Anda di halaman 1dari 41

Fraktur & Dislokasi

Ronny S,dr,SpOT
Februari 2016
ACCIDENT
FRAKTUR
1. Terjadinya diskontinuitas tulang
2. Terjadinya trauma yang merusak
jaringan lunak sampai menyebabkan
terjadinya diskontinuitas pd tulang
FRAKTUR Terputusnya hubungan struktur tulang

Menurut Penyebab :

A. Fraktur Traumatik 1. Direk


2. Indirek

B. Fraktur stress Trauma berulang

C. Fraktur Patologis

1. Umum : - Osteoporosis
- Osteomalasi
2. Lokal : - Tumor Tulang
- Kista tulang
MENURUT HUBUNGAN DENGAN STRUKTUR JAR. SEKITAR

A. Fraktur tertutup

B. Fraktur Terbuka

MENURUT BENTUK FRAKTUR

A. Fraktur Komplit :
- Transversal
Garis fraktur : - Oblik
- Spiral
- Segmental
B. Fraktur Inkomplit :
- Greenstick
- Torus / Buckle
- Impaksi
C. Fraktur kominutif

D. Fraktur Kompresi
PERGESERAN FRAGMEN TULANG

1. Aligmen :
- Pergeseran arah aksis longitudinal
- Angulasi : Membentuk sudut

2. Aposisi:A. Depan, belakang, samping


B. Overlap
C. Impaksi

3. Rotasi : Terputar terhadap axis longitudinal

4. Panjang :
A. Distraksi
B. Kontraksi
DEFINISIKA
N
TANDA-TANDA FRAKTUR
Tanda Pasti
Deformitas
Krepitasi
False movement
RO Foto

Tanda Tak Pasti :

Oedem
Nyeri tekan
Nyeri gerak
Luka
FRAKTUR

1. Fr. Tertutup / closed : tak ada


hubungan dengan dunia luar kulit

2. Fr. Terbuka / open / komplikata :


Berdasar kontaminasi/ kotor
bersih, kerusakan jaringan lunak/
vasculari sasi,
DEFINISI FRAKTUR TERBUKA

fraktur dengan
fragmen tulang
yang patah
menembus
jaringan lunak di
sekitarnya hingga
sampai kulit dan
menyebabkan
adanya hubungan
dengan udara luar
IN/OUT
Oleh Anderson dan Gustilo dibagi menjadi :
Grade I : luka bersih dan diameter < 1 cm
Grade II: luka bersih, diameter > 1cm
Grade III : luka kotor disertai kerusakan jaringan yang luas
luka lebih dari 8 jam
luka tembak
luka dengan tulang tampak dari luar (bone exposed)
IIIA : bila jaringan masih dapat menutup struktur yang
penting
(AVN, tendon, tulang)
IIIB : bila jaringan tak dapat menutup stuktur penting
(uncovered)
IIIC : bila disertai putusnya arteri atau traumatik amputasi

13
DIAGNOSIS
Anamnesis
Riwayat trauma/cedera
Mekanisme cedera (posisi kejadian) dan
kejadian-kejadian yang berhubungan
dengan cedera tersebut.
Riwayat penyakit
Pemeriksaan fisik

Inspeksi / Look
Palpasi / Feel ( nyeri
tekan/tenderness, Krepitasi)
Gerakan / Move
Pemeriksaan klinis

- keadaan umum : kesadaran, pupil, vital sign (tensi, nadi,


respirasi, suhu)
- status lokal : tergantung daerah yang terkena ruda paksa
- inspeksi :
a. luka pada kulit (bentuk, ukuran, sifat)
b. sendi yang terdekat : posisi, pembengkakan (deformitas)
- palpasi :
a. krepitasi b. false movement
c. nyeri tekan d. massa +/-
e. pulsasi arteri f. sensorik

- movement : gerakan sendi aktif


gerakan sendi pasif
kekuatan otot

16
- Auscultasi

- Measurement : - panjang ektremitas (kiri dan kanan)


- gerakan sendi (sudutnya)
- ukuran luka
- lingkaran ekstremitas (kiri dan kanan)

- Cara mengukur panjang kaki


1. True length :
dari SIAS sampai maleolus medial tibia (syarat SIAS
satu level dan 2 kaki simetris)
2. Apparent length :
dari mid line (xyphoid) ke maleolus medial tibia (syarat
2 kaki simetris)
3. Anatomical length
dari throchanter mayor ke condylus lateral femur
ditambah condylus medial tibia ke maleolus medial
tibia
17
Pemeriksaan penunjang

1. Radiologi : - plain foto


- CT scan/tomogram
- MRI

Syarat pemeriksaan ! :
- terlihat 2 sendi
- terlihat 2 arah
- bila perlu dilakukan : 2 kali dan atau 2 sisi

2. Laboratorium
- HB
- Golongan darah
19
Pemeriksaan khusus

- Perspirasi test/Ninhidrin test


- Muscle chart
- EMG & NCV
- Bone scintigrafi (radio active
uptake)

20
Bentuk fraktur
1. Simple
2. Spiral / oblique
3. Segmental
4. Kominutif
GARIS FRAKTUR ?
FRAKTUR ?
FRAKTUR ?
DESKRIPSI
DIAGNOSIS
Penanganan Fraktur
1. Konservatif :
istirahat bedrest,
bidai / spalk/ bienlade
gips sirkuler
traksi (skin, bone),

2. operasi
Pemasangan
Gips /
plastering

1. Observasi compartment syndrome


2. Elevasi extremitas > tinggi tubuh
3. Lakukan kontraksi otot isometrik
secara teratur untuk mencegah atrofi
otot 1hari = 1 %
4. Bila gips longgar ,lakukan skin tight
(biasanya pd 7- 10 hari)
Fraktur yang harus di
operasi
1. Fr. gagal dengan tx
konservatif
2. Fr. Pada Intra artikuler
3. Fr. joint depressed > 5 mm
4. Fr. Avulsi : tarikan ligament
5. Fr. dengan kelainan A.V.N
6. Fr terbuka
Macam operasi fraktur :
1. Open reduction Internal
Fixation : memasang plate screw
wire nail pin
2. Debridement & External fixation
(berbagai jenis termasuk Ilizarov
set)
3. Arthroplasty (pemasangan sendi
buatan) : Austin Moore Prosthesis,
Bipolar Monk Duopleet, Total Hip
Replacement, TKR, TSR, TER,
Fase penyembuhan tulang

1. Fase hematom
2. Fase inflamasi
3. Fase proliferasi
4. Fase remodelling
KOMPLIKASI FRAKTUR

1. Shock
2. Fat emboli
3. Kekakuan Sendi
4. Sympathetic reflex dystrofhy
1. Delayed Union 5. Myositis ossificans
2. Non union 6. Arthritis
3. Ischemic nekrosis
4. Angular deformity
5. Malunion
6. Pertumbuhan berhenti
7. Pertumbuhan melebihi normal
8. Infeksi
Dislokasi
Ialah terpisahnya bagian tulang yang
tertutup cartilage yang membentuk
persendian, shg terlepas akibat ter jadinya
robekan kapsul sendi.
Akibatnya cartilage tak mendapatkan
makanan dari cairan sendi lagi, shg rusak
dan bila terjadi lama akan mati
Tmsk emergency case
Terapi dislokasi

1. Segera reposisi / closed


reduction
2. Bila gagal operasi
3. Istirahatkan sendi selama 2 mg
dengan gips atau traksi
08778-19256-23

TERIMA KASIH

R. Sutanto
2016