Anda di halaman 1dari 25

STROKE HEMORAGIK

KELOMPOK 2 :
FERONIKA EVMA ISA RONDASI

FESTIRES KURNIA ISNAWATI


H
JENNI DESRI
FEBRIKAL
JENNI DESTAVIANI
FILDA AFRIYATI
KIKI PERISTIAWAN
FICA ANDINI
LEO AGUNG
GUSTY RAHMAYUNI
LUSY ANDANI
HIKAL ABDULLAH
MUHAMMAD
HANIFA
ICHWAL
MELA RAHMAWATI
STROKE ?

Gangguan neurologis akut berkurangnya aliran darah ke


otak perdarahan, penyumbatan karena emboli/trombosis.
Akibat keadaan pembengkaan dan edema timbul 24-72
jam pertama setelah kematian sel neuron akibat hipoksia.
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT ?

Di AS, stroke mrp penyebab kematian ke-3 setelah jantung dan kanker, diderita
oleh 500.000 orang per tahunnya.
Di Indonesia, menurut SKRT th 1995, stroke termasuk penyebabkematian utama,
dengan 3 per 1000 penduduk menderitapenyakit stroke dan jantung iskemik.
Di dunia, menurut SEAMIC Health Statistic 2000, penyakit serbiovaskuler seperti
jantung koroner dan stroke berada diurutan kedua penyebab kematian tertinggi di
dunia.
Secara umum, 85% kejadian stroke adalah stroke oklusif, 15 % Adalah stroke
hemoragik
KLASIFIKASI STROKE ?

Stroke non hemoragik : trombotik dan embolik . Trombotik


terjadi akibat oklusi aliran darah karena serangan ichemik
transient ( transient ichemic Attack) . Hal ini disebabkan
hipoksia serebrum pembuluh darah aterosklerosis yg
spasme (berkembang selama 24 jam)
Stroke embolik : oklusi embolus di luar otak.
Stroke hemoragik ; pecahnya pembuluh darah menyebabkan
pengurangan aliran dan hipoksia.
Stroke hemoragik
disebabkan oleh kenaikan
tekanan darah yang akut atau
penyakit lain yang
menyebabkan melemahnya
pembuluh darah
Stroke oklusif atau stroke iskemik
disebabkan oleh penyumbatan
pembuluh darah akibat adanya
emboli, ateroskelosis , atau
oklusi Trombotik pada pembuluh
darah otak
STROKE HEMORAGIK ?

Perdarahan intra serebral


Perdarahan sub arachnoid
PATOGENESIS ?

Hemoragi merupakan penyebab ketiga tersering serangan stroke


Penyebab utamanya: hipertensi >> terjadi jika tekanan darah
meningkat dengan signifikan >> pembuluh arteri robek >> perdarahan
pada jaringan otak >> membentuk suatu massa >> jaringan otak
terdesak, bergeser, atau tertekan (displacement of brain tissue) >>
fungsi otak terganggu
Semakin besar hemoragi yg terjadi >> semakin besar displacement
jaringan otak yang terjadi
Pasien dengan stroke hemoragik sebagian besar mengalami
ketidaksadaran >> meninggal
GEJALA DAN TANDA ?

Gejala yang muncul bervariasi tergantung di mana terjadi


serangan stroke iskemia, misalnya:
unilateral weaknesses >> biasanya hemiparesis (lumpuh separo)
unilateral sensory complaints >> numbness, paresthesia (mati
rasa)
Aphasia >> language comprehension
Monocular visual loss >> gangguan penglihatan sebelah
PROSEDUR DIAGNOSIS ?

