Anda di halaman 1dari 61

WUJUD ZAT

GAS,

CAIR,

DAN

PADAT

PTBS 2005-2006 1
Jarak antara partikel padatan, cairan dan
gas...

PTBS 2005-2006 2
Sifat Umum Gas

PTBS 2005-2006 3
Empat sifat gas yang dapat diukur adalah
tekanan, volume, suhu, dan jumlah (gram atau
mol).

Dalam kimia, tekanan adalah gaya per satuan


luas, biasanya digambarkan dalam satuan torr
atau atmosfir.

Volume gas selalu sama dengan volume


wadahnya, karena gas tersebar di setiap
penjuru ruang. Simbolnya V, satuannya Liter
atau miliLiter.

Suhu gas dilambangkan T, satuannya Kelvin.

Jumlah zat dalam PTBS sampel


2005-2006 gas biasanya
4
Unsur gas dalam table periodik di bawah
ini, berwarna biru

PTBS 2005-2006 5
Tekanan

Tekanan adalah gaya per satuan luas.


Gravitasi bumi bekerja pada molekul-molekul
udara yang menimbulkan suatu gaya yang dapat
menekan permukaan bumi. Gaya tersebut per
satuan unit luas disebut tekanan atmosfer.

Barometer adalah suatu alat untuk mengukur


tekanan atmosfer. Barometer sederhana adalah
barometer Torricelli.

PTBS 2005-2006 6
Gambar Barometer Torricelli.

Dalam SI, unit tekanan adalah Pascal (Pa).


1 atm = 101,325 Pa = 760 torr
PTBS 2005-2006 7
Manometer
Manometer digunakan untuk mengukur
tekanan dalamsuatu bejana atau ruang
tertutup.

PTBS 2005-2006 8
Hubungan Tekanan-Volume-Suhu
Beberapa Gas Tertentu
Hukum Boyle: Volume sejumlah gas pada suhu
konstan berbanding terbalik dengan
tekanannya.

V 1/P

PTBS 2005-2006 9
Hukum Charles
Sesuai dengan Hukum Suhu-Volume atau
Hukum Charles, volume sejumlah gas tertentu
berbanding lurus dengan suhu (K) jika
tekanan gas dijaga konstan.

VT

PTBS 2005-2006 10
PTBS 2005-2006 11
Hukum Gay-Lussac
Hukum Tekanan-Suhu atau Hukum Gay-Lussac:
Tekanan sejumlah gas tertentu pada volume
konstan berbanding langsung dengan suhu
(K).

PT

PTBS 2005-2006 12
Hukum Kombinasi Gas
Hukum Kombinasi Gas; perbandingan PV/T
konstan untuk sejumlah gas tertentu.

PV/T = konstan

P1V1/T 1= C

P2V2/T 2= C

Sehingga P1V1/T 1= P2V2/T 2

PTBS 2005-2006 13
PTBS 2005-2006 14
Prinsip Avogadro
Volume gas berbanding langsung dengan
molnya, n:
H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g)

Koefisien 1 1 2
Volume 1 vol 1 vol 2 vol
(percobaan)
Molekul(mol) 1 1 2
(Prinsip Avogadro)

Vn
PTBS 2005-2006 15
PTBS 2005-2006 16
Volume Standar Molar
Membandingkan percobaan volume molar,
pada tekanan 1 atm dan suhu 273,15K (0oC)
sebagai kondisi standar suhu dan tekanan
atau disingkat STP.

Pada keadaan STP volume satu mol gas


adalah 22,4 L.

PTBS 2005-2006 17
Stoikiometri Reaksi Antar Gas
Contoh: Berapa Liter oksigen pada STP yang
dibutuhkan untuk bergabung secara tepat
dengan hidrogen pada STP?
Jawab: 2H2(g) +2O2(g) 2H2O(g)

Kalikan 1,5 L H2 dengan menggunakan faktor


konversi equivalensi dengan 2 vol H2(g) 1vol
O2(g). Gunakan Liter sebagai unit volume.

Liter O2(g) = 1,5 L H2 x 1 L O2

2 L H2

= 0,750 L O2
PTBS 2005-2006 18
Hukum Dalton Untuk Tekanan
Parsial

Dalam campuran gas yang tidak bereaksi, masing-


masing gas berkontribusi terhadap tekanan total,
Dalton mengatakannya tekanan parsial.
Hukum Dalton untuk Tekanan Parsial: Tekanan total
campuran gas yang tidak bereaksi adalah jumlah
tekanan parsial masing-masing gas. Persamaannya
ditulis sebagai berikut:

P total = Pa + Pb + Pc +

PTBS 2005-2006 19
Hukum Dalton

PTBS 2005-2006 20
Fraksi Mol dan Persen Mol Campuran
Gas dari Tekanan Parsial
Fraksi mol beberapa komponen dalam campuran
adalah perbandingan jumlah molmua dengan mol
total semua komponen. Bila dituliskan dalam
persamaan matematiknya adalah:

XA = nA/(nA + nB + nC + nD + nZ)

Kadang-kadang fraksi mol dikali 100 menghasilkan


persen mol komponen, dengan simbol mol %.

