Anda di halaman 1dari 72

Asslamualaikum

PRESENTASI KASUS
STROKE

KELOMPOK 2 IPE
Anamnesis KU
Keluhan utama : nyeri kepala
Riwayat penyakit sekarang:
pasien datang dengan keluhan nyeri kepala, nyeri
diarea belakang kepala dan dirasakan cekot-cekot
akhir2 ini. Pasien didiagnosis gejala stroke beberapa
tahun yll. Pasien juga mengidap hipertensi yang
cukup lama. Tekanan darah pasien paling tinggi
mencapai 220/100 mmHg. Selama ini pasien jarang
kontrol ke dokter. Pasien hanya mengkonsumsi
rebusan daaun kepel dan minum furosemid setiap
harinya. Riwayat jatuh, muntah, mual disangkal.
Pasien juga mengeluhkan sering sekali sariawan.
RPD
1. Riw atsma (-)
2. Riw jantung (-)
3. Riw DM (-)
4. Riw HT (+)
5. Riw Gejala Stroke (+)
6. Riw opname (+) 3 th yll dengan diagnosis
hyperplasia prostat.
RPK
1. Riw atsma (-)
2. Riw jantung (-)
3. Riw DM (-)
4. Riw Stroke (-)
5. Riw HT (-)
RPLsos
1. Pasien Perokok Sejak 20 tahun lebih sehari 2
batang
2. Pasien sering meminum daun kepel
3. Pasien jarang berolah raga kadang sekali
sebulan dan hanya menggerakan badan saat
duduk
4. Pasien senang memakan emping (+) jeroan
(-)
5. Pasien tidak meminum alkohol
Review System
R Sistem Neurologi: tidak ada keluhan
Sistem Kardiovaskular : tidak ada keluhan
Sistem Respirasi : tidak ada keluhan
Sistem Gastrointestinal : tidak ada keluhan
Sistem Urologis : tidak ada keluhan
Sistem Integumentum : tidak ada keluhan
Sistem Muskuloskeletal : kaki terasa nyeri saat
berjalan
Sistem Gigi : terdapat gigi nyeri + kadang sering
sariawan +
Pemeriksaan Fisik
MATA :
KEADAAN UMUM : Tampak lemas
CA -/-, SI -/- pupil isokor +/+, mata kabur +/+
KESADARAN : compos mentis
HIDUNGTEKANAN
: DARAH : 180/100 mmHg
NADI(-) discharge
epistaksis : 80 / menit
(-)
PERNAFASAN : 18 x /menit
SUHU : 36,5 C
Status Neurologis
Bicara
Afasia motorik : tidak ada
Afasia sensorik : tidak ada
Disatria : ada
Pemeriksaan Nervus
Cranialis
N. I (Olfaktorius)
Subjektif : normosmia +/+

N. II (Optikus)
Visus : tidak dilakukan
Funduskopi : tidak dilakukan
N. II, IV, VI (Occulomotorius, Trochelaris,
Abdusen)
Kedudukan bola mata : Ortoposisi +/+
Pergerakkan bola mata : tidak terdapat keterbatasan
gerak bola mata ke segala arah
Exophtlamus : -/-
Nystagmus : Tidak dilakukan maneuver Hallpike
Bentuk pupil: bulat isokor, 3mm/3mm
Refleks cahaya langsung : +/+
Refleks cahaya tidak langsung: +/+
Refleks akomodasi +/+
N. V (Trigeminus)
Membuka mulut : +/+
Mengunyah : +/+
Menggigit : +/+
Refleks Kornea : Tidak dilakukan
Sensibilitas muka : baik/baik

N. VII (Facialis)
Orbitofrontalis : Gerakan saat mengangkat alis dan mengerutkan
dahi simetris kanan-kiri
Orbikularis okuli : baik/baik simetris
Orbikularis oris : baik/baik simetris
Pengecapan lidah : tidak dilakukan
N. VIII (Vestibulokoklearis)
Detik arloji : tidak dilakukan
Suara berbisik : +/+
Tes Schwabach : tidak dilakukan
Tes Rinne : tidak dilakukan
Tes Webber : tidak dilakukan
N. IX (Glossofaringeus) dan N. X (Vagus)
Arkus faring : arcus faring simetris
Berbicara : disatria
Menelan : baik
Refleks muntah : tidak dilakukan
Sensorik 1/3 belakang lidah : tidak dilakukan

