Anda di halaman 1dari 18

Kelompok 5

BS-3
Kasus 4
Klarifikasi istilah
Denyut nadi : Gelombang darah yang
dapat dirasakan karena dipompa kedalam
arteri oleh kontraksi ventrikel kiri jantung.

Arteri : pembuluh darah yang membawa darah


keluar dari jantung menuju organ.
Klarifikasi istilah
Sistem lymphatic : jalur yang dapat
mengangkut protein dan zat-zat berpartikel
besar keluar dari jaringan yang tidak dapat
dipindahkan dengan proses absorsi langsung
ke dalam kapiler darah.

Pembuluh darah tungkai : bagian


dari sistem sirkulasi yang mengangkut
darah ke seluruh tubuh dan
mengembalikan darah ke jantung yang
berada di tungkai bawah.
Identifikasi Masalah
Laki-laki berusia 68th, perokok sejak muda
dengan 1 bungkus rokok sehari.
Kedua betis merasa sakit sejak 2 minggu
yang lalu.
Dokter memperkirakan adanya penyumbatan
pada pembuluh darah /getah bening.
Kedua betis terasa lebih dingin daripada
bagian tubuh lainnya.
Denyut nadi arteri dorsalis pedis terasa
lemah.
brainstorming
Kepuskesmas dan
dilakukan
Laki-laki 68 pemeriksaan
tahun, Kedua betisnya
perokok terasa sakit

Betisnya terasa Denyut A.dorsalis


dingin pedis terasa lemah
Pembuluh darah

Penyumbatan
pembuluh
darah/getah bening
Arteri Vena
tungkai

Histologi Pembuluh
limfe
Struktur di
ekstremitas
Percabangan
inferior Histologi
Mekanisme di ekstremitas
Palpasi balik ke inferior
jantung
Learning objektif
Menjelaskan percabangan arteri di ektremitas inferior
Menjelaskan percabangan vena kulit dari ektremitas
inferior
Menjelaskan percabangan pembuluh getah bening
dari ekstremitas inferior
Menjelaskan mekanisme bagaimana darah dalam
vena dapat kembali ke jantung
Menjelaskan histologi sistem sirkulasi dan pembuluh
getah bening
Percabangan Arteri Ekstremitas Inferior
A. Femoralis menembus adductor magnus
melewati canalis adductor kemudian di
belakang hiatus canalis adductoria
a.femoralis menjadi a.poplitea
a.Poplitea bercabang lagi menjadi
a.tibialis anterior yang terletak dibagian
anterior otot betis yang mendarahi
m.extensor halucis longus, m.extensor
halucis brevis, m.extensor tibialis anterior
a.Poplitea bercabang juga menjadi
a.Tibialis posterior -> masuk ke dalam
telapak kaki melalui sebelah belakang
maleolus kemudian bercabang menjadi
a.Plantaris medialis dan lateralis
ANATOMI VENA EKSTREMITAS INFERIOR
Percabangan pembuluh getah bening
a. Nodi lympatici inguinales superficiales
Menerima aliran limfe dari regio
glutealis, didinding abdomen bawah,
perineum dan superficialis eksremitas
inferior
Mengalirkan limfe menuju node
limfatikus illiaca externi
b. Nodi lympatici poplitea
. Di posterior genu dekat dengan vasa
poplitea
. Menerima aliran lymphe dari vasa
lymphaticum superficiale regio cruralis
dan pedis
. Mengalirkan menuju nodi lymphatici
inguinales superficiales dan profundi
Percabangan pembuluh getah bening

c. Node lymphaticus inguinales


profundus
Menerima aliran darah dari vasa
femoralis dan glandula penis dari
perineus berjalan ke sisi medial v.
femoralis lewat linguale inguinale
menuju nadi limfatik illiaca externi
d. Awal = - Truncus limfaticus
sinistra dextra
- Truncus
inguinale , bermuara di
cisterna cilli
Alir balik vena
Fator2 yang mempengaruhi ialah :
1. Katub2 vena
2. Efek menghisap jantung
3. Tekanan akibat dari kontraksi jantung
4. Aktifitas vasokonstriksi simpatis
5. Pompa otot seran lintang
6. Pompa respirasi
7. Volume darah
Histologi sistem sirkulasi
Vena. Vena biasanya berjalan di dekat arteri dan
diklasifiksikan menjadi kecil, medium atau besar
bedasarkan ukuran dan perkembangan tunica.
(a) mikrograf vena kecil (V) memperlihatkan
lumen yang relatif besar dibandingkan dengan
arteri muskular kecil (A) dengan tunica media
(M) yang tebal dan adventisia (Ad). Dinding vena
kecil sangat tipis , yang mengandung hanya satu
atau dua lapisan otot polos.
(b) mikrograf pertemuan antara dua vena
kecil yang memperlihatkan katup (panah). Katup
merupakan lipatan tipis tunica intima yang
menonjol kedalam lumen yang bekerja untuk
mencegah aliran balik darah.
(c) Mikrograf vena medium (MV) yang
memperlihatkan dinding yang lebih tebal , tetapi
masih kurang penting ketimbang dinding arteri
muskular penyerta (MA). Tunica media dan
adventitia berkembang lebih baik, tetapi
dindingnya sering terlipat di sekeliling lumen
yang relatif besar.
(d) mikrograf vena medium yang mengandung
darah dan memperlihatkan lipatan katup
(panah).
Dinding vena besar dengan
katup. Vena besar memiliki
suatu tinica media (TM)
Muskular yang sangat tipis,
dibandingkan dengan tunica
adventisia (TA) yang terdiri
atas jaringan ikat ireguler
padat. Dindingnya sering
terlipat seperti yang terlihat
pada gambar ini. Tunica
intima pada gambar ini
berprojeksi ke dalam lumen
sebagai katup (V), yang
terdiri atas jaringan ikat
subendotelial dengan endotel
di kedua sisi.
REFERENSI

Sherwood L. Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem.


Jakarta: EGC; 2014
Anthony L. Junqueras Basic Histology ed.13.
Singapore: MC Graw Hill Education; 2013
Drake R, Wayne V, Adam W. Gray Dasar-Dasar
Anatomi. Singapore: Elsevier-2014