Anda di halaman 1dari 22

ENZIM

Apakah Enzim ?
Protein katalitik yang mengkatalis suatu reaksi tanpa
ikut dalam reaksi tersebut dan tidak akan habis
dipakai atau diubah secara permanen oleh reaksi
yang dikatalisnya. Enzim memiliki tenaga katalitik
luar biasa, yang biasanya jauh lebih besar daripada
katalisator sintetik

Bagaimana prinsip kerja enzim ?


Secara temporer, enzim terikat pada substrat/reaktan dari
reaksi yang dikatalisis.
Mempercepat reaksi kimia dengan cara menurunkan energi
aktivasi tanpa pembentukan produk samping
Berfungsi di dalam larutan encer pada keadaan suhu dan pH
normal (alami)
Kompleks enzim-
substrat
Bagaimana enzim
berperan dalam
metabolisme ?
Enzim merupakan unit fungsional dalam
metabolisme sel. Bekerja dalam urut-urutan teratur
untuk mengkatalisis ratusan reaksi bertahap.
Enzim meningkatkan kecepatan reaksi
(kecepatan reaksi sebanding dengan jumlah
molekul reaktan yang diubah menjadi produk pada
satu satuan waktu)
Respirasi: Siklus asam sitrat
Mengapa enzim dapat mempercepat reaksi
?
enzim menurunkan jumlah energi aktivasi yang diperlukan dan selanjutnya
mempercepat reaksi. Energi aktivasi suatu reaksi adalah jumlah energi (dalam
kalori) yang diperlukan untuk membawa semua molekul (pada 1 mol senyawa dan
pada suhu tertentu) menuju tingkat transisi pada puncak batas energi pada suhu
tertentu.
Apakah sifat enzim
sama dengan sifat protein ?

Ya. Seluruh sifat protein berlaku untuk


enzim seperti pH, suhu tinggi, atau
senyawa perusak dapat merusak struktur
kerangka protein (denaturasi protein) dan
menghilangkan aktivitas katalitik enzim
Protein
Protein adalah suatu polimer
makromolekul yang tersusun dari
satu atau lebih rantai asam amino
yang tidak bercabang. Umumnya,
protein mengandung 200300
asam amino. Beberapa molekul
protein berukuran lebih kecil.
Protein terkecil disebut peptida.
Karakteristik protein enzim
1.Suatu enzim bergabung dengan cepat dengan
reaktan selama reaksi yang dikatalis oleh enzim
tersebut.
2.Enzim dilepaskan tanpa perubahan setelah
mengkatalis konversi reaktan menjadi produk.
3.Enzim bekerja spesifik, setiap enzim mengkatalis
reaksi tertentu saja.
4.Enzim menjadi jenuh jika konsentrasi substrat tinggi.
5.Sejumlah enzim mengandung kofaktor
6.Umumnya enzim sensitif terhadap perubahan pH dan
suhu.
Kofaktor enzim
Beberapa enzim hanya terdiri dari protein dan tidak
mengandung gugus kimia lain. Namun enzim lain
memerlukan tambahan komponen kimia aktivitasnya.
Komponen ini disebut kofaktor, suatu komponen yang
bukan berupa protein

Kofaktor dapat berupa :


suatu molekul anorganik seperti Fe2+, Mn2+, Cu2+, Na+
atau Zn2+ atau molekul organik kecil yang disebut koenzim
misalnya vitamin B, B1 (tiamin), B2 (riboflavin) dan
nikotinamid

Koenzim yang terikat kuat secara kovalen pada protein


enzim disebut gugus prostetik.

Enzim yang strukturnya sempurna dan aktif mengkatalisis,


bersama-sama koenzim atau gugus logamnya disebut
Kofaktor Enzim Koenzim Senyawa yang
dipindahkan

Fe2+/Fe3+ Oksidase sitokrom, Flavin adenine Aldehida


katalase, peroksidase dinukleotida
(FAD)
Cu2+ Oksidase sitokrom
Nikotinamid Atom
Zn 2+
Polimerase DNA, adenine hidrogen
dehidrogenase dinukleotida
alcohol (NAD)
Mg2+ Heksokinase, glukosa Koenzim A Gugus asil
6-fosfatase

Ni2+ Urease Piridoksal Gugus amino


fosfat
Faktor apa saja yang
mempengaruhi aktivitas enzim
?
pH dan suhu.
Setiap enzim bekerja dengan baik pada pH dan
suhu tertentu
2. Konsentrasi substrat/reaktan
3. Penghambat enzim (inhibitor)

