Anda di halaman 1dari 34

Assalamualaik

um,wr.wb
PERKERASAN
LENTUR
Fitri Wulandari
Jepri Krispriambodo
Jarot Prihambodo
PENGERTIAN

Perkerasan jalan adalah campuran antara


agregat dan bahan pengikat yang digunakan
intuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang
dipakai adalah batu pecah atau batu belah atau
batu kali ataupun bahan lainnya. Bahan ikat yang
dipakai adalah aspal, semen ataupun tanah liat.
SEJARAH
Sejarah jalan pada hakekatnya dimulai bersama dengan sejarah
manusia. Pada saat pertama manusia mendiami bumi kita ini, usaha
mereka pertama-tama ialah mencari cara untuk memenuhi
kebutuhan hidup mereka terutama makan dan minum. Dalam
mencari cara tersebut, mereka dan juga binatang-binatang mencari
tempat-tempat paling sedikit rintangannya. Karena pada waktu itu
mereka masih merupakan penggembara-penggembara, maka yang
dapat kita lihat sekarang hanyalah jejaknya saja. Karena manusia
dan binatang mempunyai kepentingan yang sama, yaitu minum,
maka jejak-jejak yang menuju ke danau-danau atau sungai-sungai
lebih banyak ditemukan.
KO N T R U K S I P E R K E R A S A N
LENTUR
Yang dimaksud perkerasan lentur {flexible pavement)
adalah perkerasan yang umumnya menggunakan bahan
campuran beraspal sebagai lapis permukaan serta bahan
berbutir sebagai lapisan di bawahnya. Sehingga lapisan
perkerasan tersebut mempunyai flexibilitas/kelenturan
yang dapat menciptakan kenyaman kendaraan dalam
melintas diatasnya.
LAP I S AN P E R K E R AS AN
LE NT U R
P E KE R J A AN P E R SI A PA N
1. Pembuatan Job Mix Design

