Anda di halaman 1dari 32

Menulis Artikel di Media

Massa

Nur Hidayat
Kiat Menulis Artikel

Artikel atau yang sering disebut tulisan ilmiah


populer adalah opini atau pendapat atau
gagasan pribadi seseorang yang sifatnya
ilmiah dan disajikan secara populer di media
massa, yang meliputi berbagai aspek
kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial-
budaya dan hankam. Dalam penyajiannya
tulisan ini mengacu pada metode penulisan
yang gampang dimengerti, lugas dan kritis.
Menggali ide.
Kita harus bisa menuangkan ide-ide
kita ke dalam artikel hingga tulisanya
ialah murni pikiran kita. Dalam
menggali ide, kita harus mengunakan
pemikiran yang sistematis. Mungkin
kita bisa bertanya pada diri kita sendiri
apa yang ingin kita sampaikan, lalu
mengapa ada masalah muncul dan
bagaimana pandangan kita cara
menyelesaikan masalah tersebut.
Membuat kerangka tulisan
secara detail

Kerangka tulisan secara sederhana


biasanya bermula dari
pendahuluan, pembahasan
masalah, kesimpulan. Biasa pula
dilengkapi dengan solusi
permasalahan.
Mengumpulkan data, fakta,
referensi dan bahan bacaan
Langkah ketiga adalah mencari dukungan opini
kita. Ketika kita membuat tulisan tentang
budaya freesex yang sedang merajalela, maka
kita memerlukan data tentang berapa orang
yang pernah melakukan hubungan sex dalam
sampel yang kita pilih, berapa frekuensi
hubungannya, seberapa sering berganti-ganti
pasangan. Lantas kita kemudian
mengumpulkan tulisan tentang budaya freesex.
Tanpa dukungan dari data-data atau bahan
bacaan maka tulisan kita terlihat impoten alias
tidak mampu melakukan penetrasi yang lebih
mendalam pada otak pembaca.
Menulis dengan ekspresi
bebas
Langkah terakhir ialah mulai
menuliskan semua yang sudah kita
dapat. Kita tidak perlu berpikir bahwa
menulis itu seperti menjalankan sebuah
mesin mekanis yang amat rumit.
Jangan pernah mengulur waktu, sebab
dengan menunda-nunda akan timbul
rasa bosan untuk memulai lagi. Tulis
apa saja yang terbersit dalam pikiran.
Editing
Setelah semua ditulis barulah kita
membaca ulang apa yang sudah kita
tulis lalu mengedit dan menyusunya
dengan rapi. Periksalah tulisan yang
sudah selesai dibuat, dari kesalahan
yang terjadi baikkesalahan pada
data, kata atau kalimat serta
pembahasan yang kurang tajam.
Standar penulisan artikel

Aktual. Aktualitas ialah prioritas


utama. Prioritas bisa dikaitkan
dengan momentum yang tengah
terjadi di masyarakat, bisa juga
dengan momentum sejarah.
Misalnya menulis makna Maulud
Nabi menjelang peringatan hari
besar Islam tersebut.
Bahasa yang lugas, padat dan
tidak bertele-tele. Bahasa yang
bertele-tele mem-buat
penyampaian gagasan menjadi
kurang menajam. Selain itu dapat
pula membingung-kan dan
memusingkan pembaca sehingga
ide yang tersirat gagal
ditransformasikan.
Tulisan mengandung hal yang baru,
baik data maupun pandangan.
Banyak penulis baru yang
berambisi memasukkan nama besar
dan pemikiranya dalam tulisan,
namun hasilnya tak lebih
merupakan kumpulan review atau
kutipan belaka. Upayakan juga agar
data yang anda gunakan akurat.
Ide anda orisinil ? Upayakan agar
ide opini anda memang orisinil.
Hal ini untukmenghindari tuduhan
plagiator.
Tulisan anda tidak terlalu berat
dan teoritis. Harus dicamkan,
bahwa artikel harus bisa dibaca
semua orang. Menulis teknis fisika
atom misalnya, jelas tidak akan
dimuat. Tapi menulis sumbangan
falsafah atom bagi kemanusiaan
kemungkinan besar bisa dimuat.
Isu dalam tulisan anda belum berlalu
dalam mainframe besar. Perhatikan isu-
isu besar yang tengah terjadi di
masyarakat.
The current issues ....

