Anda di halaman 1dari 34

KELOMPOK 7

INESYA SALSABILA
IRFAN SUPRAHAMDANI
ITA TAZKIATUL IZZATI MUSTOPA
JEMIMA NARWASTU PRAWIDYA
JUAN MARSHALL SAMALLO
MEGA WAHYUNI GAFAR
MOCHAMAD REIZA ADIYASA
MOCHAMMAD HABIBIE DWI PUTRA
MUHAMAD ARFIQ
MUHAMMAD ANGGA JULZAEL
MUHAMMAD RIAN FATHURRAHMAN
Kasus 3
Keseimbangan cairan
Budi, berumur 8 tahun mengeluh BAB cair kurang lebih 10x dalam
sehari ini. Badannya terasa lemah dan kencingnya juga jarang.
Napasnya terasa cepat.
Kata kunci : diare, badan lemah, kencing jarang,nafas cepat
KLARIFIKASI ISTILAH

Diare kencing jarang


Keadaan abnormal pada Respon tubuh terhadap kekurangan
pengeluaran tinja yang terlalu cairan atau dehidrasi
sering(>3x sehari) disertai
darah dan lendir atau tidak
pada tinja
KLARIFIKASI ISTILAH

Nafas cepat Badan lemah


frekuensi pernafasan lebih Suatu Keadaan tubuh yang
dari normal mengalami kelelahan atau
kurang bertenaga karena tubuh
kekurangan nutrisi yang di
butuhkan
IDENTIFIKASI MASALAH
Budi, 8 tahun mengeluh BAB cair kurang lebih 10x dalam sehari
Badannya terasa lemah
Kencingnya jarang
Nafasnya terasa cepat
BRAINSTORMING
Budi,8
tahun
Kencing jarang

BAB 10x Kompensasi


sehari Badan lemah
asam-basa

Nafas cepat
diare Keseimbanganan
cairan

Tempat Anatomi
proses terjadinya saluran cerna
disaluran crna
Histologi
saluran cerna
LEARNING OBJEKTIF
1. Anatomi dan histologi saluran cerna
2. Fisiologi terjadinya diare
3. Mekanisme gangguan keseimbangan asam basa
4. Kompensasi gangguan keseimbangan asam basa
5. Keseimbangan asam basa
6. Keseimbangan cairan
ANATOMI SALURAN CERNA
MULUT
LIDAH

1.Vestibulum oris
ANATOMI SALURAN CERNA
FARING
LARING
ANATOMI SALURAN CERNA
LAMBUNG
USUS HALUS
ANATOMI SALURAN CERNA
USUS BESAR
Terdiri dari :
1. Colon
. Terdiri dari colon ascendens,
transversum, dan descendens
. Bagian terakhir colon descendens
membentuk C.sigmoid dan berlanjut
sebagai rectum dan berakhir pada
canalis analis
ANATOMI SALURAN CERNA
Rektum
Bagian setelah colon sigmoideum
Pertemuan rectosismoideum berada
pada level Vertebrae SIII

Canalis analis
Kelanjutan dari intestinum crassum
di inferior rectum
HISTOLOGI SALURAN CERNA
TERMINOLOGI
Diare adalah kenaikan frekuensi,volume, dan cairan yang terkandung dalam feses
karena peningkatan motilitas dan penurunan absorbsi oleh usus
FISIOLOGI DIARE
Usus halus dan colon menyerap cairan dan elektrolit dari sekresi usus
Saat sekresi berlebihan akan menyebabkan diare
Jika tidak terkontrol akan menyebabkan kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi)
Beberapa noxious agents spt : bacterial toxins (e.g.,cholera toxin) dapat menyebkan
hipersekresi
PROSES TERJADINYA DIARE
RESPON TERHADAP MIKROBA
Otot polos pada GIT bawah berkontraksi dengan cepat
Tujuannya untuk memaksa mikroba keluar
DIARE PSIKOGENIK
Merupakan diare yang disebabkan ketegangan saraf
Stimulasi berlebihan saraf parasimpatis
Efek :
1. Motilitas
2. Sekresi
KESEIMBANGAN ASAM BASA

Macam Macam Persamaan Henderson Hassel bach

Gangguan pH = pKa + log ([


HCO3-] / [H2CO3])
Asidosis HCO3-] / [H2CO3])
7,4 = 6,1 + log ([

respiratorik
Alkalosis Untuk mempertahankan pH ideal tersebut
respiratorik
perbandingan garam dan asam karbonat 20 : 1
PH
Asidosis metabolik = 20 Normal 7,4
Alkalosis metabolik < 20 Asidosis <7,4

>20 Alkalosis >7,4


GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA

ASIDOSIS RESPIRATORIK
Terjadi akibat dari retensi abnormal CO2 karena hipoventilasi. Karena CO2 yang keluar dari
paru lebih sedikit daripada normal, peningkatan CO2 yang terjadi menghasilkan lebih banyak
H+
Terjadi peningkatan [CO2]
Penyebab:
Penyakit paru
Depresi pusat pernapasan
Gangguan saraf atau otot
Menahan napas (sementara)
GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA
ALKALOSIS RESPIRATORIK

Terjadi ketika kelebihan CO2 hilang dari tubuh akibat hiperventilasi. Jika ventilasi paru
meningkat melebihi laju produksi CO2, CO2 yang keluar terlalu banyak. Akibatnya, H+ yang
terbentuk lebih sedikit.
Terjadi penurunan [CO2]
Penyebab :
Demam
Rasa cemas
Keracunan aspirin
GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA

ASIDOSIS METABOLIK

Mencakup semua asidosis selain yang disebabkan oleh kelebihan CO2 di cairan tubuh.
terjadi penurunan [HCO3-]
Penyebab:
Diare berat
Diabetes mellitus
Olahraga berat
Asidosis uremik
GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA
ALKALOSIS METABOLIK

Penurunan [H+] plasma akibat defisiensi relatif asam-asam non karbonat


Terjadi peningkatan [HCO3-]
Penyebab:
Muntah
Ingesti obat alkali
KOMPENSASI KESEIMBANGAN ASAM-BASA
1.Kompensasi asidosis respiratorik
Dapar kimiawi menyerap kelebihan H
Sistem pernapasan tidak berespon
Ginjal bagian terpenting dalam tindakan kompensasi asidosis
respiratorik . Ginjal menahan
HCO3- yang difiltrasi dan menambahn HCO3- ke plasma , dan
mengekresi lebih banyak H+
KOMPENSASI KESEIMBANGAN ASAM-BASA
2.Kompensasi alkalosis respiratorik
Sistem dapar kimiawi membebaskan H+
Saat [CO2] dan [H+] plasma turun karena ventilasi berlebihan
Jika berlanjut, ginjal melakukan kompensasi dengan menahan H+
dan mengekresi lebih banyak HCO3-
KOMPENSASI KESEIMBANGAN ASAM-BASA

3.Kompensasi Asidosis Metabolik


Penyangga menyerap kelebihan H+
Paru mengeluarkan tambahan C02 penghasil H+
Ginjal mengekresikan lebih banyak H+ dan menahan lebih banyak
HC03-
KOMPENSASI KESEIMBANGAN ASAM-BASA

4. Kompensasi Alkalosis Metabolik


Sistem dapar kimiawi membebaskan H+
Ventilasi berkurang sehingga CO2 penghasil H+ tertahan didalam
tubuh
Jika tidak ada perubahan, ginjal menahan H+ dan mengekskresikan
kelebihan HC03- di urine
MEKANISME KESEIMBANGAN ASAM BASA
ginjal
a. Mekanisme kompensasi saat asidosis
.Peningkatan sekresi dan eksresi H+ diurin sehingga kelebihan H+ di eliminasi dan [H+] plasma berkurang
.Pada saat asidosis ginjsl tidak mensekresi HCO3- ke dalam urin, tetapi mengabsorpsi semua HCO3- yang di
filtrasi lalu menghasilkan HCO3- kembali untuk ditambahkan ke CES mengurangi CES
peningkatan di plasma
.Saat asidosis ginjal mengasamkan urin dengan membuang kelebihan H+ dan alkalinasi plasma dengan menahan
HCO3- untuk membawa ph darah ke normal

b. Mekanisme kompensasi saat alkalosis


. Berkurangnya sekresi dan eksresi H+ di urin ,menahan H+ dan meningkat [H+] di plasama
. Reabsorpi tidak tuntas HCO3- yang terfiltrasi dan karenanya peningkatan eksresi HCO3-yang menurunkan
[HCO3-] di plasma
. Saat alkalosis ginjal akan membuat urin menjadi membuang HCO3- dan menahan H+
Pernafasan
Jika sistem dapar tidak mampu mengoreksi perubahan atau
penyimpangan [H+] maka akan terjadi penyesuaian ventilasi
(kemoreseptor respiratori) perifer meningkatkan ventilasi sebagai
respon terhadap [H+]
Sistem dapar kimiawi
KESEIMBANGAN CAIRAN
o Air adalah komponen tubuh manusia yang paling banyak, rata-rata membentuk
60% berat tubuh tetapi berkisar dari 40%- 80%. Kandungan HO seseorang relatif
tidak berubah karena ginjal secara efisien mengatur keseimbangan HO, tetapi
persentase HO tubuh bervariasi setiap orang.
Penyebab HO berbeda setiap orang :
1. jaringan lemak
2. Jenis kelamin
. HO tubuh tersebar antara 2 kompartemen cairan utama :
- 2/3 H2O tubuh terdapat di cairan intrasel (CIS)
- 1/3 nya lagi terdapat di cairan ekstrasel (CES)
faktor untuk mempertahankan keseimbangan cairan :
1. volume CES :
-membantu mempertahankan tekanan darah
-pemeliharaan keseimbangan garam penting dalam regulasi jangka panjang volume
CES
2. Osmolaritas CES
-mencegah membengkaknya atau menciutnya sel
-pemeliharaan keseimbangan cairan dalam mengatur osmolaritas ces
REFERENSI
1. Rhoades R,Bell D. Medical Physiology Principles for Clinical Medicine. 4th rev ed. China :
Lippincott Williams & Wilkins. 2013. p.519
2. Tortora G,Derrickson B. Principles of Anatomy and Physiology. 14th rev ed. USA: WilleyPlus.
2014.p.811
3. Guyton A,Hall J. Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology. 12th rev ed. Philadelphia :
Saunders Elsevier.2011. p. 802
4. Widmaier E,Raff H, Strang K. Vanders Human Physiology. 13th rev ed.New York : Mc Graw
Hill. 2014
5. Ferrier D. Lippincotts Illustrated Reviews Biokimia Jilid 1. Rudiharso W,Hartono A, Saputra L,
translator. 6th rev ed. Jakarta : Binarupa Aksara. 2014