X foto tl. Tengkorak


Head ct scan
LP
Arteriografi
TATALAKSANA TERAPI ?
STROKE HEMORAGIK

MENGATASI
PEMBEDAHAN TERAPI SUPORTIF
PERDARAHAN

VITAMIN K DAN PLASMA


UNTUK LOKASI INFUS MANITOL BEKU
PERDARAHAN DEKAT
PROTAMIN
PERMUKAAN OTAK
ASAM TRANEKSAMAT
TINJAUAN KASUS

DATA PASIEN
Nama pasien : Ny. A
Jenis kelamin : Perempuan
Nomor rekam medik : 30 18 38
Umur : 63 tahun
Tanggal masuk : 12 Maret 2012
ANAMNESA
Keluhan Utama : Lemah anggota gerak kiri sejak 2 hari yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang
Pusing, extremitas kanan lemah, lidah terasa berat.
Muntah (-)
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat penyakit jantung dan pernah dirawat tahun 2004, dan lebih kurang 3
tahun yang lalu tidak lagi kontrol dengan teratur.
Riwayat stroke (-),DM (-)
Riwayat hipertensi 2 tahun
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga yang menderita Hipertensi, diabetes dan penyakit jantung.
Riwayat Pekerjaan dan Sosial
Ibu Rumah Tangga
DIAGNOSA
Stroke hemerogik + hemiparase dextra + Hipertensi stage IV
DATA PENUNJANG
DATA HASIL PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran : CMC
Tekanan darah : 180/110 mmHg
Nadi : 90 x/i
Suhu : 36,2 0C
Nafas : 28 x/i
Data 12-03-2012 Normal
Hemoglobin 13,5 g/dl 12-14 g/dl
Leukosit 10780/mm3 (5000 -10.000)/mm3
Trombosit
Hematokrit 38,8% (37% - 43%)
Gula Darah Random
Gula darah 2 jam PP
Gula darah puasa 139 mg/dl 74-106
Ureum darah 19,3 mg/dl 15-43,2 mg/dl
Na 135,2 mmol/L 135-145 mmol/L
K 3,8 mmol/L 3,5-5,5 mmol/L
Ca 0,91 mmol/L 1,1-1,4 mmol/L
Total Kolesterol 220 mg/dl < 201 mg/dl
HDL-Kolesterol 35 mg/dl 30-71 mg/dl
LDL-Kolesterol 114 mg/dl mg/dl
Trigliserida 357 mg/dl 60-165 mg/dl
Kreatinin darah 0,8 mg/dl 0,8- 1,3 mg/dl
Asam Urat
No Tanggal Waktu Keadaan
1 12 Maret 2012 Sore S:- Pasien sulit bergerak dan bicara

-Anggota gerak kanan susah digerakkan

O:-Susah bergerak dan bicara

-Anggota gerak kanan lemah


Malam S: -Pasien bisa bicara

-Anggota gerak kanan susah digerakkan

O:-Susah bergerak
2 13 Maret 2012 Pagi S: -Susah untuk bicara, anggota gerak kanan susah digerakkan

O:-Pasien susah bergerak


Malam S:-Sulit bergerak tapi mulai sedikit bicara

O:-lemah, kesulitan bergerak, bicara 1-2 kata


3 14 Maret 2012 Pagi S:-Keluarga pasien mengatakan pasien sulit bergerak dan
bicara

O: -Gerak kanan susah digerakkan


Sore S:-Pasien sulit bergerak badannya

O:-Pasien tampak lemah


Malam S:-Anggota gerak kanan susah digerakkan

O:-Pasien tampak susah bergerak


4 15 Maret 2012 Pagi S: - Pasien sulit bergerak

O: - Pasien dapat berbicara lebih banyak.


OBAT 12 13 14 15 16
IVFD RL
Inj. Brainact 2 x 3 g -
Inj. Kalnex 2 x 1
Inj. Vit. K 2 x 1
Inj. Lasix 1 x 1
Amlopipine tablet 10 mg 1 x 1
Captopril tablet 25 mg 2x1 - - - -
Inj. Piracetam 2 x 3 g
KERTAS KERJA FARMASI
MASALAH YANG TERKAIT DENGAN OBAT

JENIS PERMASALAHAN YANG TERKAIT


No ANALISA MASALAH KOMENTAR/REKOMENDASI
PERMASALAHAN DENGAN OBAT

1. Korelasi antara Adakah obat tanpa indikasi medis? Ada permasalahan 1. Tidak ada
2. Tidak ada
terapi obat dengan Adakah pengobatan yang tidak dikenal? 3. Ada: Mual, pusing, lidah terasa berat
penyakit Adakah kondisi klinis yang tidak Tidak perlu terapi

diterapi? Dan adakah kondisi tersebut


membutuhkan terapi obat?

