Anda di halaman 1dari 17

Analisis Kritis Artikel

Dwi Junita Sari


140342600431
Judul artikel
A Study on Cadmium Phytoremediation Potential of
Water Lettuce, Pistia stratiotes L.

penulis
Suchismita Das, Sunayana Goswami, Anupam Das
Talukdar

Nama Jurnal
Bull Environment Contam Toxicology, Springer
Masalah
Polusi di lingkungan perairan dengan logam berat telah menjadi
perhatian utama dimana biaya remediasi seringkali terlalu mahal

kadmium (Cd) dianggap sangat beracun bagi sebagian besar


organisme dan dapat mencemari rantai makanan

Sumber kontaminasi Cd berasal dari pertambangan, peleburan, dan


pembakaran bahan bakar, serta penggunaan pupuk fosfat dan
limbah lumpur, baterai, pigmen, lapisan logam, dan plastik
Tujuan
Untuk mengetahui potensi fitoremediasi Pitisia stratiotes L.
dalam mengakumulasi kontaminasi Cd tanpa pemberian
pupuk.
Penyelsaian Masalah
kadmium (Cd) dianggap sebagai pencemar di dalam badan air yang
sangat beracun bagi sebagian besar organisme dan dapat mencemari
rantai makanan

Tanaman hiperakumulator Cd harus memiliki daun yang mampu


mengumpulkan setidaknya 100 mg/kg berat kering Cd.

Tanaman air memiliki potensi yang luar biasa untuk fitoremediasi Cd,
yang tergolong dalam tumbuhan makrophyta.

Pistia stratiotes dapat dengan mudah ditemukan di perairan dan daerah


rawa

Tanaman ini menunjukkan pertumbuhan yang cepat, bisa tumbuh


dengan baik meski tanpa menggunakan pupuk dan memiliki waktu
panen yang cepat.
Metode
Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian menggunakan RAK dengan perlakuan


5 variasi konsentrasi (5, 10, 15, 20, dan 25mg/L) serta satu
kontrol, sebanyak tiga kali ulangan pada masing-masing
perlakuan.
Analisis data menggunakan analisis varian (ANOVA) dan
beberapa perbandingan menggunakan Turkey test
menggunakan SPSS untuk windows. Uji lanjut dianggap
signifikan bila p<0,05.
Alat dan Bahan
No. Alat Bahan
1. Wadah Pitisia stratiotes

Kit Uji pH, CaCO3, Nitrit, Air keran (air biasa, untuk
2.
Klorida, dan Klorin bebas aklimatisasi)

3. Spektrofotometer Larutan CdCl2

4. Referensi standar Cd Aquabides


Prosedur
Pitisia stratiotes diambil dan dikumpulkan dari kolam air tawar sebuah
desa dekat Universitas Assam, Kampus Silchar. Kolam air tawar
diketahui bebas bahan pencemar Sifat fisikokimia kolam berada
dalam batas yang diijinkan.

Pitisia stratiotes dimasukkan kedalam sistem hidroponik yang berisi


air keran selama 1 minggu sebagai proses aklimatisasi sebelum
digunakan.

Larutan sintesis kadmium klorida disiapkan dengan variasi


konsentrasi yaitu 5mg/L, 10 mg/L, 15mg/L, 20mg/L, dan 25mg/L
menggunakan CdCl2 dan aquabides

Pitisia stratiotes dimasukan ke dalam wadah berisi 2L larutan


Hoagland 30% yang menggandung variasi konsentrasi Cd, serta
untuk kontrol Pitisia stratiotes dimasukkan ke dalam wadah yang
berisi 2L larutan Hoagland 30% tanpa konsentrasi Cd
Perlakuan ini dilakukan selama 21 hari. air dalam wadah dipertahankan volumenya.
Perubahan volume akibat penguapan dan transpirasi tanaman ditanggulangi dengan
penambahan air deionisasi

Pengukuran pH, CaCO3 , nitrit, klorida, dan klorin bebas menggunakan kit uji.

