Anda di halaman 1dari 50

Rock Mass Classifications

PENDAHULUAN
Apa itu Klasifikasi Massa Batuan??
Merupakan suatu proses klasifikasi pada massa batuan yang
membagi suatu massa batuan kedalam suatu kelompok yang
memiliki sifat atau perilaku yang sama, yaitu kedalam kelas
massa batuan dengan berbagai kualitas

Tujuan Klasifikasi Massa Batuan??


1. membagi massa batuan dalam kelas yang sama.
2. mengetahui komposisi dan karakteristik massa batuan
3. mengidentifikasi parameter yang terpenting yang
mempengaruhi perilaku massa batuan.
4. sebagai data kuntitatif didalam perkiraan awal penentuan
support pada struktur bawah tanah
5. perkiraan kekuatan dan sifat deformasi massa batuan
PENDAHULUAN

Klasifikasi massa batuan menguntungkan pada


tahap studi kelayakan dan desain awal dimana
sangat sedikit informasi yang tersedia mengenai
massa batuan, tegangan, dan hidrogeologi.

Secara sederhana, klasifikasi massa batuan


digunakan sebagai sebuah check-list untuk
meyakinkan bahwa semua informasi penting
telah dipertimbangkan.
Rock Mass Classifikations
Klasifikasi Massa Batuan telah dikembangkan lebih dari
100 tahun yang lalu, sampai saat ini telah banyak dikenal
bermacam-macam sistem klasifikasi massa batuan.
Akan dibahas 6 sisitem klasifikasi massa batuan yang
paling umum dan banyak dikenal, yaitu :
Name of Originator & Country of
No Applications
Classification date Origin

Tunnels with steel


1 Rock Load Terzaghi, 1946 USA
support

2 Stand-up time Lauffer, 1958 Austria Tunneling

Rock Quality Core Logging,


3 Deere, 1964 USA
Designation Tunneling

Wickham, et al.
4 RSR Concept USA Tunneling
1972

Bieniawski, Tunnels, mines,


5 RMR System South Africa
1973 slopes

6 Q-system Barton, 1974 Norway Tunneling, chambers


1. Terzaghi's Rock Mass Classification (1946)
Terzaghi(1946) memformulasikan penggunaan
metode klasifikasi massa batuan secara rasional yang
pertama
Metode ini mengevaluasi beban batuan yang harus
ditahan oleh steel sets.
Klasifikasi massa batuan ini ( Rock Load) menitik
beratkan pada karakteristik perilaku (behavior) dari
massa batuan, dan adanya gaya grafitasi merupakan
faktor utama dari gaya-gaya luar yang bekerja pada
terowongan.

Gambaran utama dari klasifikasi Terzaghi adalah


sebagai berikut :
TERZAGHI'S Classification
Original Terzaghis Classification

Rock load, Hp
Rock conditions
(ft)
1. Hard and intact Zero
2. Hard stratified or
0 0.5B
schistose
3. Massive, moderately
0 0.25B
jointed
4. Moderately blocky and 0.25B 0.35
seamy (B+Ht)
(0.35 1.10)
5. Very blocky and seamy
(B+Ht)
6. Completely crushed 1.10 (B+Ht)
7. Squeezing rock, moderate (1.10 2.10)
depth (B+Ht)
8. Squeezing rock, great (2.10 4.50)
depth (B+H )
Generalised Terzaghis Classification

Rock load, Hp
Rock conditions
(ft)
1. Hard and intact Zero
2. Hard stratified or schistose 0 0.5B
3. Massive, moderately jointed 0 0.25B
4. Moderately blocky and seamy 0.25B 0.20
(B+Ht)
5. Very blocky and seamy (0.20 0.60)
(B+Ht)
6. Completely crushed but (0.60 1.10)
chemically intact (B+Ht)
6a. Sand and gravel (1.10 1.40)
(B+Ht)
7. Squeezing rock, moderate depth (1.10 2.10)
(B+Ht)
2. Classifications Involving Stand-Up Time
Lauffer (1958)
Lauffer (1958) mengusulkan bahwa stand-up time
untuk span tidak disangga berhubungan dengan
kualitas massa batuan,
Active unsupported span adalah lebar terowongan
atau jarak dari face ke penyangga, jika ini lebih
besar dari lebar terowongan.
Stand- up time adalah jangka waktu dimana
terowongan dapat stabil tanpa penyangga sesudah
penggalian
Classifications Involving stand-up time
Classifications involving stand-up time
Klasifikasi Lauffer telah dimodifikasi oleh banyak
pihak, yang terpenting adalah modifikasi yang
dilakukan oleh Pacher et al. (1974).

