Anda di halaman 1dari 49

BIODATA

Drg. Ansarul Fahrudda, M.Kes


Tempat/Tgl Lahir : Banyuwangi, 22 Pebruari 1965;
Agama : Islam; Pangkat/Gol: Pembina Tingkat I / IVb;
Alamat : Rungkut Lor YKP RL-5 Blok G-29 Surabaya;
Telp. : (R) 031- 8708920, (K) 031-8280650;
HP: 08123228763; ansarul_fahrudda@yahoo.com
Pendidikan : Pelatihan :
SD SMA Negeri di Malang; 1. ACDA Advance Course DOTS
S1 : FKG UNAIR, Lulus 1989; Accelerations, WHO Depkes RI, 2004;
S2 : FETP UGM, Lulus 2001; 2. Pandemic Preparedness Training
Pengalaman pekerjaan : Program, Queensland University of
1992-1993 : Dokter gigi Puskemas Technology-Depkes RI, 2006;
Kelua, Murung 3. Pelatihan bagi Dokter Program Nasional
Pudak, Tabalong Kalsel Penanggulangan Kusta, Makassar, 2007;
1994-2000 : Kepala Puskesmas Kota 4. Studi Harm Reduction, Kunming-Yunan,
Banjarmasin Shanghai, China, 2008
2001-2002 : Kepala Seksi Pencegahan
5. Pelatihan MONEV HIV-AIDS, Perth,
Penyakit
Western Australia, Australia, 2009
Dinkes Kota Banjarmasin
2003-2007 : Provincial Technical Officer 6. International Course in Management,
TB Finance and Logistics for Tuberculosis
Prov Jatim Program, Bangkok-Thailand, 2010
2007-2012: Kasi Pemberantasan 7. Study Diversion Program and
Penyakit Comprehensive Treatment for Drug
KEBIJAKAN
PENYELENGGARA
N
KESEHATAN
PROVIN
SI JAW HAJI
TIMUR A

BIDANG PENGENDALIAN PENYAKIT DAN MASALAH


KESEHATAN
DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR
SISTIMATIKA
PROFIL CALON/JAMAAH HAJI
PROVINSI JAWA TIMUR
KEBIJAKAN PEYELENGGARAAN
KESEHATAN HAJI
KEGIATAN PEYELENGGARAAN
KESEHATAN HAJI
TIPS BAGI CALON/JAMAAH HAJI

3
PROFIL CALON/JEMAAH
HAJI PROVINSI JAWA
TIMUR TAHUN 2012

4
PETA JEMAAH RISTI PER KAB-KOTA
TAHUN 2012M/1433H

Sumber : SISKOHATKES
2012 5
PERBANDINGAN JUMLAH
JEMAAH DENGAN JEMAAH
RISTI TAHUN 2010 - 2012
250,000 222096 222560
212111

200,000 151479
(71,41
%)
150,000
102346 100479

100,000 87537

50,000

0
2010 2011 2012
Total Jemaah Haji
Tinggi
di Kab./Kota dan Embarkasi tahun
2012

Kab./Kota Embarkasi
Persentasi Risti (Sakit, Usila , Usila Sakit)
Jamaah Haji Jawa Timur Tahun 1433 H/2012 M
PERBANDINGAN 8 BESAR JENIS
PENYAKIT RISTI PADA JEMAAH HAJI
45000
2010 - 2012
40000

35000

30000

25000

20000

15000

10000

5000

0
JUMLAH KEMATIAN JEMAAH HAJI
PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2004 2012
PROSENTASE JAMAAH HAJI WAFAT BERDASARKAN RISTI
PROV. JAWA TIMUR TAHUN 2012
JUMLAH DAN PERSENTASI KEMATIAN
JH BERDASARKAN PENYEBAB
KEMATIAN
PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2012
JUMLAH JAMAAH HAJI WANITA HAMIL YANG
MASUK EMBARKASI DAN TUNDA
PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2004 2012
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN
KESEHATAN HAJI TAHUN 2013 M / 1434 H

Undang-Undang Nomor 13
TahunPP
2008
Nomor 79 Tahun
20121

Kepmenkes 442 tahun


2009
DASAR HUKUM

Pemerintah berkewajiban melakukan


pembinaan, pelayanan, dan perlindungan
dengan menyediakan layanan administrasi,
bimbingan ibadah haji, akomodasi, transportasi,
Pelayanan Kesehatan, keamanan, dan hal lain
yang diperlukan oleh jemaah haji.