N. IX (Accesorius)
Mengangkat bahu : +/+
Memalingkan kepala : +/+

N. XII (Hipoglossus)
Tremor lidah : -
Artikulasi : jelas
Menjulurkan lidah : simetris
Anggota gerak
Ekstremitas superior
Motorik : 555/555
Sensoris : baik/baik
Trof : eutrof/eutrof
Tonus : +/+
Refleks fisiologis
Biceps : +/+
Triceps : +/+
Refleks patologis
Hoffman Tromner : -/-
Ekstremitas Inferior
Motorik : 555/555
Sensorik : baik/baik
Trof : eutrof/eutrof
Tonus : +/+
Refleks fisiologis
Patella : +/+
Achilles : +/+
Refleks Patologis
Babinsky : -/-
Chaddock : -/-
Gordon : -/-
Schaeffer : -/-
Klonus patella: -/-
Klonus achilles : -/-
Gerak abnormal
Tremor : tdak ditemukan
Athetose : tidak ditemukan
Mioklonik : tidak ditemukan
Chorea: tidak ditemukan

Fungsi luhur
Astereognosia : baik
Apraxia : baik
Afasia : baik

Fungsi otonom
Miksi : baik
Defekasi : baik
Sekresi keringat : baik
DIAGNOSA KERJA
Diagnosa Klinis : RIND
Hipertensi grade II
Obesitas Grade II
TATALAKSANA
- Furosemid 20mg 1x1
Amlodipin 10mg 1x1
Paracetamol 500mg 3x1 prn
numero
Pemeriksaan Penunjang
1. profl lipid
2.Ureum kreatinin
Dental
CC: px mengeluhkan giginya banyak yang
berlubang dan sering sariawan
PI : keluhan dirasakan sejak dua tahun yang
lalu, gigi tidak pernah ditambal sehingga lama
kelamaan gigi rapuh dan menyisakan akar.
Keluhan sariawan sering muncul saat pasien
merasakan kelelahan.
PDH : Pasien mempunyai riwayat cabut gigi di
puskesmas 10 tahun yang lalu
Pemeriksaan intra Oral Hard Tissue
17 Karies media
16 Radixes
15 Karies Media
14 Radixes
13 Missing
21 Karies media
24 Missing
25 Karies media
26 Karies media
27 Karies media
36 Missing teeth
35 Missing teeth
45 radixes
47 Missing teeth
OHI : 8,6 (buruk)
Soft Tissue
1. Fissure pada median lidah dengan panjang 2,5 cm
kedalaman 0,5 mm. Pain
Dx : Fissure Tongue
2. Pewarnaan kehitaman pada gingiva regio anterior
maxilla dan mandibula
Dx : Hiperpigmentasi gingiva
3. Gingiva kemerahan dengan papila interdental
membulat tekstur unstipling konsistensi lunak pain -,
Dx Gingivitis
4. Sekresi saliva rendah dengan viskositas tinggi
Dx xerostomia
Treatment Planning
1. Dental Health Edukasi
2. Scalling dan root planning.
3. Restorasi 17, 21, 25,26 dan 27
4. Ekstraksi gigi 16, 14, dan 45
5. Prothesa
Anamnesis PSIK
Pengkajian indeks barthel(fungsi
kemandirian): skor 20=mandiri
-pngkajian MMSE: skor 29= tidak ada kelainan
dalam fungsi kognitif.
-spiritual: bragama Islam dan ibadah sholat 5
waktu
-peran Dan hubungan: dengan istri Dan
keluarganya harmonis, mendapat
dukungan baik Dari keluarga untuk
kesembuhan sakitnya
Diagnosis PSIK

1.Defsit perawatan diri:oral hyigiene b/d nyeri


d/d terdapat karies Dan karang Gigi pada
klien, nyeri pada Gigi Dan sering sariawan
2. Kesiapan meningkatkan manajemen
kesehatan diri d/d klien masih dapat
melakukan ADL mandiri, rutin kontrol
penyakitnya ke RS.
3. Kesiapan meningkatkan hubungan d/d istri
Dan keluarganya harmonis,mendapat
dukungan baik Dari keluarga untuk
kesembuhan sakitnya
Anatomi Sistem Serebrovaskular
Vaskularisasi
otak