Tulisan tidak terlalu panjang ( max lima


halaman).
Menyusun strategi sebelum
menulis
1. Kepada siapa anda menyajikan
tulisan anda?
2. Media apa yang anda pilih (internet,
televisi, koran, majalah, radio, dsb)
3. Gaya penulisan apa yang paling
tepat?
4. Kira-kira berapa lama pembaca
meluangkan waktu untuk membaca
tulisan anda?
Beberapa kriteria utama artikel
yang bisa dimuat:
Aktual. Hal pertama yang diperhatikan
redaktur media ketika menerima kiriman
artikel adalah aktualitasnya. Adakah
newspeg-nya? Adakah cantolan
aktualitasnya pada peristiwa atau kegiatan
yang sudah dan sedang berlangsung?
Newspeg ini bisa berupa peristiwa itu
sendiri, misalnya wabah demam berdarah,
banjir, pendaratan wahana robotik di Mars
atau bisa juga berupa aktivitas ilmiah
seperti adanya kongres ilmuwan nasional
maupun dunia mengenai suatu topik ilmu.
Mengandung unsur baru. Jika
tulisan Anda sudah aktual, hal lain
yang akan diperhatikan redaktur
adalah adakah unsur baru dalam
tulisan tersebut. Unsur baru ini bisa
dilihat dari angle (sudut pandang)
tulisan maupun data-data dan
informasi baru yang disajikan.
Apakah angle tulisan Anda menarik
atau tidak?
Kerangka atau sistematika tulisan.
Secara substansial, tidak ada perbedaan
antara kerangka penulisan artikel populer
dengan artikel ilmiah; setidaknya
mengandung tiga komponen utama, yakni
pendahuluan, bagian isi dan bagian akhir
yang berisi kesimpulan dan saran. Namun
untuk artikel iptek populer, pemisahan itu
sengaja dibuat tidak begitu nyata. Artinya,
Anda tidak perlu menulis sub-judul dalam
tulisan dengan Pendahuluan, Isi dan
Penutup, tetapi bisa Anda ganti sub-judul
lain yang lebih menarik, tapi tetap
mengandung ketiga komponen di atas.
Gaya penulisan. Langkah berikutnya yang harus
diperhatikan adalah gaya penulisan. Sering kali
tulisan yang menarik tapi ditolak hanya karena gaya
penulisannya sangat academic-heavy dan
dipenuhi dengan istilah-istilah yang tak disertai
padanannya dalam bahasa Indonesia. Anda harus
membayangkan, redaktur tidak punya banyak waktu
untuk mengedit kembali tulisan Anda, jadi dia
cenderung akan memuat tulisan yang sudah jadi
dan siap muat saja. Karenanya, cobalah tulis
gagasan dan pemikiran Anda dalam bahasa yang
sederhana, populer dan hidup. Tempatkan diri Anda
sebagai pembaca awam ketika Anda sedang
memeriksa hasil akhir tulisan Anda. Kalau Anda
merasa istilah yang digunakan masih terlalu
berat, carilah padanan lain yang yang lebih pas
tentunya dengan tidak mengurangi makna ilmiah
yang sebenarnya.
Bahan pendukung. Jangan lupa
melengkapi tulisan Anda dengan
dengan bahan, foto, gambar, grafik,
ilustrasi dan tabel pendukung. Ingat,
sebagai artikel iptek, Anda tentu
berurusan dengan data, skema,
angka, rumus dan referensi tertentu,
yang dapat mendukung argumen
Anda dalam tulisan tersebut dan
Anda merasa hal itu penting untuk
diketahui masyarakat.
Sertakan CV singkat. Sebuah
keterangan mengenai siapa Anda
akan sangat membantu editor untuk
memutuskan apakah artikel ini ditulis
seorang awam atau seorang pakar
atau peneliti. Namun editor juga
tidak tergantung nama besar Anda,
tetapi juga kualitas tulisan. Seorang
akademisi yang menulis
membosankan tidak akan banyak
memberi manfaat apalagi disertakan
berbagai teori yang berat.
Bagaimanakah karakter rilis
yang baik?
Rilis atau press release merupakan berita
resmi sebuah lembaga kepada masyarakat
yang disampaikan melalui media massa
Rilis dengan demikian harus mampu
menjadi penyampai pesan lembaga secara
efektif dan efisien
Rilis harus memenuhi kebutuhan
masyarakat dan juga wartawan atau awak
media
Rilis harus berisi berita aktual (tidak basi)
dan faktual (bukan dongeng):
past_now_fut
Bagaimanakah karakter pembaca
media massa?
Merupakan masyarakat umum, dengan
latar belakang pendidikan yang beragam,
terutama tamatan SMA atau sederajat
Berita di media massa yang paling
banyak dibaca adalah berita di halaman
utama, halaman olahraga, iklan, dan
selebritis
Berita yang dibaca, biasanya hanya
setengah halaman bagian atas (jadi berita
yang dikirim harus yang berkualitas)
Berita yang memiliki isu-isu kriminal,
konflik, isu nasional, juga diminati.
Tapi Anda tidak berharap berita itu berasal
dari lembaga Anda, kan?
Bagaimanakah karakter
pembaca media massa?
Oleh karena itu, rilis yang dibuat harus
mampu memenuhi ekspektasi pembaca
Usahakan berita yang dirilis memiliki nilai
berita yang menggigit, bahkan bombastis
Gunakan judul yang mudah dimengerti,
singkat (empat sampai lima kata) dan to the
point
Header berita harus dibuat semenarik
mungkin, sehingga membuat pembaca mau
membaca berita tersebut
Untuk beberapa media, model berita dengan
pendekatan sastrawi dapat digunakan
Bagaimanakah membuat rilis
yang mudah dimuat di media
Secara umum, hampir sama
massa?
dengan membuat berita
Perbedaannya ada pada struktur
dan kedalaman rilis
Buatlah rilis dengan kerangka: isu
utama, kepala berita, baru isi
berita secara keseluruhan
Wartawan juga manusia, mereka
butuh waktu untuk mengolah berita,
sehingga rilis lebih disukai
Bagaimana ilustrasinya?
Berita Rilis

