Anda di halaman 1dari 16

SEJARAH ARSITEKTUR KLASIK EROPA

NEOKLASIK DAN EKLETIK


ALIFA IMAMA SYAHNOVY
052.00.13.00078
ZAHRA RIZKIA ANDINI 052.00.13.00098
FITRIA KUSUMA WARDANI
052.00.13.00027
Arsitektur neo-klasik dan eklektik
Klasikisme (classicism) adalah aliran dalam
kualitas kehidupan, adat atau juga kebudayaan
Neoklasikisme Mengulangi bentuk lama secara
khususnya seni rupa, sastra dan arsitektur.
utuh meskipun dalam sistem konstruksi, material dan
juga fungsi bangunan berbeda.
Disebut juga Kebangkitan Klasik
Di Eropa klasikisme dimulai dari jaman yunani
Mulai berkembang pada abad XVII
dan romawi. Puncak dan akhir dari klasikisme
dalam arsitektur adalah renaissance, barok, dan
Bentuk lama di-ulang secara utuh atau dominan,
rococo, yang meskipun ciri-cirinya sangat khas,
menjadi sebutan dari alirannya, antara lain :
namun elemen elemen klasik jaman
- Neoklasik Gotik
sebelumnya terutama Yunani dan Romawi
- Neoklasik Yunani
menjadi bagian yang tidak terpisahkan di
- Neoklasik Romenesque, dll
dalamnya.
Elemen elemen tersebut antara lain : Eklektisme Aliran lain dalam seni termasuk
arsitektur, yang terbentuk pada akhir jaman klasikisme,
Kolom dan bagian bagiannya
yang kadang rancu dengan klasikisme.
Pilaster Secara Filosofis : Memilih elemen elemen
dianggap terbaik dari berbagai sumber, sehingga
Entrablature
tercipta suatu bentuk atau suatu gaya yang baru.
Pediment Mengulang bentuk bentuk klasik
sebelumnya namun merupakan penggabungan dari
Cornice
unsur unsur yang ada sebelumnya.
Arsitektur neo-klasik dan eklektik
Faktor- Faktor Penyebab :

1. Masyarakat sedang cenderung mengalami kejayaan, ratio


ekonomi dan imperialisme kaum lapisan tengah, yang disebut
sebagai kaum borjuis.
2. Adanya mental penjiplak yang menimbulkan dualisme yang
tragis bila mengingat bahwa manusia barat kreatif. Dualisme
antara statika bahkan kemacetan cipta karya arsitektur dengan
dinamika serta sukses luar biasa dari alam dan teknologi.
3. Ketidaktenteraman ini pada pergantian abad XIX -XX mencari
obat dan gerakan gaya yang disebut art noveau .
4. Tugas arsitek terlanjur disempitkan menjadi ahli dekorasi,
akhirnya karya-karya arsitektur menjadi tidak berkembang, tidak
dihasilkan karya-karya lain tidak monoton.
Ciri-ciri arsitektur Neoklasik antara lain :
Garis-garis bersih, elegan, penampilan yang
rapi (uncluttered)
Simetris
Kolom-kolom yang berdiri bebas
Arsitektur neo-klasik romawi
ARCH DE TRIOMPHE DE IETOILE ( 1808 )
Arsitek : Chalgrin

DETAIL

PLAN PERSPEKTIF
SEJARAH
Arc de Triomphe merupakan salah satu monumen paling terkenal di kota Paris yang menjadi latar
belakang ansambel perkotaan di Paris. Terletak di bukitChaillotyang tepat berada di tengah
konfigurasi persimpangan jalan raya berbentuk bintang lima.
Pembangunan monumen ini telah direncanakan sejak 1806 oleh Napoleon setelah kemenangannya
diPertempuran Austerlitz. Proses penyelesaian konstruksi fondasi dasar monumen ini memakan
waktu selama 2 tahun pengerjaan, dan ketika Napoleon memasuki kota Paris dari barat
bersamaArchduchess Marie-Louisedari Austria.
Arsitek dari monumen ini, Jean Chalgrin meninggal pada tahun 1811. Pengerjaan pembangunan
monumen ini dilanjutkan olehJean-Nicolas Huyot. Selama masarestorasi Bourbondi Perancis, SECTION
pembangunan monumen ini sempat dihentikan dan tidak dilanjutkan sama sekali sampai masa
GEREJA MADELEINE, PARIS ( 1806 - 42)
Arsitek : Alexandre Pierre Vignon

Panjang 106,5 M. Lebar 44,5 M.


