Anda di halaman 1dari 46

IAS 16: PROPERTY, PLANT

AND EQUIPMENT
KELOMPOK 12
FELA PUTRI R (1511060115)
SARAH KHAIRUNISA N
(15110601
AGENDA PERSENTASI
1, 2. RUANG 3.
PENGERTIAN LINGKUP PENGAKUAN

CARA
PEROLEHAN

PENGHENTIA
PENYUSUTAN
N
PENGERTIAN
Definisi Aset tetap adalah aset berwujud yang:
1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau
penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan
kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif;
dan
2. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari
satu periode.
CONTOH
Ciri Tanah
Digunakan dalam operasi Bangunan
dan tdk utk dijual kembali. Gedung Kantor
Komponen signifikan dalam Gedung Pabrik
Laporan Posisi Keuangan Land improvement
Peralatan
Bersifat Jangka panjang dan
Kendaraan
biasanya disusutkan Mesin
Memiliki wujud. Peralatan kantor
RUANG LINGKUP
Standar ini harus diterapkan dalam akuntansi atas
aset tetap kecuali bila Standar lain membutuhkan atau
memungkinkan perlakuan akuntansi yang berbeda.

Tujuan dari standar ini adalah untuk mengatur


perlakuan akuntansi aset tetap agar pengguna laporan
keuangan dapat memahami informasi mengenai
investasi entitas di pabrik, aser tetap perusahaan dan
perubahan dalam investasi tersebut.Isu-isu utama
dalam akuntansi atas aset tetap adalah pengakuan
aset, penentuan jumlah tercatat dan biaya penyusutan
dan rugi penurunan nilai untuk diakui dalam kaitannya
dengan mereka.
Pengakuan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap harus diakui
sebagai aset jika dan hanya jika :
a)Besar kemungkinan manfaat
ekonomis di masa depan berkenaan
dengan aset tersebut akan mengalir
ke entitas; dan
b)Biaya perolehan aset dapat diukur
secara andal.
Tidak membedakan kriteria pengakuan
pada saat pengakuan awal dan untuk biaya
setelah perolehan awal
5
Klasifikasi Aset Tetap
Aset Tetap dengan umur terbatas
Adalah aset tetap yang memberikan jasa penggunaan
bagi operasi perusahaan dalam jangka waktu tertentu.
Aset semacam ini disebut depreciable assets
Contoh: Bangunan, mesin dan peralatan yang lain.

Aset Tetap dengan umur tidak terbatas


Adalah aset tetap yang tidak akan habis digunakan atau
tidak diketahui kapan jasa yang diberikan oleh aset
tetap tersebut akan habis
Aset semacam ini disebut nondepreciable assets
Contoh: Tanah

6
Biaya Perolehan Awal
Seluruh
Seluruh biaya
biaya terkait
terkait aset
aset yang
yang memiliki
memiliki
manfaat
manfaat didi masa
masa mendatang.
mendatang.
Aset
Aset lain
lain yang
yang berfungsi
berfungsi agar
agar suatu
suatu aset
aset
dapat
dapat memiliki
memiliki manfaat
manfaat di
di masa
masa mendatang.
mendatang.
Misal:
Misal: alat
alat yang
yang dipasang
dipasang agar
agar pabrik
pabrik dapat
dapat
berjalan
berjalan sesuai
sesuai dengan
dengan ketentuan
ketentuan pengolahan
pengolahan
limbah
limbahindustri.
industri.

7
Biaya Setelah Perolehan
Awal
Biaya
diakui beban di laporan laba rugi
pemeliharaan periode berjalan
dan perbaikan
Misal: perawatan,
suku cadang
Penggantian aset Memenuhi kriteria aset tetap dan
komponen yang diganti tidak lagi
menambah aset jika
dicatat sebagai aset

Inspeksi yang
Memenuhi kriteria aset tetap dan
signifikan
nilai inspeksi terdahulu (dibedakan
diakui sebagai
dari fisik) dihentikan pencatatanya
jumlah tercatat aset
jika

8
Akuntansi Perolehan Aset
Tetap
Aset Tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara :

Pembelian Aset:
1. Tunai (kas)
2. Kredit (angsuran)
Perolehan dengan pertukaran (trade in)
Perolehan dengan sewa guna usaha modal
(leasing)
Perolehan dengan membangun sendiri
Perolehan dengan hibah, bantuan, atau pemberian

10
1. Pembelian Tunai
Dalam jumlah uang yang dikeluarkan
untuk memeperoleh aset tetap
termasuk harga faktur dan semua
elemen biaya yang dikeluarkan agar
aset tersebut siap dipakai.
Dalam hal aset tetap diperoleh
secara tunai, maka catatan pertama
kali atas perolehan aset tetap
adalah:
Aset Tetap Rpxxx
11
Pembelian secara Lump-Sum
(Gabungan)
Apabila dalam pembelian diperoleh
lebih dari satu macam aset tetap, maka
harga perolehan harus dialokasikan
pada masing-masing jenis aset tetap.
Menurut PSAK no 16:
Harga perolehan dari setiap aktiva
yang diperoleh secara gabungan
ditentukan dengan mengalokasikan
harga gabungan tersebut berdasarkan
perbandingan nilai wajar setiap aktiva
yang bersangkutan. 12
Contoh:
PT. EBAY membeli aset tetap dari
sebuah perusahaan yang dalam proses
likuidasi. Aset tetap yang dibeli terdiri
dari tanah, bangunan dan mesin-mesin.
Pembelian dilakukan secara paket
(lumpsum) dengan harga
Rp80.000.000,00. Harga pasar setiap
AT tersebut diketahui sebagai berikut:
Gedung : Rp.25.000.000,00
Tanah : 50.000.000,00
Mesin : 25.000.000,00 13
Maka harga perolehan masing AT
yang diakui oleh PT. EBAY dihitung
dengan cara sebagai berikut:
Rp25.000.000,0
Gedung : 0 x Rp80.000.000,00
= Rp20.000.000,0
0
Rp100.000.000,
00
Rp50.000.000,0
Tanah : 0 x Rp80.000.000,00= Rp40.000.000,0
0
Rp100.000.000,
00
Rp25.000.000,0
Mesin : 0 x Rp80.000.000,0 = Rp20.000.000,0
0 0
Rp100.000.000,
00

14
2. Pembelian Angsuran
Apabila AT diperoleh melalui
pembelian angsuran, maka
dalam harga perolehan AT tidak
boleh termasuk bunga. Bunga
selama periode angsuran harus
dikeluarkan dari harga perolehan
dan dibebankan sebagai biaya
bunga.
15
Contoh
PT. Sharesale membeli mesin
seharga Rp5.000.000,00 pada tgl 1
Januari 2005. Pembayaran pertama
Rp2.000.000,00 dan sisanya
diangsur tiap tgl 31 Desember
selama 3 tahun dengan bunga 12%
per tahun. Pencatatan harga
perolehan mesin dan pembayaran
angsuran sebagai berikut:
16
1 Jan 2005 Mesin Rp5.000.000,00
Pembelian mesin Utang
Rp3.000.000,00
Kas
31 Des 2005 2.000.000,00
Pembayaran Angs. I
Rp1.000.000,00
Bunga: Utang
12% x Rp3.000.000,00 Rp1.000.000,00
360.000,00 Biaya
360.000,00
Rp1.360.000,00 Kas
Rp1.360.000,00