2. Kantor Lapangan dan Fasilitasnya

3. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap


Arus Lalu Lintas

4. Rekayasa Lapangan

5. Material dan Penyimpanan

6. Jadwal Konstruksi

7. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan


PERALATAN YANG DIGUNAKAN
P E K E R J A A N TA N A H G A L I A N
BIASA
Asumsi :
- Menggunakan tenaga manusia
- kapasitas kerja berkelompok
- kedalaman sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan
Urutan kerja/Metode kerja :
Tanah yang digali dikumpulkan umumnya berada disisi jalan (kiri/Kanan
jalan)
Penggalian menggunakan tenaga manusia
Selanjutnya material hasil galian di masukkan kedalam Dump Truck
Dump Truck membuang material hasil galian keluar lokasi jalan sejauh
1,1 (satu koma satu) Km.
Asumsi :
- Menggunakan alat berat(cara mekanik)
- Lokasi pekerjaan Sepanjang jalan
Urutan kerja/Metode Kerja :
Tanah yang dipotong umumnya berada disisi jalan
(kiri/kanan jalan)
Penggalian menggunakan alat berat( Excavator)
Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil galian
kedalam Dump Truck
Dump Truck membuang material hasil galian keluar lokasi
proyek.
TIMBUNAN
Pekerjaan Urugan pilihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pengangkutan Material
Pengangkutan Material Urugan pilihan kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck dan
loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume
material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material disatu tempat dan
kekurangan material ditempat lain
2. Penghampara Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader dalam tahap penghamparan
ini harus diperhatikan hal-hal berikut :
a. Kondisi cuaca yang memungkinkan
b. Panjang hamparan pada saat setiap section yang didapatkan sesuai dengan kondisi lapangan.
Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan
spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan petunjuk dan
persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
c. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang ditetapkan.
IL L
D F
A N
U T
C
P E M A D ATA N
Dasar perhitungan analisis adalah :
- Asumsi :
1. Pekerjaan dilakukan secara mekanis
2. lokasi pekerjaan sepanjang jalan yang dikerjakan
Urutan Kerja/Metode kerja :
Material urungan biasanya dimuat ke Dump Truck dengan menggunakan whell
Loader
Pengankutan material urungan biasanya dilakukan dengan Dump Truck dari quarry
/borrow pit dengan jarak quarry kelapangan pekerjaan 6 km.
Material urungan biasa dihampar dengan menggunakan Motor Grader
Hamparan material disisram air dengan Water Tank truck (sebelum pelaksanaan
pemadatan) dan dipadatkan dengan menggunakan Vibro Roller.
Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
P E N H A M PA R A N A G R E G AT
Dasar Perhitungan Untuk Analisa harga satuan
- Asumsi :
pelaksanaan ini menggunakan alat berat (secara mekanik)
lokasi pekerjaan sepanjang jalan
Material agregat dicampur di Base Camp kontraktor atau pada lokasi quary
- Prosedur pelaksanan :
Pencampuran agregat dicampurkan di base Camp atau quary dengan menggunakan alat
Wheel loader
Pengangkutan material agregat dengan menggunakan alat Dump Truck
Penghamparan material agregat dengan menggunakan alat Motor Greader
Hamparan agregat dibasahi dengan Water Tank Truck sebelum dipadatkan dengan Tandem
Roller
Selama pemadatan, sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
t u k
t U n
A la a t a n
m a d
P e
SUB BASE COURSE
Cara pengamparan :
Setelah selesai pemasangan patok- patok untuk menentukan ketinggian/
ketebalannya maka kita dapat mendatangkan material seb-base ini kelapangan.
Patok- patok itu dipasang harus cukup kuat, dan kita lindungi sekelilingnya
dengan material sub-base tersebut 30 cm.
Cara pemadatan:
Prinsip pemadatan harus dimulai dari pinggir/ dari rendah ke tengah /tinggi.
Setelah kita ratakan permukaan dengan motor grader. Pemadatan pertama kita
laksanakan dengan road roller (MacAdam Roller atau Tandem Roller).
Selanjutnya dengan Tire Roller dimana sambil ikut memadatkan pada waktu/
keadaan memerlukan sambil menyiram.
Untuk menyelesaikan pemadatan kita pakai sebaiknya Mac Adam Roller. Sudah
cukup padat, melihat dengan pandangan mata pertama kali (pengalaman).
Sebelumnya meneruskan pekerjaan selanjutnya mencetak elevasi (oleh
surveyor) dan kepadatan. Density Test oleh Soil Material Enginer/ Laboratorium.
Apabila sudah memenuhi syarat untuk hal kedua ini (elevasi dan kepadatannya)
secara tertulis baru dapat dilaksanakan pekerjaan berikutnya/ base course.
BASE COURSE
1. Seperti yang diuraikan pada pekerjaan sub-base course pekerjaan base course prinsipnya sama saja.
Yaitu:
2. Permukaan sub- base course harus sudah rata dan padat.
3. Dipasang patok- patok untuk pedoman ketinggiannya (dalam arah melintang 5 titik dan arah memanjang
dengan jarak maksimal setiap 25 m) sesuai dengan station X-section.
4. Dengan mengetahui volume dari truck, maka didapatkan setiap jarak tertentu volumenya yang
diperlukan.
5. Toleransi ketinggian diambil 1 cm, dimana menurut pengalaman waktu pengamparannya dilebihkan
dari tinggi yang diperlukan Ump. : tebal 15 cm padat, sebelum dipadatkan kita ampar tebalnya 16.5-
17.50. Ini jangan lupa bahwa lebih kering akan banyak susut/ turunnya daripada materialnya basah.
