Anda di halaman 1dari 36

PENGUKURAN KUALITAS AIR

(Studi Lapangan di Sungai Jembatan Besi dan Air PDAM)

Oleh:
Miftakhul Jannah (6411414001)
Noviyanti Rahayu (6411414008)
Fairuza Umami (6411414015)
Arum Mustika Sari (6411414016)
NuruI Rahmawati (6411414022)
Siska Tri Hidayati (6411414032)
Joana Prawesty Fazhya (6411414041)
Prakasita Laksmi D. (6411414058)

ROMBEL 1 KESEHATAN LINGKUNGAN


Tujuan Kegiatan
Untuk mengetahui parameter pH, suhu, DO, TDS, salinitas,
konduktivitas, warna, dan turbidity pada air Sungai Jembatan Besi dan
Air PDAM Perumahan Pedurungan Kidul VII No.2

Untuk mengetahui.kadar klorida pada air Sungai Jembatan Besi dan


Air PDAM Perumahan Pedurungan Kidul VII No.2

Untuk mengetahui kadar sisa klor pada Air PDAM Perumahan


Pedurungan Kidul VII No.2

Untuk mengetahui kadar permanganat pada air Sungai Jembatan Besi

Untuk mengetahui kesadahan pada air Sungai Jembatan Besi dan Air
PDAM Perumahan Pedurungan Kidul VII No.2

Untuk mengetahui kadar COD pada air Sungai Jembatan Besi


TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Sungai: Sugai Jembatan Besi, Sampangan
Tempat Air PDAM: Perumahan Perdurungan Kidul VII,
No.2

Titik Sungai: S 07o0111.52, E 110o2326.04,


Koordina ketinggian 20m
Air PDAM: - 7.015750, 110.471833
t
Hari, Sungai : Rabu, 19 April 2017
Tanggal Air PDAM : Kamis, 20 April 2017

Sungai : pukul 07.00 08.15 WIB


Waktu Air PDAM : pukul 07.45 WIB
KONDISI LAPANGAN
Pengambilan sampel air sungai dilakukan di
bantaran sungai Jembatan Besi Sampangan
Pagi hari dengan kondisi cuaca cerah, suhu
lingkungan 31,3oC, kecepatan aliran sungai 3
detik/meter.

Pengambilan sampel air PDAM dilakukan di


salah satu rumah di perumahan
Perdurungan Kidul VII No.2
Pagi hari yaitu dengan kondisi cuaca cerah
dengan suhu ruang 26oC.
PENGAMBIL SAMPEL
Miftakhul Jannah
Noviyanti Rahayu
Fairuza Umami
Arum Mustika
Sari
NuruI Rahmawati
Siska Tri Hidayati
Joana Prawesty
Prakasita Laksmi
D.
ALAT DAN BAHAN PENGUKURAN IN SITU
ALAT BAHAN
Water Quality Multi air sungai Jembatan Besi
Parameter Sampangan
Kertas ph indicator air PDAM perumahan
universal Pedurungan Kidul
Colorimeter aquades
Botol cufet alat tulis
tisu

ALAT DAN BAHAN PENGUKURAN KLORIDA


ALAT BAHAN
Gelas Ukur 25 ml Air sampel
Labu Erlenmeyer Larutan K2CrO4
Alat titrasi
Larutan AgNO3
Pipet tetes
Labu ukur 10 ml
Alat tulis
Alat tulis
ALAT DAN BAHAN PENGUKURAN SISA KLOR
ALAT BAHAN
Alat titrasi Asam asetat glacial
Labu erlenmeyer 250ml Kalium iodida KI kristal
Pipet volume 20ml, 10ml
(hablur)
Gelas ukur 10ml
Pipet tetes Natrium tiosulfat Na2S2O3
Kertas pH indikator universal Amilum
Pengaduk kaca
Neraca analitik
Alat tulis