31 Des 2006
Pembayaran Angs. II
Rp1.000.000,00
Bunga: Utang
12% x Rp2.000.000,00 Rp1.000.000,00
240.000,00 Biaya
240.000,00
Rp1.240.000,00 Kas
Rp1.240.000,00
17
3. Perolehan Melalui
Pertukaran
A. Ditukar dengan surat berharga
Aset tetap yang diperoleh dengan cara
ditukar dengan saham atau obligasi
perusahaan, dicatat dalam buku sebesar
harga pasar saham atau obligasi
tersebut.
Apabila harga pasar saham atau obligasi
tidak diketahui, maka harga perolehan
AT ditentukan sebesar harga pasar AT
tersebut.
Jika harga pasar surat berharga maupun
AT tidak diketahui, maka nilai pertukaran
18
Pertukaran AT dengan saham atau
obligasi perusahaan akan dicatat
dalam rekening modal saham atau
utang obligasi sebesar nilai
nominalnya, selisih nilai pertukaran
dengan nominal dicatat dalam
rekening agio/disagio.
Contoh:
PT. Clickbank menukar sebuah mesin
dengan 1.000 lembar saham biasa
nominal @Rp10.000,00. Pada saat
penukaran, harga pasar saham 19
Mesin Rp11.000.000,00
Modal saham biasa
Rp10.000.000,00
Agio saham 1.000.000,00

Apabila dalam pertukaran ini


perusahaan menambah dengan uang,
maka harga perolehan mesin adalah
jumlah kas yang dibayarkan ditambah
dengan harga pasar surat berharga
yang dijadikan penukar. 20
B. Ditukar dengan Aset Tetap yang lain
PSAK No. 16 menyatakan bahwa harga
perolehan AT yang diperoleh dinilai
sebesar nilai wajar AT yang dilepas atau
yang diperoleh, mana yang lebih andal,
ekuivalen dengan nilai wajar AT yang
dilepaskan setelah disesuaikan jumlah
kas atau setara kas yang ditransfer.
Jika nilai pasar AT lama maupun baru
tidak dapat ditentukan, maka nilai buku
AT lama yang akan digunalan sebagai
dasar pengakuan. 21
Untuk pertukaran AT sejenis, maka
PSAK No. 16 menyatakan tidak
mengakui adanya keuntungan atau
kerugian.
Sedang untuk pertukaran AT yang
tidak sejenis, maka diakui adanya
keuntungan atau kerugian.

22
1) Pertukaran Aset Tetap yang Tidak
Sejenis
Adalah pertukaran AT yang sifat dan
fungsinya tidak sama, misalnya
pertukaran tanah dengan mesin,
tanah dengan gedung dll.
Perbedaan antara nilai wajar AT yang
diserahkan dengan nilai wajar yang
digunakan sebagai dasar pencatatan
AT yang diperoleh pada tanggal
transaksi harus diakui sebagai laba
atau rugi pertukaran. 23
Penentuan harga perolehan dalam
pertukaran seperti ini harus
didasarkan pada nilai wajar AT yang
diserahkan ditambah uang yang
dibayarkan.
Jika nilai wajar AT yang diserahkan
tidak dapat diketahui, maka harga
perolehan AT baru didasarkan pada
nilai wajar AT baru.

24
Contoh:
Awal tahun 2006 PT. Clickbank
menukarkan mesin produksi dengan
truk baru. Harga perolehan mesin
sebesar Rp2.000.000,00, akumulasi
depresiasi sampai dengan tanggal
pertukaran sebesar Rp1.500.000,00
sehingga nilai bukunya sebesar
Rp500.000,00. Nilai wajar mesin
tersebut sebesar Rp800.000,00 dan PT.
Clickbank harus membayar uang
sebesar Rp1.700.000,00. 25
Nilai wajar mesin produksi :Rp
800.000,00
Uang tunai yg dibayarkan :
1.700.000,00
Harga Perolahan Truk
:Rp2.500.000,00

Jurnal :
Truk Rp2.500.000,00
Akumulasi depr. Mesin 1.500.000,00
Kas Rp1.700.000,00
Mesin 2.000.000,00 26
Laba pertukaran mesin sebesar
Rp300.000,00 dihitung sebagai
berikut:

Nilai wajar mesin Rp800.000


Harga perolehan mesin Rp2.000.000
Akumulasi depresiasi mesin 1.500.000
500.000
Laba pertukaran mesin
Rp300.000

