Anda di halaman 1dari 25

Dosen pengajar : fiki hidayat,M.

Eng

Disusun oleh :

Ahzan Zamani (133210295 )


Restu abdul hafiz (133210 )
Rifal Fauzi (133210230)
Wira Fras Sukma (133210341)

VIIIB
TEKNIK TRANSIEN
Program StudiTeknikPerminyakan
FakultasTeknik
Universitas Islam Riau
2017/2018
Multiple-Well Testing
Pengenalan
Test multiple-well transient yang berupa tes
interference dan pulse secara langsung melibatkan
lebih dari pada satu sumur.
Test Interference, sebuah modifikasi durasi laju alir yang
panjang dalam satu sumur menciptakan sebuah sebuah
Interference tekanan dalam sebuah sumur observasi
yang bisa dianalisa untuk properties reservoir.
Test Pulse menyediakan data equivalent dengan
menggunakan pulse-pulse laju alir yang lebih pendek
( dengan perubahan tekanan-tekanan yang diobservasi
yang lebih kecil ), tetapi teknik analisis lebih sulit.
Multiple-Well Testing
fig 9.1Test multiple-well membutuhkan sedikitnya
satu sumur aktiv (producing atau injecting) dan
setidaknya satu sumur observasi tekanan.

mengilustrasikan dua sumur yang digunakan dalam


sebuah test interference atau test pulse dalam
reservoir yang besar.
Multiple-Well Testing
Fig 9.2 ialah sebuah ilustrasi skematik dari
sejarah laju alir pada sumur yang aktiv dan
response tekanan pada sumur aktiv dan
observasi
Test multiple-well memiliki keuntungan investigasi reservoir
secara umum dari pada test single well. bahwa testing
interference menyediakan informasi tentang hanya daerah
antara sumur-sumur, hasil test nya sebenarnya di pengaruhi
oleh wilayah yang lebih lebar.
Vela dan McKinley menunjukkan bahwa wilayah yang
berpengaruh untuk pulse testing yang nilai nya secara
akurat
Analisis Interference-Test
Type-Curve Matching
Type-curve matching diterapkan untuk analisis
interference test dalam perilaku yang
dasarnya sama ketika type-curve matching
diterapkan untuk testing drawdown
type-curve matching ini sederhana untuk
testing interference daripada single-well
testing karena biasanya hanya ada satu type
curve (Fig. C.2) untuk mempertimbangkan
pada system infinite acting.
Menganalisa sebuah test interference
dengan type-curve matching
Dengan plot data tekanan
observation-well karena p
vs t dalam tracing
paperGrid lines utama di
traced dan grid dari Fig C.2
digunakan untuk
melokasikan titik-titik data,
tanpa menganggap curve
Fig. C.2 lalu tracing paper
dislipkan secara horizontal
dan vertical sampai titik-
titik data cocok kurva
exponential-integral pada
Fig C.2, Ketika data nya
cocok untuk kurva, sebuah
titik yang pas dipilih, dan
nilai-nilai match-point dari
Permeabilitasnya ditentukan dari

porosity-compressibility

Metode analisa type curve sederhana, cepat


dan akurat ketika integral exponent
diterapkan, itulah ketika
= > 20 dan > 0.5
Contoh Analisa Test-Interference dengan
Type-Curve Matching
Sepanjang test interference, air diinjeksikan
kedalam sumur selama 48 jam. Response
tekanan dalam Sumur B, 119 ft jauh,
diobservasikan selama 148 jam
Selain itu data penunjang lainnya :

Data tekanan yang diobservasi diberikan table


9.1
Untuk menentukan keakuratan analisa diatas dengan
menggunakan data dari declining-pressure bagian dari test (t>48
hours). Kita ekstrapolasi solid line dalam Fig. 9.6 dengan tracing
kurva dari Fig. C.2, dan menentukan perbedaan antara
dan ,
Table 9.2 menunjukkan komputasinya