(1) Pembinaan dan pelayanan


kesehatan ibadah haji, baik pada
saat persiapan maupun pelaksanaan
penyelenggaraan ibadah haji,
dilakukan oleh menteri yang ruang
lingkup tugas dan tanggung jawabnya
di bidang kesehatan.

(2) Pelaksanaan tugas sebagaimana


dimaksud pada ayat (1)
15
dikoordinasi
PP. No 79. Tahun 2012
Tentang pelaksanaan UU 13 tahun 2008
tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji

BAB II. Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler


Pasal 14
Bimbingan jemaah haji bimbingan kesehatan
dilaksanakan sebelum keberangkatan ke Arab
Saudi, selama perjalanan dan selama di Arab Saudi.
Pasal 27
Pembinaan dan pelayanan kesehatan wajib
diberikan sebelum keberangkatan.
Pemerintah wajib melindungi jemaah haji dari
penyakit menular.
16
2013- 2015
BAB III. Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
(PIHK)

Pasal 36. ayat 1.


PIHK wajib memberikan bimbingan, pelayanan
kesehatan
BABdan
IV perlindungan kepada
Penyelenggaraan jemaah haji
Perjalanan khusus.
Ibadah
Umrah (PPIU)

Pasal 58. Penyelenggara perjalanan ibadah umrah


wajib memberikan Pelayanan= diantaranya
pelayanan kesehatan jemaah umrah.

17
2013- 2015
PENYELENGGARAAN
HAJI
PENYELENGGARAAN
PENYELENGGARAAN KESEHATAN HAJI
KONSEP DASAR
Pemeriksaan Kesehatan merupakan alat pemetaan
TUJUAN PENYELENGGARAAN
KESEHATAN HAJI
Meningkatkan kondisi kesehatan jemaah haji
Meningkatkan kondisi kesehatan jemaah haji
sebelum keberangkatan (peran Puskesmas,
sebelum keberangkatan (peran Puskesmas,
Din Kes Kab/Kota dan Provinsi)
Din Kes Kab/Kota dan Provinsi)

Menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat


Menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat
selama menunaikan ibadah, sampai tiba
selama menunaikan ibadah, sampai tiba
kembali di tanah air (peran TKHI/PPIH)
kembali di tanah air (peran TKHI/PPIH)

Mencegah terjadinya transmisi penyakit


Mencegah terjadinya transmisi penyakit
menular yang mungkin terbawa keluar / masuk
menular yang mungkin terbawa keluar / masuk
oleh jemaah haji (peran TKHI, PPIH,
oleh jemaah haji (peran TKHI, PPIH,
Embarkasi/Debarkasi)
Embarkasi/Debarkasi) Kepmenkes 442
tahun 2009
21 2013- 2015
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN KESEHATAN HAJI
Melaksanakan perekrutan tenaga kesehatan profesional secara
transparan
Meningkatkan kemampuan teknis medis petugas pemeriksa
kesehatan jemaah haji di tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit
Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan
Rumah Sakit dengan menerapkan standar pelayanan bagi jemaah
haji
Melaksanakan pelayanan kesehatan bermutu bagi jemaah haji di
Puskesmas, Rumah Sakit dan Embarkasi
Melaksanakan pembinaan kesehatan sejak dini bagi jemaah haji
resiko tinggi di Tanah Air
Memberikan vaksinasi Meningitis meningokokus bagi bagi jemaah
haji dan petugas
Melaksanakan pelayanan kesehatan bermutu, cepat dan
terjangkau bagi jemaah haji selama menunaikan ibadah haji
Mengembangkan sistem informasi manajemen kesehatan haji
pada setiap jenjang administrasi kesehatan
Mengembangkan sistem kewaspadaan dini dan respon cepat KLB, 22
Ruang Lingkup Kegiatan
1. Pelayanan Kesehatan , Bimbingan dan Penyuluhan
1) Pelayanan Kesehatan
2) Bimbingan dan Penyuluhan Kesehatan

2. Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan dan Penyehatan Lingkungan


1) Imunisasi
2) Surveilans Epidemiologi, SKD - Respon KLB
3) Pencegahan dan Penanggulangan KLB
4) Penanggulangan Musibah Massal
5) Sanitasi dan Penyehatan Lingkungan

