Anda di halaman 1dari 24

VITILIGO

PEMBIMBING
DR. ENDANG SOEKMAWATI, SP.KK
AGNES BORNEO
112015052
VITILIGO
Suatu penyakit akibat proses depigmentasi
pada kulit, disebabkan oleh factor genetic dan
non genetic yang berinteraksi dengan
kehilangan atau ketahanan fungsi melanosit
yang pada kenyatannya merupakan peristiwa
autoimun
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi vitiligo diperkirakan kurang dari 1%, walaupun
data ini dapat berubah-ubah menurut populasi yang
dinilai.

Kajian di belanda 25% muncul sebelum umur 10 tahun,


50% sebelum umur 20 tahun, dan 95% sebelum umur 40
tahun. Vitiligo dengan riwayat keluarga berkisar 6,25%-
38% kasus, namun pola genetiknya masih merupakan
silang pendapat
PATOGENESIS
GAMBARAN KLINIS
Manifestasi klinis
Makula berwarna putih dengan diameter beberapa
militer sampai beberapa sentimeter, bulat atau
lonjong dengan batas tegas, tanpa perubahan
epidermis yang lain. Kadang-kadang terlihat
macula hipomelanotik selain macula apigmentasi.
GENERALISATA
Jenis yang sering dijumpai, distribusi lesi
simetris dan ukuran bertambah luas
seiring waktu.
Muncul : lutut, siku, punggung tangan,
dan jari-jari
LOKAL
Terbatas pada satu sisi segmen dan jenis ini jarang ditemui
Kebanyakan pasien memiliki gambaran segmental berupa
lesi tunggal yang khas namun ada juga yang menempati 2
atau lebih segmen 1 sisi., berlawanan atau mengikuti
distribusi dermatomal (garis blashcko)
Muncul: wajah, aksila, umbilikus, putting susu, sakrum,
inguinal
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan wood lamp
Hasil dari lampu Wood pada berbagai penyakit tersebut adalah
Warna putih cerah atau putih biru untuk vitiligo
Warna Kuning Emas untuk Tinea versicolor
Hijau pucat untuk Trichopyton schoenleini
Hijau Kuning cerah untuk Microsporum audouni atau M.canis
Aquareen to blue untuk Pseudomonas aeruginosa
Biru putih untuk Leprae
Putih pucat untuk hipopigmentasi
Ungu coklat untuk hiperpigmentasi.

2. Pemeriksaan histopatologi pewarnaan HE


3. Pemeriksaan biokimia Pemeriksaan histokimia pada kulit
yang diinkubasi dengan DOPA menujukkan tidak adanya
tirosinase. Kadar tirosin plasma dan kulit normal
DIAGNOSIS BANDING
1.Ptriasis alba
2.Ptriasis versikolor
3.Leukoderma
4.Nevus depigmentosa
5.Nevus anemikus
6.Morbus hansen tipe PB
7.Hypomelanosis of Ito
8.Tuberous sklerosis
9.Piebaldisme
10.Mikosis funguides
11.Sindrom vogt-koyanagi-harada
12.Sindrom waardenburg
1. Pitiriasis alba (berukuran kecil, tepi yang tidak berbatas tegas,
dan warna yang tidak terlalu putih).
2. Pitiriasis versikolor (sisik halus dengan warna fluoresensi kuning
kehijauan dibawah lampu Wood, KOH positif)
3. Leukoderma oleh bahan kimia (riwayat paparan fenoli
germisida). Penyakit ini merupakan diagnosis banding yang sulit
karena melanosit yang tidak ada, sama seperti pada vitiligo.
4. Leukoderma terkait dengan melanoma.
5. Leukoderma post-inflamasi (makula tidak terlalu putih biasanya
riwayat psoriasis atau eksim pada daerah makula yang sama)
6. Nevus depigmentosa (stabil, kongenital, makula tidak terlalu
putih, unilateral).
7. Nevus anemikus (tidak ada perubahan dengan lampu Wood,
tidak ada eritema setelah digosok).
8. Morbus hansen tipe PB (daerah endemis, warna tidak terlalu
putih, biasanya terdapat macula anestesi yang tidak berbatas
tegas)
9. Hypomelanosis of Ito (bilateral, garis Blaschko, pola kue
marmer; 60-75% mempunyai keterlibatan-sistemik sistem saraf
pusat (SSP), mata, sistem muskuloskeletal).
10. Tuberous sklerosis (stabil, kongenital dengan makula poligonal
tidak terlalu putih, bentuk pohon berdaun, sesekali makula
segmenta, dan makula confetti).
11. Piebaldisme (kongenital, putih, stabil, garis berpigmen pada
punggung, pola khas dengan makula hiperpigmentasi besar
ditengah daerah hypomelanotik).
12. Mikosis fungoides (depigmentasi dan biopsi diperlukan).
13. Sindrom Vogt-Koyanagi-Harada (masalah penglihatan,
fotofobia, dysacusis bilateral).
14. Sindrom Waardenburg (penyebab paling umum dari ketulian
kongengital, makula putih dan rambut putih, iris heterokromia).
DIAGNOSIS BANDING
TATA LAKSANA
ALGORITMA PENATALAKSANAAN VITILIGO
PROGNOSIS
Sukar untuk diramalkan, dimana perkembangan dari lesi
depigmentasi dapat menetap, meluas ataupun
terjadinya repigmentasi
Biasanya perkembangan penyakit dari semua tipe
vitiligo bertahap, dan bercak depigmentasi akan
menetap seumur hidup kecuali diberi pengobatan.
Sering diawali dengan perkembangan yang cepat dari
lesi depigmentasi dalam beberapa bulan kemudian
progresifitas lesi depigmentasi akan berhenti dalam
beberapa bulan dan menetap dalam beberapa tahun
KESIMPULAN
Vitiligo adalah penyakit akibat proses depigmentasi
pada kulit, disebabkan factor genetic dan non
genetic yang berinteraksi dengan kehilangan atau
ketahanan fungsi melanosit dan pada
kenyataannya merupakan peristiwa autoimun.
Gambaran ruam vitiligo dapat berupa macula
hipopigmentasi yang local sampai universal.
Pengobatan vitiligo sering dihubungkan dengan
keterbatasan penatalaksanaan. Pilihan terapi yang
ada berupa kombinasi psoralen dan UVA,
narrowband UVB, kortikosteroid, terapi toipkal lain,
terapi depigmentasi, terapi laser dan pengobatan
bedah

Anda mungkin juga menyukai