PTBS 2005-2006 21
Hukum Efusi Graham
Efusi : peristiwa
berpindahnya
partikel gas dari
konsentrasi besar ke
vacuum melalui
celah sempit
Kecepatan efusi gas
berbanding terbalik
dengan akar
densitasnya, d pada
P dan T konstan.
Kecepatan efusi (A) dB = (MA/MB)
=
Kecepatan efusi (B) dA
PTBS 2005-2006 22
Teori Kinetika Gas
PostulatTeoriKinetikaGas
1. Gas terdiri atas partikel-
partikel kecil yang konstan
dan bergerak acak.
2. Partikel gas menempati
volume bersih sangat kecil
dibandingkan volume wadah,
sehingga kontribusinya dapat
diabaikan.
3. Partikel-partikel sering
bertumbukan elastik dengan
dinding wadah, dan berberak
PTBS 2005-2006 23
Hukum-hukum Gas diterangkan
oleh Teori Kinetika Gas
Teori Kinetika dan Suhu Gas
Energi kinetika rata-rata dari partikel-partikel
gas sebanding dengan suhu absolut.

PTBS 2005-2006 24
Teori Kinetika dan Hukum Tekanan-
Volume (Hukum Boyle)
Molekul-molekul gas sangat kecil dan
berjauhan, akibatnya gas dapat ditekan,
sehingga molekulnya menjadi berdekatan. Hal
ini sesuai dengan Hukum Boyle.

P 1/V atau V 1/P

PTBS 2005-2006 25
Teori Kinetika dan Hukum Tekanan-
Suhu (Hukum Gay-Lussac)
Dalam teori kinetika disebutkan naiknya suhu
gas akan menaikkan kecepatan rata-rata
partikel gas. Dengan kata lain teori kinetika
menerangkan bagaimana tekanan gas
berbanding lurus dengan suhu gas.

PTBS 2005-2006 26
Teori Kinetika dan Hukum Suhu-
Volume (Hukum Charles)
Dalam teori kinetika disebutkan naiknya suhu
gas akan menaikkan rata-rata energi kinetika
partikelnya, yang cenderung menaikkan
tekanan gas. Gas berekspansi dengan
menaiknya T pada P konstan, dengan kata lain

V T.

PTBS 2005-2006 27
Teori Kinetika dan Hukum Dalton
Tekanan Parsial
Molekul gas ideal tidak mengenal adanya
molekul lain disekitarnya, kecuali bila
bertumbukkan, sebab masing-masing akan
berlaku secara bebas, dan memberikan
tekanan yang sama, seolah-olah gas
tersebut menempati ruang tersebut
sendirian.

PTBS 2005-2006 28
Gas Nyata
Gas nyata seperti oksigen, memiliki ciri-ciri
gas ideal dalam dua hal, pertama model gas
ideal diasumsikan bahwa molekul gas
individual tidak mempunyai volume. Kedua,
gas nyata partikel-partikelnya saling
berinteraksi satu sama lain, tidak seperti gas
ideal. Akibatnya molekul-molekul suatu gas
nyata, perjalanannya akan lebih panjang untuk
mencapai dinding wadah, sehingga tumbukan
memakan waktu lebih lama. Artinya, tumbukan
molekul-molekul gas nyata pada dinding tidak
sesering gas ideal. Koreksi Van der Waals
untuk gas nyata adalah n2a/V2 yang
ditambahkan pada tekanan terukur agar
PTBS
sesuai dengan 2005-2006gas ideal.
tekanan 29
PTBS 2005-2006 30
CAIRAN DAN PADATAN

Tahukah Saudara, mengapa es (H2O(s)) mengapung di


dalam air (H2O(l)PTBS
? Tidak seperti zat lainnya...
2005-2006 31
Atraksi Intermolekular
Atraksi Dipol-dipol

Atraksi intermolekular antara ujung positif


dan negatif disebut atraksi dipol-dipol. 32
PTBS 2005-2006
Ikatan Hidrogen

Interaksi antara hidrogen secara kovalen


dengan unsur-unsur yang
elektronegativitasnya tinggi seperti fluor,33
PTBS 2005-2006
Gaya London

Gaya London terjadi karena adanya dipol sesaat, hal ini


terjadi karena kerapatan elektron tetangganya menjadi tidak
simetris, akibatnya partikel menjadi dipol.
PTBS 2005-2006 34
Sifat Umum Cairan dan Padatan

Kemampuan Dimampatkan
(Compressibilitas)
Jika terjadi perubahan volume yang sangat
besar bila tekanan diperbesar maka dikatakan
bahwa zat tersebut mudah dimampatkan.
Cairan dan padatan tidak dapat dimampatkan,
sedangkan gas bisa.