2. Pilihan obat yang 1. Bagaimana pemilihan obat? Apakah 1. Pemilihan obat sudah efektif. Sebaiknya infus ringer laktat di ganti
sesuai sudah efektif dan merupakan obat Obat sesuai yang digunakan dengan manitol, karena ringer laktat
kntra indikasi dengan hipertensi
terpilih pada kasus ini? sesuai dengan penyakit
2. Apakah pilihan obat tersebut relatif 2. Aman
aman? 3. Bisa
3. Apakah terapi obat dapat
ditoleransi oleh pasien?
JENIS PERMASALAHAN YANG TERKAIT
No ANALISA MASALAH KOMENTAR/REKOMENDASI
PERMASALAHAN DENGAN OBAT
3 Regimen dosis 1. Apakah dosis obat, frekwensi dan 1. Ada permasalahan: 1,2,3
cara pemberian sudah 2. Tidak ada permasalahan.
dipertimbangkan efektifitas
keamanan dan kenyamanan serta
sesuai dengan kondisi pasien?
2. Apakah jadwal pemberian dosis bisa
memaksimalkan efek terapi,
kepatuhan, meminimalkan efek
samping, interaksi obat dan regimen
yg kompleks?
3. Apakah lama terapi sesuai dengan
terapi?

4 Duplikasi terapi Apakah ada duplikasi terapi? Tidak ada permasalahan.


5. Alergi obat atau 1. Apakah pasien alergi atau toleran Tidak ada permasalahan.
intoleran terhadap salah satu obat (atau
bahan kimia yang berhubungan
dengan pengobatan)?
JENIS PERMASALAHAN YANG TERKAIT
No ANALISA MASALAH KOMENTAR/REKOMENDASI
PERMASALAHAN DENGAN OBAT
6. Efek merugikan 1. Apakah ada gejala/ permasalahan Ada Pada penggunaan amlodipin pasien
obat medis yang diinduksi obat? menjadi lemah karena amlodipin yang
merupakan golongan CCB memiliki
mekanisme kerja menghambat saluran
kalsium sehingga kontraksi otot
terhambat (relaksasi otot)
7. Interaksi atau 1. Apakah ada interaksi obat dengan 1. Ada 1. Infus dengan obat antihipertensi
kontraindikasi obat? Apakah signifikan secara 2. Perlu monitoring lanjutan 2.
klinik? 3. Perlu monitoring lebih lanjut 3.
2. Apakah ada interaksi obat dengan 4. Ada 4. Pasien diberikan infus RL yang
makanan? Apakah bermakna menyebabkan peningkatan tekanan
secara medis? darah sedangkan pasien telah di
3. Apakah ada interaksi obat dengan diagnosis hipertensi stage IV
data laboratorium? Apakah
bermakna secara klinis?
4. Apakah ada pemberian obat yang
kontraindikasi dengan keadaan
pasien?
PEMBAHASAN
Pasien diberikan infus RL yang menyebabkan peningkatan tekanan
darah sedangkan pasien telah di diagnosis hipertensi stage IV .
Sebaiknya infus ringer laktat di ganti dengan manitol, karena ringer
laktat kontra indikasi dengan hipertensi. Injeksi vit.K dan inj.tranexamat
diberikan sebagaikoagulansia untuk mendaptkan onset yg cepat dan
kerja yang panjang. Pada penggunaan amlodipin pasien menjadi lemah karena
amlodipin yang merupakan golongan CCB memiliki mekanisme kerja menghambat saluran
kalsium sehingga kontraksi otot terhambat (relaksasi otot). Catopril digunakan untuk
hipertensi. Dan injeksi pirasetam merupakan terapi tambahan sebagai terapi
neuroprotektan dimana mencegah meluasnya kerusakan saraf otak lebih lanjut.
-SELESAI-