 66 2 33
KESIMPULAN PERHITUNGAN GURU SMA

a.Pada SMA Peminatan MIPA dengan 3 rombel.


semua guru mengajar dibawah 24 jam tatap muka.
b.Pada SMA Peminatan MIPA dengan 6 rombel.
Hanya guru Bahasa Indonesia yang mengajar 24 jam tatap muka.
Guru Matematika, menurut hasil perhitungan adalah 1,92.
1 orang guru, mengajar 46 jam tatap muka per minggu.
2 orang guru mengajar 23 jam tatap muka per minggu, atau
1 orang mengajar 24 jam, 1 orang lainnya 22 jam minggu.
c. Pada SMA Peminatan MIPA dengan 9 rombel.
Guru Agama, Bhs Indonesia, Matematika dan PJOK mengajar
diatas 24 jam tatap muka per minggu.
d.Pada SMA Peminatan MIPA dengan 12 rombel
Guru Biologi, Kimia dan Fisika mengajar dibawah 24 jam tatap
muka per minggu.

Ditinjau dari sisi perencanaan guru, disarankan


SMA direncanakan memiliki 12 rombel.
PERHITUNGAN GURU SMK (1)
Prinsip Penghitungan
mata pelajaran teori diampu oleh 1 (satu) orang
guru;
mata pelajaran keterampilan kejuruan/paket
keahlian pada Kurikulum 2006 maupun Kurikulum
2013 dapat dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yang
masing-masing diampu oleh 1 (satu) orang guru.;
jumlah dan jenis guru agama disesuaikan dengan
kebutuhan dan peraturan yang berlaku;
Guru mata pelajaran produktif mengampu semua
mapel dasar kompetensi dan kompetensi kejuruan;
Guru mata pelajaran peminatan kejuruan (paket
keahlian) mengampu semua mata pelajaran
kejuruan dalam kelompok C1, C2 dan C3 yang
menjadi kewenangannya;
PERHITUNGAN GURU SMK (2)

Prinsip Penghitungan
Jumlah guru = JTM dibagi wajib mengajar guru (W);
JTM guru mata pelajaran normatif/adaptif/umum dihitung
dengan cara menjumlahkan hasil perhitungan jam mata
pelajaran per minggu per tingkat yang ada dalam
kurikulum dikalikan jumlah rombongan belajar (rombel).
praktek kerja industri selama 3 bulan pada semester
tertentu tidak berpengaruh dalam perhitungan.
Wajib mengajar yang digunakan adalah 24 jam tatap
muka per minggu;
Setiap guru BK wajib melayani paling sedikit 150 peserta
didik dan paling banyak 250 peserta didik,
Setiap SMK harus disediakan paling sedikit 1 orang guru
BK;
Dasar perhitungan jumlah guru BK adalah jumlah peserta
didik seluruh sekolah dibagi 150
PERHITUNGAN GURU SMK (3)

Formula guru umum

JTM (MPu1 x Rb1)+( MPu2 x Rb2)+( MPu3 x Rb3)


KG = =
W 24

JTM (MPu1 + MPu2 + JPu3 )


KG = = x Pk
W 24

Keterangan:
- KG = Kebutuhan Guru
- JTM = jumlah tatap muka per jenis guru per minggu
- MPu = alokasi jam mata pelajaran per minggu mata pelajaran umum di satu tingkat
- Rb = Jumlah rombel pada suatu tingkat yang mengikuti pelajaran tertentu
- Pk = parallel kelas
- W = Wajib mengajar per minggu, digunakan angka 24
- 1,2,3 = Tingkat 1 (Kelas VII), Tingkat 2 (Kelas VIII), dan Tingkat 3 (Kelas IX)
PERHITUNGAN GURU SMK (4)

