Anda di halaman 1dari 41

Laporan Kasus:

Demam Berdarah Dengue (DBD)


Dokter Pembimbing:
dr. Arief Sudjati Gazali, SpA
Koas:
Ghisqy Arsy Mulki
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Umum Cianjur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2016
IDENTITAS

Data didapatkan dari Alloanamnesis dari orang tua pasien


Nama : An. A
Tanggal lahir : 10 juli 2010
Usia : 5 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Sukamulya Rt 03/02 Kec. Cikalong Cianjur
Tanggal masuk rumah sakit : 12 Maret 2016
No. Rekam medis : 735197
ANAMNESIS

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Keluhan Utama : Demam sejak 7 hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang :


7 hari SMRS pasien mengeluh demam mendadak naik terus
menerus dan pegal-pegal di seluruh badan. Os mengeluh saat
demam terasa menggigil.
Batuk, pilek tidak ada, namun 3 hari SMRS os mengeluh adanya,
pusing dan lemas. Pasien belum BAB sejak 1 hari SMRS.
Tidak Terdapat bintik-bintik merah pada kulit. BAK normal
(warna, frekuensi, tidak ada darah dan tidak nyeri).
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Pasien belum pernah menderita sakit seperti ini sebelumnya, ,


tidak mempunyai riwayat penyakit kelainan pembekuan darah.
Dan tidak ada riwayat penyakit atopi.

RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA

Tidak terdapat penyakit seperti ini pada keluarga.


RIWAYAT PENGOBATAN

Tidak sedang menjalani pengobatan jangka panjang dan tidak


sedang mengkonsumsi obat-obatan untuk penyakit kronik.
RIWAYAT ALERGI
Os tidak memiliki riwayat alergi
RIWAYAT PSIKOSOSIAL

Di sekolah tidak ada yang mempunyai keluhan yang sama, kondisi


di lingkungan sekolah tidak tahu, tetapi kondisi di rumah baik,
sarana penampungan air sering dibersihkan.
RIWAYAT KEHAMILAN IBU

Selama hamil, ibu rutin ANC di bidan, selama hamil tidak pernah
terkena infeksi / sakit selama hamil.

RIWAYAT PERSALINAN IBU

Cara persalinan : spontan


Keadaan bayi : sehat
Berat lahir : ibu pasien lupa
Umur kehamilan : prematur 7 bulan
RIWAYAT PERKEMBANGAN

Sudah bisa berjalan, berbicara

Kesan perkembangan: baik


RIWAYAT IMUNISASI

KESAN: Imunisasi
dasar lengkap
PEMERIKSAAN FISIK
KEADAAN UMUM

Tampak sakit sedang

KESADARAN

Composmentis E4, M5, V6=15

TANDA VITAL

Nadi : 88x/m
Pernapasan : 28x/m
Suhu Tubuh : 37,7C
STATUS ANTROPOMETRI

Antropometri:
BB : 14,5 kg
TB : 102 cm
LK : 50 cm
STATUS GIZI

BB / Umur : 14,5/18 x 100% = 80 %


TB / Umur : 102 /109 x 100% = 93 %
BB/ TB : 14,5 /16 x 100% = 91 %
Kesan : Gizi baik
STATUS GENERALIS

Wajah : Simetris dextra dan sinistra, tidak terdapat tanda-tanda


peradangan, tidak terdapat tanda trauma, tidak terdapat adanya
petekie, purpura, edema, sianosis dan pucat.

Rambut : Hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut (tidak rontok).

Kepala : Normocephal, tidak mikrosefalus maupun hidrosefalus, bentuk


bulat, ubun-ubun sudah tertutup dan tidak cekung, tidak terdapat nyeri saat
ditekan, tidak terdapat tanda-tanda
peradangan.
STATUS GENERALIS
Mata : Edema palpebra (-/-), Konjungtiva anemis (-/-), Sklera
ikterik (-/-), refleks cahaya direk dan indirek (+/+), pupil isokor.

Hidung : Pernapasan cuping hidung (-/-), darah (-/-), sekret (-/-),


septum deviasi (-), tidak terdapat luka bekas trauma.

Telinga :Normotia, serumen (-/-), tidak terdapat tanda-tanda


peradangan.