3. Promosi dan Komunikasi Publik


4. Kajian Dan Penelitian
5. Pencatatan Pelaporan dan Sistem Informasi Manajemen
Kesehatan Haji
6. Pengelolaan Sumber Daya Kesehatan
1) Perekrutan Dan Penggerakan Tenaga Kesehatan Haji
2) Peningkatan Kemampuan Tenaga Kesehatan Haji
3) Sediaan Farmasi, Alkes Dan Logistik Kesehatan Haji
4) Fasilitas Kesehatan Medis & Nonmedis
23
Pelayanan Pemeriksaan
Kesehatan
Tujuan :
1. Tercapainya identifikasi status kesehatan jemaah haji
berkualitas.
2. Tersedianya data kesehatan sebagai dasar upaya
perawatan dan pemeliharaan, serta upaya-upaya
pembinaan dan perlindungan jemaah haji.
3. Terwujudnya pencatatan data status kesehatan dan
faktor risiko jemaah haji secara benar dan lengkap
dalam Buku Kesehatan Jemaah Haji (BKJH) Indonesia.
4. Terwujudnya fungsi BKJH sebagai sumber
informasi medik jemaah haji untuk kepentingan
pelayanan kesehatan haji.
5. Tersedianya bahan keterangan bagi penetapan laik
kesehatan (istithoah) jemaah haji.
6. Tercapainya peningkatan kewaspadaan terhadap
transmisi penyakit menular berpotensi Kejadian Luar
KEBIJAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN HAJI (1)

URAIAN KEMEN: 442/2009


Fungsi Pemeriksaan Assessing & Treating
Sarana Pemeriksaan Puskesmas dan
RS Tipe C
Sekuens Pemeriksaan Tahapan : I & II
Pemeriksaan Pertama Puskesmas & RS, Assessing &
Treating, Penetapan Kelaikan
Pemeriksaan Kedua Perawatan (+), Pemeliharaan (+),
Rujukan di RS, Penetapan
Kelaikan bila ada catatan khusus.
Format BKJH Menilai & Follow Up
Assesing Jemaah Haji Diperiksa 1 kl
Follow Up Distandarisasi
KEBIJAKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN HAJI (2)

URAIAN KEMEN: 442/2009


Pengisian BKJH Tim Periksa Puskesmas, b/p Tim Periksa
2
Kelaikan Kesehatan Tim Periksa Puskesmas, dan Tim Periksa
RS.
Mulai Pemeriksaan Tahun Pendaftaran
Pengendali Dinas Kesehatan dan Sarana
Pemeriksaan
PROTAP Sarana Dibuat oleh Sarana
Kendali Mutu Dinkes & Sarana
Laporan Hasil yankes.haji@gmail.com dan siskohatkes
SASARAN
PROSEDUR PEMERIKSAAN
KESEHATAN TAHAP PERTAMA
Hasil pemeriksaan
Catatan
Hasil
Surat Keterangankesehatan
Pemeriksaan
menjadi
Kesehatan
PENETAPAN KELAIKAN
Batasan
PENGERTIAN
Pemeriksaan
JEMAAH HAJI RISTI :
Jemaah Haji Risti adalah :
Jemaah Haji dengan kondisi kesehatan yang secara
epidemiologi berisiko sakit dan atau meninggal selama
perjalanan ibadah haji, meliputi :
Jemaah haji lanjut usia. (> 60 Tahun)
Jemaah haji penderita penyakit menular tertentu yang
tidak boleh terbawa keluar dari Indonesia berdasarkan
peraturan kesehatan yang berlaku (telah berobat rutin),
mis. TB aktif dengan BTA positif
Jemaah haji wanita hamil (14-26 minggu dan telah
divaksinasi).
Jemaah haji dengan ketidakmampuan tertentu terkait
penyakit kronis dan atau penyakit tertentu lainnya, mis.
Pasca stroke, luka DM.
Sumber KEPMENKES RI Nomor
442/MENKES/SK/VI/2009
Pedoman Teknis Pemeriksaan Kesehatan
Jemaah Haji 2010
KEBIJAKAN OPERASIONAL KESEHATAN HAJI TAHUN 2013 (1)