Poltekkes Yk Stunting harus


menggelar seminar dientaskan, jika
nasional bertajuk Indonesia
Stunting dan Suksees MEA,
Sumberdaya demikian
manusia dengan disampaikan
menghadirkan Menkes saat
Menkes mengisi seminar
Poltekkes Yk
Bagaimana ilustrasinya?
Berita Rilis
Poltekkes Yk merupakan
Poltekkes Yk
perguruan tinggi
menerima Kesehatan Rujukan di
kunjungan mhs tingkat nasional yang
Poltekkes Lampung. sejak awal
Rombongan kehadirannya
diterima di menekankan
pentingnya capaian
Auditorium GBH akademik dan
oleh Ketua Tim keluhuran moral
Promosi. mahasiswanya.
demikian antara lain
disampaikan Ketua Tim
Promosi Poltekkes Yk,
saat menerima
kunjungan mhs
Poltekkes Lampung
Kapan rilis dibuat dan
dikirim?
Saat ada kegiatan besar dan
menghadirkan tokoh besar
Agar institusi tidak kalah pamor dari
agenda dan tokoh yang hadir
Saat ada kegiatan dengan topik
spesifik yang tidak mudah dipahami
Agar tidak ada distorsi berita karena
human error wartawan
Rilis dalam kondisi normal sebaiknya
dikirim sebelum pukul 11.00 WIB
setiap hari kerja
Lebih dari itu, kemungkinan berita akan
dipublikasikan dua hari kemudian
Bagaimana jika rilis tidak
dimuat?
Teruslah berusaha, jangan
menyerah!
Latihlah menulis dalam citizen
journalist! (wideshot Metro TV,
Republika, Situs berita online, blog
pribadi, dll.)
Mulai dari media lokal (Kedaulatan
Rakyat, Bernas Jogja, Radar Jogja,
dll) hingga media nasional (Kompas,
Republika, Suara Merdeka, dll.)
Struktur press release
Format Press Release..
Naskah siaran pers
sebaiknya: