Anda di halaman 1dari 20

Konstipasi

BY :
ADE TIKA HERAWATI, S.KEP., NERS., M.KEP
Epidemiologi

Konstipasi hampir pernah dialami oleh semua penduduk.

12% populasi penduduk dunia mengalami konstipasi.

Konstipasi dialami parah dan memerlukan perawatan di


rumah sakit sekitar 30-50% dari kejadian konstipasi.
Penderita konstipasi biasanya :
1.25% tidak melakukan apapun untuk konstipasinya --- konstipasi

Sembuh sendiri
2.35% menggunakan pencahar

3.45% melakukan upaya mengatasi konstipasi spt minum bny

4.20% mengalami gangguan pekerjaan --- tidak konsentrasi pada

pekerjaannya dan hampir 12% klien dengan konstipasi tidak dapat


menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Pengertian

Konstipasi adalah suatu kondisi dimana kesulitan dalam


Buang air besar, tidak tuntas dalam buang air besar atau
buang air besar kurang dari 3x dalam seminggu.
Penyebab

Penyebab konstipasi :
Kekurangan cairan tubuh / dehidrasi
Stress / aktivitas yang cukup padat
Pengaruh hormon dalam tubuh
Usus yang tidak elastis (misal pada wanita hamil

atau lansia)
Kelainan anatomis pada sistem pencernaan
Gaya hidup (kurang makanan yang berserat)
Emosi (peristaltik usus menurun sehingga peningkatan

absorpsi di usus)
Kelebihan memakan daging ( Daging merah
mengandung banyak fe yang menyebabkan pengerasan
tinja)
Efek samping obat (anti diare dan ketergantungan pada

laxatif)
Tanda dan gejala

Tanda dan gejala konstipasi :


1.Kesulitan saat BAB
2.Feses keras
3.Perut terasa begah, penuh dan terasa kaku
4.Pengeluaran Tinja lebih sedikit
5.Bentuk tinja bulat-bulat kecil
6.Frequensi Flatus meningkat
7.Bau mulut
8.Mengalami mual
Gejala psikologis lain pada klien dengan konstipasi :
1.Kurang percaya diri

2.Makan akan cepat kenyang

3.Emosi meningkat

4.Ketidaknyamanan daerah abdomen

5.Tubuh merasa tidak fit, tidak nyaman dan terasa berat

6.Nafsu makan menurun


Jenis Konstipasi

Berdasarkan jenisnya konstipasi dibagi menjadi 2 :


1.Konstipasi Primer
2.Konstipasi Sekunder.

Konstipasi primer adalah konstipasi fungsional atau


tidak ditemukannya kelainan organik didalam tubuh
setelah dilakukan pemeriksaan.

Konstipasi sekunder adalah konstipasi yang disebabkan


karena penyakit lain.
Kondisi yang menyebabkan konstipasi

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan konstipasi


Primer yaitu :
a.Kurangnya konsumsi cairan.
b.Terlalu banyak mengkonsumsi daging merah
c.Konsumsi vitamin berlebih (Fe dan Kalsium)
d.Klien dengan mengguna antidepresan golongan
serotonin reuptake inhibitor (SSRI)
e.Kurangnya olahraga
Beberapa kondisi penyebab konstipasi sekunder :
1. Klien dengan DM dan kerusakkan syaraf ---
kemampuan metabolisme yang kurang.
2. Klien dengan Hipotiroid. Hipotiroid menyebabkan
melambatnya proses metabolisma di usus dan
tubuh.
3. Kehamilan dan Persalinan.
Wanita lebih sering mengalami konstipasi
dibandingkan dengan pria

Kekuatan sfingter dan otot wanita lebih lemah


dibandingkan dengan pria.
Kecenderungan menahan keinginan bab saat di tempat
umum.
Wanita lebih sering melakukan diet secara berlebihan.
Kurangnya konsumsi serat --- saat diet
Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron yang
dapat mengumpulkan air didalam tubuh.
Ketakutan saat mengejan saat kehamilan pertama dan
kehamilan trimester 3
Luas abdomen wanita berkurang karena adanya rahim
dan indung telur.
Akibat Konstipasi

1. Gangguan kulit. Tinja yang terperangkap


menyebabkan terhambatnya pengeluaran CO2 dan
asam laktat (berkurang) --- membebani kerja hati
sehingga mengganggu proses metabolisme, akibatnya
toxin meningkat dan kekebalan tubuh menurun
2. Menyebaran toxin --- kulit mudah gatal
3. Penyerapan makanan di usus menurun
4. Munculnya reaksi alergi
Patofisiologi

Masuknya Makanan ke dalam usus

Penurunan frequensi pergerakan usus

Perpanjangan masa transit Tinja dalam usus

Absorpsi air di usus me>>>

Pengerasan Tinja

Kesulitan mengeluarkan Tinja


Adanya rangsang Simpatis berlebihan --- Stress
Penurunan motilitas usus
Menghambat pergerakkan Tinja
(Konstipasi)

Rasa Takut dan nyeri saat defekasi

Merupakan stimulus Psikologis --- Menahan Tinja dan


proses defekasi
Konsumsi Makanan yang banyak mengandung Fe dan Kalsium

Meningkatan pengikatan cairan tubuh

Cairan terkumpul dalam tubuh

Penurunan jumlah cairan ke dalam saluran pencernaan


Korpus luteum --- Progesteron

Meningkatkan penumpukan cairan dalam tubuh

Berkurangnya cairan dalam usus Kekuatan mengedan wanita lbh <<<


( kekuatan Sfingter dan otot <<)
Pemadatan Tinja

Kesulitan mengeluarkan Tinja


(Konstipasi)
Pengkajian

Anamnesa
- Keluhan utama
- Riwayat penyakit sekarang
- Riwayat penyakit dahulu
- riwayat penyakit keluarga
Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan TTV
- Pemeriksaan fisik terkait konstipasi
- Pemeriksaan fisik bd sistem pencernaan
- Pemeriksaan fisik berhubungan dengan endokrin
- Pemeriksaan fisik bd sistem persyarafan.