ALAT DAN BAHAN PENGUKURAN PERMANGANAT


ALAT BAHAN
Labu Erlenmeyer Air sungai
Pipet volume Larutan KMnO4 0,01 N
Filler
Larutan H2SO4
Pipet tetes
Asam Oksalat 0,01 N
Thermostat water bath
Alat titrasi
ALAT DAN BAHAN PENGUKURAN KESADAHAN
ALAT
Labu Takar 250 ml BAHAN
Karet penghisap (untuk Larutan buffer PH
menyimpan larutan bufer) 10,00,1
2 labu takar (untuk larutan Larutan standard EDTA
EDTA dan Ca2+) (titran) 0,01M
Elenmeyer 250 ml
Indikator bubuk campuran
Corong
Erichrome
Burret 50 ml (untuk tritasi
EDTA)
Pipet tetes
Alat Tulis
ALAT DAN BAHAN PENGUKURAN COD
ALAT BAHAN
Reaktor COD Sampel air sungai
Tabung reagen
Reagen
Gelas ukur 10ml.
Botol cuvet
Tissue
Alat kolori meter
CARA PENGUKURAN SUHU, PH, TDS, WARNA, KEKERUHAN, DO
SALINITAS, DAN KONDUKTIVITAS (IN SITU)

Ambil 1 liter sampel air


Celupkan alat Water Quality Multi Parameter
Nyalakan alat, dengan tekan tombol on
Tekan tombol pengukuran pH
Tunggu sampai hasil pengukuran stabil, kemudian catat
hasil yang muncul di display
Tekan tombol pengukur do
Tunggu sampai hasil pengukuran stabil, kemudian catat
hasil yang muncul di display
Tekan tombol konduktivitas, salinitas, dan tds
Tunggu sampai hasil pengukuran stabil, kemudian catat
hasil yang muncul di display
Matikan alat Water Quality Multi Parameter
CARA PENGUKURAN PH (IN SITU)
Tuangkan sampel air pada gelas ukur
Celupkan kertas pH indicator universal
Cocokkan hasil kertas pH indicator universal
dengan warna pH indicator universal
CARA PENGUKURAN WARNA (IN SITU)
Nyalakan alat, dengan tekan tombol on pada
colorimeter
Tekan tombol menu, dan pilih menu pengukuran warna
Masukkan botol cufet berisi aquades, dan usap botol
menggunakan tisu
Pindai botol cufet berisi aquades, kemudian keluarkan
botol
Masukkan botol cufet berisi sampel air, dan usap botol
menggunakan tisu
Pindai botol cufet berisi sampel air.
Catat hasil pengukuran warna yang muncul pada
display
CARA PENGUKURAN KEKERUHAN (IN SITU)
Nyalakan alat, dengan tekan tombol on pada
colorimeter
Tekan tombol menu, dan pilih menu pengukuran
kekeruhan
Masukkan botol cufet berisi aquades dan usap
botol menggunakan tisu
Pindai botol cufet berisi aquades, kemudian
keluarkan botol
Masukkan botol cufet berisi sampel air dan usap
botol menggunakan tisu
Pindai botol cufet berisi sampel air.
Catat hasil pengukuran kekeruhan yang muncul
pada display
CARA KERJA PENGUKURAN KLORIDA
Masukkan air sampel ke dalam labu Erlenmeyer sebanyak 50
ml dengan menggunakan gelas ukur 25 ml sebanyak 2 kali.
Masukkan larutan K2CrO4 sebanyak 1 ml ke dalam labu
Erlenmeyer dengan menggunakan labu ukur 10 ml dan pipet
tetes.
Lakukan titrasi dengan menggunakan alat titrasi dengan
titran larutan AgNO3 hingga warna berubah dari kuning
menjadi merah bata.
Catat hasil titrasi jumlah AgNO3 yang digunakan ketika
perubahan warna terjadi.
Lakukan pengukuran kadar klorida dengan menggunakan
rumus
Mg/l Cl- =
CARA KERJA PENGUKURAN SISA KLOR

Ukur sampel air PDAM dengan pipet volume sebanyak 50,0


ml; dengan pipet volume 20ml dua kali dan 10ml satu kali
Masukkan sampel air PDAM yang telah diukur ke dalam labu
erlenmeyer
Ukur asam asetat glacial sebanyak 5ml dengan gelas ukur
10ml, kemudian tambahkan ke dalam sampel air PDAM
Cek pH campuran sampel air PDAM dengan asam asetat
glacial, amati pH yang dihasilakn dari kecocokan warna
kertas pH indikator universal dengan warna pH indikator
universal. Jika pH menunjukkan angka 3 atau 4, tidak perlu
ditambahkan dengan asam asetat glacial lagi.
Ukur 1gr kristal kalium iodida KI dengan neraca analitik,
kemudian tambahkan ke dalam campuran larutan di labu
erlenmeyer
CARA KERJA PENGUKURAN SISA KLOR
LANJUTAN

Goyang perlahan labu erlenmeyer sampai terlihat warna


campuran larutan dalam labu erlenmeyer menjadi warna
kuning
Ukur Amilum sebanyak 1ml dengan gelas ukur 10ml, lalu
tambahkan tambahkan ke dalam campuran larutan di labu
erlenmeyer
Goyang perlahan labu erlenmeyer sampai terlihat warna
campuran larutan dalam labu erlenmeyer menjadi warna biru
Titrasi campuran larutan dalam labu erlenmeyer dengan
Natrium tiosulfat Na2S2O3 . Titrasi dilakukan sampai warna
biru campuran larutan dalam labu erlenmeyer berubah
menjadi bening
Catat hasilnya
CARA KERJA PENGUKURAN PERMANGANAT

Masukkan 100,0 ml sampel air sungai ke dalam labu


erlenmeyer 250 ml dengan menggunakan pipet volume
20 ml dan filler sebanyak 5 kali.
Tambahkan tetes demi tetes larutan KMnO4 0,01 N
menggunakan pipet tetes hingga warna sampel air
berubah menjadi merah jambu.
Tambahkan 1,25 ml larutan H2SO4 32 N kedalam sampel
air yang telah ditetesi larutan KMnO4 0,01 N.
Panaskan campuran tersebut dengan cepat hingga
mendidih (batu didih untuk meratakan panas).
Tambahakan 10 ml larutan baku KMnO4 0,01 N dan
warna akan berubah menjadi merah jambu, kemudian
lanjutkan pendidihan selama 10 menit.
CARA KERJA PENGUKURAN
PERMANGANAT
LANJUTAN

Tambahkan segera 10,0 ml asam oksalat


0,01 N dan warna merah jambu akan
hilang.
Lanjutkan tritrasi kelebihan asam oksalat
dengan larutan baku KMnO4 0,01 N (auto
indikator sebagai titran) hingga timbul
warna merah muda.
Lakukan pengukuran kadar zat organik
dengan rumus:
CARA KERJA PENGUKURAN KESADAHAN

Masukan 50 ml sempel air (Sungai dan


PDAM) kedalam Erlenmeyer ukuran 250 ml
Tambahkan 1 ml larutan buffer PH
10,00,1
Campurkan sdt indicator EBT (merah)
Lakukan titrasi dengan EDTA 10,1 M
hingga warna berubah menjadi biru.
Catat hasil titrasi, serta lakukan
perhitungan menggunakan rumus.
CARA KERJA PENGUKURAN COD

Siapkan sampel air sungai sebanyak 0,2 ml


menggunakan gelas ukur 10 ml.
Masukkan sampel air sungai ke dalam tabung
yang sudah berisi reagen.
Beri label pada tabung reagen.
Nyalakan reaktor COD dengan cara menekan
tombol power
Panaskan tabung yang sudah berisi reagen ke
dalam tabung reaktor COD dengan suhu 150OC
selama 2 jam.
Dinginkan tabung yang telah dipanaskan.
CARA KERJA PENGUKURAN COD
LANJUTAN