Formula guru peminatan/paket


keahlian

JTM PK x Pk
KGp
= W

Keterangan:
KGp = Kebutuhan Guru Paket Keahlian
JTM PK = jumlah tatap muka semua mapel kewenangan guru paket keahlian
pda parallel kelas = 1
Pk = parallel kelas
W = Wajib mengajar per minggu, digunakan angka 24
JTM Guru Kompetensi Keahlian, parallel kelas =1, 3 rombel
Alokasi jam per minggu (MP) JTM
J
M
L
K
el sem per
No Jenis guru DW sem sem sem sem sem sem sem JTM
o gena jenis
1 2 3 4 5 6 ganjil maks
m p guru
p
o
k
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
Pendidikan
1 192 1 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 5.05 5.05 5.05 5.05
Agama
2 PPKn 192 1 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 5.05 5.05 5.05 5.05
Bahasa
3 192 1 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 5.05 5.05 5.05 5.05
Indonesia
Bahasa 11.5
4 440 1 3.86 3.86 3.86 3.86 3.86 3.86 11.58 11.58 11.58
Inggris 8
5 Matematika 330 1 2.89 2.89 2.89 2.89 2.89 2.89 8.68 8.68 8.68 8.68
6 IPA 192 1 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 5.05 5.05 5.05 5.05
7 Fisika
8 Kimia
9 Biologi
10 IPS 128 1 1.12 1.12 1.12 1.12 1.12 1.12 3.37 3.37 3.37 3.37
11 Seni Budaya 128 1 1.12 1.12 1.12 1.12 1.12 1.12 3.37 3.37 3.37 3.37
12 Penjas OR 192 1 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 1.68 5.05 5.05 5.05 5.05
13 Komputer 202 1 1.77 1.77 1.77 1.77 1.77 1.77 5.32 5.32 5.32 5.32
Kewirausaha
JTM Guru Paket Keahlian, parallel kelas =1, 3 rombel

Teknologi dan
1
Rekayasa
C1. Dasar Bidang

Keahlian *)
10 Fisika 2 2 Fisika TR 4
11 Kimia 2 2 Kimia TR 4
Semua Guru Paket
12 Gambar Teknik 2 2 4
Keahlian bersangkutan
1.0
Teknik Bangunan
1
C2. Dasar Program Guru paket keahlian
18
Keahlian bersangkutan
13 Simulasi Digital 3 1 3
14 Mekanika Teknik 4 1 4
15 Konstruksi Bangunan 7 1 7
16 Ukur Tanah 4 1 4
C3. Paket Keahlian
Teknik Konstruksi
Teknik Konstruksi Baja 106
Baja
Teknologi Dasar
17 6 2 12
Konstruksi Baja
Gambar Konstruksi
Contoh Perhitungan Guru SMK (1)
Teknik Uraian
SMK dengan rombel sbb

Kelas
Jumla
Paral
No h
Kompetensi Keahlian el
. X XI XII romb
kelas
el
1. Jasa Boga 3 3 3 9 3
2. Administrasi Perkantoran 2 2 2 6 2
3. Teknik Konstruksi Baja 2 2 2 6 2
4. Agribisnis Tanaman
2 2 2 6 2
Perkebunan
Jumlah rombel 27
Contoh Perhitungan Guru SMK (2)
jumlah guru Bhs Indonesia (4 jam pelajaran per minggu semua
kompetensi keahlian.
= {(jml jam pel x rombel kelas 1) + (jml jam pel x rombel kelas 2)
+ (jml jam pel x rombel kelas 3)}/ wajib mengajar
Jml guru Bhs Indonesia Jasa Boga
= {(4 x 3) + (4 x 3) + (4 x 3)}/24
=36/24 = 1,5 orang guru
Jml guru Bhs Indonesia Administrasi Perkantoran
= {(4 x 2) + (4 x 2) + (4 x 2)}/24
= 24/24 = 1 orang guru
Jml guru Bhs Indonesia Teknik Konstruksi Baja
= {(4 x 2) + (4 x 2) + (4 x 2)}/24
= 23.16/24 = 1 orang guru
Jml guru Bhs Indonesia Animasi
= {(34 x 2) + (4 x 2) + (4x 2)}/24
= 23,16/24 = 1 orang guru
Jumlah guru Bhs Indonesia menurut hitungan:
4,5 dibulatkan ke bawah
= 1,5 + 1 + 1 + 1 = 4,5 guru.
4 orang guru, dengan tatap muka = (4,5:4)x24 = 27 jam per minggu
4,5 dibulatkan ke atas menjadi:
5 orang guru dengan tatap muka = (5,5:5)x24 = 22 jam per minggu
Contoh Perhitungan Guru SMK (3)
Jumlah guru fisika (jam pelajaran fisika paket keahlian
Konstruksi Kayu dan Agribisnis Tanaman Perkebunan =
2 per minggu pada tingkat X dan XI)
= {(jml jam pel x rombel kelas 1) + (jml jam pel x
rombel kelas 2) + (jml jam pel x rombel kelas 3)}/ wajib
mengajar
Jml guru Fisika Konstruksi Kayu
= {(2 x 2) + (2 x 2) + (0x 2)}/ 24
= 12/24 = 0,5 orang guru
Jml guru Fisika Agribisnis Tanaman Perkebunan
= {(2 x 2) + (2 x 2) + (0 x 2)}/ 24
= 12/24 = 0,5 orang guru
Jumlah guru fisika menurut perhitungan
= 0,5 + 0,5 = 1 guru
Contoh Perhitungan Guru SMK (4)
Kebutuhan guru Paket Keahlian.
= JTM x Pk/wajib mengajar

guru Tata Boga


JTM guru Tata Boga paralel 1 = 112 jam per minggu,
(lihat Lampiran 4).
= 112 x 3 /24 = 14 orang guru

guru Administrasi Perkantoran


JTM guru Administrasi Perkantoran paralel 1 = 114 jam
per minggu, (lihat Lampiran 4).
= 114 x 2 /24 = 9,5 orang guru
Contoh Perhitungan Guru SMK (5)
Format Perhitungan Jumlah Guru SMK (Kurikulum 2006) teknik
Nama Sekolah
Kabupaten
:
:
tabulasi
Provinsi :
Wajib Mengajar : 24

Jml Peserta
Kompetensi Didik
No Kel Pk
Keahlian
Tk 1 Tk 2 Tk 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jml per tingkat
Jml per sekolah
Contoh Perhitungan Guru SMK (5)
Format Perhitungan Jumlah Guru SMK (Kurikulum 2006) teknik
Nama Sekolah :
Kabupaten : tabulasi
Provinsi :
Wajib Mengajar : 24
Contoh Perhitungan Guru SMK (5)
Format Perhitungan Jumlah Guru SMK (Kurikulum 2013) teknik
Nama Sekolah
Kabupaten
:
:
tabulasi
Provinsi :
Wajib Mengajar : 24

Kompetensi Jml Peserta Didik


No Pk
Keahlian
Tk 1 Tk 2 Tk 3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jml per tingkat
Jml per sekolah
Contoh Perhitungan Guru SMK (4)
teknik
Format Perhitungan Jumlah Guru SMK
Nama Sekolah :
Kabupaten :
Provinsi :
Wajib Mengajar : 24
tabulasi
Jenis Paket Keahlian Ju
Jenis Guru ml
No ah
Pengampu J
Jumlah Paralel Kelas Pse
m
rta
l
Did
P
ik
e
s Hit Re
JTM e JTM ung nan JJM
rt an a
Kelompok A : a
D
id
ik

1 Agama 9
2 PPKn 6
3 Bhs Indonesia 12
4 Matematika 12
5 Sejarah 6
6 Bhs Inggris 6

Kelompok B :

KESIMPULAN PERHITUNGAN GURU
SMK
Tabel Perbandingan Kebutuhan Guru SMK
Paralel 1 s.d 3 Parallel 1 / 3 Parallel 2 / 6
Parallel 3 / 9 rombel
No Jenis Guru rombel rombel
JTM Hit Ren JJM JTM Hit Ren JJM JTM Hit Ren JJM
Kelompok A

dan B
0.3 0.7 18.0
1 Agama 9 1 9.00 18 1 27 1.13 1 27.00
8 5 0
0.2 0.5 12.0
2 PPKn 6 1 6.00 12 1 18 0.75 1 18.00
5 0 0
0.5 12.0 1.0 24.0
3 Bhs Indonesia 12 1 24 1 36 1.50 1 36.00
0 0 0 0
0.5 12.0 1.0 24.0
4 Matematika 12 1 24 1 36 1.50 1 36.00
0 0 0 0
0.2 0.5 12.0
5 Sejarah 6 1 6.00 12 1 18 0.75 1 18.00
5 0 0
0.2 0.5 12.0
6 Bhs Inggris 6 1 6.00 12 1 18 0.75 1 18.00
5 0 0
0.2 0.5 12.0
7 Seni Budaya 6 1 6.00 12 1 18 0.75 1 18.00
5 0 0
0.3 0.7 18.0
8 PJOK 9 1 9.00 18 1 27 1.13 1 27.00
8 5 0
Keterangan: 0.2 0.5 12.0
9 Pkr & Kwu 6 1 6.00 12 1 18 0.75 1 18.00
JTM = jam tatap muka 5 0 1 mewakili0guru Paket Keahlian dengan JTM
Guru Paket Keahlian
JJM =
Kelompok
jumlah jamC1 minggu
mengajar per kecil
paling
0.1 0.3
10 Fisika 4 1 Guru
4.00 Paket8Keahlian 2 mewakili
1 8.00guru Palet
12 Keahlian
0.50 dengan JTM
1 12.00
KESIMPULAN PERHITUNGAN GURU SMK

Tabel Perbandingan Kebutuhan Guru SMK


Paralel 4 s.d 6 Parallel 4 / 12 Parallel 5 / 15 Parallel 6 / 18
No Jenis Guru rombel rombel rombel
JTM Hit Ren JJM JTM Hit Ren JJM JTM Hit Ren JJM
Kelompok A

dan B
36.0 45.0 27.0
1 Agama 36 1.50 1 45 1.88 1 54 2.25 2
0 0 0
24.0 30.0 36.0
2 PPKn 24 1.00 1 30 1.25 1 36 1.50 1
0 0 0
24.0 30.0 24.0
3 Bhs Indonesia 48 2.00 2 60 2 72 3.00 3
0 2.50 0 0
24.0 30.0 24.0
4 Matematika 48 2.00 2 60 2.50 2 72 3.00 3
0 0 0
24.0 30.0 36.0
5 Sejarah 24 1.00 1 30 1.25 1 36 1.50 1
0 0 0
24.0 30.0 36.0
6 Bhs Inggris 24 1.00 1 30 1.25 1 36 1.50 1
0 0 0
24.0 30.0 36.0
7 Seni Budaya 24 1.00 1 30 1.25 1 36 1.50 1
0 0 0
36.0 45.0 27.0
8 PJOK 36 1.50 1 45 1.88 1 54 2.25 2
0 0 0
Keterangan: 24.0 30.0 36.0
9 Pkr & Kwu 24 1.00 1 30 1.25 1 36 1.50 1
JTM = jam tatap muka Guru 0Paket Keahlian 1 mewakili guru
0 Paket Keahlian dengan JTM0
JJM =
Kelompok
jumlah jamC1 minggu
mengajar per paling kecil
16.0Paket Keahlian 2 mewakili
Guru 20.0
guru Palet Keahlian dengan24.0
JTM
KESIMPULAN PERHITUNGAN GURU SMK

Guru kelompok A dan B


SMK dengan 1 (satu) parallel kelas, memiliki 3 rombel,
semua guru umum mengajar kurang dari 24 jam tatap
muka
SMK dengan 2 (dua) parallel kelas, memiliki 6 rombel,
hanya guru matematika dan Bahasa Indonesia yang
mengajar 24 jam tatap muka.
SMK dengan 3 (tiga) parallel kelas, memiliki 9 rombel.
Guru Agama dan PJOK mengajar 27 jam per minggu
Guru Bahasa Indonesia dan Matematika mengajar 36
jam per minggu
SMK dengan (empat) parallel kelas, memiliki 12 rombel.
Guru Agama dan PJOK mengajar 36 jam per minggu
Guruyang lain mengajar 24 jam
SMK dengan (empat) parallel kelas, memiliki 15 rombel.
Guru Agama dan PJOK mengajar 45 jam per minggu
KESIMPULAN PERHITUNGAN GURU SMK

Guru kelompok C1 dan paket keahlian SMK


Guru Fisika, Kimia, dan Biologi dapat mengajar 24 jam tatap
muka per minggu pada kondisi SMK dengan 6 parakel kelas atau
18 rombel.
Guru paket keahlian pada parallel kelas 1 s. d 6 mengajar antara
24,46 sampai dengan 28,50 jam tatap muka per minggu.