27
Pedoman Pertukaran Aset
Aset
tetap
1. Aset tidak
dipertukark 1. Aset sejenis
sejenis
an
Harga
Lebih Lebih
pasar dari Lebih rendah Lebih tinggi
rendah tinggi
nilai buku
Membayar Membayar
Aliran kas membayar menerima membayar menerima / /
menerima menerima
Kondisi rugi rugi laba laba rugi Laba
Diakui
Pengakuan Diakui Diakui Diakui Diakui
proposion
rugi/laba total total total total
al
Jumlah
(KM/HP) x
laba/rugi HP - NB HP - NB - HP - NB HP NB
(HP-NB)
diakui
Harga
perolehan NB KM + HP +/- HP +/-
HP + KK HP - KM NB + KK
aset LBD KK/KM KK/KM
diterima
HP = Harga Pasar Aset dilepas; NB = Nilai Buku Aset dilepas;
KM = Kas Masuk; KK = Kas Keluar; LBD = Laba Diakui
28
PENYUSUTAN ASET TETAP
Nilai Aset Tetap akan menjadi berkurang
karena adanya pemakaian aset tetap tersebut
sehingga dalam akuntansi dikenal dengan
penyusutan. Penyusutan atau depresiasi adalah
pengalokasian harga perolehan dari suatu aset
tetap karena adanya penurunan nilai aset tetap
tersebut.
Beberapa Metode Penyusutan Aset Tetap yang
METODE GARIS METODE SATUAN
biasa digunakan antara lain :
LURUS HASIL PRODUKSI
METODE JUMLAH
ANGKA TAHUN
METODE SALDO METODE SATUAN
MENURUN JAM KERJA
METODE PENYUSUTAN GARIS
LURUS
Penyusutan Metode Garis Lurus ini adalah
salah satu metode yang termasuk paling banyak
diaplikasikan oleh perusahaan perusahaan di
indonesia.
Metode garis lurus ini menganggap aktiva
tetap akan memberikankontribusi yang
merata di sepanjang masa penggunaannya.
Sehingga aset tetap akan mengalami tingkat
penurunan fungsi yang sama dari periode ke
periode hingga aset tetap ditarik dari
penggunaannya dalam operasional perusahaan
CONTOH KASUS METODE
PENYUSUTAN GARIS LURUS
Sebuah mesin diperoleh pada tanggal 6 Juni 2014, harga
perolehan mesin tersebut sebesar Rp 13,000,000. Mesin
tersebut ditaksir memiliki umur ekonomis 10 tahun.

Dan apabila nanti sudah tidak digunakan lagi atau aset ditarik
penggunaannya, diperkirakan mesin tersebut masih dapat dijual
seharga Rp 1.000,000.

Perhitungan Penyusutan :
Beban penyusutan untuk tahun 2014, dihitungan dengan cara :

Beban Penyusutan = 7/12 x [(Rp 13,000,000 1.000,000) : 10


tahun]= Rp 700.000
Jurnal Pada 31 Desember 2014
(D) Depreciation Rp700.000
(K) Accumulated Depreciation Rp700.000
METODE PENYUSUTAN SALDO
MENURUN
Pada dasarnya, Aset Tetap dianggap akan
memberikan kontribusi terbesarnya pada awal awal
masa penggunaan. karena mesin masih dalam
kondisi baik dengan kekuatan yang masih optimal.
Metode ini sesuai jika dipergunakan untuk jenis aset
tetap yang tingkat kehausannya tergantung dari
volume produk yang dihasilkan, yaitu jenis aset
mesin produksi.

Rumus Depresiasi Saldo Menurun :


Penyusutan = [(100% : Umur Ekonomis) x 2] x
Nilai Perolehan/Nilai Buku
CONTOH KASUS METODE SALDO
MENURUN
Sebuah mesin diperoleh pada tanggal 6 Juni 2014, harga perolehan mesin : Rp
13,000,000 , umur ekonomis 10 tahun. Apabila nanti sudah tidak digunakan lagi
dapat dijual seharga Rp 1.000,000.