Arteri Arteri
karotis vertebrobasile
interna r

Sirkulasi Sirkulasi
anterior posterior

Arteri Arteri Arteri


serebri serebri serebri
anterior media posterior
STROKE
WHO tanda klinis dari gangguan fungsi serebral
yang berkembang dengan cepat, berlangsung lebih
dari 24 jam, dapat menyebabkan kematian dan hanya
disebabkan oleh gangguan pembuluh darah.
Jika defsit neurologis berlangsung kurang dari 24 jam,
maka hal ini dikenal sebagai transient ischemic attack
(TIA)
Trombus
Stroke
ischemic Emboli
Klasifikasi
ICH
Stroke
Hemoragik SAH
Klasifkasi lain stroke
Etiologi
Stroke ischemia trombus dan emboli yang
dapat disebabkan oleh:
Lesi atherosklerosis pada pembuluh darah ekstra
maupun intrakranial
Penyakit jantung katup
Thrombus intrakardiak
Aneurisma ventrikel
Stroke hemoragik
Trauma
Aneurysma
AVM
Faktor Resiko
Faktor yang dapat dimodifikasi

Hipertensi
Penyakit jantung
Diabetes
Hiperkolestrolemia
Kurang olahraga
Merokok
Alkohol

Faktor yang tidak dapat


dimodifikasi

Usia
Jenis kelamin
Ras
Keturunan
Manifestasi Klinis
Gejala fokal
Hemiparesis/hemiplegia
Hemianestesia
Hemianopia , diplopia
Disarti, afasia
Ataxia, vertigo, nistagmus

Pada stroke hemoragik, dapat disertai dengan:


Nyeri kepala hebat
Mual, muntah
Penurunan kesadaran
Kaku kuduk (SAH)
Patofsiologi:
Stroke Hemoragik
Pelepasan
Pelepasan agen
agen
vasokonstriktor:
vasokonstriktor:
Perdarahan
Perdarahan Serotonin
Serotonin
prostaglandin
prostaglandin

ICP
ICP

Influks
Influks Ca
Ca vasospasm
vasospasm
e
e
Penekanan
Penekanan
PD
PD seluruh
seluruh
Blood
Blood otak Iskemik
otak Iskemik
toxic
toxic fokal
fokal
effect
effect
Iskemik
Iskemik
global
global

Nekrosis
Nekrosis
neuron
neuron
PATOFISIOLOGI
Denaturasi
Denaturasi protein
protein
Influks
Influks ca
ca
Asidosis
Asidosis Edem
Edem sel glial
sel glial
Patofsiologi:
Radikal
Radikal bebas
bebas


Stroke Ischemic

Produksi
Produksi
as.
as. Laktat
Laktat
Pe
Pe permeabilitas
permeabilitas

Supply
Supply oksidasi
oksidasi membran
membran luar
luar
Cerebral
Cerebral O2
O2 &
& anaerob
anaerob mitokondria
mitokondria
Occlusion blood
blood glukosa
glukosa
flow
flow
Translokasi
Translokasi bax
bax dri
dri
Mitokondria
Mitokondria gagal
gagal Kegagalan
Kegagalan sitosol ke
sitosol ke
memproduksi
memproduksi ATP
ATP pompa
pompa Na-K-
Na-K- mitokondria
mitokondria

ATP
ATP ATPase
ATPase

Reseptor
Reseptor+ + Pengeluaran
Pengeluaran
+
Depolarisasi
Depolarisasi
glutamat
glutamat glutamat
glutamat membran
membran Pelepasan
Pelepasan
sitokrom
sitokrom c
c


Influks
Influks Na
Na
Influks
Influks Ca
Ca
Pembentukan
Pembentukan
apoptosome
apoptosome
Aktivasi
Influks
Influks Cl
Cl
Aktivasi nuklear
nuklear &
enzyme
enzyme & H2O
H2O