Pindahkan tabung yang berisi campuran ke dalam


botol cuvet
Masukkan botol cuvet ke dalam alat kolori meter
dengan tidak menyentuh bagian kacanya.
Nyalakan alat dengan menekan tombol on pada
kolori meter.
Tekan tombol menu pengukuran COD
Pindai botol cuvet berisi reagen, kemudian
keluarkan botol cuvet.
Pindai botol cuvet yang berisi sampel air sungai.
Catat hasil yang muncul di layar alat kolorimeter.
HASIL PENGUKURAN IN SITU
SAMPEL AIR SUNGAI JEMBATAN BESI
Pengukuran Baku Hasil
Mutu
Suhu 3o C 26,9oC
pH 6 - 9,0 6,74
pH (kertas pH indicator 6 - 9,0 7
universal)
TDS 1.000 mg/l 125,7 mg/L
DO 3 mg/L 1,05 mg/L
Salinitas 0 TSU
Konduktivitas 273 S/cm
Warna 50 TCU 181TCU
Kekeruhan 25 FTU 25 FTU
HASIL PENGUKURAN IN SITU
SAMPEL AIR AIR PDAM PERUMAHAN PEDURUNGAN KIDUL VII
NO.2
Pengukuran Baku Hasil
Mutu
Suhu 3oC 29,4o C
Ph 6-9 6,93
pH (kertas pH indicator 6-9 7
universal)
TDS 1000 230 mg/L
mg/L
DO 6 mg/l 1,18
mg/L
Salinitas 0,2 TSU
Konduktivitas 518
S/cm
PENGUKURAN KLORIDA

Mg/l Cl- =

Air PDAM
Mg/l Cl- = = 0,014 mg/l

Air sungai
Mg/l Cl- = = 0,009 mg/l

KETERANGAN:
A: Volume titrasi Ag NO3 pada sampel air
PDAM yaitu 2 ml
B: N Ag NO3 = 0,01
PENGUKURAN SISA KLOR AIR PDAM
Sisa klor =

BECl2 = = 35,5

Sisa klor = = 0,00355

Keterangan:
A = Volume titrasi
B = Blangko (0)
N = 0,01
PENGUKURAN PERMANGANAT
Hasil pengukuran zat organik

Keterangan:
(a) KMnO4 yang diperlukan untuk
titrasi: 0,7 ml
(b) Normalitas KMnO4: 0,01 N
(c) Normalitas asam oksalat: 0,01 N
(d) Sampel air : 100 ml
PENGUKURAN KESADAHAN
Kesadahan Air Sungai =

= 1000,9 x 0.274
= 274.2466

Kesadahan Air PDAM=


= 1000,9 x 0.168
= 168.1512
PENGUKURAN COD
Berdasarkan pengukuran COD yang
dilakukan di laboratorium dengan
menggunakan alat kolorimeter dihasilkan
COD pada sampel air sungai Jembatan
Besi sejumlah 297 mg/liter.
HASIL
PARAMETE BAKU
SUMBER PENGUKUR KETERANGAN
R MUTU
AN
SUNGAI 3o C 26,9oC MELEBIHI BM
SUHU
PDAM 3o C 29,4oC MELEBIHI BM
SUNGAI 6-9 6,74/7 TDK MELEBIHI
BM
pH
PDAM 6-9 6,93 / 7 TDK MELEBIHI
BM
SUNGAI 1000 124,7 mg/l TDK MELEBIHI
mg/l BM
TDS
PDAM 1000 230 mg/l TDK MELEBIHI
mg/l BM
SUNGAI 3 mg/l 1,05 mg/l TDK MELEBIHI
Sumber: BM
DO
Peraturan Pemerintah
PDAM No, 826 Tahun
mg/l 2001 tentang
1,18 mg/l Pengelolaan
TDK MELEBIHI
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air BM
Keterangan:
Bm : Baku Mutu
HASIL
PARAMETE BAKU
SUMBER PENGUKUR KETERANGAN
R MUTU
AN
SUNGAI 0 TSU
SALINITAS
PDAM 0 TSU