Penyusutan tahun 2014 : [(100% : 10) x 2 ] x 7/12 x 13.000.000 = Rp


1.516.710

Penyusutan tahun 2015 : [(100% : 10) x 2 ] x (13.000.000 - 1.516.710) =


2.296.658

Notes :
Nilai buku aset tahun 2015 dikurangi penyusutan aset tahun sebelumnya,
sebesar
Rp 1.516.710

31 Desember 2014 31 Desember 2015

(D) Depreciation Rp1.516.710 (D) Depreciation Rp2.296.658


(K) Acc. Depreciation Rp1.516.710 (K) Acc. Depreciation Rp2.296.658
METODE SATUAN HASIL
PRODUKSI
Dalam Penyusutan Aktiva Tetap dengan Metode Satuan Hasil Produksi,
beban penyusutan ditetapkan berdasarkan jumlah output yang dihasilkan
oleh aset pada periode yang berjalan atau bahasa lain beban penyusutan
dihitung dengan Satuan Hasil Produksi, sehingga beban penyusutan tiap
periode akan berfluktuasi mengikuti jumlah produksi yang dihasilkan.

Berikut asumsi asumsi penyusutan metode hasil produksi digunakan:


Kerusakan serta ke-aus-an fisik aset adalah faktor penting, sedangkan
tingkat Ke-usang-an bukan hal penting,
Nilai Aset Tetap menurun karena penggunaan, bukan karena faktor waktu
Biaya maintenance dan perbaikan sifatnya proporsional terhadap
penggunaan,
Tingkat efesiensi operasi sifatnya proporsional terhadap pemakaian aset,
contohnya bahan bakar yang jumlahnya berfluktuasi.
Pendapatan sifatnya Rumus
proporsional terhadap
Perhitungan penggunaan aset tetap
Penyusutan
Tarif penyusutan /Unit = (harga perolehan - nilai
sisa)/taksiran jml produksi
Penyusutan = produksi setahun x tarif penyusutan per unit
CONTOH KASUS METODE SATUAN
HASIL PRODUKSI
PT X pada bulan januari 2014 membeli Sebuah mesin pabrik dengan harga
perolehannya senilai Rp 125.000.000,00,- dan diprediksi memiliki masa
manfaat hingga 5 tahun kedepan dengan nilai sisa/residu sebesar Rp
5.000.000,00,- diperkirakan mesin tersebut bisa berproduksi dan
menghasilkan jumlah unit sebagai berikut:
Tahun Ke-1 = 15.000 unit
Tahun Ke-2 = 13.500 unit
Tahun Ke-3 = 12.000 unit
Tahun Ke-4 = 11.500 unit
Tahun Ke-5 = 8.000 unit

Tarif penyusutan per unit: 125.000.000 - 5.000.000 = 2.000


60.000
Jurnal 31 Des 2014 :
(D) Depreciation Rp30.000.000
(K) Akumulated Depreciation Rp30.000.000
METODE JUMLAH ANGKA TAHUN
Menurut metode jumlah angka tahun (Sum
of the Years Digits Method), penyusutan
untuk tiap tahun penggunaan aset tetap
jumlahnya menurun.
Besarnya penyusutan tiap tahun
penggunaan aset
Sisa usia aktiva tetap,
tetap dihitung dengan
pada tahun
Penyusutan = sebagai penggunaannya x Jumlah yang harus
rumus berikut: disusutkan
Jumlah angka tahun usia aktiva tetap

CONTOH :
Sebuah kendaraan angkutan dengan harga
perolehan Rp120.000.000 mulai dioperasikan
bulan Juli 2008. Taksiran usia penggunaan selama
6 tahun dengan nilai residu Rp15.000.000.
Kendaraan tersebut disusutkan dengan metode
Jawab :
Penyusutan tiap tahun penggunaan kendaraan
dihitung sebagai berikut:
CONTOH METODE JUMLAH ANGKA
TAHUN
Pada tahun 2008 kendaraan dioperasikan selama 6 bulan yaitu sejak
bulan Juli sampai denga Desember 2008. Dengan demikian beban
penyusutan untuk tahun 2008 dihitung sebagai berikut : 6/12 X Rp
30.000.000,00 = Rp 15.000.000,00
Tahun 2009 dihitung sebagai berikut:
Penyusutan tahun ke -1 : 6/12 x Rp 30.000.000,00 = Rp 15.000.000,00
Penyusutan tahun ke -2 : 6/12 x Rp 25.000.000,00 = Rp 12.500.000,00
Jumlah Rp 27.500.000,00
Jurnal Penyusutan Tahun 2008