Mulut : Bibir pucat (-), bibir kering (+), sianosis (-), lidah kotor
dan tremor (-), stomatitis (-).
Tenggorokan : Faring hiperemis (-/-), tonsil membesar (-/-).
Leher : Pembesaran KGB (-/-), pembesaran kelenjar tiroid (-/-).
Thorax
Pulmo :
Inspeksi : Terlihat pengembangan dinding thorax yang simetris dextra
sinistra, tidak terdapat retraksi dinding thorax, tidak terdapat bagian dinding
thorax yang tertinggal saat inspirasi, tidak terdapat tanda-tanda peradangan.
Palpasi : Teraba pengembangan dinding thorax yang simetri dextra
sinistra, Vocal fremitus simetris.
Perkusi : Terdengar suara sonor pada seluruh lapang paru.
Auskultasi : Terdengar suara vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing ( -/- )
Cor :
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat.
Palpasi : Ictus cordis teraba.
Perkusi : Batas kiri linea midclavicularis sinistra
Batas kanan linea parasternalis dextra

Auskultasi : Bunyi jantung I dan II murni regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
Inspeksi : Terlihat datar (supel), tidak terdapat tanda-tanda peradangan atau
tanda perembesan plasma seperti petekie, purpura dan ekimosis.

Auskultasi : Bising usus (+) 7-8 x/m.

Palpasi : Tidak terdapat adanya nyeri tekan pada seluruh kuadran


abdomen,tidak teraba pembesaran hepar dan spleen, turgor kulit elastis.

Perkusi : Terdengar suara timpani pada seluruh lapang abdomen.


Ekstremitas superior
Akral : Hangat (+/+)
Edema : (-/-)
Sianosis : (-/-)
RCT : <2 detik
Ekstremitas inferior
Akral : Hangat (+/+)
Edema : (-/-)
Sianosis : (-/-)
RCT : <2 detik

Kelenjar limfe : Tidak terdapat adanya pembesaran kelenjar.


Anus dan rectum : Tidak diperiksa.
Genitalia : tidak diperiksa.
Kulit : Tidak pucat, tidak sianosis, turgor elastis kembali dengan
cepat, terdapat adanya tanda perembesan plasma seperti petekie,
purpura/ekimosis.

Uji Tourniquet (+) Petekie > 10


PEMERIKSAAN LABORATORIUM
RESUME

7 hari SMRS os mengeluh demam mendadak naik terus


menerus pegal-pegal di seluruh badan. Os mengeluh saat demam
terasa menggigil. Batuk, pilek tidak ada, namun 3 hari SMRS os
mengeluh adanya, pusing dan lemas. Pasien belum BAB sejak 1
hari SMRS. Tidak Terdapat bintik-bintik merah pada kulit. BAK
normal (warna, frekuensi, tidak ada darah dan tidak nyeri)
Pemeriksaan fisik didapatkan Suhu: 37,7oC suhu Axilla, Nadi: 88
x/mnt, Pernapasan : 28 x/mnt, bibir kering, paru dan jantung
DBN. BU (+) 7-8 x/menit.
Pemeriksaan penunjang : trombosit = 104 103/l , Ht = 42,9%
DIAGNOSA KERJA

Diagnosis Klinis : Demam Berdarah Dengue (DBD) Derajat I


Diagnosis Gizi : kesan gizi baik
Diagnosis imunisasi : lengkap sesuai usia
Diagnosis Tumbuh kembang : baik

Prognosis
Quo ad Vitam : ad Bonam
Quo ad Functionam : ad Bonam
Rencana Pemeriksaan Penunjang :

-IgG & IgM Dengue


-NS1

Penatalaksanaan

Planning :
Infus : RL 1225ml : 60 = 20 TPM Mikro =5 TPM Makro
Oral : PCT 250mg 3 x 1

Pantau TTV/12 jam


Cek HHTL/12jam
FOLLOW UP
Hari/ tanggal S O A P
12/03/2016 Demam (-), sakit Suhu: 37,0oC Dengue Fever Lanjutkan terapi
(13.25) kepala (+), Lemas (+), sebelumnya
RR: 22x/m
Mual (-), muntah (-),
Diare (-), Belum BAB, HR: 90x/m
Sakit perut (-), Badan
CRT <2 detik
pegal-pegal (+), Nyeri
menelan (-), mimisan Nyeri tekan abdomen (-)
(-), BAK lancar
(normal), lemas (+) Trombosit : 104

