Anda di halaman 1dari 54

TEKANAN UDARA (TEKANAN ATMOSFER)

Tekanan udara ialah tekanan yang diberikan oleh udara karena


beratnya kepada bidang horizontal yang luasnya 1 cm2.
Tekanan udara di suatu tempat merupakan gaya yang diberikan
oleh udara atmosfer pada setiap luasan tertentu atau berat udara
per satuan luas.
Besarnya berat udara dipengaruhi oleh kerapatan atau kepadatan
udara itu sendiri. Semakin tinggi suatu tempat, maka tekanan udara
semakin berkurang.
Tekanan udara pada suatu tempat tidak tetap, demikian pula
tekanan udara berbeda-beda dari tempat ke tempat baik dalam
jarak pendek maupun dalam areal yang luas.
Di atas permukaan laut, gaya yang diberikan oleh udara atmosfer
pada setiap 1 cm2 permukaan benda diperkirakan sebesar 1 kg.

05/17/17 1
Gaya tersebut adalah ekuivalen dengan tekanan yang diberikan
oleh kolom air raksa (Hg) setinggi 76 cm pada lintang 45oLU/LS
dan suhu 0oC, dan disebut tekanan normal bernilai 1 atmosfer
(atm) dengan besarnya adalah = 76 x 13,596 gram = 1033,3 gram
per cm2
1 atm = 76 cm Hg per cm2
= 1013, 25 g/cm2
= 1,013 kg/cm2 atau 1013,25 millibar (mb)
Pada umumnya pakar fisika menggunakan satuan atm (baca
atmosfer)
sedangkan para pakar cuaca menggunakan satuan mb (baca
milibar)

05/17/17 2
Konversi beberapa satuan ukuran tekanan udara.
1 Bar = 1000 milibar (mb) = 106dyne/cm2
1 mb = 1000 dyne/cm2
1 mb = 100 Pascal (Pa)
1 mb = 1 hPa (hectopascal)
760 mm Hg = 1,013 bar = 1013 milibar (mb)
750 mm Air raksa (mm Hg) = 1.000 mb (milibar)
1 mm Air raksa (mm Hg) = 4/3 mb (= 1,3333 mb)
1 mb = 3/4 mm Hg (= 0,75 mm Hg)
1 atmosfer (atm) = 1,013 x 105 Pa (Pascal)
1 mm raksa (mmHg) = 133,32 Pa (Pascal)
1 atm = 76 cmHg
1 atm = 1013,2 mb = 14,7 psi (pressure/pon square inc)

05/17/17 3
Densitas air raksa pada temperatur 0oC mempunyai nilai baku
13,5951 gram/cm3 dan percepatan gaya tarik bumi baku pada
permukaan laut di lintang tempat 45o adalah g45= 980,62 cm/detik2,
maka :
1 atmosfer = 76 cm Hg
= 76 x 13,5951 x 980, 62 dyne/cm2
= 1013203,649 dyne/cm2
1 atmosfer = 1013,2 milibar
Tekanan udara dapat dibedakan menjadi 3 macam :
tekanan udara tinggi (lebih dari 1013 mb),
tekanan udara rendah (kurang dari 1013 mb), dan
tekanan di permukaan laut (sama dengan 1013 mb).

05/17/17 4
Tekanan udara berkurang dengan bertambahnya ketinggian tempat
(elevasi). Hubungan antara tekanan udara dengan ketinggian
dapat ditentukan dengan persamaan Laplace berikut:
h = k(1 + t) log [o/h]
dimana :
h = ketinggian tempat
k = konstanta (18.400)
= koefisien pemuaian udara (0,00367)
t = suhu rata-rata antara permukaan laut sampai pada ketinggian h

o = tekanan udara pada permukaan laut


h = tekanan udara pada ketinggian h

05/17/17 5
Tekanan udara

05/17/17 6
a. Penyebaran dan variasi tekanan udara
1). Penyebaran tekanan udara ke arah vertikal
Udara dekat permukaan bumi lebih rapat dan lebih berat daripada
udara dilapisan udara atas. Oleh karena itu, tekanan udara selalu
turun dengan naiknya elevasi. Kerapatan udara sangat tergantung
pada temperatur uap air di udara dan gaya berat, sehingga
hubungan antara tekanan dan letak ketinggian adalah cukup
kompleks.
Sungguhpun tekanan udara selalu berkurang dengan elevasi,
tetapi pengurangan tersebut tidak selalu sama. Secara umum dapat
dikatakan bahwa tekanan udara turun 1/30 kali untuk setiap naik
300 m ( 1 mm Hg setiap naik 11 m) pada lapisan troposfer, angka
ini disebut gradien vertikal

