Anda di halaman 1dari 28

MT-404

MANAJEMEN OPERASI KEPELABUHAN DAN


ASDP
Hartati M. Pakpahan, MT
Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia
e-mail: medipakpahan@yahoo.Com
Ukuran Pelabuhan
1. Panjang Dermaga
2. Luas Gudang/ Lapangan Penumpukan
3. Luas Terminal Penumpang
4. Luas Kantor Pelabuhan
5. Luas Tempat Berlabuh
6. Luas dan Kedalaman Tempat Sandar Kapal
7. Luas dan Kedalaman Kolam Putar
8. Luas Perairan Alih Muat Kapal
9. Luas Areal Keperluan Keadaan Darurat
10.Luas Areal Percobaan Berlayar
11.Luas Areal Fasilitas Pembangunan dan Pemeliharaan
12.Lebar, Panjang dan Kedalaman Alur Pelayaran.
2
Dermaga
DERMAGA ADALAH SUATU BANGUNAN PELABUHAN YANG DIGUNAKAN
UNTUK MERAPAT DAN MENAMBATKAN KAPAL YANG MELAKUKAN
BONGKAR MUAT BARANG, MENAIK-TURUNKAN PENUMPANG, MENGISI
BAHAN BAKAR, AIR MINUM, AIR BERSIH, DAN KEGIATAN LAINNYA.

3
Ukuran Dermaga Wharf/Quay/Quay Wall
Ukuran dermaga dan luas perairan untuk bertambat tergantung pada dimensi
kapal terbesar dan jumlah kapal yang menggunakan dermaga.

Lp= nLoa + ( n + 1 ) 10% Loa


Lp = Panjang dermaga
n = Jumlah kapal rencana
Loa = Panjang kapal rencana

4
Average dimension of various type of ships

5
Ship Evolution

6
Evolution and draft of container ships
Tanker size
Contoh Soal:
Direncanakan akan dibangun pelabuhan wharf dengan kapal rencana
kapal kontainer ukuran 10.000 DWT. Pelabuhan akan beroperasi selama
350 hari dalam 1 tahun, dengan jam operasi 24 jam. Hitunglah kebutuhan
panjang dermaga pada pengembangan jangka pendek, jika dengan
proyeksi Bongkar Muat (B/M) diperoleh sbb:

Rerata Rerata
Tahu Antar Pulau Antar Pulau Jumlah Produktivit Waktu
n Muat (Ton) Bongkar (Ton) Kapal as Tambat
(Ton/jam) (jam)
2020 1.105.478 6.507.604 360 500 4,50
2025 1.749.915 10.301.202 394 500 6,00
2030 2.118.823 12.472.849 416 500 6,00

9
Lebar Apron
Apron adalah daerah yang terletak antara sisi dermaga dan sisi depan gudang (pada terminal barang
umum) atau container yard (pada terminal peti kemas), di mana terdapat pengalihan kegiatan
angkutan laut (kapal) ke kegiatan angkutan darat (kereta api, truk, dll).
Ditentukan oleh kegunaan dermaga tersebut, ditinjau dari jenis dan volume barang yang akan ditangani
oleh pelabuhan atau dermaga tersebut.
Lebar apron ini didasarkan atas peralatan yang digunakan, jumlah jalur jalan untuk truk dan/atau KA,
kran, alat pengangkut lainnya seperti forklift, kran mobil, gerbong yang ditarik traktor, dan sebagainya.

10
11
Ukuran Dermaga Pier

Dua Tambatan Empat Tambatan


Panjang dermaga: Panjang dermaga:
Lp = n Loa + 50 Lp = 2 Loa + 65
Lebar dermaga: Lebar dermaga:
Bp = 2a + b Bp = 2a + b
Lebar Slip Lebar Slip
S = 2B + 35 S = 2B + 50
Panjang gudang: Panjang gudang:
d = Lp (c+e) d = Lp (c+e)
Lebar gudang: Lebar gudang:
b = A/d b = A/d
12
13
Tinggi Deck Dermaga

