Anda di halaman 1dari 18

MPU3092

(USTAZAH HAMIDAH)
PRINSIP HUKUM TAUHID
Tauhid Rububiyah
Membenarkan secara sempurna, meyakini secara pasti tanpa
ada keraguan dan sangkaan sedikitpun bahawa Allah SWT;
adalah satu-satunya yang mencipta, memberi rezeki, mengatur,
memiliki, menghidupkan, dan mematikan, mengetahui yang
ghaib, dan yang menentukan segala sesuatu yang besar
mahupun yang kecil, yang baik dan yang buruk.
Meyakini bahawasannya setiap yang terjadi di alam semesta
ini adalah berdasarkan perintah Allah dan kehendak-Nya,
tidak ada yang dapat mengelak dari hukumnya dan tidak
ada yang menolak dari putusan-Nya, tidak ada sekutu bagi-
Nya di dalam kerajaan-Nya dan kekuasaan-Nya terhadap
makhluk-Nya.
Tauhid ini biasa disebutkan dengan istilah mentauhidkan Allah
dengan segala perbuatan-perbuatan-Nya.
Tauhid Uluhiyah
Mengesakan Allah SWT dengan menyembah-Nya, mengagungkan-Nya,
mentaati-Nya, beristiqamah diatas perintah-Nya, dan perintah nabi-Nya,
tidak menyekutukan sesuatu yang lain bersama-Nya dalam ibadah, tidak
menjadikan sekutu dan perantara bersama-Nya atau kepada-Nya, dan tidak
meminta syafaat atau bertawassul kepada-Nya kecuali dengan apa yang Dia
izinkan dari hal-hal yang syariatnya ada dalam al-Quran dan sunnah Rasul-
Nya.
Tauhid ini biasa disebut dengan mentauhidkan Allah dengan segala
perbuatan hamba-Nya, dengan mengkhususkan seluruh perbuatan hamba
dalam beribadah hanya kepada-Nya semata tanpa menyekutukan
sedikitpun.
Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku,
hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan
semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian
itulah yang diperintahkan kepada-Ku. (QS. Al-
Anam: 162-163)
Tauhid Asma Wa Sifat

Mengimani secara yakin dan membenarkan secara


mutlaq bahawa Allah SWT memiliki nama-nama yang
baik yang Dia gunakan untuk menamai diri-Nya. Maka
semua nama-Nya yang hadir dalam kitab suci al-
Quran atau dalam sunnah Nabi Muhammad S.A.W
wajib diimani bahawa ia adalah bahagian dari nama-
nama Allah Azza wa Jalla.
PRINSIP HUKUM TAUHID

20 SIFAT WAJIB BAGI ALLAH


20 SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLAH
1 SIFAT HARUS BAGI ALLAH
WAJIB

20 Sifat-sifat yang wajib bagi Allah SWT :


1) Wujud maknanya Allah SWT itu ada.
2) Qidam maknanya Allah SWT selalu ada.
3) Baqa maknanya kekal selama-lamanya.

4) Mukhalafatuhu lilhawadist
Maknanya Allah berbeza dengan semua mahkluk dari
segala aspek, baik dari segi zat, sifat dan perbuatan Allah
SWT.
5) Qiyamuhu Binafsihi
Maknanya Allah SWT tidak memerlukan kepada zat
yang lain selain dirinya.

6) Wahdaniyah
Maknanya Allah SWT esa (tunggal) baik pada zatnya,
sifatnya mahupun perbuatannya.
7) Qudrah
Berkuasa menciptakan sesuatu tanpa memerlukan bantuan dari
siapapun.

8) Radah
Berkehendak, Allah boleh melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya
tanpa ada yang memaksa, kerana seandainya tuhan menciptakan sesuatu
bukan karena kehendaknya, sungguh Allah itu suatu zat yang lemah yang
boleh dipaksa oleh orang lain.
9) Ilmu
Mengetahui, Allah mengetahui segala sesuatu tanpa ada batasan dan tanpa
terlebih dahulu tidak mengetahui.

10) Ihayyah
Hidup, Allah merupakan suatu zat yang hidup yang tak pernah mati.

11) Sama
Mendengar, Allah merupakan zat yang mendengar tanpa ada batasan
jarak. Allah boleh mendengar suara yang begitu kecil sekalipun walau
dengan jarak yang begitu jauh.
12) Basar
Melihat, Allah boleh melihat segala sesuatu walaupun
ada halangan, baik benda itu ada di belakang, di tepi
atau di hadapan.
13) Kalam
Berbicara, Allah berbicara namun dengan tanpa ada
huruf dan suara. Kerana seandainya Allah berbicara
dengan huruf dan suara maka kalam Allah akan ada
permulaan dan akhir, semua ini mustahil kerana kalam
Allah bersifat Qidam.
18) Samiun
14) Qaadirun Allah Yang maha mendengar
19) Basirun
Allah itu yang maha kuasa Allah yang maha melihat
20) Mutakallimun
15) Muriidun Allah yang berbicara.

Allah yang maha


berkehendak
16) Alimun
Allah maha Yang mengetahui
17) Hayyun
Allah yang hidup
MUSTAHIL
Sifat- sifat yang mustahil bagi Allah SWT :

1) Adam (tiada), mustahil Allah SWT tiada kerana seandainya Allah itu tiada
sungguh tidak mungkin alam beserta isinya ini akan ada.

2) Hudus ( yang wujud kemudian), maksudnya Allah SWT ada setelah


melewati suatu masa yang dimana pada masa itu Allah belum ada.

3) Fana (binasa), maksudnya Allah pada suatu masa akan binasa seperti
makhluk, dan ini sungguh mustahil.

4) Mumasilatuhu lilhawadist ( menyamakan Allah dengan segala


makhluk)
5) Ihtaju ilal mahalli aw muhdisi (berhajat kepada sifat
atau zat yang lain).

6) Taaddudu ( banyak) - Berjumlah lebih dari satu

7)Ajzu (lemah),

8) Ikrahu (pemaksaan) tidak mungkin Allah dipaksa oleh zat


yang lain, kerana Allah merupakan zat yang maha kuasa.
9) Jahlu (bodoh)

10) Mawtu (mati)

11) Shammamu (tuli)

12) Al-amaa ( buta)

13) Bukmu (bisu)

14) Al-aajiz (yang lemah)


15) Al-mukrah (yang dipaksakan)
16) Al-jaahilu (yang bodoh)
17) Al-mautu(Yang mati)
18) As-shammamu (yang tuli)
19) Al-amaa (yang buta)
20) Al-bukmu (yang bisu)
HARUS

Sifat Yang Boleh (jaiz) Bagi Allah


boleh mengerjakan dan meninggalkan sesuatu yang
mungkin.