Klasifikasi Pacher et al. ini sekarang menjadi bagian


dari New Austrian Tunnelling Method (NATM).

Hal utama yang penting dari klasifikasi Lauffer-


Pacher ini adalah penambahan span terowongan akan
mengurangi langsung stand-up time
Classifications involving stand-up time

Semakin besar span terowongan, semakin


singkat waktu yang harus digunakan untuk
pemasangan penyangga.
Sebagai contoh, pilot tunnel kecil mungkin saja
dikonstruksi dengan penyangga minimal,
sedangkan terowongan dengan span yang lebih
besar pada massa batuan yang sama mungkin
tidak mantap jika penyangga tidak seketika
dipasang.
3. Rock Quality Designation (RQD)
(Deere, 1964)

Deere adalah orang pertama yang menggunakan


parameter Rock Quality Designation (RQD) dalam
klasifikasi massa batuan, yang dihitung dari
contoh batuan yang di dapatkan dari pemboran inti

RQD adalah modifikasi dari persentase perolehan


inti yang utuh dengan panjang 10 cm atau lebih

Ukuran inti paling kecil berdiameter 54,7 mm


yang di bor menggunakan double tube core barrels
Rock Quality Designation Index (RQD)
Rock Quality Designation Index (RQD)

RQD (%) Kualitas Batuan

< 25 Sangat jelek (very poor)


25 - 50 Jelek (poor)
50 - 75 Sedang (fair)
75 - 90 Baik (good)
90 - 100 Sangat Baik (excellent)

Klasifikasi Massa batuan (Deere,1964)


Rock Quality Designation Index (RQD)

Cording and Deere (1972), Merritt (1972), and


Deere and Deere (1988) telah mencoba
menghubungkan faktor rock load Terzaghi dengan
RQD didalam memperkirakan kebutuhan
penyangga untuk terowongan batauan.

Palmstrom (1982) mengusulkan jika inti tidak


tersedia, RQD dapat diperkirakan dari jumlah
kekar-kekar (joints) per unit volume. Konversi
untuk massa batuan yang bebas lempung adalah :
RQD = 115 - 3.3 Jv

Jv : jumlah total kekar per m3


Rock Structure Rating (RSR)
Konsep RSR dikembangkan oleh Wickham dan
kawan-kawan pada tahun 1972 di Amerika
Serikat.
Konsepnya adalah metode kuantitatif untuk
mendiskripsikan kualitas massa batuan dan
untuk memilih penyangga yang tepat.
Merupakan sistem klasifikasi massa batuan yang
relatif lebih lengkap dibanding dari ke tiga
klasifikasi sebelumnya
Sistem pertama yang merekomendasikan
shotcrete
Memperkenalkan konsep rating dari setiap
komponen
Rock Structure Rating (RSR)

RSR = A + B + C
Dimana :
- Parameter A : Penilaian umum dari struktur batuan
- Parameter B : Efek pola diskontinuitas terhadap arah
penggalian terowongan
- Parameter C : Efek aliran air tanah
PARAMETER A
GEOLOGI DAERAH UMUM

Basic Rock Type


Geological Structure
Har Mediu Sof Decompo
d m t sed
Igneous 1 2 3 4 Slightl
Moderat Intensiv
y
Metamor ely ely
1 2 3 4 Massiv Folded
phic Folded Folded
e or
or or
Sediment Faulte
2 3 4 4 Faulted Faulted
ary d
Type 1 30 22 15 9
Type 2 27 20 13 8
Type 3 24 18 12 7
Type 4 19 15 10 6
PARAMETER B
POLA KEKAR, ARAH PENGGALIAN
Strike to Axis Strike to Axis
Direction of Drive Direction of Drive
Bot
With Dip Against Dip Either Direction
h
Average joint spacing
Dip of Prominent
Dip of Prominent Jointsa)
Jointsa)
Fla Dippi Verti Dippi Verti Fl Dippi Vertic
t ng cal ng cal at ng al
1. Very closely jointed,
9 11 13 10 12 9 9 7
< 2 in
2. Closely jointed, 2-6 in 13 16 19 15 17 14 14 11
3. Moderately jointed,
23 24 28 19 22 23 23 19
6-12 in
4. Moderate to blocky,
30 32 36 25 28 30 28 24
1-2 ft
5. Blocky to massive, 2-
36 38 40 33 35 36 34 28
4 ft
6. Massive, > 4 ft 40 43 45 37 40 40 38 34
a)
Flat = 0-20O, Dipping = 20-50O, Vertical = 50-90O
PARAMETER C
AIR TANAH, KONDISI KEKAR