KONDUKTIVIT SUNGAI 273 S/cm


AS PDAM 518 S/cm
SUNGAI 50 TCU 181 TCU MELEBIHI BM
WARNA PDAM 50 TCU 28 TCU TDK MELEBIHI
BM
SUNGAI 25 FTU 25 FTU TDK MELEBIHI
BM
KEKERUHAN
PDAM 25 FTU 3 FTU TDK MELEBIHI
Sumber: BM
Peraturan Pemerintah No, 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air
dan Pengendalian Pencemaran Air
Keterangan:
Bm : Baku Mutu
PENGUKUR SUMBER DASAR BAKU HASIL
AN MUTU
Sungai Permenkes 600 mg/l 0,014 mg/l
No.
416/Men.Kes
Klorida /PER/
IX/1990
PDAM 0,009 mg/l
PDAM Permenkes 5 mg/l 0,0035 ml
No.492/MEN
Sisa Klor
KES/PER/IV/
2010
Sungai Permenkes 10 mg/l 0,745 mg/l
No.
Permangana
416/Men.Kes
t
/PER/
IX/1990
PDAM Permenkes 500 ml/L 168.1512
No. ml/L
416/Men.Kes
Kesadahan /PER/
SIMPULAN
Air Sungai Jembatan Besi memiliki pH=6.74
(dengan alat Water Quality Multi Parameter) dan
pH=7 (dengan kertas pH indikator universal),
suhu=26.9oC, DO=1.05 mg/L, TDS=125,7 mg/L,
salinitas= 0 TSU, konduktivitas=273 S/cm, warna
= 181 TCU, dan kekeruhan=25 FTU.

Air PDAM Perumahan Pedurungan Kidul VII No.2,


pH=6,93 (dengan alat Water Quality Multi
Parameter) dan pH= 7 (dengan kertas pH
indikator universal), suhu= 29,4o C, DO=1.18
mg/L, TDS=230 mg/L, salinitas=0,2 TSU,
konduktivitas=518 S/cm, dan kekeruhan= 3 FTU.
SIMPULAN
LANJUTAN

Kadar klorida pada air Sungai Jembatan Besi adalah


0,009 mg/l dan Air PDAM Perumahan Pedurungan
Kidul VII No.2 memiliki kadar klorida sebanyak 0,014
mg/l.
Kadar sisa klor pada Air PDAM Perumahan Pedurungan
Kidul VII No.2 sebesar 0,00355ml.
Kadar permanganat pada air Sungai Jembatan Besi
sebesar 0,745 mg/L
Tingkat kesadahan pada air Sungai Jembatan Besi
adalah 274.2466 ml/L dan pada ir PDAM Perumahan
Pedurungan Kidul VII No.2 adalah 168.1512 ml/L.
Kadar COD pada air Sungai Jembatan Besi sebesar
297 mg/liter
SARAN
Sebaiknya masyarakat tidak lagi
membuang sampah di sungai secara
terus-menerus agar kualitas air sungai
tetap terjaga.

Sebaiknya masyarakat tidak


menggunakan air sungai untuk kegiatan
sehari-hari seperti mencuci, mandi, dan
buang air besar di sungai supaya terhindar
dari penyakit yang berasal dari sungai
yang tercemar.
Kondisi sungai Jembatan Foto anggota kelompok Pengambilan sampel air
Besi sungai menggunakan tali

Pengambilan sampel air


sungai di titik yang lain
Pengukuran pH menggunakan
Sampel air sungai kertas pH indikator universal
Pengukuran kualitas air sungai Proses pengukuran Pengukuran
dengan konduktivitas air
dengan colorimeter
Water Quality Multi sungai
Parameter

Penentuan titik Memasukkan Sampel di


Pengukuran air sampel ke
lokasi, waktu, dan dalam gelas
warna air dalam gelas
koordinat dengan ukur
sungai ukur
GPS
Proses Air sampel Proses Sampel air sungai dan
pengukuran setelah diberi pengambilan PDAM yang telah dititrasi
COD KMnO4 sampel air pada pengukuran
menggunakan kesadahan.
pipet volume

Proses pengukuran pada Proses pemberian larutan Proses pemanasan sampel


gelas ukur buffer air sungai setelah di beri
KMnO 0,01 N dan H SO 32