Simbol plus dalam Fig. 9.6 ialah plot vs . Titiknya jatuh pada
hanya tentang garis yang sama sebagai circle, jadi kita bisa yakin
tentang hasil analisa.
Fig. 9.6 di traced dari type curve Fig. C.2
dengan menggunakan teknik overlay untuk
titik data sebelum 48 jam
Pulse Testing
Pulse testing ialah sebuah bentuk special dari
testing multiple well yang pertama dideskripsikan
oleh Johnson, Greenkorn, dan Woods. Pulses
umumnya periode alternating dari produksi (atau
injeksi) dan shut-in, dengan laju alir yang sama
sepanjang setiap produksi (injeksi) periode.
Response tekanan untuk
pulsa-pulsa yang diukur
pada sumur observasi.
Karena pulsa-pulsa nya
berdurasi pendek,
response tekanan kecil,
terkadang lebih kurang
0.01 psi.
Matthews-Brons-Hazebroek Method
( MBH )
thn1954, Matthews, Brons, dan Hazebroek
teknik untuk menentukan tekanan reservoir
rata-rata dari test build up dalam wilayah
drainage bounded.
Adapun Batasan-batasan dari hasil metode
dari asumsi-asumsi yang tidak ada seperti
variasi dalam wilayah drainage, fluid mobility,
atau fluid compressibility.
Teknik MBH menyediakan sebuah cara untuk
menentukan
untuk sebuah sumur dalam hampir
beberapa posisi dalam sebuah variety shapes
drainage bounded. metode ini dengan
Menentukan tekanan rata-rata
Untuk menentukan tekanan rata-rata
drainage-volume dengan metode MBH,
pertama ekstrapolasi plot pressure-buildup
Horner
Untuk memperoleh tekanan yang salah, P*
( Fig 6.1 )

atau P* bisa ditentukan dari Miller Dyes


Hutchinson plot dan Eq 5.14
Lalu tekanan rata-rata :
m ialah dari slope Horner ( atau Miller-Dyes-
Hutchinson)

ialah tekanan tidak berdimensi MBH

Jika laju alir tidak constant, tp,

Pinson dan Kazemi mengindikasikan bahwa tp harus


dibandingkan dengan waktu yang diperlukan untuk
mencapai pseudosteady state :
Contoh Average Drainage-Region Pressure-
Matthews Brons-Hazebroek Method
Diketahui :

Dari data PBU Table 5.1 :


Kemudian dari Data PBU diplot dalam Figs 5.3
dan 5.4
Untuk melihat apakah kita harus
menggunakan tp = 310 jam, kita
mengestimate dari Eq 6.6 menggunakan
= 264
=0.1 jam.
Miller-Dyes-Hutchinson Metode. (MDH)
Miller-Dyes-Hutchinson menunjukkan suatu
teknik memperkirakan p untuk area
pengurasan closed circular dari plot data MDH
(PWS VS LOG DELTA T). Penerapan metode
analisa tekanan reservoir rata-rata MDH
hanya untuk pengoperasian sumur pada
pseudosteady state sebelum buildup test.
pilih beberapa waktu yang sesuai pada garis
lurus pada semilog, delta t dan baca tekanan
yang sesuai Pws.
untuk menentukan tekanan dimensionless
MDH , Pd MDH. Untuk tekanan reservoir rata-
rata pada area pengurasan tertutup (closed
drainage region)

Pws adalah tekanan yang dibaca dari garis


lurus semilog MDH pada shut in time yang
sesuai, delta t, dan Pd MDH diambil dari kurva
Fig 6.6 untuk memperkiakan tekanan
boundary ,
Contoh:
Diketahui : re = 2640 ft. Kita pilih delta t = 20
jam pada bagian garis lurus dari kurva MDH
FIg 5.8
Dari kurva diatas pada gambar 6.6, Pd MDH pada delta Tda = 0.0076 adalah 0.78.
dari gambar 5.8, pws pada delta t = 20 jam alah 3.317 psig dan m = 40 psig/cycle.
Kemudian gunakan persamaan:

P = 3.317 + (40)(0.78)/1.1513 = 3.344 psig


SELESAI