Sum of Parameters A + B
13 - 44 45 - 75
Anticipated water
inflow Joint Conditionb)
gpm/1000 ft of
tunnel Goo Fai Poo Goo Fai Poo
d r r d r r

None 23 24 28 19 22 23
Slight, < 200 gpm 30 32 36 25 28 30
Moderate, 200-1000
36 38 40 33 35 36
gpm
Heavy, > 1000 gpm 40 43 45 37 40 40
b)
Good = tight or cemented
Fair = slightly weathered or altered
Poor = severely weathered, altered or open
RSR SUPPORT ESTIMATES:
24 FT. (7.3 M) DIAMETER CIRCULAR TUNNEL
GEOMECHANICS CLASSIFICATION(RMR SYSTEM)
BIENIAWSKI

Bieniawski (1973) untuk pertama kali


mempublikasikan sebuah klasifikasi massa batuan
yang disebut Geomechanics Classification atau Rock
Mass Rating (RMR) system.
Selama bertahun-tahun, sistem ini telah diperbaiki
dengan semakin banyaknya studi kasus yang
dikumpulkan.
Pembahasan RMR kali ini berdasarkan dari versi
klasifikasi tahun 1989
Rock Mass Rating (RMR) System

Enamparameter yang digunakan untuk


mengklasifikasikan massa batuan
menggunakan RMR system:
kuat tekan uniaksial contoh batuan,
Rock Quality Designation (RQD),
spasi bidang diskontinu,
kondisi bidang diskontinu,
kondisi air tanah,
orientasi bidang diskontinu.
Rock Mass Rating (RMR) System

Dalam menerapkan sistem ini, massa


batuan dibagi menjadi seksi-seksi menurut
struktur geologi dan masing-masing seksi
diklasifikasikan secara terpisah.
Batas-batas seksi umumnya struktur geologi
mayor seperti patahan atau perubahan jenis
batuan.
Perubahan signifikan dalam spasi atau
karakteristik bidang diskontinu mungkin
menyebabkan jenis massa batuan yang
sama dibagi juga menjadi seksi-seksi.
Rock Mass Rating (RMR) System

Parameter Range of Values


For this low range -
PLI > 10 MPa 4 10 MPa 2 4 MPa 1 2 MPa UCS test is
Strength of preferred
intact
1 rock material 5 1
<1
UCS > 250 MPa 100 - 250 MPa 50 - 100 MPa 25 50 MPa 25 5
MPa
MPa MPa
Rating 15 12 7 4 2 1 0
Drill core quality RQD 90% - 100% 75% - 90% 50% - 75% 25% - 50% < 25%
2
Rating 20 17 13 8 3
Spacing of
>2m 0.6 2 m 200 600 mm 60 200 mm < 60 mm
3 discontinuities
Rating 20 15 10 8 5
Slickensided
Slightly rough Slightly rough surfaces
Very rough
surfaces surfaces or Soft gouge >5 mm
surfaces
Separation < 1 Separation < 1 Gouge < 5 mm thick
Condition of Not continuous
mm mm thick or
4 discontinuities No separation
Slightly Highly or Separation > 5 mm
Unweathered
weathered weathered Separation 1-5 Continuous
wall
walls walls mm
Continuous
Rating 30 25 20 10 0
Inflow per 10 m
tunnel length None < 10 10 - 25 25 - 125 125
(l/m)
Groun (Joint water
d press)/
0 < 0.1 0.1 0.2 0.2 0.5 > 0.5
Rock Mass Rating (RMR) System