12/03/2016 Demam (-), sakit Suhu: 36,6oC DBD derajat 1 Lanjutkan terapi
(22.25) kepala (+), Lemas (+), sebelumnya
RR: 26x/m
Mual (-), muntah (-),
Diare (-), Belum BAB 2 HR: 86x/m
hari, Sakit perut (-),
CRT <2 detik
Badan pegal-pegal (+),
Nyeri menelan (-), BU (+) normal
mimisan (-), BAK
lancar (normal), lemas NT abdomen (-)
(+) Trombosit : dari 104
86
14 03 2016 Demam (-), sakit Suhu: 36,8oC DBD derajat 1 Lanjutkan terapi
kepala (-), Lemas (+), sebelumnya
(09.56) RR: 28x/m
Mual (-), muntah (-),
Diare (-), Belum BAB HR: 80x/m
2 hari, Sakit perut (-),
CRT <2 detik
Badan pegal-pegal (-),
Nyeri menelan (-), BU (+) normal
mimisan (-), BAK NT abdomen (-)
lancar (normal),
lemas (+) Trombosit naik : dari 86
-> 108
FOLLOW UP

Tanggal Jam Hb Ht Trombosit Leukosit

12 Maret 2016 13.25 13.3 g/dL 42.9 % 104.000 /l 9.5 /l

12 Maret 2016 22.25 12.2 g/dL 37.9 % 86.000/l 11.1 /l

14 Maret 2016 09.56 11.9 g/dL 37.7 % 108.000/l 6.6 /l


DEFINISI DAN ETIOLOGI
DEMAM BERDARAH DENGUE

Penyakit demam akut, yang disebabkan oleh virus genus


Flavivirus, family Flaviviridae, mempunyai 4 jenis serotype yaitu
DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4, melalui perantara nyamuk
Aedes aegypti atau Aedes albopictus

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Umum Cianjur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2016
ETIOLOGI

Virus dengue
termasuk group B
arthropod borne
virus (arboviruses)
dan sekarang
Tipe
dikenal sebagai Terbanyak
genus flavivirus,
family Flaviviridae,
yang mempunyai 4
jenis serotip yaitu
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Umum Cianjur

den-1, den-2, den-3


Universitas Muhammadiyah Jakarta
2016
Sel
Sel langerhans
langerhans dan
dan
PATOGENESIS keratinosit
keratinosit bermigrasi
bermigrasi ke
ke
nodus limfe
nodus limfe
3 sistem organ yang
terlibat :
Terjadi
Terjadi amplifikasi
amplifikasi infeksi
infeksi
Sistem imun (makrofag
(makrofag dan
dan monosit
monosit
Hati direkrut)
direkrut)
Sel endotel pembuluh --Limpa
Limpa
darah Viremia
Viremia primer
primer yang
yang
--SelSel hati
hati
menyebabkan infeksi --Sel
Sel stromal
stromal
menyebabkan infeksi
pada --Sel
Sel endotel
endotel
pada makrofag
makrofag
jaringan --sumsum
sumsum tulang
tulang
jaringan

Sel-sel
Sel-sel yang
yang terinfeksi
terinfeksi
nekrosis menyebabkan
nekrosis menyebabkan
Mempengaruhi
Mempengaruhi pengeluaran
pengeluaran toksik
toksik
hemostasis
hemostasis

Supresi
Supresi sumsum
sumsum tulang
tulang
Merangsang dikeluarkannya
Merangsang dikeluarkannya
C3g
C3g dan
dan mengikat
mengikat trombosit
trombosit

