Anda di halaman 1dari 16

Topik Terpilih: Pengantar

Beberapa Material Solid State


yang Penting

Subtitle
1.
Superkonduktivitas
Superkonduktivitas adalah suatu fenomena hilangnya
hambatan listrik pada suatu material di bawah
temperatur kritis


Sifat listrik menghantarkan arus listrik tanpa
hambatan

Sifat magnet menolak medan magnet


a. Sejarah
Singkat
Superkonduktivitas ditemukan
oleh Heike Kamerlings Onnes
pada tahun 1911.
Onnes menemukan bahwa pada
temperatur 4,2 K hambatan listrik
Gambar Perubahan Resistansi
kawat merkuri hilang Merkuri terhadap temperatur

83 tahun berikutnya ditemukan


bahan superkonduktor yang
memiliki Tc tertinggi pada
logam dan paduan logam
adalah Nb3Ge (Tc = 23,3K),
sejenis alloy. Dikenal dengan
supekonduktor suhu rendah
Pada tahun 1986 dua orang peneliti
dari IBM Zurich Research
Laboratory bernama J.Georg
Bednorz dan K.Alex Muller, berhasil
menemukan fenomena
superkonduktivitas pada bahan
keramik sistem oksida Ba-La-Cu-O.
Superkonduktor La2-xBaxCuO4
dengan nilai Tc 35 K dicapai dengan
x = 0,4.
Beberapa bulan kemudian
Gambar Evolusi nilai Tc per tahun
ditemukan kembali superkonduktor
keramik yang baru pada sistem
oksida Y-Ba-Cu-O yaitu
b. Sifat
Superkonduktor
Suhu Kritis (Tc)
Suhu transisi antara keadaan NORMAL
dengan keadaan SUPERKONDUKSI.
T > Tc, material dalam keadaan normal
( konduktor atau isolator)
T < Tc, material dalam keadaan
superkonduksi
Dalam kedaan superkonduksi, hambatan listrik (resistansi)
material hilang/lenyap , R = 0
Terjadinya resistansi mendekati nol adalah karena arus dibawa
oleh elektron-elektron yang berpasangan (pasangan cooper).
Teori pasangan cooper ini dikemukakan oleh Bardeen, Cooper
dan Schrieffer pada tahun 1957 yang dikenal sebagai teori BCS
ifat Magnet: Effect Meissner

Walter Meissner
Pada tahun 1933, Walter Meissner
dan robert Ochsenfeld menemukan
bahwa suatu superkonduktor akan
menolak medan magnetik.
Efek meissner terjadi jika suatu
superkonduktor didinginkan dalam
medan magnetik sampai
temperatur transisi.
Medan magnetik luar didistorsi se
hingga tidak dapat menembus
Keadaan normal (T>Tc)

Medan magnetik dalam material


ada yaitu hampir sama dengan
medan magnetik luarnya.
Suseptibilitas magnetiknya 0 dan
permebilitas magnetiknya 1
Superkonduksi (T<Tc)

Medan magnetik luar didistorsi ke


sisi material sehingga medan
dalam material tidak ada.
Susptibilitanya -1 (perfect
diamegnetic) dan permebilitas
magnetiknya 0
c. Unsur dan Paduan

Tabel 7.1 menunjukkan


beberapa unsur yang telah
terbukti memiliki transisi
superkonduktor dalam
kondisi suhu dan tekanan
normal
d. Senyawa
Superkonduktor
Polimer organik dan senyawa interkalasi (seperti Rb3C60),
serta oksida keramik dan sulfida
Superkonduktor Suhu
Tinggi
Berdasarkan suhu kritisnya superkonduktor dibagi
menjadi 2,
Superkonduktor Suhu Rendahsuperkonduktor yang memiliki suhu kritis di
bawah suhu nitrogen cair (77 K)
Superkonduktor Suhu Tinggi superkonduktor yang memiliki suhu kritis di atas
suhu nitrogen cair (77 K)

Srukturnya relatif sederhana mengandung Copper dan Oksigen


(Cuprate material), dibangun dari unit struktural perovskite (ABO 3)
pada beberapa kasus seperti rock-salt layer
Kelemahan: bahan ini
mengandung unsur
yang tidak biasa dan
beracun, seperti
terlihat pada tabel:

Tata
nama
Dengan menggunakan jumlah mol unsur dalam formula, didahului
oleh elemen kualifikasi. Misalnya, keluarga thallium mulai dari
'thallium'. Semua elemen lainnya (kecuali oksigen) kemudian diberi
angka.
Bi2Sr2-xCa2+xC3O10 oleh karenanya disebut bismut 2223. Jika salah
satu unsur alkali tanah hilang, 0 akan disertakan
Aspek Struktural

Lembaran tembaga-oksigen aktif secara elektronik,


yang dianggap sebagai pusat superkonduktivitas.
Lapisan insulasi, yang sama pentingnya dengan
reservoir muatan positif atau negatif, yang
mengendalikan pembuatan material elektronik,
menambah atau melepaskan elektron dari bidang
tembaga-oksigen.
Penampang lapisan umumnya adalah 3,6 A.
Gambar skema diagram (a) superkonduktor, dan beberapa material
cuprate (b) La2-xBaxCuO4 (c) YBa2Cu3O7 (d) Bi2Sr2Ca2Cu3O10
e. Muatan
Pembawa
Jenis Positif: Holes (Lubang)
Superkonduktor berbasis lubang memiliki keadaan oksidasi
tembaga rata-rata sekitar 2,2. Lubang biasanya dikenalkan
oleh kekosongan oksigen di oksigen apikal lapisan
tembaga-oksigen.
Jenis Negatif: Elektron

Superkonduktor elektron, seperti Nd2-xCexCuO4, tidak


memiliki kekosongan oksigen dan keadaan oksidasi formal
tembaga pada senyawa ini kurang dari 2. Konduksi oleh
arus elektron.
f. Tabung Oksida
Superkonduktor
g. Aplikasi Superkonduktor