Apoptosis
Kerusakan
Edem
Edem sel
sel dan
dan sel
Kerusakan
membran
Cell osmolisis
osmolisis
membran dan
dan
struktur neuron
struktur neuron death
Penyebab stroke iskemik
Pembentukkan Trombus
Pembentukkan Emboli
Penyumbatan Arteri Serebri Media
Penyumbatan Arteri Serebri Anterior
Penyumbatan Arteri Serebri Posterior
Penyumbatan Arteri Basilaris
Gejala Klinis
Tingkat kesadaran yang berubah
Defsit neurologis fokal
Jika Cerebellum terlibat :
ekstremitas ataksia,
vertigo atau tinnitus,
mual dan muntah,
hemiparesis atau quadriparesis,
hemisensori,
gerakan mata yang mengakibatkan kelainan
diplopia atau nistagmus,
kelemahan orofaringeal atau disfagia,
wajah ipsilateral dan kontralateral tubuh. [2]
DIAGNOSIS DAN
EVALUASI
ANAMNESA
PEMERIKSAAN Klinis Neurologis
Skor Gadjah Mada
Djoenaedi Stroke Score

Total score
20 stroke
hemoragik
< 20 stroke non
hemoragik
Siriraj Stroke Score (SSS)
( 2,5 x kesadaran ) + ( 2 x muntah ) + ( 2 x
nyeri kepala ) + ( 0,1 x diastolik) ( 3 x
aterom) 12
Ket:
Kesadaran : 2 = soporous,1 = somnolen, 0 =
sadar
Muntah : 1 = Positif, 0= negatif
Ateroma : angina, DM, Claudicatio intermitten
(jika 1 dari 3 ada yang positif = 1, :jika
Nilai tidak
ada = 0 ) > 1 = hemoragik
< -1 = infark
-1 s/d 1 =
Meragukan (anjuran
CT-scan)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Gambaran CT-Scan Stroke Infark dan Stroke
Hemoragik
CT Scan Stroke Iskemik
CT Scan Stroke
Hemoragik
Karakteristik MRI pada stroke
hemoragik dan stroke infark
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Umum
TERAPI KHUSUS (Stroke Hemoragik)
TERAPI KHUSUS (Stroke Iskemik)
Terapi preventif
Rehabilitasi
Komplikasi
Prognosis
TERIMAKASIH
Wassalamualaikum
Daftar Pustaka
Brust, J. C. (2005). Cerebral Infarction. In L. P. Rowland, Merritt's Neurology (11 ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Cruz-Flores, S., Arnold, J. L., Becker, J. U., & Wira, C. R. (2013, Juli 1). Ischemic Stroke. (H. L. Lutsep, Editor)
Retrieved Juli 7, 2013, from Medscape Drugs, Disease & Proedures:
http://emedicine.medscape.com/article/1916852-overview

Greenstein, B., & Greenstein, A. (2000). Color Atlas of Neuroscience. Thieme Stuttgart.

Liebeskind, D. S. (2013, Maret 8). Hemorrhagic Stroke. (R. Kulkarni, Editor) Retrieved Juli 7, 2013, from
Medscape Drugs, Disease & Procedures: http://emedicine.medscape.com/article/1916662-overview

Misbach, J., Lamsudin, R., Aliah, A., Basyirudin, Suroto, Alfa, A. Y., et al. (2011). Guideline STROKE.
Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI).

Mohr, J. P., & Stapf, C. (2005). Cerebral and Cerebellar Hemorrhage. In L. P. Rowland, Merritt's Neurology (11 ed.).
Lippincott Williams & Wilkins.

Ropper, A. H., & Brown, R. H. (2005). Cerebrovascular Disease. In Adams and Victor's Principles of Neurology (8
ed.). The McGraw-Hill Companies.

Sacco, R. L. (2005). Pathogenesis, Classifcation, and Epidemiology of Cerebrovascular Disease. In L. P. Rowland,


Merritt's Neurology (11 ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Smith, W., English, J. D., & Johnstone, S. C. (2010). Cerebrovascular Disease. In S. L. Hauser, & S. A.
Josephson, Harrison's Neurology in Clinical Medicine (2 ed., pp. 246-276). The McGraw-Hill Companies.