Anda di halaman 1dari 18

Konsentrat Platelet Rich Plasma yang Digunakan pada Revaskularisasi

Saluran Akar: 2 Laporan Kasus


(Concentrated platelet-rich plasma used in root canal revascularization: 2 case reports)
T. Bezgin, A. D. Yilmaz, B. N. Celik & H. Snmez

Oleh :
Baiq Miftahul Fatia
J111 10 137
Pembimbing : Dr.Med.Dent. Rehatta Yongki

Bagian Konservasi
Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Hasanuddin
Makassar
2015
PENDAHULUAN
Endodontik Regenerative :
Vaskularisasi saluran akar dengan pembekuan
darah
Terapi stem cell

Kekurangan prosedur ini :


Konsentrasi dan komposisi pada bekuan
darah tidak dapat diprediksi.
PLATELET RICH PLASMA
Komponen darah yang trombositnya
dikonsentrasikan dalam volume plasma
terbatas.
Karena tingginya konten trombosit yang ada di
dalam PRP, biasa digunakan untuk
mempercepat proses perbaikan secepat dan
senatural mungkin, baik pada jaringan pada
tulang dan pada jaringaan lunak.
PERBEDAAN DARAH DAN PRP
Respon Hemostatik pada Penyakit
Melepaskan respon sub-endhotelial faktor untuk
merangsang sirkulasi trombosit dan mengaktifkan
protein koagulasi.
Respon platelet :
Aggregating at
Adhering to the site of injury Melepaskan
Granula
KOMPONEN PRP
Kontra Indikasi
Pasien dengan kelainan fungsi trombosit.
Pasien anemic dan thrombocytopenia.
Hemodynamic instability.
Severe hypovolemia.
Unstable angina
Sepsis
Anticoagulant / fibrinolytic drug therapy.
LAPORAN KASUS 1
Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dirujuk ke
Departement of Pediatric Dentistry untuk pemeriksaan gigi.
Tidak ada riwayat medis yang signifikan. Pemeriksaan intraoral
menunjukkan lesi karies dalam pada gigi premolar kedua kiri
rahang atas (FDI 25) (Gambar 1a). Gigi tidak merespon pada
elektrik (Digitest; Parkell, Farmingdale, NY, USA) atau tes
sensitivitas dingin (Chloraethyl, Wehr, Baden, Germany),
meskipun respon terhadap perkusi, palpasi dan probing
kedalaman poket semua berada di dalam batas normal ketika
dibandingkan dengan gigi tetangga maupun kontralateral.
Pemeriksaan radiografis dari gigi menunjukkan gigi imatur dan
apeks terbuka (Gambar 1b), tidak ada radiolusensi periapikal,
resorpsi akar internal / eksternal atau pathosis lainnya tidak
ditemukan. Gigi didiagnosa dengan pulpa nekrotik.
LAPORAN KASUS 1
LAPORAN KASUS 2
Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dirujuk dengan keluhan
utama nyeri pada gigi premolar kedua kiri rahang bawah (FDI 35)
selama mastikasi. Pemeriksaan intraoral menunjukkan restorasi resin
komposit pada gigi dan sebuah sinus tract pada mukosa bukal yang
berlawanan. Terasa sakit pada perkusi dan palpasi. Probing
periodontal berada dalam batas normal untuk semua gigi pada regi
kiri rahang bawah. Pemeriksaan radiografi menunjukkan kehadiran
lesi periapikal yang besar, akar imatur dan apeks yang terbuka
(Gambar 4a). Sebuah diagnosis yang didapatkan ialah pulpa nekrotik
dengan abses apical kronis. Parental informed consent telah
didapatkan, setelah revaskularisasi di lakukan seperti yang dijelaskan
pada kasus 1 sebelumnya. Pemeriksaan klinis dan radiografis pada
bulan ke 12 setelah setelah perawatan menunjukkan resolusi dari lesi
periapikal dan penutupan apical dari apeks akar. Lebih dari itu, gigi
asimptomatik tanpa rasa sakit pada perkusi atau palpaso (Gambar
4b-f). Pemeriksaan follow up dilanjutkan.
LAPORAN KASUS 2
KESIMPULAN
Konsentrat Platelet-Rich Plasma (cPRP) ditemukan berguna
dalam membangun scaffold untuk evaskularisasi dalam
perawatan yang sukses dari lesi periapikal dan apeks
terbuka. Meskipun penggunaan PRP memiliki beberapa
kekurangan, seperti butuhnya peralatan khusus dan obat-
obatan, pengambilan darah dari pasien muda, dan biaya
perawatan yang tinggi, atas dasar 12 bulan pengamatan
klinis dan radiografi, cPRP bisa direkomendasikan pada kasus
dengan revaskularisasi menggunakan bekuan darah yang
sebelumnya tidak sukses. Namun, penelitian prosprektif
jangka panjang dibutuhkan untuk mengkonfirmasi temuan
ini.