1. Koordinasi dengan Kemenag Kabupaten/Kota terkait


Jamaah Haji (JH) yang pasti berangkat dan pemeriksaan
kesehatan dilakuan hanya pada JH tahun 2013
2. Pendistribusian vaksin MM dikirim sesuai quota baru,
dimana jamaah haji yang pasti berangkat yang akan
divaksinasi.
3. Pemeriksaan dan pembinaan calon jamaah haji
dilakukan di Puskesmas/RSUD,PosbinduPTM/Poslansia,
Manasik, Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)
4. Ketentuan pemeriksaan kesehatan bagi Jemaah Haji:
Pemeriksaan tahap I di Puskesmas dilaksanakan
mulai Maret 2013 diikuti kegiatan pembinaan
kesehatan jemaah haji sampai saat pemeriksaan
kesehatan tahap II.
Pemeriksaan tahap II (terkini/1 bulan terakhir) di 33
puskesmas atau RS rujukan (SK bupati/walikota atau
KEBIJAKAN OPERASIONAL KESEHATAN HAJI TAHUN 2013 (2)

5. CJH sebelum berangkat ke Embarkasi telah


dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar dan
terkini/kedua serta kelengkapan BKJH oleh Tim
Pemeriksa tahap 2
6. Jenis pemeriksaan sesuai BKJH (termasuk test
kebugaran ).
7. Pembinaan kesehatan bagi jemaah haji
dilaksanakan setelah pemeriksaan kesehatan
tahap pertama, diintegrasikan program-program
pembinaan manasik haji baik di Kandep
Kementerian Agama Kab./Kota, KUA, KBIH bagi
semua jemaah haji risti dan sehat., KUA,
Kandepag Kementerian Agama Kab./kota
8. Rujukan RS Embarkasii/Debarkasi di RSU Haji, RSU
Dr Soetomo dan RSU Bhayangkara, khusus
layanan rawat inap di kelas II selama 14 hari)
9. Meningkatkan koordinasi antara KUA dan
puskesmas maupun KBIH, IPHI, AKHI dalam rangka 34

pembinaan haji, sehingga pembinaan kesehatan


KEBIJAKAN OPERASIONAL KESEHATAN HAJI TAHUN
2013 (3)

11. Untuk pemeriksaan kesehatan BPIH Khusus


dilakukan pelayanan satu atap yaitu di RS Haji
Surabaya dan RS Saiful Anwar.
12. Pelaksanaan vaksinasi Meningitis untuk jemaah
Umroh tetap di KKP.
15. Pelaporan hasil pemeriksaan kesehatan dientry
dan dikirimkan hasilnya ke web:
siskohatkes.depkes.go.id dan email
yankes.haji@gmail.com
16. Rekruitment PKHI secara on line, peserta hanya
dapat mendaftar 1 kali, dokumen dikirim melalui
PO Bos 33 dan mengikuti test psikometri
17. Biaya Pemeriksaan kesehatan I dan II sesuai
Perda.
18. Biaya dan Kegiatan Pembinaan diserahkan pada
daerah masing-masing 35
PEMBINAAN MANASIK KESEHATAN
HAJI MELIPUTI :
1. Deteksi Dini Penyakit dgn pemeriksaan dan pengendalian
faktor Risiko
2. Penyuluhan Kesehatan secara umum yang meliputi
aklimatisasi, gizi, kesehatan penerbangan, PHBS, penyakit
yang termasuk Risiko tinggi jamaah haji, kesehatan lansia
3. Konsultasi gizi dan penyakit serta pemantauan faktor Risiko
4. Pemantauan kesehatan jamaah risti dengan pembagian
jamaah binaan perkelompok, di masing- masing Puskesmas
berbeda ada yang melalui daerah binaan desa, posyandu
atau membentuk kelompok-kelompok persepuluhan
5. Kunjungan rumah untuk jamaah yang tidak datang
6. Tes kebugaran dan pembinaan kebugaran
KEGIATAN
PENYELENGGARAAN
KESEHATAN HAJI
TAHUN 2013
37
KEGIATAN PROGRAM KESEHATA HAJI
2013 (1)
1. Pertemuan Perencanaan dan Evaluasi haji, pada
tanggal 17 18 Februari 2013, di hotel Heritage
Surabaya.
2. Rekrutmen TKHI mulai 1 16 Februari 2013, test
psikometri TKHI April 2013, test Psikometri PPIH
Mei 2013
3. Pembinaan Kesehatan JH di 6 daerah (Kab. Kediri,
Kab. Mojokerto, Kota Malang, Surabaya Kota,
Sidoarjo dan Lumajang) penyelenggara Puskeshaji.
4. Pelatihan Kompetensi petugas TKHI dilaksanakan 2
gelombang. Gelombang I tanggal 7 - 10 Mei 2013
dan Gelombang II tanggal 14 17 Mei 2013 di
Bepelkes Bapelkes Murnajati Lawang.
5. Pelatihan Petugas Pemeriksa Kesehatan Haji Mei
2
2013 di Bapelkes Murnajati Lawang.
KEGIATAN PROGRAM KESEHATA HAJI
2013 (2)
6. Pembekalan Integrasi Petugas TKHI bergabung
dengan TPIHI dan TPHI di Asrama Haji Sukolilo
tanggal 5 14 Juni 2013.
7. Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Haji
tahap I di Daerah mulai April 2013.
8. Pemantapan dan sosialisasi test Kebugaran Oleh
Pusat Kesehatan Haji yang dilaksanakan di Lumajang.
9. Test kebugaran dan pembinaan kebugaran telah
berjalan di beberapa Kab./kota (organized by Dinkes
Kab./kota, Kemenag, Puskesmas).

