Anda di halaman 1dari 11

TEKNOLOGI

PENGOLAHAN TELUR
Dini Yulianti 240210140060
Ratih Radithya Utami 240210140079
Muhammad Fadillah 240210140080
Ramadanti Fitra 240210140081
Asterias Hafiizha 240210140089
Rana Gita Widawati 240210140100
Florentina Dwi Putri A. N. 240210140102
Triana Tejawati 240210140113
Struktur telur
Kulit telur : 11 %
Putih telur : 58 %
Kuning telur : 31%
Kulit telur
Bahan kulit : CaCO3 + pori-pori
Kutikula : menutupi pori-pori, hilang bila telur dicuci,
m.o dapat masuk
Bagian dalam dilapisi 2 membran
Gelombang udara di kedua ujung, makin tua telur ,
makin > gelembung
Kulit telur penting
a) Memengaruhi kehilangan air, CO2
b) Daya tahan pecah
c) Memengaruhi pembusukan oleh m.o
Putih telur
Ada 3 lapis (Lihat gambar)
a) Lapisan tipis, berbatasan dengan kulit
telur
b) Lapisan tebal dan kental
c) Lapisan tipis menyelubungi kulit telur
) Kuning telur
) Posisi kuning telur
o) Di tengah-tengah telur
o) Karena 2 chalazal, dapat berputar
) Dibatasi membran vitelin
CARA MEMBUAT
CARA MEMBUAT
Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara
merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal
1~2 mm.

Simpan telur dalam kardus selama 7 hari. Usahakan agar telur tidak
pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka.

Setelah dirasa atau pemeraman cukup waktunya (+/- 7-10 hari ). segera
bongkar adonan pembalut pada telur. Agar tidak merusak telur pada
saat pengbongkaran adonan pembalut, sebaiknya tambahkan sedikit air
hingga adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan
demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih mudah dan aman.
Selanjutnya rebus telur asin. Cuci dahulu telur asin yang hendak
direbus hingga bersih. Untuk mencegah retak atau pecahnya telur
dalam proses perebusan ini, sebaiknya dilakukan cara perebusan
seperti berikut ini.
a. Masukkan telur dalam panci perebus yang telah diisi dengan air
secukupnya.
b.Panaskan dengan api kecil, usahakan agar air perebus menjadi panas
namun tidak mendidih (+/- 30 menit).
c.Selanjutnya, api dapat dibesarkan hingga air mendidih.
CARA KERJA

Hal ini dilakukan agar putih telur menjadi matang


atau mengental terlebih dahulu sebelum mematangkan
semua isi telurnya. Sehingga benturan-benturan yang
terjadi selama perebusan, tidak akan menyebabkan
retak atau pecahnya telur-telur asin tersebut.
HASIL AKHIR
VIDEO
TERIMA KASIH