05/17/17 7
2). Penyebaran tekanan udara ke arah horizontal
Udara selalu cenderung untuk menyamakan tekanan sehingga
menimbulkan aliran udara dari daerah tekanan tinggi ke daerah
tekanan rendah.
Laju perubahan tekanan udara antara 2 titik pada elevasi yang
sama disebut gradien tekanan dinyatakan dalam mb (milibar) per
100 km jarak horizontal.
Tempat-tempat di muka bumi yang bertekanan udara sama
dihubungkan dengan garis penghubung disebut isobar. Garis ini
menggambarkan penyebaran tekanan udara untuk suatu priode
tertentu. Pada peta tekanan udara permukaan, isobar biasa dibuat
untuk tiap perbedaan tekanan 4 milibar

05/17/17 8
Peta tekanan udara

05/17/17 9
05/17/17 10
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran tekanan udara
1). Lintang bumi
Pengaruh lintang bumi terhadap penyebaran tekanan udara yaitu
terdapatnya jalur tekanan (pressure belt) yang mengikuti garis-
garis lintang tertentu, yaitu :
a).Jalur tekanan rendah ekuator (equatorial low pressure) yang
terdapat di sekitar ekuator (antara lintang 20oU - 20oS). Hal ini
disebabkan karena suhunya tinggi sehingga udara di jaluran
tersebut mengembang. Jalur tekanan rendah ini disebut juga
doldrum (malungen) yang merupakan daerah tenang yang
mempunyai suhu dan kelembaban tinggi.
b).Jalur tekanan tinggi subtropik (subtropical high pressure belt)
terletak antara 20oLU/LS - 50o LU/LS. Timbulnya jalur tekanan
tinggi pada lintang ini adalah karena adanya gerakan udara bagian
atas troposfer:
05/17/17 11
- Dari ekuator ke arah kutub, akibat gaya coriolis pada lintang
tersebut menjadi arah barat timur.
- Dari lintang tinggi ke arah ekuator, akibat adanya pertemuan udara
yang bergerak di bagian atas troposfer tersebut terjadi gerakan
udara turun yang menyebabkan terbentuknya jalur tekanan tinggi
pada lintang ini.
c).Jalur tekanan rendah subpolar (sub polar low pressure) yang
terdapat sekitar lintang 50oLU/LS - 70oLU/LS. Terbentuknya tekanan
rendah pada lintang ini adalah resultan dari efek thermal dan efek
dinamis. Akibat rotasi bumi, makin kearah kutub tekanan udaranya
makin rendah. Ternyata dari kedua faktor tersebut efek thermal
lebih kuat dari efek dinamis sehingga tekanan udara pada lintang
60oU/S lebih rendah dari kutub.

05/17/17 12
d). Jalur tekanan tinggi kutub (polar high pressure) yang terdapat di
kutub utara dan kutub selatan (antara 70oU/S dan 90oU/S).
Letak jalur tekanan udara tersebut tidak permanen, tetapi
dipengaruhi oleh gerakan semu tahunan matahari. Sesuai dengan
adanya gerakan semu matahari sepanjang 47o/tahun, maka jalur
tekanan udara juga mengalami perpindahan ke utara - selatan
dengan perpindahan rata-rata hanya 10o/tahun.

05/17/17 13
Sirkulasi Udara Global di dalam Atmosfer

05/17/17 14
2). Penyebaran daratan dan lautan
Jalur tekanan udara yang beraturan akan benar-benar terdapat, jika
permukaan bumi seragam, misalnya terdiri dari lautan seluruhnya.
Karena permukaan bumi tidak seragam yaitu terdapatnya benua-
benua yang luas dan dipisahkan oleh lautan, maka jalur tekanan
udara tersebut mengalami penyelingan (interupsi) oleh
pembentukan tekanan tinggi di kontinen pada musim dingin dan
pembentukan tekanan rendah di benua pada musim panas.
Di belahan bumi selatan jalur tekanan udara lebih teratur dengan
isobar-isobar yang lurus. Hal ini disebabkan sebagian besar
permukaan bumi di belahan selatan berupa lautan.