<1m 13m 3 10 m 10 20 m > 20 m


Discontinuity length
(persistence) 6 4 2 1 0

None < 0.1 mm 0.1 1.0 mm 1 5 mm > 5 mm


Separation (aperture)
6 5 4 1 0
Very rough Rough Slightly rough Smooth Slickensided
Roughness
6 5 3 1 0
Hard filling < 5 Hard filling > 5 Soft filling < 5 Soft filling > 5
None
Infilling (gouge) mm mm mm mm
6 4 2 2 0
Unweather Slightly Moderately Highly
Decomposed
Weathering ed weathered weathered weathered
6 5 3 1 0
Rock Mass Rating (RMR) System

Ratings

81 100 61 80 41 60 21 40 < 21

Class number I II III IV V


Description Very good rock Good rock Moderate rock Poor rock Very poor rock
20 yrs for 15 m 1 year for 10 m 1 week for 5 m 10 hrs for 2.5 m 30 min for 1 m
Average stand-up time
span span span span span
Cohesion of rock mass
> 400 300 400 200 300 100 200 < 100
(kPa)
Friction angle of rock
> 45 35 45 25 35 15 25 < 15
mass (deg)
Rock Mass Rating (RMR) System
Rock Tunnelling Quality Index (Barton
et al, 1974)
Berdasarkan sejumlah besar kasus penggalian
bawah tanah, Barton et al. (1974) dari Norwegian
Geotechnical Institute mengusulkan Tunnelling
Quality Index (Q) untuk penentuan
karakteristik massa batuan dan kebutuhan
penyangga.
Nilai numerik indeks Q bervariasi secara
logaritmik dari 0.001 sampai 1000.
Rock Tunnelling Quality Index Q

RQD Jr Jw
Q x x
Jn Ja SRF

RQD = Rock Quality Designation


J = Joint set number
n

Jr = Joint roughness Number


Ja = Joint alteration number
Jw = Joint water reduction number
SRF = Stress reduction factor
Rock Tunnelling Quality Index : RQD/Jn
Menunjukkan struktur massa batuan.
Perkiraan kasar ukuran blok atau partikel.
Dua nilai ekstrim (100/0.5 and10/20) berbeda
sampai 400 kali.
Jika diinterpretasi dengan satuan cm, ukuran
partikel adalah 200 sampai to 0.5 cm kasar tapi
cukup realistik.
Blok terbesar mungkin beberapa kali ukuran ini
dan partikel terkecil kurang dari setengah kali
nilai minimum di atas (partikel lempung tentu saja
tidak termasuk).
Rock Tunnelling Quality Index :Jr/Ja
Menunjukkan kekasaran dan karakteristik geser
dinding kekar atau material pengisi.
Pembobotan didasarkan pada kekar kasar dan tak
teralterasi pada kontak langsung.
Permukaan demikian akan mendekati kekuatan
puncak yang akan sangat berubah jika mengalami
penggeseran.
Jika kekar terisi mineral lempung, kekuatan akan
sangat berkurang.
Rock Tunnelling Quality Index: Jw/SRF
SRF merupakan ukuran:
pengurangan beban pada penggalian melalui
zona geseran dan lempung,
tegangan batuan pada batuan keras,
beban squeezing pada batuan plastik lemah.
SRF dapat dianggap sebagai parameter
tegangan total.
Rock Tunnelling Quality Index: Jw/SRF
Jw merupakan ukuran tekanan air yang dapat
memberikan pengaruh merugikan pada kekuatan
geser kekar karena pengurangan tegangan normal
efektif.
Selain itu, air dapat melemahkan dan mungkin
menghilangkan material pengisi pada kekar yang
terisi lempung.
Merupakan faktor empiris yang rumit untuk
menggambarkan tegangan aktif.
Rock Tunnelling Quality Index Q
Jadi,
indeks Q dapat dianggap sebagai
fungsi dari tiga parameter, yang
merupakan perkiraan kasar dari:
Ukuran blok (RQD/Jn)
Kekuatan geser antar blok (Jr/Ja)
Tegangan aktif (Jw/SRF)
Rock Tunnelling Quality Index : RQD