PTBS 2005-2006 35
Difusi
Molekul-molekul gas
berdifusi
sangat cepat.

Molekul-molekul cairan
berdifusi lebih lambat,
karena
beberapa tumbukan
terjadi
Dengan partikel-
partikelnya
yang lebih berdekatan.

PTBS 2005-2006 36
Molekul-molekul padatan
Sifat yang Bergantung pada
Kekuatan Atraksi Intermolekular

Bentuk dan Volume Retensi


- Gas akan mengembang dan menempuh
seluruh wadah yang ditempatinya, karena
gaya tarik antara molekulnya sangat lemah,
molekul bergerak cepat dengan mudah
mengisi seluruh ruangan.

PTBS 2005-2006 37
-Cairan mempunyai
volume yang tetap dan
akan membentuk sesuai
dengan wadah yang
ditempatinya, karena
gaya tariknya lebih kuat.

Gas dan zat cair keduanya


dapat berubah, dapat
mengalir dan dapat
dipompa dari suatu
tempat ke tempat lain.

- Zat padat tak dapat berubah baik bentuk


maupun volumenya karena gaya tariknya jauh lebih
besar dan mengikat molekul-molekulnya dengan kuat
di tempat, sehingga
PTBStak dapat berpindah.
2005-2006 38
Tegangan Permukaan

Pada cairan, setiap


molekul akan
bergerak
dipengaruhi molekul
sekelilingnya.
Molekul yang
terletak pada
permukaan hanya
ditarik oleh molekul-
molekul di sisi dan
di bawahnya
menyebabkan
PTBS 2005-2006
tegangan 39
Membasahi Permukaan

Kemampuan ini menunjukkan adanya gaya


tarik yang sama antara masing-masing
molekul air dan antara molekul air dengan
permukaan gelas.
PTBS 2005-2006 40
Viskositas
Aliran yang menahan untuk mengubah bentuk
disebut viskositas cairan.
Viskositas bergantung kepada suhu, naiknya
suhu menurunkan viskositas.

Penguapan dan Pendinginan


Faktor yang mengontrol kecepatan penguapan
1. Luas permukaan cairan.
2. Suhu.
3. Kekuatan gaya tarik antar molekul.
PTBS 2005-2006 41
Perubahan Keadaan dan
Kesetimbangan Dinamis
Perubahan Keadaan terjadi ketika suatu zat
ditransformasi dari suatu keadaan fisik menjadi
keadaan fisik lain.
Contoh: evaporasi (penguapan) cairan,
sublimasi padatan, pelelehan, pembekuan, dll.

Kesetimbangan dinamis terjadi ketika dua


perubahan keadaan yang berlawanan terjadi
dengan kecepatan yang sama.
Dikatakan setimbang, karena tidak terjadi lagi
perubahan dalam sistem, dan dinamis karena
aktivitas tidak berhenti.
PTBS 2005-2006 42
Perubahan Energi Selama
Perubahan Keadaan
Kurvapemanasandankurvapendinginan

(a) Kurva pemanasan.


(b) Kurva pendinginan. Kondensasi terjadi pada suhu tetap.
Supercooling adalah suhu di bawah titik beku (titik leleh), ketika terbentuk
sedikit kristal , kemudian suhu naik hingga titik beku.
PTBS 2005-2006 43
Tekanan Uap Cairan dan Padatan

PTBS 2005-2006 44
Faktor-faktor yang mempengaruhi
tekanan uap:
1. Sifat gaya tarik cairan: Molekul yang
mempunyai gaya tarik antar molekul yang
besar akan memiliki kecepatan penguapan
rendah. Sebaliknya bila gaya tarik antara
molekulnya rendah maka kecepatan
penguapannya besar.
2. Suhu. Bila suhu naik maka tekanan uap naik

PTBS 2005-2006 45
Tekanan Uap Padatan
Bila sublimasi terjadi pada wadah yang
tertutup, akan lebih banyak molekul yang
masuk fasa gas sehingga tekanan uapnya
naik. Molekul-molekul gas yang
pergerakannya lambat akan menyentuh
permukaan zat padat dan tinggal di sana
menjadi padat kembali. Pada saatnya
kecepatan molekul yang ke luar akan sama
dengan kembali dan kesetimbangan dinamik
akan tercapai. Tekanan yang diberikan oleh
uap yang mengadakan kesetimbangan dengan
zat padatnya disebut tekanan uap
kesetimbangan dari zat padat.