(D)Depreciation Rp15.000.000
(K)Akumulated Depreciation Rp15.000.000

Jurnal Penyusutan Tahun 2009

(D)Depreciation Rp27.500.000
(K)Akumulated Depreciation Rp27.500.000
METODE SATUAN JAM KERJA
Penyusutan Metode Satuan Jam Kerja
didasarkan pada pemikiran bahwa, berkurangnya
nilai suatu aset disebabkan oleh berapa jam lamanya
aset tersebut digunakan, atau dioperasikan oleh
perusahaan selama umur ekonomisnya.

Rumus untuk menghitung besarnya penyusutan


metode satuan jam kerja adalah sebagai berikut:

Sedangkan untuk menghitung besaran penyusutan


per periode adalah sebagai berikut caranya:
CONTOH METODE SATUAN JAM
KERJA
Pada bulan Januari, PT Foraz membeli sebuah mesin dengan harga
perolehan saat pembelian sebesar Rp 10.000.000,00
Oleh ahli diperkirakan dapat berproduksi selama 10.000 jam dengan
prediksi rentangan waktu penggunaan sebagai berikut:
- Tahun ke-1 = 3.000 jam
- Tahun ke-2 = 2.000 jam
- Tahun ke-3 = 2.000 jam
- Tahun ke-4 = 1.500 jam
- Tahun ke -5 = 1.500 jam
Setelah berproduksi selama 10.000 jam, aset tetap mesin tersebut
diperkirakan masih bisa dijual dengan harga Rp. 500.000,00

tarif penyusutan mesin perjam : 10.000.000 - Rp 500.000 = 950


10.000
Jurnal Penyusutan Tahun I

(D)Depreciation Rp2.850.000
(K)Akumulated Depreciation Rp2.850.000
Penghentian Aset Tetap
Penghentian aset tetap adalah memberhentikan
aset tetap dari pemakaiannya sehingga tidak
digunakan lagi dalam aktivitas usaha
perusahaan.

Yang menyebabkan Aset Tetap dihentikan :


1. Aset Tetap Dijual
2. Ditukarkan dengan Aset Lain
3. Aset Tetap tsb Rusak sebelum Masa Pakainya
Habis
4. Aset Dihentikan karena Habis Masa
Penggunaannya
Pencatatan Transaksi Penjualan Aset Tetap
Sebagai contoh:
Kendaraan angkutan dengan harga perolehan Rp120.000.000
telah disusut sebesar Rp72.000.000. Pada tanggal 5 Januari 2008
dijual tunai dengan harga Rp60.000.000.
Perhitungan laba rugi penjualan kendaraan berdasarkan data di
atas, sebagai berikut:
Hasil penjualan Rp60.000.000
Harga buku kendaraan:
Harga perolehan Rp 120.000.000
Akumulasi penyusutan kendaraan (Rp 72.000.000)
Harga buku kendaraan Rp48.000.000
Laba penjualan Aset tetap Rp12.000.000
Kas . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. Rp 60.000.000,-
Akum.Depr. Mobil . . . . . . . Rp 72.000.000,-
Mobil Rp
120.000.000,-
Laba penj.Akt.Tetap
Rp12.000.000,
Pencatatan Transaksi Penghentian Aset Tetap
Karena Kerusakan
Contoh:
Mesin yang diperoleh dengan harga Rp120.000.000 rusak berat
sehingga harus dihentikan dari pemakaiannya. Akumulasi
penyusutan mesin tersebut berjumlah Rp96.000.000. Biaya untuk
pemindahan sebesar Rp2.000.000 dibayar tunai. Kerugian akibat
pemberhentian mesin pada contoh di atas, dihitung sebagai berikut:
Harga buku mesin, Rp120.000.000 Rp96.000.000 =
Rp24.000.000
Biaya pemindahan Rp 2.000.000
Jumlah kerugian Rp26.000.000

