Anda di halaman 1dari 15

Referat Gg.

Panik
Pembimbing : dr. Hening Madonna, Sp.KJ
Disusun oleh : Gisda Azzahra 1102012101

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN JIWA


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. I RADEN SAID SUKANTO
PERIODE 22 Agustus 24 September 2016
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
Gangguan Cemas
Cemas didefinisikan sebagai suatu sinyal yang
menyadarkan; ia memperingatkan adanya bahaya
yang mengancam dan memungkinkan seseorang
mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman.
Rasa tersebut ditandai dengan gejala otonom
seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, rasa
sesak di dada, tidak nyaman pada perut, dan
gelisah.
Umumnya orang dengan rasa cemas akan
melakukan seleksi terhadap hal-hal disekitar
mereka yang dapat membenarkan persepsi
mereka mengenai suatu hal yang menimbulkan
rasa cemas.
Berdasarkan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan
Jiwa di Indonesia III, gangguan cemas dikaitkan dalam
gangguan neurotik, gangguan somatoform dan gangguan yang
berkaitan dengan stress (F40-48).

F40F48 GANGGUAN NEUROTIK, GANGGUAN SOMATOFORM


DAN GANGGUAN YANG BERKAITAN DENGAN STRES
F40 Gangguan Anxieta Fobik
F40.0 Agorafobia
F40.1 Fobia sosial
F40.2 Fobia khas (terisolasi)
F40.8 Gangguan anxietas fobik lainnya
F40.9 Gangguan anxietas fobik YTT

F41 Gangguan Anxietas Lainnya


F41.0 Gangguan panik (anxietas paroksismal episodik)
F41.1 Gangguan anxietas menyeluruh
F41.2 Gangguan campuran anxietas dan depresif
F41.3 Gangguan anxietas campuran lainnya
F41.8 Gangguan anxietas lainnya YDT
F41.9 Gangguan anxietas YTT
F42 Gangguan Obsesif-Kompulsif
F42.0 Predominan pikiran obsesional atau
pengulangan
F42.1 Predominan tindakan kompulsif (obsesional
ritual)
F42.2 Campuran tindakan dan pikiran obsesional
F42.8 Gangguan obsesif kompulsif lainnya
F42.9 Gangguan obsesif kompulsif YTT

F43 Reaksi Terhadap Stres Berat dan Gangguan


Penyesuaian (F43.0-F43.9)
F44 Gangguan Disosiatif (Konversi) (F44.0-F44.9)
F45 Gangguan Somatoform (F45.0-F45.9)
F48 Gangguan Neurotik Lainnya (F48.0-F48.9)
Gangguan Panik
Gangguan panik merupakan salah satu jenis gangguan
cemas kronik yang ditandai oleh serangan panik parah
yang berulang dan tak terduga.
Serangan panik terjadi mendadak tanpa disebabkan
oleh obat (seperti kafein), pengobatan, atau kondisi
medis (seperti tekanan darah tinggi), dan selama
serangan penderita mungkin mengalami sensasi seperti
detak jantung meningkat atau tidak teratur, sesak
napas, pusing, atau takut kehilangan kontrol atau gila.
Pasien gangguan panik sering ditemukan pada mereka
yang berada pada usia produktif yakni antara 18-45
tahun. Selain itu penderita gangguan panik lebih umum
ditemukan pada wanita, terutama mereka yang belum
menikah serta wanita post-partum.
Etiologi

Faktor Faktor Faktor


Biologis Genetik Psikososial

Neurotransmit
ter

Anatomis
Otak
DIAGNOSIS
Berdasarkan PPDGJ III:
Di dalam klasifikasi ini, suatu serangan panik yang terjadi
pada suatu situasi fobik yang sudah dianggap sebagai
ekspresi dari keparahan fobia tersebut. Gangguan panik
baru menjadi diagnosis utama bila tidak ditemukan adanya
salah satu gangguan fobia seperti yang tercakup dalam F40.