Penghambat kompetitif (competitive inhibitor):


molekul inhibitor berkompetisi dengan substrat
untuk menempati sisi aktif enzim.
Penghambat non kompetitif
Molekul penghambat bergabung dengan enzim di luar sisi aktif,
menyebabkan konformasi enzim berubah.
Penghambatan ini biasanya reversibel, inhibitor tidak terikat secara
permanen. Penghambatan irreversible dapat disebabkan oleh adanya
racun. Misalnya penisilin
Bagaimana aktivitas enzim diatur?
Aktivitas enzim diatur melalui

Keberadaan enzim: di membran


Enzim di dalam membran plasma atau kloroplast terkunci di dalam ruang khusus
sehingga tidak terjadi kontak antar enzim yang menyebabkan penurunan aktivitas.

Prekursor tidak aktif.


Prekursor ini dibentuk untuk mencegah suatu enzim menyerang sel yang
mensintesisnya. Misalnya pepsinogen di lambung.

Penghambatan umpan balik (Feedback Inhibition)


Penumpukan produk dari suatu seri reaksi enzimatis menghambat kerja enzim
pertama dalam rangkaian reaksi tersebut sehingga produksi enzim selanjutnya
ditunda.

Aktivasi Prekursor (Precursor Activation)


Akumulasi substrat di dalam sel akan mengaktifkan enzim sehingga rangkaian
reaksi enzimatis akan berjalan kembali Aktivasi ini akan mereduksi konsentrasi
substrat awal
Penghambatan umpan balik (Feedback Inhibition)
Penumpukan produk akhir (final product) dari suatu seri
reaksi enzimatis menghambat kerja enzim pertama dalam
rangkaian reaksi tersebut sehingga produksi enzim
selanjutnya ditunda.
Pengaturan Sintesis
Enzim
Enzim konservatif: Selalu terbentuk ada
maupun tidak ada substrat
Enzim induktif: Mekanisme pengaturan
tertentu agar enzim induktif dapat terbentuk
terjadi melalui on-off gen transkripsi.
Penamaan Enzim
Sebelum 1964.
- Ase di belakang nama substrat yang dikatalis.
Selulase, bekerja pada selulosa
Maltase, bekerja pada maltosa
Amilase, bekerja pada amilosa
- Modifikasi kata berdasarkan tipe reaksi yang
dikatalis
Asam laktat Asam piruvat, dikatalis oleh
enzim dehidrogenase asam laktat
- Non deskriptif, tanpa kriteria: pepsin dan tripsin
Setelah 1964
Nomenclature Committee of the
International Union of Biochemistry
and Molecular Biology (NC-
IUBMB) on the Nomenclature and
Classification of Enzyme-Catalysed
Reactions
EC 1 Oxidoreductase (katalis reaksi oksidasi-reduksi)
EC 2 Transferase (katalis transfer gugus/atom dari satu molekul donor ke
molekul akseptor)
Kreatin + ATP fosfokreatin + ADP
Kreatin transferase
EC 3 Hidrolase (Katalis hidrolisis ikatan kimia)
Glukosa-6 fosfat + H2O glukosa + fosfat
Glukosa-6 fosfat fosfohidrolase
EC 4 Liase (katalis penambahan gugus pada substrat yang mengandung ikatan
rangkap atau pengurangan gugus secara non hidrolitik dari substrat sehingga
menghasilkan senyawa berikatan rangkap)
L-histidin histamine + CO2 (histamine: ikatan rangkap)

Histidin dekarboksilase
EC 5 Isomerase (Katalis reaksi isomerase (rumus kimia sama, bangun kimia
berbeda)
D-ribulosa 5-P D-ribosa
Histidin dekarboksilase
EC 6 Ligase (Katalis pembentukan hasil kondensasi 2 molekul berbeda disertai
pemecahan ikatan pirofosfat dalam ATP).
L-asam amino + t-RNA + ATP Aminoasil + t-RNA + AMP +PPi
L-asam amino t-RNA ligase
Ribozim
Sampai sekitar 20 tahun yang lalu, semua enzim yang
telah ditemukan adalah protein. Tetepi kemudian
ditemukan bahwa molekul asam ribonukleat (Ribonucleic
acid, RNA) dapat bertindak sebagai enzim. RNA
mengkatalis perubahan kovalen pada struktur substrat
(kebanyakan juga merupakan molekul RNA). Molekul
RNA yang bersifat katalitik ini disebut ribozim (ribozymes)

Molekul RNA dikelompokan ke dalam


- transfer RNA (tRNA)
- ribosomal RNA (rRNA)
- messenger RNA (mRNA)