Anda di halaman 1dari 21

ELIXIR(ELIXIRA)

Nama: Dian Sanita Putri (1501064)


Kelas : S1 IIIB
Dosen Pembimbing : Nesa
Agistia,m.Farm.Apt
PENGERTIAN ELIXIR
FI EDISI III
Sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa & bau sedap,
mengandung selain obat juga zat tambahan seperti gula & atau zat
pemanis lainnya, zat warna, zat pewangi & zat pengawet digunakan
sebagai obat dalam

FI EDISI IV
Sediaan berupa jernih, manis merupakan larutan hidroalkoholik terutama
untuk pemakaian oral, biasanya beraroma

Sifat hidroalkohol pada elixir menyebabkan elixir lebih CIRI KHAS ELIKSIR
mampu mempertahankan komponen-komponen Mengandung alkohol 5%-
24%
larutan yang larut dalam air dan larut dalam alcohol
Rasa manis, tidak semanis
dari pada sirup.
sirup
JENIS ELIXIR
MEDICATED ELIXIR
1.Yaitu mengandung bahan berkhasiat obat
2.Pemilihan cairan pembawa bagi zat aktif obat dalam sediaan eliksir harus
3.mempertimbangkan kelarutan dan kestabilannya dalam air dan alkohol

NON-MEDICATED ELIXIR
1.Yaitu sebagai zat tambahan
2.Ditambahkan pada sediaan dengan tujuan meningkatkan rasa, sebagai
pelarut
3.eliksir yang mengandung bahan aktif obat
4.Zat tambahan jangan sampai mempengaruhi/menghilangkan khasiat da
KELEBIHAN ELIXIR
Lebih mudah ditelan daripada sediaan lain, sehingga banyak disukai
anak-anak, bayi, maupun usia lanjut

Lebih mudah menutupi rasa & bau obat yang tidak enak dengan
penambahan pemanis & pengaroma

Absorbsi obat lebih cepat karena telah berbentuk sediaan cair

Larutan jernih, tidak perlu dikocok lagi


KEKURANGAN ELIXIR

Alkohol kurang baik untuk kesehatan anak.

Karena mengandung bahan yang mudah menguap, maka harus


disimpan dalam botol bertutup kedap dan jauh dari sumber api
FORMULASI ELIXIR
ZAT AKTIF
Yaitu zat utama/zat berkhasiat dalam sediaan eliksir

PELARUT
Yaitu cairan yang dapat melarutkan zat aktif atau biasa disebut zat pembawa. Pelarut
utama digunakan etanol untuk mempertinggi kelaruta

PEMANIS
Yaitu ditambahkan untuk memberikan rasa manis pada eliksir. Dapat ditambahkan
gliserol, sorbitol & propilenglikol sebagai pengganti gula

ZAT PENSTABIL
Yaitu untuk menjaga agar eliksir dalam keadaan stabil

PENGAWET
Yaitu untuk menjaga agar eliksir tahan lama dan tetap stabil dalam penyimpanan yang
lama. Eliksir dengankadar alkohol 10 - 12% dapat berfungsi sebagai pengawet
CARA PEMBUATAN ELIXIR
Mencampur zat padat dengan pelarut atau campuran pelarut sambil
diaduk hingga larut

Bahan yang larut dalam air dilarutkan terpisah dengan zat yang larut
dalam pelarut alkohol. Larutan air ditambahkan ke dalam larutan alkohol
agar penurunan kekuatan alkohol dalam larutan secara gradien mencegah
terjadinya pemisahan/ endapan

Dapat pula digunakan campuran pelarut ( kosolven )

Terdapatnya gliserin, sirup, sorbitol, dan propilenglikol dalam eliksir


PERBEDAAN ELIXIR DAN SIRUP
Sebagai pelarut utama digunakan etanol yang dimaksudkan untuk
mempertinggi kelarutan obat.

Dibandingkan dengan sirup, eliksir kurang manis, kurang kental karena


mengandung gula dengan kadar rendah, sehingga kurang efektif untuk
menutup rasa yang tidak enak.