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Umum Cianjur Masa
Masa hidup
hidup trombosit
trombosit
Trombositopenia
Trombositopenia memendek
Universitas Muhammadiyah Jakarta memendek
2016
Pada pasien ini demam
Demam pada DBD mempunyai siklus demam sudah hari ke 7, akan
tetapi masih terjadi
yang khas disebut Siklus Pelana Kuda. trombositopenia.
Karena mungkin orang
tua kurang dalam
memberikan informasi
dan butuh observasi
lebih lanjut lagi
a.
a. Demam
Demam Berdarah
Berdarah Dengue
(2)
Dengue (2)
Klinis
Klinis
a. Laboratorium
Laboratorium
a. Demam
Demam tinggi
tinggi mendadak
mendadak tanpa tanpa Trombositopenia
sebab Trombositopenia (<100.000/l
(<100.000/l atau
atau
sebab yangyang jelas,
jelas, berlangsung
berlangsung terus
terus
menerus kurang)
kurang)
menerus selama
selama 2-7
2-7 hari
hari
b. a.
a. Demam
Demam Dengue
Dengue
(2)
(2) Adanya
Adanya kebocoran
kebocoran plasma
plasma karena
karena
b. Terdapat
Terdapat manifestasi
manifestasi perdarahan
perdarahan
ditandai
ditandai dengan
dengan :: a.
a. Demam
Demam tinggi
tinggi mendadak
peningkatan
mendadak
peningkatan
permeabilitas kapiler, dengan
dengan manifestasi
1.
1. Uji
Uji bending positifb.
bending positif b. Ditambah
Ditambah gejala
gejala penyerta
penyerta 2/lebih
permeabilitas ::
2/lebihkapiler, manifestasi
sebagai
sebagai
2.
2. Petekie,
Petekie, ekimosis,
ekimosis, purpura
purpura 1.
1. Nyeri
Nyeri kepala
kepala berikut :
3. Perdarahan mukosa, berikut :
3. Perdarahan 2.
mukosa,
2. Nyeri
Nyeri retro
retro orbita
orbita 1.
epistaksis,
epistaksis, perdarahan
perdarahan gusi
gusi 1. Peningkatan
Peningkatan hematokrit
hematokrit
3.
3. Nyeri
Nyeri otot
otot dan
dan tulang
tulang 20% dari nilai standar
20% dari nilai standar
4.
4. Hematemesis
Hematemesis dan
dan atau
atau
melena 4.
4. Ruam
Ruam kulit
kulit 2.
2. Penurunan
Penurunan hematokrit
hematokrit
melena
c.
c. Pembesaran
Pembesaran hatihati 5. Meski jarang dapat
5. Meski jarang dapat disertai disertai
20%
20% setelah
setelah mendapat
mendapat terapi
terapi
manifestasi cairan
d.
d. Syok,
Syok, ditandai
ditandai nadinadi cepat
cepat dan manifestasi perdarahan
dan perdarahan cairan
lemah 3.
3. Efusi
Efusi
lemah sampai
sampai tidak
tidak teraba,
teraba, penyempitan 6.
6. Leukopenia
penyempitan Leukopenia
tekanan pleura/pericardial,
pleura/pericardial, asites,
asites,
tekanan nadinadi (20
(20 mmHg),
mmHg), hipotensi 7. Uji
hipotensi
7. Uji HI
HI >1280
>1280 atau
atau IgM/IgG
IgM/IgG
sampai hipoproteinemia
hipoproteinemia
sampai tidak
tidak terukur,
terukur, kaki
kaki dan
dan tangan
tangan
positif
positif
dingin,
dingin, kulit lembab, Capillary
kulit lembab, Capillary refill
refill time
time
c. Tidak ditemukan tanda tanda kebocoran
memanjang (>2 detik) dan pasien tampak ditemukan
memanjang (>2 detik) dan c.
pasien Tidak
tampak kebocoran
gelisah
gelisah plasma
plasma (hemokonsentrasi, efusi pleura,
(hemokonsentrasi, efusi pleura,
asites,
asites, hipoproteinemia).
hipoproteinemia).

Dua kriteria klinis pertama ditambah satu


dari kriteria laboratorium (atau hanya
peningkatan hematokrit) cukup untuk
menegakkan diagnosis kerja DBD.
GEJALA KLINIS DEMAM DENGUE DAN DEMAM BERDARAH DENGUE
Demam Dengue (DD) Gejala Klinis Demam Berdarah Dengue (DBD)
++ Nyeri kepala +
+++ Muntah ++
+ Mual +
++ Nyeri otot +
++ Ruam kulit +
++ Diare +
+ Batuk +
+ Pilek +
++ Limfadenopati +
+ Kejang +
0 Kesadaran menurun ++
0 Obstipasi +
+ Uji tourniquet positif ++
++++ Petekie +++
0 Perdarahan saluran cerna +
++ Hepatomegali +++
+ Nyeri perut +++
++ Trombositopenia ++++
0 Syok +++
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Umum Cianjur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
DIAGNOSIS DAN DERAJAT PENYAKIT
DERAJAT GEJALA & TANDA PadaLABORATORIUM
pasien ini memiliki gejala demam
Demam 2-7 hari mendadak tinggi sejak 7 hari lalu, nyeri
Leukopenianyeri sendi, pada pemeriksaan lab
Disertai > 2 tanda : sakit kepala,
DD Trombositopeni
nyeri retro-orbital, mialgia, terjadi trombositopeni, dan uji rumple
Kebocoran Plasma (-)
atralgia leed (+)
Gejala di atas (+)
DBD I
Disertai uji bendung positif
Trombositopeni Serologi
Gejala di atas (+) (<100.000/ul) Dengue
DBD II
Disertai perdarahan spontan Kebocoran Plasma (+) : Positif
Peningkatan Ht > 20 %
Gejala di atas (+)
DBD Penurunan Ht > 20 %
III Disertai tanda kegagalan
DSS setelah pemberian cairan
sirkulasi
yang adekuat.
Syok berat disertai dengan
DBD
IV tekanan darah dan nadi yang
DSS
tidak terukur