Untuk diagnosis pasti, beberapa serangan berat dari


anxietas otonomik harus terjadi dalam periode kira-kira
satu bulan.
Pada keadaan di mana sebenarnya secara objektif tidak
ada bahaya.
Tidak terbatas hanya pada situasi yang telah diketahui
atau yang dapat diduga sebelumnya.
Dengan keadaan yang relatif bebas dari gejala anxietas
dalam periode antara serangan-serangan panik (meskipun
sering terjadi juga anxietas antipatorik).
Selain itu mendiagnosis serangan panik kita harus
menemukan minimal 4 gejala dari 13 gejala berikut ini:
Merasa pusing, tidak stabil berdiri, hingga pingsan
Merasa kehilangan kontrol, seperti mau gila
Takut mati
Leher terasa dicekik
Palpitasi, berdebar-debar, denyut jantung bertambah cepat
Nyeri dada, rasa tidak nyaman di dada
Merasa sesak, nafas pendek
Mual atau distres abdominal
Gemetaran
Berkeringat
Rasa panas di kulit, menggigil
Mati rasa, kesemutan
Derealisasi, depersonalisasi (merasa seperti terlepas dari
diri sendiri) selama serangan panik, pasien senantiasa
berkeinginan untuk kabur dan merasa ajalnya hampir
menjelang akibat perasaan tercekik dan berdebar-debar.
TATALAKSANA
Penatalaksanaan panik terdiri dari
penatalaksanaan secara farmakoterapi dan
psikoterapi.3 Tujuan utama penatalaksanaan
gangguan panik adalah mengeliminasi gejala
serangan panik, mencegah dan mengantisipasi
ansietas serta mengatasi keadaan komorbid yang
menyertainya.
Alprazolam (Xanax) dari golongan benzodiazepin
dan paroksetin (Paxil) dari golongan Selective
Serotonine Reuptake Inhibitor (SSRI) adalah dua
obat yang disetujui untuk terapi gangguan panik.
Kombinasi SSRI atau obat trisiklik dan
benzodiazepin atau SSRI dan litium atau obat
trisiklik dapat dicoba. Apabila terapi yang
digunakan efektif, terapi dilanjutkan selama 8
sampai 12 bulan.
No Nama Generik Golongan Sediaan Dosis Anjuran

1. Imipramine Trisiklik Tab. 25 mg 75-150 mg/hari

2. Clomipramine Tab. 25 mg 75-150 mg/hari

3. Alprazolam Tab. 0,25-0,5-1 mg 3x 0,25-0,5 mg/hari




4. Diazepam Tab. 25 mg Peroral 10-30
Benzodiazepin mg/hari, 2-3x/hari,
Parental IV/IM 2-10
mg/kali, setiap 3-4
jam

5. Klordiazepoksoid Tab. 5 mg 15-30 mg/hari


Caps. 5 mg 2-3 x/hari

6. Lorazepam Tab. 0,5-2 mg 2-3x 1 mg/hari

7. Clobazam Tab. 10 mg 2-3x 10 mg/hari

8. Brumazepin Tab. 1,5-3-6 mg 3x 1,5 mg/hari

9. Oksazolom Tab. 10 mg 2-3x 10 mg/hari

10. Klorazepat Caps. 5-10 mg 2-3x 5 mg/hari

11. Prazepam Tab. 5 mg 2-3x 5 mg/hari


Moclobemide RIMA (Reversible Tab. 150 mg 300-600 mg/hari
Inhibitor of Monoamine
Oxydase-A)

Sertraline Tab. 50 mg 50-100 mg/hari


SSRI (Selective
Fluoxetine Serotonine Reuptake Caps. 10-20 20-40 mg/hari

Inhibitor) mg
Parocetine Tab. 20 mg 20-40 mg/hari

Fluvoxamine Tab. 50 mg 50-100 mg/hari

Citalopram Tab. 20 mg 20-40 mg/hari

Buspiron Obat lain Tab. 10 mg 15-30 mg/hari


What are the first-line treatments? SSRIs and the SNRI venlafaxine
Cognitive-behavorial therapy
When should treatment be stopped After 4-6 weeks
because the lack of efficacy?
What if partial response occurs after 4-6 Treat another 4-6 weeks with increased
weeks? dose before changing the treatment
strategy
What are the treatment options for - Switching from one SSRI to another
treatment-resistant cases? - Switching from venlafixine to an SSRI
or vice verca
- Switching to tricyclic antidepressants
- Switching to benzodiazepines,
reboxetine, phenelzine, or
moclobeminde.
- Switching to drugs that have been
effective in preliminary open studies
or case reports: mirtazapine,
valproate, inositol, ondansetron,
gabapentin, tiagabine, vigabatrin
- Switching to drugs that were effective
in other anxiety disorders in double-
blind, placebo-controlled studies:
Can antipanic drugs be combined? Usually, monotherapy is the better
option. Combinations of drug may
be used in treatment-resistant
cases. These combination are
supported by studies:
- Benzodiazepines may be used
in combination in the first
weeks, before onset of efficacy
of the antidepressants.
- Augmentation of fluoxetine
with pindodol
- Augmentation of clomipramine
with lithium
- Augmentation with olanzapine
Psikoter
api
Terapi
Terapi
CBT Relaksas
Keluarga
i