Menurut pengalaman dengan cara itu kita telah mendapatkan ketinggian dalam ketentuan (toleransi)
dan mengurangi segregation.
6. Sesudah tersedia dilapangan kerja dengan volume yang diperlukan barulah kita apreading/ampar dan
grading/ratakan, sesudah rata kelihatannya baru kita padatkan (pertama dengan Mac Adam Roller atau
Tandem Roller, dimana biasanya dapat dilihat mana yang rendah dan tinggi perlu kita tambah/kurangi.
Setelah kira-kira rata lagi baru selanjutnya kita padatkan pakai Tire Roller sambil disiram.
7. Untuk finishing, lebih baik dipadatkan pakai Mac Adam Roller lagi.
8. Setelah rata dan padat tentu dengan pengecekan oleh surveyor (Check level/permukaan) dan
kepadatannya oleh Soil Material Enginer (Density test) dengan data tertulis, baru pekerjaan selanjutnya
dilanjutkan ke pekerjaan Prime-Coat.
R SE
C OU
A S E
B
PRIME COAT
Sebagai mana disebut diatas, apabila pekerjaan prime coat ini akan
dilaksanakan, base coursenya betul- betul sudah memenuhi syarat yang
dikehendaki, baik ketinggiannya dan kepadatannya.
Sesudah itu kita harus menjaga hal seperti berikut ini :
1. Permukaan harus bersih dari kotoran dan debu, serta kering. Alat untuk
membersihkan adalah kompresor, sapu lidi, dan karung goni, power brom,
atau power blower.
2. Pemakaian alat-alat ini melihat pada keadaan dari kotoran/ debu yang
melekat pada permukaan base-course tersebut. Mungkin pada sapu lidi dan
karung goni saja sudah cukup, dan adakalanya harus dipakai kompresor
dahulu baru dengan sapu dan karung goni, prinsip harus bersih dari debu
dan kotoran dan material yang terlepas harus dibuang.
3. Setelah ini selesai baru kita mempersiapkan untuk prime-coating yang
dipersiapkan ialah alat- alatnya (distributor kecil), dan alat penarik (Tire
Roller) atau distributor (besar), juga disebut distributor- car distributor. Tentu
semua alat ini telah diperiksa baik dan berjalan lancar.
PRIME COAT
4. Untuk memenuhi banyaknya yang dikehendaki tentu sebelumnya melalui
beberapa kali percobaan dengan dasar pedoman dari yang sudah diketahui
sebelumnya. Panas/temperature, kecapatan, menentukan volume yang keluar,
jarak nozel dengan permukaan base-course menentukan ratanya disamping juga
ikut menentukan volume tersebut.
5. Untuk pengontrolan mendapatkan volume yang dikehendaki itu, walaupun
sudah ada patokan/pedoman dasar selalu setiap pelaksanaan tenaga bahagian
laboratorium (Soil Material Engineer) harus hadir untuk mengecek dilapangan
(cara timbangan). Sesudah selesai dengan sempurna, dengan menunggu kering
lebih dahulu baru pekerjaan selanjutnya/ asphalt concrete dilaksanakan.
6. Umumnya sesudah 48 jam sudah cukup kering, dan asphalt concrete
dilaksanakan.
7. Cepat dan lambatnya kering itu dipengaruhi oleh cuaca/panas matahari dan
tebalnya lapisan dari prime coat tersebut.
AT
E CO
IM
PR
ASPHALT CONCRETE
Sebagaimana yang telah diuraikan tadi, Asphalt- concrete baru dapat
dilaksanakan apabila prime- coat telah memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Harus sudah kering.
b. Permukaan prime-coat itu bersih dari kotoran/ debu.
Tebal dari Asphalt Concrete Ini tergantung perencanaan.
1. Pengamparan tebalnya sebelum dipadatkan biasanya diampar 25% dari
tebal yang diperlukan.
2. Sebelum memulai pengamparan, finisher disetel/ diatur sedemikian rupa,
supaya dapat asphalt concrete yang kita perlukan.
3. Finisher itu dapat diatur untuk tebal dan kemiringan/slope yang kita
perlukan.
4. Asphalt concrete dapat dipakai/diampar setelah sampai dilapangan harus
utuh/ tidak basah (yang mungkin dalam perjalanan ditimpa air hujan) dan
panasnya memenuhi syarat (spesifikasi)Ump. , dengan adanya jarak
lapangan kerja A.M.P (Produksi Asphalt Concrete) tentu aka nada
penurunan/ perubahan panas
Cara pemadatan :
a. Apabila pertama dari lebar jalan belum ada asphalt concrete
pemadatannya dilakukan secara berturut- turut sebagai berikut:
1) Pada sambungan melintang/ Transverse joints.
2) Dari pinggir tepi sebelah luar (out side edge)
3) Dari bagian terendah kebagian tinggi sewaktu pemadatan pertama.
4) Pemadatan kedua urutannya sama dengan pemadatan pertama.
5) Pemadatan terakhir pun sama dengan pertama dan kedua urutannya.
b. Apabila dibagian lain ( jalan) sudah ada asphalt concretenya
pemadatan dilaksanakan sebagai berikut:
1) Pada sambungan melintang (transverse joints)
2) Pada sambungan memanjang (4 center line)
3) Dari pinggir tepi sebelah luar (out side edge)
4) Dari bagian terendah kebahagiaan yang tinggi sewaktu pemadatan pertama.
5) Pemandangan ke dua sama urutannya dengan pemadatan pertama.
6) Pemadatan terakhir pun sama dengan pemadatan pertama dan kedua
urutannya.
E TE
N C R
C O
A LT
P H
AS
P E K E R J A A N S U R FA C E C O U R S E
( L A P I S A N P E R M U KA A N )
Pekerjaan selanjutnya setelah dicor tack coat
adalah penghamparan lapisan permukaan
menggunakan Asphalt hotmix penghamparannya
sama menggunakan mesin finisher lalu
dipadatkan mengunakan Tandem Roller.
PEKERJAAN FINISHING
Untuk pekerjaan Finishing dilakukan pemadatan dan Perataan jalan
dengan alat Peuneumatic Roller.
PEKERJAAN MARKA JALAN
Setelah pekerjaan marka, jalan raya sudah jadi bagus dan berkualitas
S EKIA N DA N T ERIM A KAS IH

WASSALAMUALAIKUM,
WR.WB

Anda mungkin juga menyukai