H = HHWL + Hd + C
di mana:
H = tinggi dek dermaga diukur dari muka air HHWL
(m)
Hd = tinggi gelombang maksimum di kolam (m)
C = clearance/jarak aman (m), biasanya 0,5 - 2,0 m
Elevasi aman dermaga di atas HWS
Perhitungan Lahan Container Yard (CY) Yang
Dibutuhkan
Sebagai contoh, jika setiap peti kemas Karena keadaan puncak dan
dari 200.000 TEU per tahun berada di rendah jumlah peti kemas
CY selama satu hari, kita tergantung musiman.
membutuhkan:
Perencana perlu menggunakan
200.000/365 = 547.94 atau 550 slots
Peak Factor-PF utk mengatasi
Jika setiap peti kemas memerlukan
fluktuasi.
tinggal di terminal rata 5 hari maka
dibutuhkan: Secara normal PF diambil 20-30%
550 x 5 = 2.750 slots TEU slots di atas Mean Daily
Demand.
yang dapat disebut sebagai Daily
Stacking Demand atau Mean Daily 30% allowances disebut sebagai PF
Demand dari CY. Hal ini sekaligus = 1,3
memperlihatkan konsekuensi lebih
luasnya CY yang dibutuhkan.
15
Perhitungan Lahan Container Yard (CY) Yang
Dibutuhkan (cont.)
Dgn menggunakan PF 1,3 maka Beberapa rencana ruang kosong harus
akan diperoleh Total Estimated tersedia yg diperlukan utk jalan masuk
Daily Demand-TEDD menjadi: dan kemudahan penanganan bongkar
muat.
2.750 x 1,3 = 3575 TEU slots
Biasanya diambil allowances 20-30%
Masih diperlukan allowances lain sebagai Operation Reserved Factor-ORF
terkait dgn alasan operasi misalnya atau ORF = 1,25.
jika CY ditetapkan penggunaan
Sehingga secara praktek jumlah slots
slots dgn proporsi yg tinggi maka
menjadi:
kinerja operasi akan buruk akibat
lebih banyak lifting dan shifting yg 3.575 x 1,25 = 4500 slots.
perlu dilakukan utk mencapai
Dimana 70-80% dari slots tsb merupakan
masing-masing peti kemas.
working slot dan selebihnya sbg
cadangan.
16
Perhitungan Lahan Container Yard (CY) Yang
Dibutuhkan (cont.)
Kita sdh menghitung kapasitas Status, peti kemas kosong ditumpuk
penumpukan CY dalam satuan TEU tinggi.
slots. Hal ini tdk langsung dpt
Peralatan, karena kemampuan alat
diterjemahkan menjadi luas lahan yg
dibutuhkan karena peti kemas tdk mencapai ketinggian tertentu.
ditumpuk satu tingkat tetapi Dengan memperhatikan faktor di
biasanya ditumpuk di atas peti atas dapat dihitung TGS dari
kemas lain yg tingginya bervariasi 2, pembagian TEDD dibagi dgn Mean
3 s.d. 9 tumpukan. Stacking Heigth 2,5.
Sehingga luas lahan yg dibutuhkan Dgn diketahui TGS (ground slots)
sebenarnya atau disebut Twenty-foot maka proses perencanaan
Ground Slots (TGS) dihitung dengan berikutnya adalah menghitung luas
dibagi Stacking Capacity dikali lahan (permukaan tanah) yg
Stacking Height. dibutuhkan:
4.500/2,5 = 1800 TGS
17
Perhitungan Lahan Container Yard (CY) Yang
Dibutuhkan (cont.)
Jika permukaan tanah satu
peti kemas adalah 15 m2
maka luas lahan yg
diperlukan:
1800 x 15 = 27.000 m2 atau
2,7 ha
Di samping itu kita juga masih
harus menambahkan
allowances untuk ruang
keselamatan, jalan antar blok,
jalan antar row, kantor.
18
Luas Kolam Putar (Turning Basin Area)

Kolam Putar adalah area kolam yang dipergunakan untuk memutar


haluan kapal.
ATR = 1/4 D2
di mana:
ATR = luas kolam putar
(m2)
D = diameter kolam
putar
L = panjang kapal maks
(m)
20
Luas Kolam Tambatan

Kolam Tambat adalah perairan di depan dermaga tambat yang dipergunakan


kapal bertambat/ menunggu sebelum melaut kembali.
Tanah Dasar atau
Penggunaan Tipe Tambatan Jari-jari (m)
Kecepatan Angin
Penungguan di Tambatan bisa Pengangkeran baik Loa + 6H
lepas pantai berputar 360 0
Pengangkeran jelek Loa + 6H + 30
atau bongkar
muat barang Tambatan dengan Pengangkeran baik Loa + 4,5H
dua jangkar
Pengangkeran jelek Loa + 4,5H + 25
Penambatan Kec. Angin 20 m/d Loa + 3H + 90
selama ada
badai Kec. Angin 30 m/d Loa + 4H + 145

H : kedalaman air
Luas Kolam Pelabuhan

Luas Kolam Pelabuhan dalam kondisi minimal adalah jumlah


luas dari perairan tempat sandar/tambat, perairan tempat
olah gerak (maneuver) kapal, perairan tempat alih muat
kapal, perairan tempat kapal pengangkut bahan/barang
berbahaya dan beracun (B3), perairan tempat kegiatan
karantina, perairan alur penghubung intra-pelabuhan,
perairan pandu, perairan untuk kapal pemerintah, dan
terminal terapung.