Karena berupa hidroalkoholik, maka lebih mudah untuk dibuat menjadi larutan
bagi bahan-bahan yang larut dalam air maupun yang larut dalam alkohol
sehingga dari sisi pembuatan menjadi lebih sederhana dibandingkan sirup.

Kadar alkohol bervariasi sekali tergantung dari keperluan untuk menjaga tetap
dalam larutan. Konsekwensinya: untuk bahan yang kurang larut dalam air,
jumlah alkohol yang dibutuhkan menjadi lebih besar. Gliserin, propilen glikol
dipakai sebagai ko-solven (pelarut).

Eliksir dengan 10 - 12% alkohol adalah self-preserving sehingga tidak perlu


ditambahkan anti mikroba lagi.
PENGITUNGAN BAHAN
GUTTAE
(OBAT TETES/DROPS)

Nama : Dian Sanita Putri (1501064)


Kelas : S1 IIIB
Dosen Pembimbing : Nesa
Agistia,M.Farm.Apt
PENGERTIAN GUTTAE (OBAT
TETES/DROPS)
Guttae adalah sediaan cair berupa larutan , emulsi

atau suspensi, dimaksudkan untuk obat dalam atau

obat luar, digunakan dengan cara menetskan

menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan

setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes

baku dalam Farmakope Indonesia.


KEUNTUNGAN SEDIAN DROPS
1. Sangat baik digunakan untuk pemberian dosis
kecil

2. Memberi kemudahan dalam pemberian,


khususnya bagi usia bayi dan balita yang
belum dapat menelan obat dengan baik.

3. Obat lebih mudah diabsorbsi.

4. Dosis, rasa, warna dan bau dapat diatur.


KERUGIAN SEDIAN DROPS

1.Stabilitas bentuk larutan biasanya kurang baik.

2.Diperlukan ketepatan dosis yang presisi.

3.Kesulitan dalam masalah formulasi untuk


menutupi rasa zat aktif yang pahit dan tidak
menyenangkan.
Gutta

SEDIAAN GUTTAE e
(Obat
tetes

(OBAT TETES /
) Gutta
e Oris

( Ttes

DROPS) SED
Mulut
)

Gutta
e
IAN Gutta
r
Opth
Auric
almic
ulare
a
Gutta s (T.
(Ttes
e Teling
Mata)
Nasal a)

es
( T.
Hidun
g)
Guttae
Jika disebutkan guttae tanpa penjelasan lebih
lanjut, dimaksudkan tanpa penjelasan lebih
lanjut, dimaksudkan obat tetes untuk obat
dalam. Obat tetes untuk obat dalam digunakan
dengan cara diteteskan kedalam minuman
atau makanan.

Guttae Oris
Tetes mulut adalah obat tetes yang
diperuntukkan untuk kumur kumur, sebelum
digunakan diencerkan lebih dahulu dengan air
Guttae Auriculares
Tetes telinga adalah obat tetes yang digunakan dengan cara meneteskan
obat kedalam telinga. Bila tidak dinyatakan lain cairan pembawa yang
digunakan adalah bukan air. Cairan pembawa yang digunakan harus
mempunyai kekentalan yang sesuai agar obat mudah menempel pada
dinding telinga, biasanya digunakan gliserin dan propilenglikol, selain
tersebut dapat pula digunakan etanol, heksilenglikol,dan minyak lemak
Guttae Nasales
nabati.
Tetes hidung adalah obat bebas yang
digunakan dengan cara meneteskan obat ke
dalam rongga hidung yang mengandung zat
pensuspensi, pendapar, dan pengawet. Sebagai
cairan pembawa umumnya digunakan air, Ph
cairan pembawa sedapat mungkin 5,5 7,5
dengan kapasitas dapar sedang, isotonis atau
Guttae Opthalmicae
Tetes mata adalah sediaan steril berupa larutan atau suspensi yang
digunakan dengan cara meneteskan obat pada selaput lendir mata
disekitar kelopak mata dan bola mata.