PTBS 2005-2006 46
Titik Didih Cairan

Suhu yang dibutuhkan untuk mendidihkan


suatu cairan disebut titik didih, yaitu suhu
pada saat tekanan uap cairan sama dengan
tekanan atmosfer.
Titik didih pada tekanan 1 atm (760 torr)
disebut titik didih normal.

PTBS 2005-2006 47
Diagram Fasa

PTBS 2005-2006 48
Padatan Kristalin dan
Nonkristalin

Kristal NaCl
PTBS 2005-2006 49
Tujuh macam sel unit:

Partikel
dalam
kristal
disusun
dengan
pola
pengulanga
n yang
sangat
teratur,
disebut kisi
kristal.
Satuan
pengulanga PTBS 2005-2006 50
n kisi
-(a) Sel unit kubus sederhana atau sel unit
kubus sederhana. Bila oksigen dibekukan
maka sel unitnya mempunyai bentuk sisi
kubus primitif.

-(b) Sel unit kubus pusat badan (body-


centered cubic, bcc). Beberapa logam yang
umum seperti krom, besi, dan tungsten,
adalah contoh kristal bcc.

(c) Sel unit kubus pusat muka (face-centered


cubic, fcc) Kisi-kisi semacam ini biasanya
terdapat pada kristal seperti logam-logam
PTBS perak,
nikel, tembaga, emas, 2005-2006 51
dan aluminium.
PTBS 2005-2006 52
Setiap sel unit tersusun membentuk kisi
kristal

PTBS 2005-2006 53
Difraksi Sinar X

PTBS 2005-2006 54
PTBS 2005-2006 55
Hubungan ini dikenal dengan persamaan Bragg adalah:
n = 2 d sin
n adalah bilangan bulat (n = 1, 2, 3 dst), = panjang
gelombang sinar X, d = ruang antara lapisan yang
berulang yang memantulkan sinar X, = sudut yang
sinar X masuk dan keluar dari lapisan-lapisan
bersangkutan. PTBS 2005-2006 56
Sifat Fisik Dan Tipe Kristal
Kristal Ionik
Pada umumnya keras, titik
lelehnya relatif tinggi, dan
sangat rapuh. Bila dipukul
akan hancur karena
sejumlah ion saling lepas
satu sama lain maka
terjadi perubahan keadaan
dari tarik-menarik menjadi
tolak-menolak. Pada
keadaan padat senyawa
ion merupakan konduktor
yang buruk, karena ion-
ionnya diikat kuat pada
tempatnya. Bila dilelehkan
ion-ion akan PTBS 2005-2006
bergerak 57
(a)Kristal CsCl (b) ZnS (c) CaF 2,
dibeberapa kristal ukuran kation lebih kecil
daripada anion

PTBS 2005-2006 58
Kristal
Molekular
Dalam kristal molekular,
baik molekul ataupun
atom tersendiri mengisi
tempat-tempat kisi. Gaya
tarik antara molekul atau
atomnya lebih lemah
dibandingkan dengan
ikatan kovalen.
Mempunyai titik leleh
yang rendah karena gaya
intermolekularnya lemah.
Merupakan konduktor
listrik yan buruk, karena
semua elektronnya terikatPTBS 2005-2006 59
Kristal Kovalen
Pada kristal kovalen terdapat jaringan ikatan
kovalen antara atom-atomnya yang diperluas
ke seluruh zat padat. Karena ikatan kovalen
yang saling mengunci maka kristal kovalen
mempunyai titik leleh yang sangat tinggi dan
biasanya sangat keras, titik leleh tinggi,
konduktor listrik lemah.

Kristal Logam
Zat padat terikat satu sama lain karena
adanya gaya tarik-menarik elektrostatik antara
kisi ion positif dengan semacam lautan
elektron. Elektron dapat bergerak bebas,
sehingga logam merupakan konduktor lisrik
yang baik. PTBS 2005-2006 60
Padatan Nonkristalin
Beberapa cairan didinginkan membeku,
tidak menjadi padatan kristal, tetapi
berbentuk padatan amorf, contoh: gelas.

PTBS 2005-2006 61