Aspek peripetral ( deret kolom dua arah ) hanya
terlihat dari luar dengan deretan kolom keliling.
Struktur utama : Pelengkung dan kubah

SEJARAH:
La Madeleine awalnya adalah sebuah synagogue, yaitu
tempat peribadatan umat Yahudi, yang sering dipakai oleh
orang-orang Yahudi yang tinggal di Paris. sayang sekali
pada tahun 1182 Raja Philip II dan Uskup Maurice de Sully
(uskup yang mendirikan Katedral Notre Dame di Paris)
menyita synagogue ini dan mengubahnya menjadi gereja
St. Madeleine. Tahun 1757 Raja Louis XV berniat untuk
membangun gereja baru di komplek La Madeleine namun
baru terlaksana pada tahun 1764.
Arsitek Pierre Contant dIvry ditugaskan untuk merancang
gedung baru bagi La Madeleine dengan desain yang mirip
dengan gereja di des Invalides, sebuah gereja berbentuk
salib dengan lorong tunggal, sayap dan kubah. Maket
rancangan dIvry ini dapat anda lihat di Musee Carnavalet, STRUKTUR:
di daerah Latin Quarter. Sayang sekali dIvry tidak dapat grand portico, 52 buah pilar raksasa setinggi 20
PERSPEKTIF melihat hasil karyanya selesai karena dia meninggal pada meter yang mengelilingi bagian muka dan
tahun 1777. belakang La Madeine.
Arsitektur neo-klasik Gotik
Konsep Gotik, sebagian besar diterapkan dalam
arsitektur gereja, demikian juga pada abad XIX, XX.
GEREJA VOTIV (VOTIVKIRCHE) , WINA AUSTRIA
( 1856 1879 )
Arsitek : Heinrich Ferstel

Badan dari menara berpenampang segi delapan. Bagian dekat


dengan puncak masing masing menara terbuka tanpa dinding,
sehingga terlihat kerangkanya. SEJARAH
Setelah usaha pembunuhan Kaisar Austria,
Franz Joseph oleh pemberontak Hungaria
digagalkan pada 1853, saudara sang kaisar
yang bernama Archduke Ferdinand
Maximillian memerintahkan pembangunan
sebuah gereja sebagai ucapan syukur atas
selamatnya nyawa sang kaisar. Akhirnya
dipilihkan rancangan gereja bergaya neo-
gotik oleh Heinrich von Ferstel yang
kemudian direalisasikan dan diresmikan
STRUKTUR pada 1879.
Wajah depannya dimana terdapat pintu masuk utama, didominasi oleh menara
kembar, runcing menjulang ke atas, mengapit bagian tengahnya berupa gable
yang juga runcing, namun jauh lebih pendek.
CHAPELLE ROYAL, DREUX ( 1816 1822
)
Arsitek : P. B. Lefrance

Elemen Gotik sangat dominan berupa antara


lain :
- Menara menara lonceng kecil dengan atap
runcing.
- Jendela lengkung patah di puncah ambang atas.

SEJARAH
Pada 1770-an, Louis Jean Marie de Bourbon, Duke of Penthievre adalah salah satu pemilik tanah terbesar di Perancis sebelum Revolusi Perancis. Pada 1775,
tanah daerah dari Dreux telah diberikan kepada Penthievre oleh sepupunya Raja Louis XVI. Pada tahun 1783, Duke menjual domain-nya dari Rambouillet ke
Louis XVI. Pada tanggal 25 November tahun itu, dalam prosesi keagamaan panjang, Penthievre ditransfer sembilan peti mati yang berisi sisa-sisa orang
tuanya, Louis Alexandre, Pangeran Toulouse dan Marie Victoire de Noailles, istrinya, Putri Maria Teresa Felicitas dari Modena, dan enam dari tujuh anak
mereka, dari kecil abad pertengahan gereja desa sebelah kastil di Rambouillet, dengan kapel Collgiale Saint-tienne de Dreux.

Penthievre meninggal Maret 1793 dan tubuhnya dimakamkan di ruang bawah tanah di samping orang tuanya. Pada tanggal 21 November tahun yang sama,
di tengah-tengah Revolusi Perancis, massa menodai bawah tanah dan melemparkan sepuluh mayat di kuburan massal di Chanoines pemakaman dari
Collgiale Saint tienne. Pada tahun 1816, Duke putri Penthievre itu, Duchess of Orlans, memiliki sebuah kapel yang baru dibangun di lokasi kuburan
massal pemakaman Chanoines, sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi keluarganya. Pada tahun 1830, Louis Philippe I, Raja Perancis, putra Duchess of
Orlans, dihiasi dan diperbesar kapel yang berganti nama menjadi Royal Chapel of Dreux, sekarang pekuburan keluarga kerajaan Orleans.
Arsitektur neo-klasik Yunani
PERPUSTAKAAN NASIONAL ATHENA
( 1888 1902 )
Arsitek : Theophil von Hansen