05/17/17 15
Peta isobar yang menunjukkan tekanan permukaan laut untuk bulan
Januari dan Juli (keadaan ekstrem ) terlihat bahwa :
a. Atlantik Utara ada di bawah pengaruh tekanan tinggi pada musim
panas dan tekanan rendah pada musim dingin.
b. Belahan bumi selatan yang mempunyai permukaan bumi lebih
homogen (banyak lautan) tidak menunjukkan adanya perbedaan-
perbedaan musiman yang besar.
c. Isobar pada lintang 40o - 70o selatan hampir sejajar dan terbentang
sepanjang garis lintang.
d. Adanya pusat tekanan tinggi terus-menerus dan teraturnya isobar di
belahan bumi selatan disebabkan kecilnya pengaruh lautan dan
daratan.

05/17/17 16
Pusat-pusat tekanan di atas benua dan lautan
bulan Januari dan Juli

05/17/17 17
c. Variasi tekanan udara periodik
Atmosfer bukanlah suatu masa yang statis tetapi merupakan media
yang dinamis. Pada suatu tempat tertentu tekanan udara berubah
terus-menerus, kadang-kadang tinggi dan kadang-kadang rendah.
Menurut pengamatan terdapat perubahan-perubahan yang bersifat
harian, tekanan udara menunjukkan dua kali maksimum dan dua
kali minimum selama 24 jam. Maksimum pertama terjadi pada jam
10.00 dan yang kedua pada jam 22.00, sedangkan minimum
pertama terjadi pada jam 04.00 dan minimum kedua pada jam
16.00.

05/17/17 18
PENGUKURAN TEKANAN UDARA
Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara ialah
barometer. Terdapat empat macam barometer:
a. Barometer air raksa
b. Barometer Logam Aneroid
c. Barograf (Barograph)
d. Barometer digital

05/17/17 19
1. Barometer air raksa
Barometer air raksa terdiri atas sebuah bejana kaca yang ujung
atasnya tertutup hingga hampa udara dan tabung gelas berskala
yang memiliki ketelitian tinggi, disebut dengan skala Vernier (skala
Nonius). Terjadinya perubahan tekanan udara dapat dipantau
dengan naik turunnya air raksa di dalam tabung verneir.
Dalam keadaan tekanan udara normal tinggi kolom air raksa dalam
tabung berskala vernier dengan luas penampang 6,45 cm 2
menunjukkan angka 76 cm atau satu atmosfer (1 atm).
Bejana terisi air raksa, ukuran penampangnya 1 cm2 dengan
panjang 1 m. Ujung bawahnya terbuka dan berdiri dalam sebuah
bak yang berisikan air raksa pula.
Jika kemudian tekanan udara di luar pipa (bejana) turun, maka air
raksa di dalam pipa juga mendapat kesempatan untuk turun pula
sehingga tekanan air raksa di dalam pipa (bejana) tetap
mengimbangi tekanan udara di luar pipa (bejana).
05/17/17 20
Ujung bawah terbuka dimasukkan kedalam bejana yang juga
berisi air raksa. Ruangan di atas kolom air raksa dalam tabung
dapat dikatakan hampa, perbedaan tinggi antara permukaan atas
dan bawah dari zat cair itu adalah tekanan.
Barometer ini dipasang dalam ruangan yang mempunyai suhu
yang sama (homogen) dan harus terhindar dari sinar matahari
langsung, umumnya letak bejana barometer 1 meter di atas
permukaan lantai ruangan, dan ditempatkan/digantung pada
dinding tembok ruangan.
Setelah penutup ujung pipa (bejana) kaca dibuka, maka air raksa
di dalam pipa (bejana) tersebut akan turun.
Air raksa dalam pipa (bejana) itu akan turun sedemikian jauh,
sehingga tekanan air raksa di dalam pipa (bejana) akan
mengimbangi tekanan udara di luar pipa (bejana).

05/17/17 21
Alat barometer ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang ujung
atasnya tertutup dan sebagian berisi air raksa, tabung kaca
dipasang dalam sebuah tabung lain dari tembaga dengan
mempergunakan sejenis kayu berpori atau gabus.
Selanjutnya jika tekanan di luar pipa naik maka air raksa di dalam
tetap mengimbangi tekanan udara di luar pipa.
Jadi tekanan udara di dalam pipa senantiasa mengimbangi tekanan
udara di luar pipa, maka tinggi/panjang tegak lurus air raksa di
dalam pipa dapat dipakai sebagai ukuran untuk menyatakan tinggi
rendahnya tekanan udara.
Tipe barometer air raksa tersebut sudah tidak banyak
dipergunakan, karena banyaknya faktor koreksi yang harus
dimasukkan agar didapatkan hasil pembacaan yang teliti.

05/17/17 22
Jika tekanan udara bertambah, sebagian dari air raksa dalam
bejana akan masuk kedalam tabung, permukaan air raksa dalam
tabung naik dan di dalam bejana turun, maka perbedaan tinggi
kedua permukaan menjadi lebih besar.
Cara membaca barometer :
Baca suhu yang menempel pada Barometer
Naikkan air raksa dalam bejana, sehingga menyinggung jarum taji
Skala Nonius (Vernier) sehingga menyinggung permukaan air raksa
Baca skala Barometer dan skala Nonius
Gunakan koreksi yang telah disediakan

05/17/17 23
Barometer air raksa
6

05/17/17 24
Barometer air raksa

05/17/17 25
Barometer air raksa

05/17/17 26
Pembacaan barometer air raksa perlu dilakukan beberapa koreksi :
Koreksi kapilaritas
Koreksi indeks (koreksi kesalahan barometer yang bersangkutan)
Koreksi temperatur
Koreksi gravitasi atau koreksi lintang
Koreksi tinggi

a. Koreksi kapilaritas
Nilai koreksi kapilaritas adalah untuk pipa (tabung) barometer air
raksa yang berdiameter 8 mm biasanya konstan.

05/17/17 27
b. Koreksi indeks
Tiap-tiap barometer air raksa yang dikeluarkan pabrik mempunyai
kesalahan (error) tersendiri. Nilai koreksi indeks diperoleh dengan
membandingkan penunjukan nilai tekanan udara barometer yang
bersangkutan dengan barometer standard. Nilai perbedaan
penunjukan tekanan udara antara kedua barometer itu dicatat, dan
nilai ini disebut koreksi indek. Dalam koreksi index ini telah
termasuk pula koreksi kapilaritas.
Barometer standar menunjukkan angka 1000 mm Hg sedangkan
Barometer Air Raksa 1000,3 mm Hg maka besar koreksi indek =
1000,3 mm Hg 1000 mm Hg = 0,3 mm Hg.

05/17/17 28
c. Koreksi temperatur
Apabila tekanan udara tidak berubah (tetap), akan tetapi temperatur
naik, maka penunjukkan tekanan udara oleh barometer air raksa
berubah pula. Perubahan penunjukan tekanan udara ini disebabkan
oleh dua faktor, yaitu :
Kalau temperatur naik, maka air raksa akan memuai sehingga berat
jenisnya mengecil, dengan demikian untuk mengimbangi tekanan
udara yang tidak berubah itu, dibutuhkan lajur air raksa yang lebih
panjang. Perpanjangan ini adalah sebesar 0,138 mm untuk tiap
kenaikan suhu 1oC pada tekanan udara sekitar 760 mm air raksa.
Garis skala pada tembaga juga berubah menjadi panjang sebesar
0,014 mm untuk tiap kenaikan suhu 1oC. Hal ini memperkecil nilai
pembacaan tekanan udara pada barometer.
Untuk kenaikan suhu tiap satu derajat Celsius akan mengakibatkan
penunjukan tekanan udara bertambah sebesar 0,138 mm 0,014
mm = 0,124 mm Hg

05/17/17 29
Dalam meteorologi, semua pembacaan barometer air raksa harus
dikoreksi hingga temperatur 0oC.
Pada temperatur di atas 0oC nilai penunjukan tekanan udara
dikurangi dengan nilai koreksi temperatur (0,124 mm Hg = 0,165
mb)
Sedangkan pada temperatur di bawah 0 oC nilai penunjukan tekanan
udara harus ditambah dengan nilai koreksi temperatur (0,124 mm
Hg = 0,165 mb).
Ketentuan persamaan satuan tekanan udara:
750 mm Air raksa (mm Hg) = 1.000 mb (milibar)
1 mm Air raksa (mm Hg) = 4/3 mb (milibar) atau 1,333333333333 mb
1 mm Hg = 1,33333333333 mb
0,124 mm Hg = 0,165 mb
0,124 x 1,33333333333 = 0,165333333 = 0,165 mb
05/17/17 30
d. Koreksi Gravitasi atau koreksi lintang
Pembacaan barometer air raksa harus dikoreksi terhadap lintang
45o, sebab hanya nilai gravitasi untuk lintang 45o LU/LS, yang
berlaku ketentuan
750 mm Air raksa (mm Hg) = 1.000 mb (milibar)
1 mm air raksa (Hg) = 4/3 mb (milibar)
Pada lintang > 45o hasil pembacaan tekanan udara pada
barometer air raksa harus ditambah dengan nilai koreksi lintang,
sedangkan pada lintang < 45o, hasil pembacaan tekanan udara
harus dikurangi dengan nilai koreksi lintang (tabel di bawah ini)