2
Informasi terbaru
Vaksin Meningitis disediakan oleh
Pemerintah akan diterima di Dinkes
Provinsi Jawa Timur Akhir Juni 2013.
Vaksin Influenza tidak disediakan
oleh Pemerintah.
Penundaan jamaah Jawa Timur
jumlahnya sekitar 20%, konsekuensi
logistik haji (BKJH, vaksin), petugas
TKHI.
Tips Menjaga Kesehatan Haji/Umroh (1)
Sebelum berangkat, jamaah sangat dianjurkan untuk
melakukan aktivitas olahraga rutin.
Jaga agar tidak terlalu lelah jelang hari keberangkatanke
Tanah Suci.
Menyesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing,
jamaah harus menyusun rencana waktu dan pelasanaan
ibadah di Tanah Suci.
Mengenal proses perjalanan ibadah haji selama di Arab
Saudi dan kondisi alam di sana sangat dianjurkan.
Melakukan pemeriksaan kesehatan di pelayanan
kesehatan, seperti di Puskesmas atau dokter keluarga
Bila ternyata jamaah sakit jelang keberangkatan, harus
segera diobati
Untuk jamaah yang sakit menetap, misalnya menderita
sakit gula, dokter akan memberikan bekal obat dan cara-
cara mengelola sakitnya selama dalam perjalanan ibadah
haji dan konsultasikan intensif tentang kondisi kesehatan
sebelum berangkat. 41
Tips Menjaga Kesehatan Haji/Umroh (2)
Selama di tanah suci, jamaah harus memilih
ibadah sunah sesuai kemampuan.
Pakai masker standar
Kebugaran fisik dipertahankan di Tanah Suci
dengan mengkonsumsi cukup makan dan juga
cukup istirahat.
Menjaga kamar tidur agar tetap lapang dan tidak
berdesak-desakan, baik oleh orang atau barang.
Sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup
dapat mengurangi kuman-kuman penyakit yang
ada di kamar.
Jangan makan makanan yang tidak sehat
Mengenali letak pos pelayanan kesehatan haji
Indonesia dan juga mencatat nomor telepon
yang bisa dihubungi. 42
Tips Mencegah Keracunan Makanan (1)
1. Cuci tangan sebelum makan
2. Cuci tangan dengan sabun sebelum menangani bahan
mentah yang berasal dari hewan. Basuh kembali
tangan dengan sabun setelah selesai menanganinya.
3. Cuci bersih buah dan sayuran sebelum dimasak atau
disajikan.
4. Cuci tangan dengan sabun setelah memegang hewan
peliharaan, memberi pakan dan membersihkan
kotorannya.
5. Periksa bau, kondisi fisik dan tanggal kadaluwarsa
produk makanan.
6. Masaklah semua produk daging secara sempurna,
pastikan bahwa daging terlihat matang sepenuhnya
(tidak lagi merah muda).
43
Tips Mencegah Keracunan Makanan (2)

7. Jika dilayani daging setengah matang di restoran,


kembalikan untuk dimasak lebih lanjut. Mintalah
disajikan kembali dalam piring baru.
8. Cegah kontaminasi silang di dapur
9. Hindari mengkonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi,
telur mentah/setengah matang dan air yang tidak
disterilkan.
10.Jangan membiarkan bahan makanan hewani (daging,
ikan, susu dan telur) pada suhu kamar dalam waktu
lama. Simpanlah dalam lemari es.
11.Hindari kontaminasi silang di lemari es/kulkas dengan
menjauhkan penyimpanan bahan makanan hewani
dengan sayur, buah dan minuman
44
Tips Cuci Tangan
45
Berhaji Sehat, Mandiri &
Mabrur

WASSALAMUALAIKUM WR.WB.

46
47
48
COPY MATERI

49