Descriptio
Value Notes
n
Very
A 0 25
poor 1. Where RQD is reported or measured as 10
B Poor 25 50 (including 0), a nominal value of 10 is used to
evaluate Q.
C Fair 50 75
D Good 75 90 2. RQD intervals of 5, i.e. 100, 95, 90 etc. are
Excellen 90 sufficiently accurate.
E
t 100
Rock Tunnelling Quality Index : Jn

Description Value Notes


0.5
A Massive, no or few joints
1.0
B One joint set 2
C One joint set plus random 3
D Two joint sets 4
E Two joint sets plus random 6 1. For intersections use
(3.0 Jn)
F Three joint sets 9
Three joint sets plus 2. For portals use (2.0 Jn)
G 12
random
Four or more joint sets,
random,
H 15
heavily jointed, 'sugar
cube', etc.
J Crushed rock, earthlike 20
Rock Tunnelling Quality Index : Jr

Description Value Notes


a. Rock wall contact
b. Rock wall contact before 10 cm
shear
A Discontinuous joints 4
Rough and irregular,
B 3
undulating
1. Add 1.0 if the mean
C Smooth undulating 2 spacing of the relevant
D Slickensided undulating 1.5 joint set is greater than 3
m.
E Rough or irregular, planar 1.5
F Smooth, planar 1.0 2. Jr = 0.5 can be used for
G Slickensided, planar 0.5 planar, slickensided joints
having lineations,
c. No rock wall contact when sheared provided that the
Zones containing clay lineations are oriented for
1.0 minimum strength.
minerals thick
H (nomin
enough to prevent rock wall
al)
contact
Sandy, gravely or crushed
1.0
zone thick
Rock Tunnelling Quality Index :Ja

r
Valu (deg)
Description Notes
e (appro
x.)
a. Rock wall contact
Tightly healed, hard, non-softening,
A 0.75
impermeable filling
Unaltered joint walls, surface staining
B 1.0 25 35
only
Slightly altered joint walls, non-
softening Values of r, the residual
C mineral coatings, sandy particles, clay- 2.0 25 30 friction
free angle, are intended as an
disintegrated rock, etc. approximate guide to the
Silty-, or sandy-clay coatings, small mineralogical properties
D clay- 3.0 20 25 of the
fraction (non-softening) alteration products, if
present.
Softening or low-friction clay mineral
coatings,
i.e. kaolinite, mica. Also chlorite, talc,
gypsum
Rock Tunnelling Quality Index : Ja

r
Description Value (deg) Notes
(appro
x.)
b. Rock wall contact before 10 cm shear
Sandy particles, clay-free,
F 4.0 25 30
disintegrating rock etc.
Strongly over-consolidated, non-
softening Values of r, the residual
G 6.0 16 24
clay mineral fillings (continuous < 5 friction
mm thick) angle, are intended as an
Medium or low over-consolidation, approximate guide to the
softening mineralogical properties
H 8.0 12 16 of the
clay mineral fillings (continuous < 5
mm thick) alteration products, if
present.
Swelling clay fillings, i.e.
montmorillonite,
8.0
J (continuous < 5 mm thick). Values of Ja 6 12
12.0
depend on percent of swelling clay-size
particles, and access to water.
Rock Tunnelling Quality Index : Ja

r
Description Value (deg) Notes
(appro
x.)
c. No rock wall contact when sheared
Zones or bands of disintegrated or
K 6.0
crushed.
L rock and clay (see G, H and J for 8.0 Values of r, the residual
clay 8.0 friction
M conditions). angle, are intended as an
12.0
approximate guide to the
Zones or bands of silty- or sandy- 6 24 mineralogical properties
N clay, small 5.0 of the
clay fraction, non-softening. alteration products, if
Thick continuous zones or bands of 10.0 present.
O
clay. 13.0
& R. (see G.H and J for clay 6.0
P
conditions). 24.0
Rock Tunnelling Quality Index : Jw

Appro
x.
Water
Description Value Notes
Press.
(kgf/c
m2)
Dry excavation or minor inflow
A 1.0 < 1.0
i.e. < 5 l/m locally
Medium inflow or pressure,
1.0
B occasional 0.66
2.5
outwash of joint fillings
1. Factors C to F are crude
Large inflow or high pressure in estimates; increase Jw if
2.5
C competent 0.5 drainage is installed.
10.0
Rock with unfilled joints
2.5 2. Special problems
D Large inflow or high pressure 0.33 caused by ice formation
10.0
are not considered.
Exceptionally high inflow or
0.2
E pressure > 10
0.1
at blasting, decaying with time
Exceptionally high inflow or 0.1
F > 10
pressure 0.05
Rock Tunnelling Quality Index : Jw