Obat tetes mata digunakan dengan maksud:


a. Untuk memudahkan penggunaan, hanya dengan meneteskan saja.
b. Untuk efek lokal, misalnya peradangan pada konjungtiva mata.

Persyaratan obat tetes mata yang ideal


1. Bersifat steril, terutama yang ditujukan untuk mata yang sakit,
luka, atau setelah operasi.
2. Tetes mata yang berupa larutan haruslah jernih.
3. Tetes mata yang berupa suspensi, bahan yang tidak larut haruslah
sangat halus, hal ini
dimaksudkan untuk mengurangi rangsangan terhadap mata
sehingga air mata tidak banyak keluar.

Sediaan obat tetes mata dapat mengandung obat dengan efek terapi:
SYARAT SEDIAAN DROPS
Syarat Drops

Oleh karena sediaan drops memiliki komponen yang hampir


sama dengan sediaan sirup, maka syarat sediaan drops juga
hampir sama dengan sediaan sirup yaitu :
a. Memenuhi persyaratan uji homogenitas
b.Memenuhi persyaratan uji bobot jenis
c. Memenuhi persyaratan uji pH
d.Memenuhi persyaratan uji kekentalan atau viskositas
e. Memenuhi persyaratan uji mikrobiologi
f. Sediaan drops harus bebas dari bakteri : Salmonella, E.
Coli dan Pseudomonas.
g.Dosis dapat terjaga dengan penggunaan droper
(pentetes) yang akurat dan telah dilakukan prakalibrasi
sesuai dosis yang diresepkan (dalam ml).
CARA PEMBUATAN TETES MATA
1. Obat dilarutkan ke dalam salah satu zat pembawa yang
mengandung salah satu zat pengawet, dijernihkan dengan cara
penyaringan, masukkan ke dalam wadah, tutup wadah dan
sterilkan menggunakan autoklaf pada suhu 115-116 oC selama
30 menit.

2. Obat dilarutkan dalam cairan pembawa beriar yang


mengandung salah satu zat pengawet dan sterilkan
menggunakan bakteri filter, masukkan kedalam wadah secara
tehnik aseptis dan tutup rapat.

3. Obat dilarutkan kedalam cairan pembawa berair yang


mengandung salah satu zat pengawet, dijernihkan dengan
cara penyaringan, masukkan ke dalam wadah, tutu rapat dan
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
DALAM PEMBUATAN TETES MATA
Hal-hal yang diperhatikan pada pembuatan obat tetes mata :

Nilai isotonisitas
Idealnya sama dengan nilai isotonis larutan NaCl 0,9 %b/v. Tetapi mata
masih dapat tahan terhadap nilai isotonis rendah yang setara dengan
larutan NaCl 0,6 % b/v dan tertinggi 2,0 % b/v NaCl.

Pendaparan
Pendaparan larutan obat tetes mata adalah untuk mencegah
kenaikan pH yang disebabkan oleh pelepasan lambat ion hidroksil
oleh wadah kaca. Hal tersebut dapat menggangu kelarutan dan
stabilitas obat. Selain itu penambahan dapar juga dimaksudkan
untuk menjaga stabilitas obat tertentu misalnya garam-garam
alkaloid.

Air mata normal memiliki pH 7,4, secara ideal obat tetes mata
Pengawet
Wadah larutan mata harus tertutup rapat dan disegel untuk
menjamin sterilitas pada pemakaian pertama. Larutan harus
mengandung zat atau campuran zat yang sesuai untuk
mencegah pertumbuhan atau memusnahkan bakteri yang
mungkin masuk pada waktu wadah dibuka pada saat digunakan.
Pengawet yang dianjurkan :
Nipagin dan nipasol
Fenil merkuri nitrat, timerosol
Benzalkonium klorid
Klorbutanol, fenil etil alkohol

Pengental
Ditambahkan untuk meningkatkan kekentalan sehingga obat
lebih lama kontak dengan jaringan. Larutan obat mata yang
dikentalkan harus bebas dari partikel yang dapat terlihat. Cth :
metil selulosa, hidroksi propil selulosa, polivinil alkohol.