Anda di halaman 1dari 47

INOVASI PEMBELAJARAN

IPA
(Model-model Pembelajaran)

Team PPPPTK IPA


Proses pembelajaran pada satuan pendidikan
diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik.

(Peraturan Pemerintah No.19/2005 pasal 19)

2 - 63
Kompetensi Pedagogik Guru
(Permendiknas No 16 Th 2007)

2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip


pembelajaran yang mendidik.
2.1 Memahami berbagai teori belajar dan
prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
2.2 Menerapkan berbagai pendekatan,
strategi, metode, dan teknik pembelajaran
yang mendidik secara kreatif dalam mata
pelajaran yang diampu.
Fungsi dan Peran Model
Pembelajaran
Membimbing guru
Mengembangkan kurikulum
Penentuan bahan ajar
Peningkatan kualitas pembelajaran
Ciri-ciri suatu Model
Pembelajaran
Memiliki prosedur ilmiah tertentu ( Scientific
Prosedure)
Memiliki Perincian dari hasil belajar ( Specification of
learning outcome)
Menyebutkan lingkungan belajar yang diharapkan
(specification of environtment )
Kriteria penampilan (criterion of performance)
Cara-cara pelaksanaannya (specification of operation )
MODEL PEMBELAJARAN
PENEMUAN
(DISCOVERY LEARNING)
Definisi/Konsep
Discovery Learning adalah teori belajar yang didefinisikan
sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak
disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi
diharapkan siswa mengorganisasi sendiri.

Sebagai strategi belajar, Discovery Learning mempunyai prinsip


yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem Solving. Tidak
ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini, pada
Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep
atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui.
Tahap Perencanaan
Menentukan tujuan pembelajaran
Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan
awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya)
Memilih materi pelajaran.
Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa
secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi)
Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-
contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari
siswa
Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke
kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap
enaktif, ikonik sampai ke simbolik
Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa

8
Langkah-langkah DL

TAHAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


1. Stimulation (simullasi/Pemberian rangsangan)
2. Problem statemen (pertanyaan/identifikasi
masalah)
3. Data collection (pengumpulan data)
4. Data processing (pengolahan Data)
5. Verification (pembuktian)
6. Generalization (menarik
kesimpulan/generalisasi)

9
Langkah-Langkah Operasional
2. Pelaksanaan

a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)


Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada
sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian
dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar
timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Disamping itu
guru dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan
pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas
belajar lainnya yang mengarah pada persiapan
pemecahan masalah. Stimulasi pada tahap ini berfungsi
untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat
mengembangkan dan membantu siswa dalam
mengeksplorasi bahan.
Langkah-Langkah Operasional

b. Problem statement (pernyataan/ identifikasi


masalah)
Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya
adalah guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda
masalah yang relevan dengan bahan pelajaran,
kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam
bentuk hipotesis (jawaban sementara atas
pertanyaan masalah)
Langkah-Langkah Operasional
c. Data collection (Pengumpulan Data).
Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi
kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan
informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk
membuktikan benar atau tidaknya hipotesis (Syah,
2004:244). Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab
pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya
hipotesis, dengan demikian anak didik diberi
kesempatan untuk mengumpulkan (collection)
berbagai informasi yang relevan, membaca literatur,
mengamati objek, wawancara dengan nara sumber,
melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.
Langkah-Langkah Operasional
d. Data Processing (Pengolahan Data)
Menurut Syah (2004:244) pengolahan data
merupakan kegiatan mengolah data dan informasi
yang telah diperoleh para siswa baik melalui
wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu
ditafsirkan. Semua informai hasil bacaan, wawancara,
observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak,
diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung
dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat
kepercayaan tertentu
Langkah-Langkah Operasional
e. Verification (Pembuktian)
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara
cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya
hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan
alternatif, dihubungkan dengan hasil data processing
(Syah, 2004:244). Verification menurut Bruner,
bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan
baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori,
aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia
jumpai dalam kehidupannya.
Langkah-Langkah Operasional

f. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)


Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah
proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat
dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua
kejadian atau masalah yang sama, dengan
memperhatikan hasil verifikasi (Syah, 2004:244).
Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan
prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi
Kelebihan Model Pembelajaran Penemu
Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan
keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif.
Usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini,
seseorang tergantung bagaimana cara belajarnya.
Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat
pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan
dan transfer.
Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya
rasa menyelidiki dan berhasil.
Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat
dan sesuai dengan kecepatannya sendiri.
Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya
sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.
Kelebihan Model Pembelajaran Penemu
Metode ini dapat membantu siswa memperkuat konsep
dirinya, karena memperoleh kepercayaan bekerja sama
dengan yang lainnya.
Berpusat pada siswa dan guru berperan sama-sama aktif
mengeluarkan gagasan-gagasan. Bahkan guru pun dapat
bertindak sebagai siswa, dan sebagai peneliti di dalam
situasi diskusi.
Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu-raguan)
karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu
atau pasti.
Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik;
Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer
kepada situasi proses belajar yang baru;
Keuntungan Model Pembelajaran Penemu

Mendorong siswa berfikir dan bekerja atas inisiatif


sendiri;
Mendorong siswa berfikir intuisi dan merumuskan hipotesis
sendiri;
Memberikan keputusan yang bersifat intrinsik; Situasi
proses belajar menjadi lebih terangsang;
Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada
pembentukan manusia seutuhnya;
Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa;
Kemungkinan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai
jenis sumber belajar;
Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.
Kelemahan Model Pembelajaran Penemu

Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran


untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan
mengalami kesulitan abstrak atau berfikir atau
mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep, yang
tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya akan
menimbulkan frustasi.
Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang
banyak, karena membutuhkan waktu yang lama untuk
membantu mereka menemukan teori atau pemecahan
masalah lainnya.
Harapan-harapan yang terkandung dalam metode ini dapat
buyar berhadapan dengan siswa dan guru yang telah
terbiasa dengan cara-cara belajar yang lama.
Kelemahan Pembelajaran Penemua
Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan
pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep,
keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang
mendapat perhatian.
Pada beberapa disiplin ilmu, misalnya IPA kurang fasilitas
untuk mengukur gagasan yang dikemukakan oleh para siswa
Tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berfikir
yang akan ditemukan oleh siswa karena telah dipilih
terlebih dahulu oleh guru.
MODEL PEMBELAJARAN

Discovery Based Learning:


1.Stimulation (memberi stimulus); bacaan, atau gambar,
atau situasi, sesuai dengan materi
pembelajaran/topik/tema.
2.Problem Statement (mengidentifikasi masalah);
menemukan permasalahan menanya, mencari
informasi, dan merumuskan masalah.
3.Data Collecting (mengumpulkan data); mencari dan
mengumpulkan data/informasi, melatih ketelitian,
akurasi, dan kejujuran, mencari atau merumuskan
berbagai alternatif pemecahan masalah
21
MODEL PEMBELAJARAN

Discovery Based Learning:


4.Data Processing (mengolah data); mencoba dan
mengeksplorasi pengetahuan konseptualnya, melatih
keterampilan berfikir logis dan aplikatif.
5.Verification (memferifikasi); mengecek kebenaran
atau keabsahan hasil pengolahan data, mencari sumber
yang relevan baik dari buku atau media,
mengasosiasikannya menjadi suatu kesimpulan.
6.Generalization (menyimpulkan); melatih pengetahuan
metakognisi peserta didik.
22
MODEL PEMBELAJARAN
BERBASIS MASALAH
(PROBLEM BASED LEARNING)
Definisi/Konsep
Pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah
model pembelajaran yang menyajikan masalah
kontekstual sehingga merangsang peserta didik
untuk belajar.
Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran
berbasis masalah, peserta didik bekerja dalam tim
untuk memecahkan masalah dunia nyata ( real
world)

24
Prinsip Proses Pembelajaran PBL

25
Contoh Penerapan
Sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam
kelas, peserta didik terlebih dahulu diminta untuk
mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu.
Kemudian peserta didik diminta mencatat masalah-
masalah yang muncul.
Setelah itu tugas guru adalah meransang peserta didik
untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang
ada. Tugas guru adalah mengarahkan peserta didik untuk
bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan
pendapat yang berbeda dari mereka.

26
Contoh Penerapan
Memanfaatkan lingkungan peserta didik untuk memperoleh
pengalaman belajar. Guru memberikan penugasan yang
dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan peserta
didik, antara lain di sekolah, keluarga dan masyarakat.
Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan
kesempatan bagi peserta didik untuk belajar diluar kelas.
Peserta didik diharapkan dapat memperoleh pengalaman
langsung tentang apa yang sedang dipelajari. Pengalaman
belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan
peserta didik dalam rangka mencapai penguasaan standar
kompetensi, kemampuan dasar dan materi pembelajaran.

27
Contoh Penerapan
Tahapan-Tahapan Model PBL

28
KELEBIHAN PBL
1) Dengan PBL akan terjadi pembelajaran bermakna.
Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar
memecahkan suatu masalah maka mereka akan
menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau
berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan.
Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas
ketika peserta didik/mahapeserta didik berhadapan
dengan situasi di mana konsep diterapkan

29
KELEBIHAN PBL
(2) Dalam situasi PBL, peserta didik/mahapeserta
didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan
secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks
yang relevan
(3) PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis,
menumbuhkan inisiatif peserta didik/mahapeserta
didik dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar,
dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal
dalam bekerja kelompok.

30
MODEL PEMBELAJARAN

Project Based Learning;


1.Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek; langkah awal
agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan
yang muncul dari fenomena yang ada.
2.Mendesain perencanaan proyek; menyusun perencanaan proyek
bisa melalui percobaan.
3.Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek.
4.Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek; mengevaluasi
proyek yang sedang dikerjakan.
5.Menguji hasil; Fakta dan data dihubungkan dengan berbagai
data lain.
6.Mengevaluasi kegiatan/pengalaman; mengevaluasi kegiatan
sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran
yang sama atau mata pelajaran lain. 31
MODEL PEMBELAJARAN
BERBASIS PROYEK
(PROJECT BASED LEARNING)
Definisi/Konsep

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based


Learning=PjBL) adalah model pembelajaran yang
menggunakan proyek/kegiatan sebagai inti pembelajaran.
Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi,
sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai
bentuk hasil belajar.
Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan model belajar
yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam
mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru
berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara
nyata.
Kriteria PJBL
peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka
kerja,
adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada
peserta didik,
peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi
atas permasalahan atau tantangan yang diajukan,
peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk
mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan
permasalahan,
proses evaluasi dijalankan secara kontinyu,
peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas
aktivitas yang sudah dijalankan,
produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara
kualitatif,
34
Langkah-Langkah Operasiona
Peran guru pada Pembelajaran Berbasis
Proyek

Merencanakan dan mendesain pembelajaran,


Membuat strategi pembelajaran,
Membayangkan interaksi yang akan terjadi antara guru dan
peserta didik,
Mencari keunikan peserta didik,
Menilai peserta didik dengan cara transparan dan berbagai
macam penilaian dan
Membuat portofolio pekerjaan peserta didik.

36
Peran Peserta Didik pada
Pembelajaran Berbasis Proyek

Menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir


Melakukan riset sederhana
Mempelajari ide dan konsep baru
Belajar mengatur waktu dengan baik
Melakukan kegiatan belajar sendiri/kelompok
Mengaplikasikan hasil belajar lewat tindakan
Melakukan interaksi sosial (wawancara, survey,
observasi, dll)

37
Keuntungan Pembelajaran
Berbasis Proyek
Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar,
mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting,
dan mereka perlu untuk dihargai.
Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil
memecahkan problem-problem yang kompleks.
Meningkatkan kolaborasi.
Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan
mempraktikkan keterampilan komunikasi.
Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber.
Keuntungan Pembelajaran Berbasis
Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan
praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu
dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan
tugas.
Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik
secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia
nyata.
Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi
dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian
diimplementasikan dengan dunia nyata.
Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta
didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.
Kelemahan Pembelajaran Berbasis P
Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.
Membutuhkan biaya yang cukup banyak
Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional, di mana
instruktur memegang peran utama di kelas.
Banyaknya peralatan yang harus disediakan.
Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan
pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.
Ada kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja kelompok.
Ketika topik yang diberikan kepada masing-masing kelompok berbeda,
dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara
keseluruhan
MODEL PEMBELAJARAN

Project Based Learning;


