Anda di halaman 1dari 17

KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT SARAF

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
PERIODE 27 FEBRUARI 01 APRIL 2017

Hernia Nukleus Pulposus


(HNP)
Disusun Oleh :
Yohana Fransisca Tamnge 1161050213

Pembimbing :
Dr. Tumpal A siagian, Sp. S
DEFINISI
Hernia Nukleus
Pulposus (HNP)
adalah penonjolan
diskus
intervertabralis
dengan protrusi dari
nukleus ke dalam
kanalis spinalis
mengakibatkan
penekanan pada
radiks
Lokasi yang terkena itu sangat
bergantung pada level vertebra di
mana HNP terjadi. Misalkan, jika HNP
terjadi di servikal, akan terjadi
keluhan nyeri di leher, bahu, dan
lengan. Thoracic HNP mengakibatkan
nyeri menjalar ke dada. Sementara
Lumbar HNP menimbulkan gejala
nyeri yang menyebar ke pantat,
paha, dan tungkai
ANATOMI
EPIDEMIOLOGI
HNP sering terjadi pada daerah L4-L5
dan L5 S1 kemudian pada C5-C6
dan paling jarang terjadi pada
daerah torakal, sangat jarang terjadi
pada anak-anak dan remaja tetapi
kejadiannya meningkat setelah umur
20 tahun. Dengan insidens hernia
lumbosakral lebih dari 90%
sedangkan hernia servikalis sekitar
5-10%.
Penyebab utama terjadinya HNP adalah
cidera, cidera dapat terjadi karena terjatuh
tetapi lebih sering karena posisi
menggerakkan tubuh yang salah
Bisa juga terjadi karena adanya spinal
stenosis, ketidakstabilan vertebra karena
salah posisi, mengangkat, pembentukan
osteofit, degenerasi dan degidrasi dari
kandungan tulang rawan annulus dan nucleus
mengakibatkan berkurangnya elastisitas
sehingga mengakibatkan herniasi dari nucleus
hingga annulus.
ETIOLOGI
Faktor risiko yang tidak dapat dirubah:

a. Umur: makin bertambah umur risiko makin tinggi.


b. Jenis kelamin: laki-laki lebih banyak dari wanita.
c. Riwayat cidera punggung atau HNP sebelumnya.

Faktor risiko yang dapat dirubah:

Pekerjaan dan aktivitas:.


Olahraga yang tidak teratur
Merokok
Berat badan berlebihan
Batuk lama dan berulang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi:

Beban yang diperkenankan, jarak angkut dan intensitas


pembebanan.
Kondisi lingkungan kerja yaitu licin, kasar, naik atau turun.
Keterampilan pekerja.
Peralatan kerja beserta keamanannya.
KLASIFIKASI
Macnabs Classification membagi HNP
berdasarkan pemeriksaan MRI menjadi :
Bulging Disc
Proalapsed Disc
Extruded Disc
Sequesteres Disc
Berdasarkan lesi terkenanya terbagi atas :
Hernia Lumbosacralis
Hernia Servikalis
Hernia Thorakalis
PATOFISIOLOGI
Terdapat empat stage
yaitu (Gambar 1):
Protrusio diskus
Prolapsus diskus
Ekstrusio diskus
Sequestrasi diskus
Stage 1 dan 2 disebut
sebagai inkomplit,
sedangkan 3 dan 4
adalah herniasi
komplit.
Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kompresi saraf
yang disebabkan oleh HNP cervical di antaranya
adalah:
Nyeri yang tajam atau konstan di leher, bahu, atau
punggung atas
Nyeri atau sensasi seperti terbakar yang menjalar
sepanjang saraf yang terkena, turun ke lengan, hingga ke
tangan dan jari
Nyeri yang berhubungan dengan gerakan memutar kepala
Rasa berat dan kaku di leher, bahu atau punggung atas
Nyeri tekan ketika area tersebut disentuh
Nyeri Kepala
Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kompresi saraf
yang disebabkan oleh HNP lumbal di antaranya
adalah:
Nyeri mulai dari pantat, menjalar kebagian belakang lutut,
kemudian ke tungkai bawah (sifat nyeri radikuler).
Nyeri semakin hebat bila penderita mengejan, batuk,
mengangkat barang berat.
Nyeri bertambah bila ditekan antara daerah disebelah L5
S1 (garis antara dua krista iliaka).
Nyeri Spontan
Sifat nyeri adalah khas, yaitu dari posisi berbaring ke
duduk nyeri bertambah hebat, sedangkan bila berbaring
nyeri berkurang atau hilang.
DIAGNOSIS
Anamnesa
Pada anamnesis dapat ditanyakan hal yang
berhubungan dengan nyerinya berupa
frekuensi nyeri, dan intervalnya; lokasi nyeri;
kualitas dan sifat nyeri; penjalaran nyeri;
apa aktivitas yang memprovokasi nyeri;
memperberat nyeri; dan meringankan nyeri.
Selain nyerinya, tanyakan pula pekerjaan,
riwayat trauma, dan riwayat merokok karena
merupakan faktor risiko terjadinya HNP.
Pemeriksaan Fisik
1. KERNIG
2. LASEQUE
3. NAFFZIGER
4. VALSAVA
5. BRAGAR
6. SICARD
7. PATRICK
8. KONTRA PATRICK
9. LHERMITTE
10.SPURLING
Pemeriksaan Penunjang

Foto Polos
Mylogram
MRI
CT-Scan
Elektromyograf
Terapi fisik
Program
rehabilita
Traksi servikal
si
Collar servikal yang lembut

Mobilisasi dan manipulasi dari


tulang belakang

obat AINS yang digunakan paling


farmakolo awal dalam melawan rasa nyeri
gis
obat pelumpuh otot

Antidepressant

anti analgesic opioid


PENCEGAHAN
Pencegahan dapat dilakukan dengan
memodifikasi faktor risiko meliputi
sikap tubuh yang buruk dan gerak
mekanis tubuh, otot leher yang
lemah, merokok dan obesitas
TERIMA KASIH