Analisis kadmium dilakukan setelah melarutkan sampel kering dengan campuran asam nitrat
dan asam perklorat (HNO3:HclO4) sesuai metode APHA, kemudian dilakukan spektofotometer
serapan atom

Serapan kadmium digambarkan oleh faktor biokonsentrasi (BCF) yaitu kemampuan tanaman
dalam mengakumulasi logam tertentu, serapan dalam tunas (TF), kemampuan tanaman untuk
mentranslokasikan logam dari akar ke daun dengan rumus efesiensi translokasi (%)
Hasil
Pitisia stratiotes gagal tumbuh
(mati) pada perlakuan
konsentrasi Cd 25mg/L.
Terjadi penurunan biomassa
Pada perlakukan konsentrasi tanaman
Cd 10mg/L dan 15 mg/L terlihat
daun Pitisia stratiotes
mengalami nekrosis.

pada konsentrasi 15mg/L


konsentrasi Cd di akar lebih Konsentrasi Cd tertinggi pada
rendah dibandingkan dengan akar Pitisia stratiotes dengan
konsentrasi 10mg/L namun perlakuan variasi konsentrasi
akumulasi pada tunas 10mg/L
meningkat

Kandungan Cd pada tanaman


Terjadi penurunan umum pada
meningkat dengan
BCF dengan meningkatnya
meningkatnya konsentrasi
konsentrasi Cd setelah 21 hari
sampai dengan 10mg/L namun
pertumbuhan, semakin
secara progresif menurun pada
menurun seiring dengan
konsentrasi berikutnya setelah
meningkatnya konsentrasi Cd.
21 hari.
Pembahasan

Beberapa daun dengan


Kadmium dikenal karena
konsentrasi tinggi yang
fitotoksisitasnya yang
menguning dapat disebabkan
menyebabkan perubahan
oleh penghambatan sintesis
parameter morfologis,
klorofil, yang menyebabkan
fisiologis, dan biokimia
penurunan klorofil a dan b.

Cd juga diketahui dapat


Wilting (daun layu)
mengurangi akumulasi
dimungkinkan karena adanya
kompleks pigmen-lipoprotein,
penutupan stomata yang
termasuk fotosistem I dan
diduga mempengaruhi
fotosistem II, yang mungkin
metabolisme dan mengurangi
terkait dengan menguningnya
fotosintesis.
daun.
Penurunan biomassa mungkin
Tanaman ini dapat
disebabkan oleh metabolisme
mengekstrak Cd dari tanah
karbohidrat dan nitrogen yang
dan mengangkutnya melalui
terganggu dan pengurangan
xilem ke dalam tunas dan daun
sintesis protein atau reaksi
dimana terakumulasi
fotosintesis rendah.

perbedaan antara konsentrasi


akar dan tunas ini sehingga menghasilkan
menunjukkan adanya konsentrasi di akar yang lebih
pembatasan penting tinggi daripada translokasi
pengangkutan internal Cd dari pada daun.
akar ke batang dan daun
Kesimpulan

1. Pitisia stratiotes dapat mengakumulasi Cd baik pada


akar dan tunasnya dalam konsentrasi tinggi,
walaupun translokasi Cd tunas tidak lebih tinggi
dibandingkan pada akar.
2. Pitisia stratiotes memiliki potensi besar untuk
menghilangkan Cd dari air sekitarnya dengan nilai
BCF>103, namun nilai TF tidak pernah melebihi 1
untuk setiap konsentrasi Cd. Tapi parameter ini tidak
dapat digunakan untuk mngukur efesiensi akumulasi
dan translokasi pada seluruh tanaman air di
berbagai negara.
Temuan Penting

1. Pitisia stratiotes memiliki potensi besar untuk


menghilangkan Cd dari air sekitarnya.
2. Perbedaan antara konsentrasi akar dan tunas ini
menunjukkan adanya pembatasan penting
pengangkutan internal Cd dari akar ke batang
dan daun, sehingga menghasilkan konsentrasi
akar yang lebih tinggi daripada translokasi
terhadap daun.
3. Pitisia stratiotes memiliki toleransi Cd hingga
konsentrasi 20mg/L.
Terimakasih