Anda di halaman 1dari 24

METODE STERILISASI

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS


AHMAD DAHLAN
PENDAHULUAN
Dalam proses sterilisasi, hal yang paling
penting adalah bagaimana menetapkan
bahwa produk akhirnya dinyatakan steril
dan aman digunakan pasien.
Suatu produk dapat disterilkan dengan :
1.Terminal Sterilization (sterilisasi
Akhir)
2.Aseptic process ( Cara aseptis )
1. Terminal Sterilization
PERBEDAAN METODE STERILISASI

No. Overkill Method Bioburden


1 Sterilisasi Uap Panas 121oC selama 15 Sterilisasi yang
menit memerlukan
monitoring ketat dan
terkontrol terhadap
beban mikroba
sekecil apapaun
dengan tingkat
sterilitas yang
dipersyaratkan SAL
10-6.
2. Sterilisasi akhir harus menjadi pilihan Dilakukan pada
utama dan sedapat mungkin produk yang jika
digunakan pada produk yang tahan dipanaskan pada
terhdap pemanasan. suhu tinggi akan
rusak.
MACAM METODE STERILISASI
STERILISASI PANAS (HEAT)

Sterilisasi panas merupakan proses sterilisasi


dengan memaparkan panas melalui mekanisme
konduksi, dimana panas akan diabsorbsi oleh
permukaan luar alat (object) yang disterilkan, lalu
merambat ke bagian dalam permukaan sampai
akhirnya suhu untuk sterilisasi tercapai.

Mekanisme pembunuhan mikroorganisme terjadi


melalui mekanisme oksidasi sampai terjadinya
koagulasi.

Suhu yang digunakan 180oC 200oC selama 30


menit
Cara Sterilisasi Panas Kering

No. Suhu Object


1. 160oC ; 1 jam Alat logam dan gelas
2. 150oC; 1 jam Larutan minyak atau
parafin
3. 200oC; 30 Alat gelas dan logam
Menit
Bahan yang bisa disterilkan
dengan panas kering
Sterilisasi panas kering umumnya
digunakan untuk senyawa yang tidak
efektif disterilkan dengan autoclcave :
1.Minyak lemak
2.Gliserin
3.Petrolatum
4.Parafin
5.ZnO
Sterilisasi Uap Panas
Pada proses sterilisasi uap kita paparkan
uap jenuh pada tekanan tertentu selama
waktu dan suhu tertentu pada objek
sehingga terjadi pelepasan energi laten
uap yang mengakibatkan pembunuhan
mikroorganisme secara irreversibel
akibat denaturasi atau koagulasi protein
sel.
Suhu yang digunakan adalah 12 oC
selama 30 menit
Keuntungan sterilisasi
uap panas
Uap merupaka carrier yang baik energi
thermal paling efektif dan semua
lappisan dinding pelindung luar
mikrorganisme dapat dilunakkan
sehingga memungkinkan terjadinya
koagulasi.

Bersifat non toksik, mudah diperoleh,


dan relatif dan mudah dikontrol.
Siklus Sterilisasi Uap
Panas
Fase Pemanasan (Conditioning)
Pemaparan uap (Exposure)
Pembuangan (exhaust)
Pengeringan
Contoh bahan yang
disterilisasi dengan uap
panas
Sediaan injeksi dan suspensi : 121oC;
15 menit
Baju Operasi : 134oC; 3 menit
Plastik dan karet
Faktor yang mempengaruhi
Sterilisasi uap panas
Waktu
Suhu
Kelembaban
Sterilisasi Gas
Sterilisasi gas merupakan pilihan lain
yang digunakan untuk mensterilisasi
alat yang sensitif terhadap panas.
Gas yang sering digunakan untuk
sterilisasi adalah etilen oksid, dimana
merupakan kelompok senyawa
organik epoksida dari gol eter.
ETILEN OKSIDA
Etilen oksida berada dalam fase gas
pada suhu > 10,75oC (1 atm)
Konsentrasi < 500-700 ppm
Tidak berwarna dan tidak berbau
Mekanisme bunuh mikroba melaui
reaki alkilasi dengan penggantian
gugus atom hidrogen pada sel
mikroorganisme dengan gugus Et-O.
Fase sterilisai Et-O
Fase Vakum (Pevakuman chamber)
Injeksi (gas Et-O diinjeksikan shg
terjadi kenaikan tekanan chamber)
Pemaparan
Aerasi
Parameter Sterilisasi gas
Et-O
1. Konsentrasi gas
2. Suhu : sterilisasi suhu rendah biasa
menggunakan suhu 47-60oC.
3. Kelembaban
4. Waktu siklus sterilisasi

Sterilisasi dengan gas etilen oksida


memerlukan
waktu 4-16 jam
Sterilisasi Radiasi
Ultraviolet
Ultraviolet merupakan gelombang
elektromagnetik dengan =100-400 nm
dengan efek optimal pada 254 nm.

Sumber dari ultraviolet adalah lampu uap


merkuri dengan daya tembus hanya 0,01-0,2
mm.

Ultraviolet digunakan untuk sterilisasi


ruangan
Sterilisasi Radiasi
Ion
Mekanisme sterilisasi mengikuti teori
tumbukan yaitu sinar langsung
menghantam pusat kehidupan mikroba
yaitu kromosom atau secara tidak
langsung dengan sinar terlebih dahulu
membentur molekul air dan
mengubahnya menjadi bentuk radikalnya
yang menyebakan terjadinya reaksi
sekunder pada molekul DNA mikroba
Sterilisasi Radiasi
Gamma
Gamma bersumber dari Co60 dan Cs 137
dengan aktivitas 50-500 KiloCurie serta
memiliki daya tembus sangat tinggi.
Dosis efektifnya adalah 2,5 Mrad.
Fungsi : untuk mensterilkan alat
kedokteran serta alat yang terbuat dari
logam, karet serta bahan polietilen
(Sintetis)
Sterilisasi Filtrasi
filter ayakan didasari perbedaan
ukuran pori. Ukuran pori seragam
sebesar 0,22m dengan ketebalan 80-
159 m
Filtrasi tidak dapat membebaskan
pirogen dan virus (0,02m)
Filter adsorpsi, filter terbuat dari
selulosa, asbes, gelas siter, keramik
dan kieselguhr serta karbon aktif. Filter
dapat membebaskan pirogen dan virus
Faktor yang mempengaruhi
sterilisasi filtrasi
1. Ukuran pori
2. Muatan listrik filter
3. pH Larutan
4. Temperatur
5. Sistem Tekanan
6. Penghisap
Ukuran dan tekanan
filtrasi
No. Tekanan Ukuran pori
(Bar) (m)
1 3,15 0,22
2 2,45 0,30
3 1,96 0,45
4 0,35 1,20
Keuntungan & Kerugian

No Keuntungan Kerugian
1 Kecepatan Kecenderungan
penyaringan mengadsopsi
sejumlah kecil senyawa aktif
larutan
2 Efektifitas Memberi
sterilisasi untuk zat kebasahan pada
yang tidak tahan larutan
pemanasan
3 Alat murah Kerusakan
penyaring