Ditinjau dari sisi perencanaan guru, SMK


disarankan memiliki jumlah rombel 18.
PERHITUNGAN GURU BK SMA - SMK
Guru BK/Konselor: membina 150 s.d 250 siswa

SMA SMK 3 rombel @ 32 siswa = 96 siswa


o KGbk = 96 : 150 x 1 or = 0,64 orang disediakan 1 orang guru BK
o 1 guru membina 96 siswa
SMA SMK 9 rombel @ 32 siswa = 288 siswa
o KGbk = 288 : 150 x 1 or = 1,92 orang disediakan 2 orang guru BK
o 1 guru membina 144 siswa
SMA SMK 12 rombel @ 32 siswa = 384 siswa
o KGbk = 384 : 150 x 1 or = 2,56 orang disediakan 2 orang guru BK
o 1 guru membina 192 siswa
PEMBULATAN HASIL PERHITUNGAN
Hasil Pembul Pembul
penghit atan ke JJM atan JJM
ungan bawah keatas
0.50 1 12.00 1 12.00
0.75 1 18.00 1 18.00
1.00 1 24.00 1 24.00
1.20 1 28.80 2 14.40
1.30 1 31.20 2 15.60
1.40 1 33.60 2 16.80
1.50 1 36.00 2 18.00
1.65 1 39.60 2 19.80
1.67 1 40.08 2 20.04
1.70 1 40.80 2 20.40
1.80 1 43.20 2 21.60
1.90 1 45.60 2 22.80
2.00 2 24.00 2 24.00
2.10 2 25.20 3 16.80
2.20 2 26.40 3 17.60
2.50 2 30.00 3 20.00
3.00 3 24.00 3 24.00
3.10 3 24.80 4 18.60
3.20 3 25.60 4 19.20
3.50 3 28.00 4 21.00
PROSES PERHITUNGAN GURU

Kelebihan /
kekurangan LEBIH CEPAT MENGHITUNG
jumlah guru SENDIRI
DNG KOMPUTER
DAPOD
IK
Spead sheet
atau aplikasi
REKAP PERHITUNGAN GURU PROVINSI
Jumlah guru per sekolah

No. Jenis Guru SM SM SM SM SM SM SM SM SM JML


AN AN AN AN AN KN KN KN KN
1 2 3 4 n 1 12 3 n
1 2 3 4 5 7 8 9 10 11 12 13
A SMA, SMK
1 Pendidikan Agama
Pendidikan
2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Bahasa Inggris
5 Matematika
6 Seni Budaya
7 Penjaskes
Prakarya dan
8 Kewirausahaan
9 Fisika
10 Kimia
11 Biologi
12 Bahasa Asing
13 Sejarah
14 Geografi
15 Ekonomi
16 Sosiologi
17 Atropologi
18 Muatan Lokal
19 BK/Konselor
B SMK (Paket Keahlian)
20 Teknik Konstruksi Baja
21
24 Dst *
Format Rekapitulasi Kebutuhan Guru Per Provinsi
Jumlah guru per sekolah
Ka Ka Ka Ka Ka Ka Ka Ka
No. Jenis Guru b/K b/K b/K b/K b/K b/K b/K b/K JML
ota ota ota ota ota ota ota ota
1 2 3 4 5 6 7 8 dst
1 2 3 4 5 7 8 9 10 11 12 13
A SMA, SMK
1 Pendidikan Agama
Pendidikan
2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Bahasa Inggris
5 Matematika
6 Seni Budaya
7 Penjaskes
Prakarya dan
8 Kewirausahaan
9 Fisika
10 Kimia
11 Biologi
12 Bahasa Asing
13 Sejarah
14 Geografi
15 Ekonomi
16 Sosiologi
17 Atropologi
18 Muatan Lokal
19 BK/Konselor
B SMK (Paket Keahlian)
20 Teknik Konstruksi Baja
21
24 Dst *
BAB PENUTUP
III
TERIMA
KASIH