1.Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek; langkah
awal agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap
pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.
2.Mendesain perencanaan proyek; menyusun perencanaan
proyek bisa melalui percobaan.
3.Menyusun jadwal sebgai langkah nyata dari sebuah proyek.
4.Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek;
mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan.
5.Menguji hasil; Fakta dan data dihubungkan dengan
berbagai data lain.
6.Mengevaluasi kegiatan/pengalaman; mengevaluasi kegiatan
sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata
pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain. 41
Hubungan Pembelajaran dan
Kehidupan

Leaborasi
Teknis- MATA
Akademis- PELAJARAN
Profesional

KOMPE-
TENSI

KEHIDUPAN PEMBELAJARAN
NYATA SAINS (ALAT
PERAGA)

Menunjukkan arah pengembangan kurikulum


Menunjukkan arah kontribusi hasil pembelajaran
Intervensi profesional untuk elaborasi kecakapan hidup
SIKLUS HASIL DAN PROSES ILMIAH

DATA
PROSESPENGAM-
PROSES PENGAM- PROSESORGANISASI
PROSES ORGANISASI
BILANDATA
BILAN DATA DATA
DATA
OBSERVASI, MENCATAT,
MENGUKUR, MENGURUTKAN,
EXPERIMEN, MENELITI FOKUS
FOKUS MEMBANDINGKAN,
MASALAH MENGKLASIFIKASI
MASALAH

PROSES PROSES
PROSES
PROSES PENGGUNAANDATA
DATA
PENERAPANTEORI
PENERAPAN TEORI PENGGUNAAN

BERHIPOTESIS, DEFINISI MEMBUAT ANALOGI,


OPERASIONAL, MENGINFER, MEMBUAT
MEMBUAT MODEL, TEORI,
MEMPREDIKSI MENGGENERALISASI
Pembangunan TEORI
(Costa, A.L., et al.,1985: 167)
KRUCUT PENGALAMAN/EXPLORASI

ABSTRAK 1. Infromasi yang diperoleh dari


sumber yang abstracts atau
dapat berupa model, teori,
1. persamaan matematis.
2. Infromasi yang diperoleh dari
pengalaman yang dilakukan
orang lain (data skunder: film,
2. foto, buku teks): vicorious.
3. Informasi yang diperoleh
langsung dari objek
observasi, pengalaman
3. langsung: hand-on
KONKRIT
experiences.
Sains-teknologi-
masyarakat
Pertanyaan
baru

Penerapan

Penjelasan
Sains

bertanya

(fenomena
metode
(berasal dari pertanyaan

alam)
tentang fenomena di
alam)

Aksi Personal Applikasi


Isyu dlm berdasarkan Sosial
Masyarakat explanasi dan Explanasi
solusi dan solusi
Masyarakat
pemecahan
Strategis
masalah

Solusi
(masalah
adaptasi)
Teknologi
(Berasal dari masalah
dalam kehdupan
Problem
sehari-hari di
baru
masyarakat)
SYNTAX PEMBELAJAAN
SAINS TEKNOLOGI
Berasal dari INVITASI Berasal dari
pertanyaan 5 - 10% problem adaptasi
tentang di alam
fenomena
Metode Strategi pemecahan
EXPLORASI
inkuiri 50 - 60% masalah
Explanasi tentang
Solusi tehadap
fenomena di alam
masalah
(empiris & PENGAJUAN EXPLANASI
adaptasi
teoritis) DAN SOLUSI manusia
10 - 20%

Tindakan aplikasi Tindakan aplikasi


personal dan TINDAK LANJUT personal dan
sosial 5 - 10% sosial
Diambil dari Loucks-Horsley dkk, 1990: 59
dengan beberapa perubahan oleh penulis
Efek Pembelajaran Kecakapan Hidup
MEMBANGUN
KETERAMPILAN

MENGHARGAI INKUARI DALAM


PERBEDAAN IPTEK

MODEL
MODEL
MEMBANGUN BELAJAR PENGEMBAGAN
BELAJAR
ETOS KERJA KECAKAPA
KECAKAPA IPTEK
N HIDUP
N HIDUP

MANDIRI DALAM BELAJAR DALAM


BEKERJA KELOMPOK

MEMBANGUN
KEJUJURAN
KEMBALI