SR
Description Notes
F
a. Weakness zones intersecting excavation, which
may
cause loosening of rock mass when tunnel is
excavated
Multiple occurrences of weakness zones
containing clay or 10.
A
chemically disintegrated rock, very loose 0
surrounding rock (any depth)
Single weakness zones containing clay, or
B chemically 5.0
disintegrated rock (excavation depth < 50 m)
Reduce these values of SRF
Single weakness zones containing clay, or by 25 - 50% but only if the
C chemically 2.5 relevant shear zones
disintegrated rock (excavation depth > 50 m) influence do not intersect
Multiple shear zones in competent rock (clay the excavation
D free), loose 7.5
surrounding rock (any depth)
Single shear zone in competent rock (clay free)
E (depth of 5.0
excavation < 50 m)
Rock Tunnelling Quality Index : Jw

Description SRF Notes

b. Competent rock, rock stress


c/1 t/1
problems
H Low stress, near surface > 10 > 10 2.5
200
J Medium stress 13 0.66 1.0
10 1. For strongly
High stress, very tight structure anisotropic virgin
(usually favourable to stability, stress field (if
0.66 measured): when
K may 10 5 0.5 2
0.33 51/310, reduce
be unfavourable to wall
stability) c to 0.8c and t to
0.33 0.8t. When 1/3 >
L Mild rockburst (massive rock) 5 2.5 5 10 10, reduce c to
0.16
0.6c and t to 0.6t.
10
M Heavy rockburst (massive rock) < 2.5 < 0.16
20
2. Few case records
c. Squeezing rock, plastic flow of incompetent rock under available where
influence depth of crown
of high rock pressure below surface is less
N Mild squeezing rock pressure 5 10 than span width.
Suggest SRF
10 increase from 2.5 to
O Heavy squeezing rock pressure
Rock Tunnelling Quality Index:
Classification of SRF (Grimstad & Barton, 1993)

(Barton et al, 1974)


Description SRF

b. Competent rock, rock stress


c/1
problems
L Mild rockburst (massive rock) 5 2.5 5 10
10
M Heavy rockburst (massive rock) < 2.5
20
(Grimstad & Barton, 1993)
Description SRF

b. Competent rock, rock stress


c/1
problems
Moderate slabbing after >1
53 5 50
hour in massive rock
L
Slabbing and rockburst after a
32 50 200
few minutes in massive rock
200
M Heavy rockburst (massive rock) <2
400
Rock Tunnelling Quality Index:
ESR and De
Untuk menghubungkan nilai Q dengan
kebutuhan penyangga, Barton et al. (1974)
mendefinisikan parameter tambahan Dimensi
Ekivalen (Equivalent Dimension), De, dari lubang
bukaan.
Dimensi ini diperoleh dengan membagi span
(lebar atau tinggi) lubang bukaan dengan
Excavation Support Ratio, ESR:
Rock Tunnelling Quality Index:
ESR and De

Excavation
span,diameter
orheight(m)
De
Excavation
SupportRatio,ESR

Nilai ESR berhubungan dengan tujuan


penggunaan lubang bukaan dan tingkat
keamanan yang dipersyaratkan bagi sistem
penyangga untuk menjamin kemantapan lubang
bukaan
Rock Tunnelling Quality Index:
ESR and De

Excavation category ESR


A Temporary mine openings. 35
B Permanent mine openings, water tunnels for 1.6
hydro power
(excluding high pressure penstocks), pilot
tunnels, drifts and
headings for large excavations.
C Storage rooms, water treatment plants, minor 1.3
road and railway tunnels, surge chambers,
access tunnels.
D Power stations, major road and railway tunnels, 1.0
civil defence chambers, portal intersections.
E Underground nuclear power stations, railway 0.5
stations, sports and public facilities, factories.
Rock Tunnelling Quality Index:
Estimated Support Categories

Anda mungkin juga menyukai