Bagian depan perpustakaan terdapat gerbang masuk,


terdiri dari tiga unit yang tengah paling menjorok ke
depan dibanding dua unit kembar yang mengapit di kiri
dan kanannya.
Unit di tengah memiliki deretan kolom yang gemuk,
kepalanya sederhana hanya berupa pelat atau
lempengan segi empat SEJARAH
( Arsitektur Dorik ). ide asli untuk mendirikan Perpustakaan Nasional adalah dari
Philhellene Johann Jakob Mayer, dalam sebuah artikel Agustus 1824
korannya Yunani Chronicles, yang diterbitkan di Missolonghi, di mana
Mayer dan Lord Byron telah mempromosikan kemerdekaan Yunani. Ide
Mayer dilaksanakan pada tahun 1829 oleh pemerintah Yunani baru
Ioannis Kapodistrias, yang dikelompokkan bersama Perpustakaan
Nasional dengan lembaga intelektual lainnya seperti sekolah, museum
nasional, dan rumah-rumah cetak. Ini semua ditempatkan di sebuah
bangunan (kemudian digunakan sebagai panti asuhan) di pulau Aegina
dan diawasi oleh Andreas Moustoksidis, yang dengan demikian menjadi
presiden komite dari Panti Asuhan, direktur Museum Arkeologi Nasional
di Athena, dan direktur Nasional Sekolah.

Pada akhir tahun 1830, perpustakaan, yang Moustoksidis bernama


Perpustakaan Nasional, memiliki 1.018 jilid buku cetak, yang telah
dikumpulkan dari Yunani dan philhellenes. Pada tahun 1834,
Perpustakaan dipindahkan ke Athena, ibukota baru, dan pada awalnya
bertempat sementara di pemandian umum di Pasar Romawi dan
kemudian di Gereja St. Eleftherios, sebelah katedral dan bangunan
penting lainnya.
BRITISH MUSEUM, LONDON SEJARAH
( 1823 47 ) British Museum merupakan museum yang
Arsitek : Sir Robert Smirk mengkhususkan diri terhadap benda seni dan
bendapurbakala, museum ini didirikan
sebagai "museum universal". Pendiriannya
dimulai dari wasiat seorang dokter dan
naturalisSir Hans Sloane(1660-1753).
Kumpulan koleksinya tersebut
dinamakancabinet of curiosities. Dia lalu
mewariskannya kepadaRaja George II. Pada
saat itu, koleksi Sloane berjumlah 71.000
bendatermasuk diantaranya 40.000 buku,
7.000manuskrip, spesimen sejarah alam yang
sangat lengkap (termasuk diantaranya 337
buah tanaman yang dikeringkan), Cetakan
dan gambar termasuk karyaAlbrecht
Drerdan benda purbakala dariMesir
Kuno,Yunani Kuno,Romawikuno,Timur Dekat
STRUKTUR danTimur Jauhdan sejarahAmerika.
Di gerbang masuk utama, letaknya
lebih masuk ke dalam dibanding dua
sayap kembar yang mengapitnya.
Gerbang masuk ditengah mengambil
bentuk arsitektur Order Yunani- Ionik
denga deretan delapan pasang
kolom.
Sayap kiri dan kanan simetris,
menjorok ke luar, pada sekeliling
ruangnya berdenah segi empat
terdapat deretan kolom.
Arsitektur neo-klasik Ekletik
Perbedaan antara neoklasik dan ekletik adalah, neoklasik mengambil dan
mengulang bentuk masa lampau sehigga ada aliran yang dominan, sedangkan
pada eklektisme tidak ada yang dominan.

GEREJA PANTHEON, PARIS ( 1758 - 92 )


Arsitek :Jacques Germain Soufflot Aspek Yunani :
Di Portal, deretan pasangan sebanyak 22 kolom
Denahnya silang Yunani ( Greek Cross ) Korintien, menyangga sebuah tympanum.
Sisi terpanjang 110 M, Lebar 84 M Kubahnya terdiri dari 3 lapis.