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Umum Cianjur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2016
Laboratorium
Trombositopenia (<100.000/l atau kurang)
Adanya kebocoran plasma karena peningkatan permeabilitas kapiler, dengan manifestasi sebagai
berikut :
Peningkatan hematokrit 20% dari nilai standar Perlu dilakukan monitoring
HHTL setiap
Penurunan hematokrit 20% setelah mendapat terapi cairan 12jam , untuk
melihat apakah terjadi
Efusi pleura/pericardial, asites, hipoproteinemia
perbaikan atau perburukan
Dua kriteria klinis pertama ditambah satu dari kriteria laboratorium (atau hanya peningkatan
hematokrit) cukup untuk menegakkan diagnosis kerja DBD.

Pemeriksaan antibodi IgG dan IgM yang spesifik berguna dalam diagnosis infeksi virus dengue.
Kedua antibodi ini muncul 5-7 hari setelah infeksi. Hasil negatif bisa saja muncul mungkin karena
pemeriksaan dilakukan pada awal terjadinya infeksi

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Umum Cianjur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2016
Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan foto dada, dilakukan atas atas indikasi :
(urutan pemeriksaan sesuai (I) dalam keadaan klinis ragu-ragu, namun perlu
diingat
indikasi klinis) bahwa terdapat kelainan radiologis pada
perembesan plasma 20-40%.

(II) pemantauan klinis, sebagai pedoman pemberian


cairan.

Kelainan radiologi, dilatasi pembuluh darah


paru terutama daerah hilus kanan, hemitoraks
kanan lebih Radioopak dibandingkan kiri, kubah
diafragma kanan lebih tinggi daripada kanan, dan efusi
pleura.

USG: efusi pleura, asites, kelainan (penebalan) dinding


vesica felea dan vesia urinaria

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Rumah Sakit Umum Cianjur
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2016
Pada pasien ini diberikan simptomatik paracetamol sebagai terapi
Penatalaksanaan suportif, dan untuk cairan diberikan cairan maintenance untuk
terapi awal RL 1228ml/24jam.

Kemudian
Tidak ada terapi yang spesifik untuk dapatberdarah
demam diberikan dengue,
cairan RLprinsip
7ml/kgBB/Jam, karena terapi suportif.
utama adalah
terjadi penurunan trombosit pada pemeriksaan selanjutnya, masuk
Dengan terapi suportif yang adekuat, angka kematian
ke terapi dapat
dengue diturunkan
derajat I dan II hingga kurang dari 1%.

Pemeliharaan volume cairan sirkulasi merupakan tindakan yang paling penting dalam penanganan kasus
DBD.

Asupan cairan pasien harus tetap dijaga, terutama cairan oral. Jika asupan cairan oral pasien tidak
mampu dipertahankan, maka dibutuhkan suplemen cairan melalui intravena untuk mencegah dehidrasi
dan hemokonsentrasi secara bermakna.
Pada pasien ini
terjadi perbaikan.
Nadi adekuat, gejala
klinis berkurang,
tidak ada tanda
perdarahan dan
mulai terjadi
kenaikan trombosit
Indikasi untuk rawat di rumah sakit

Intake Sulit
Takikardia
Oliguria
Peningkatan Hematokrit
Akral pucat atau dingin
Hipotensi
Tekanan nadi melemah (<20 mmHg)
Penurunan kesadaran
Capillary refill time > 2 detik atau
memanjang
Kriteria Memulangkan
Pasien:
THANK YOU!