Jurnal :
Untuk mencatat Biaya Pemindahan
Rugi Penghentian Aset Tetap Rp. 2.000.000
Kas Rp.2.000.000
Untuk menghapus aset tetap dalam pencatatan
Akumulasi penyusutan mesin Rp96.000.000
Rugi penghentian Aset tetap Rp24.000.000
MesinRp120.000.000
Pencatatan Transaksi Pertukaran Aset Tetap
Contoh:
Pada tanggal 5 Januari 2008, PT CITRA JAYA menukar sebuah kendaraan
lama dengan kendaraan baru yang harga pasarnya Rp110.000.000.
Kendaraan lama yang diserahkan diperoleh dengan harga Rp80.000.000
dan telah disusutkan sebesar Rp30.000.000. Dalam pertukaran tersebut
PT.CITRA JAYA menyerahkan tambahan uang tunai sebesar Rp57.000.000.
Berdasarkan data contoh diatas, laba rugi pertukaran Aset tetap dihitung
sebagai berikut:
- Harga perolehan kendaraan lama Rp80.000.000
- Akumulasi penyusutan pada saat pertukaran (Rp30.000.000)
Harga buku kendaraan yang diserahkan Rp50.000.000
Harga pertukaran kendaraan lama:
- Harga pasar kendaraan baru yang diterima Rp110.000.000
- Tambahan uang tunai yang diserahkan (Rp 57.000.000)
- Harga pertukaran kendaraan lama Rp53.000.000
Laba pertukaran Aset tetap Rp 3.000.000
J Kendaraan Rp110.000.000
U Akumulasi penyusutan kendaraan Rp
30.000.000
R
Kas Rp 57.000.000
N Laba pertukaran Aset tetap Rp 3.000.000
A Kendaraan Rp 80.000.000
L
Penghentian Aset Tetap Karena Habis Masa
Penggunaannya
Aset tetap yang telah habis masa penggunaannya, dapat
diperlakukan sebagai berikut:
1. Dijual
Apabila aset tetap yang telah habis masa
penggunaannya dijual, selisih antara hasil penjualan
dengan harga bukunya dicatat sebagai laba atau rugi
penjualan aset tetap.
2. Disingkirkan (dibesi tuakan)
Dalam hal ini harga perolehan dan akumulasi
penyusutan aset yang bersangkutan harus dihilangkan
dari catatan pembukuan. Harga buku aset tetap yang
bersangkutan dicatat sebagai kerugian penghentian aset
tetap.
3. Diberhentikan dari penggunaannya tetapi tidak dilepas
Dalam hal demikian, akumulasi penyusutan aset tetap
yang bersangkutan harus dikeluarkan dari catatan
pembukuan, dengan mendebet akun akumulasi
Penghentian Aset Tetap Karena Habis Masa
Penggunaannya
Contohnya :
1. Peralatan kantor yang harga perolehannya Rp
6.000.000 telah disusutkan Rp 5.000.000 dibesituakan
karena telah habis masa penggunaannya.
Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut sebagai
berikut:
Akumulasi penyusutan peralatan kantor Rp
5.000.000
Rugi pemberhentian Aset tetap Rp 1.000.000
Peralatan kantor Rp 6.000.000
2. Mesin yang harga perolehannya Rp 100.000.000 dan
telah disusutkan sebesar Rp 90.000.000 diberhentikan
dari penggunaannya.
Jika mesin yang bersangkutan tidak dilepas, jurnal
yang diperlukan sebagai berikut:
Akumulasi penyusutan mesin Rp 90.000.000
Mesin Rp 90.000.000