STRUKTUR
Struktur Pantheon terdiri dari beberapa bangunan
utama yakni:
1. Portico(serambi depan)
2. Rotunda(bangunan bulat) serta SEJARAH
3. Kubah Struktur bangunan Pantheon ini telah
4. tempat pemandian dan taman air. digunakan selama lebih dari 1800 tahun.
PORTICOadalah serambi depan. Di depan
Pada awalnya didirikan untuk memuja
portico terdapat 16 buah tiang berwarna
7dewa Romawidari 7planet.Namanya
merah yang terbuat dari granit yang
berasal daribahasa Yunani"Pantheion"
menyokong atap. Tiang-tiang
yang berartiRumah Semua Dewa.
bergayaCorynthian masing-masing
Pembangunannya di prakarsai olehMarcus
tingginya 11,8 meter, diameter 1,5 meter
ROTUNDA adalah Vipsanius Agrippa untuk memperingati
dan berat 60 ton.
bangunaninteriorberbentuk bulat yang kemenangan
memiliki diameter 145 kaki dan dibuat pasukanOctaviandalamPertempuran
Bagian kubah yang memiliki daripualam. Actium..KaisarByzantine,Phocasmenghib
celah bulat (oculus) ahkan Pantheon kepadaPaus Boniface
melambangkan surga di IVdemi menyelamatkannya dari
dunia. Oculus juga berfungsi perusakan dan kehancuran. Pada tahun
sebagai lubang ventilasi 609, kuil ini menjadi gereja KatolikChiesa
udara dan cahaya. di Santa Maria Martyres dan sering
OPERA DE PARIS / OPERA GARNIER (1861 74 )
Arsitek : Jean Louis Charles Garnier

DENAH STRUKTUR
Seluruh bangunan berbentuk segi empat dikelilingi - Unsur Renaissance terlihat pada deretan kolom
jalan sehingga dalam istilah setempat dalah hal ini korintien, di atas juga deretan berupa
membentuk sebuah pulau ( ilot ). pelengkung. Antara kedua deretan di atas dan di
Di tengah sisi timur barat terdapat hall atau bawahnya tadi, dibatasi oleh garis horizontal dan
pavilion. molding.
- Simetrisisme diperkuat dengan konstruksi kembar
dari kolom dan tympanum melengkung seperti
banyak Arsitektur Romawi.

SEJARAH
Awal mula pembangunan Opera Garnier
Para bangsawan dan masyarakat kelas menengah dan atas sebelumnya hanya
mengunjungi Opera House "rue Le Pelletier". Namun pada tanggal 14 Januari 1858, Kaisar
Napoleon III selamat dari upaya pembunuhan di Opera House ini. Proyek ini di umumkan
kepada masyarakat pada tanggal 29 September 1860. Pada tahun yang sama, Haussmann
memutuskan untuk mengadakan sebuah kompetisi untuk memilih arsitek yang akan
membangun gedung Opera yang baru.

Pembangunan Opera Garnier


Haussmann memilih sendiri lokasi dari gedung itu yang luasnya 10 000m. Dan memiliki
bentuk tersendiri serta dimaksudkan untuk dikelilingi blok-blok gedung apartment yang
tinggi.

Agar tetap sesuai dengan Haussmann, Charles Garnier selalu mengawasi setiap rincian
konstruksi dan bangunannya harus sesuai dengan simetri yang sangat teliti. Sang arsitek
bahkan berencana untuk mengadakan listrik di Opera House. Pembangunan Opera House
mengalami penundaan dan terputus beberapa kali, terutama saat pembangunan dari
el-Dieu, selama perang melawan Prussia, dan pada saat jatuhnya kekaisaran dan juga
selama "Commune". Krisis ekonomi hampir menghentikan pembangunan Opera House
KESIMPULAN

Pada abad XVII, Neo-Klasikisme melanda seluruh Eropa. Bersamaan dengan


eklikitisme yang kadang dijadikan satu kelompok aliran tersebut.

Eklektisme menggabungkan elemen elemen yang dianggap terbaik dari masa


lampau dalam satu bangunan atau dalam kompleks pembangunan. Namun Neo-
Klasikisme bukan Eklektisme karena mengulang satu bentuk lama, pada jaman
berbeda.

Neo-klasikisme selalu diikuti dengan predikat seperti Neo-Klasikisme Yunani, Neo-


Klasikisme Romawi, dll.

Neo-klasikisme dan Eklektisme merupakan akhir dari jaman klasik, dapat pula
disebut peralihan dari klasik ke modern.
SUMBER
Arsitektur Klasik Eropa, Sumalyo Yulianto,
Google Image
http://patrimoine-de-france.com/references/chapelle.php
http://
geonchugga-lee.blogspot.com/2011/08/arsitektur-modern-eklekti
sme-dan-neo.html
http://
www.allorenta.com/paris_information/article_my.php?id=32&ver
sion=my
http://jalan2.com/city/paris/la-madeleine/
http://mengakubackpacker.blogspot.com/2013/12/10-gereja-
bergaya-neo-gotik-paling.html