22
Kedalaman Kolam Pelabuhan

D = 1,1d; atau
D = d + S + C; atau
D = d + R; dimana R=S+C

di mana:
D = kedalaman kolam
d = draft kapal (m)
S = squat kapal (m)
S C = clearance/jarak aman = ruang
R
kebebasan bersih (m);
minimum 0,5 m untuk dasar laut berpasir; 1,0
m untuk dasar karang
R = ruang kebebasan bruto; untuk
kolam yang terlindung 7% dari draft kapal,
Kedalaman dengan tinggi gelombang < 0,5 m yang tidak terlindung 10%-15% dari draft
kapal
LAYOUT AND LOCATION OF CILAMAYA PORT
COMPONENT DIMENS
ION
width (m) 380
Access draft (m) 17
Channel
diameter 730
PORT COMPARATION (DRAFT)
Basin (m)
draft (m) 17 Port of Busan Draft 17 M
Pasir Panjang
Draft 16 M
Terminal
Port of
Draft 17 M
Rotterdam
Larger container volume from
individual vessel
Ultra Large Container Ship
(13.000 TEUs) / (17 m)/ Super
Panamax Ship
Ultra Large Container Ship
(14.000 TEUs) / (18 m)
MARKET TREND ANTICIPATION Ultra Large Container Ship
(VESSEL) (18.000 TEUs) / (16 m) / Triple E-
Class
Lebar Alur Pelayaran

PANJANG ALUR KONDISI LALU LINTAS LEBAR ALUR


PELAYARAN ALUR
Alur satu jalur Kapal tidak berpapasan 5B
Alur pelayaran dua Kapal-kapal sering 7B + 30 m
jalur, relatif panjang berpapasan satu sama
lain 4B + 30 m
Kapal-kapal jarang
berpapasan satu sama
lain
Alur pelayaran dua Kapal-kapal sering 9B + 30 m
jalur, lengkung berpapasan satu sama
lain 6B + 30 m
Kapal-kapal jarang
berpapasan satu sama
lain
Lebar Alur Pelayaran

Cara lain untuk menentukan lebar alur ( OCDI, 1991), yaitu:

26
Kriteria Kedalaman Alur Pelayaran
H=d+G+R+P+S+K
Dimana:
H = Kedalaman alur pelayaran dari
referensi muka air LLWL
d = draft kapal (ditambah angka koreksi
karena adanya salinitas dan kondisi
muatan)
G = gerak vertikal kapal karena gelombang
dan squat
R = ruang kebebasan bersih; minimum 0,5
m untuk dasar laut berpasir; 1,0 m untuk
dasar karang
P = ketelitian pengukuran
S = pengendapan sedimen antara dua
Nilai Ruang Kebebasan Bruto:
pengerukan
Untuk Kolam yang terlindung 7% dari draft kapal; yang tidak terlindung 10%-15% dari draft kapal
K
Untuk Alur yang tidak terbuka terhadap gelombang 10% dari draft kapal; = toleransi pengerukan
Untuk Alur di luar kolam pelabuhan dimana terdapat gelombang besar 15% dari draft kapal
Untuk daerah tempat melempar sauh 15% dari draft kapal
Di laut terbuka, 20% dari draft kapal
Tinggi Gelombang Kritis di Pelabuhan

Tinggi Gelombang Kritis


Ukuran Kapal
Untuk Bongkar Muat (H1/3)

Kapal kecil 0,3 m


Kapal sedang dan
besar 0,5 m

Kapal sangat besar 0,7 - 1,5 m

Catatan:
Kapal kecil: kapal kurang dari 500 GT
Kapal sedang dan besar : kapal selain kecil dan sangat besar
Kapal sangat besar: kapal lebih dari 500.000 GT yang menggunakan dolphin
besar dan tambatan di laut

28