05/17/17 31
Tabel Koreksi Gravitasi atau koreksi lintang
Lintang Koreksi Lintang
(dikurangi) mm Hg mb (millibar) + (ditambah)
450 0 0 450
400 0,3 0,4 500
350 0,7 0,9 550
300 1,0 1,3 600
250 1,3 1,7 650
200 1,5 2,0 700
150 1,7 2,3 750
100 1,9 2,5 800
50 1,9 2,6 850
00 2,0 2,7 900
05/17/17 32
e. Koreksi Elevasi atau koreksi tinggi
Pembacaan termometer air raksa harus dikoreksi terhadap
permukaan laut. Pada permukaan laut nilai berat jenis udara
0,00129 sedangkan berat jenis air raksa pada temperatur 0oC
adalah 13,60.
Untuk mengimbangi tekanan lapisan udara setebal (13,60:
0,00129)= 10542,63565 mm(10,54263565 m = 10,5 m) dibutuhkan
lajur air raksa sepanjang 1 mm.
Dengan demikian, nilai koreksi tinggi pada permukaan bumi adalah
sebesar 1mm Hg/10,5 m = 0,09 mm Hg (air raksa) untuk tiap satu
meter atau sama dengan x 0,09 mm = 0,0675 mm Hg = 0,12 mb
tiap satu meter ( 0,0675 x 1,33333333333 mb= 0,12 mb).
Secara umum dapat dikatakan bahwa tekanan udara turun 1/30 kali
untuk setiap naik 300 m ( 1 mm Hg setiap naik 11 m) pada
lapisan troposfer, angka ini disebut gradien vertikal
05/17/17 33
Sebuah kapal laut berada pada lintang 10oLS dan 118o BT,
pembacaan barometer air raksa 1012,8 mb, temperatur 25oC.
Koreksi index + 0,3 mb, tinggi tabung air raksa (barometer) 16 m di
atas permukaan laut. Hitunglah nilai tekanan udara pada kapal laut
tersebut?.
Jawaban
Hasil pembacaan barometer = 1012, 8 mb
Koreksi index = 0,3 mb +
1013,1 mb
Koreksi temperatur = 4,1 mb (25 x 0,165 mb)
1009,0 mb
Koreksi tinggi = 1,9 mb + (16 x 0,12 mb)
1010,9 mb
Koreksi lintang = 2,5 mb (Lihat Tabel)
Tekanan udara = 1008,4 mb
Tekanan udara di atas kapal laut adalah 1008,4 mb
05/17/17 34
2. Barometer Logam Aneroid
Barometer logam disebut barometer aneroid. Barometer ini banyak
digunakan di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk
memperkirakan cuaca dengan mengukur tekanan udaranya. Barometer
logam biasa juga disebut barometer kering.
Cara bekerjanya didasarkan atas kotak Vidi (Cell Aneroid) yang terbuat
dari pelat logam, kotak ini akan mengembung kalau tekanan udara
berkurang (turun) dan akan mengempis kalau tekanan udara bertambah
besar (naik).
Gerakan mengembung dan mengempis kotak Vidi (Cell Aneroid)
disalurkan kepada jarum penunjuk yang berputar di atas skala tekanan
udara.
Kalau tekanan udara turun, maka kotak vidi (Cell Aneroid) akan
mengembung sehingga jarum penunjuk tertolak ke bawah (lower).
Kalau tekanan udara naik, maka kotak vidi (Cell Aneroid) akan
mengempis sehingga jarum penunjuk tertolak ke atas (higher).
05/17/17 35
Barometer logam Aneroid

Kalau tekanan udara turun, maka kotak vidi (Cell Aneroid) akan mengembang
sehingga jarum penunjuk tertolak ke bawah (lower).
Kalau tekanan udara naik, maka kotak vidi (Cell Aneroid) akan mengempis
sehingga jarum penunjuk tertolak ke atas (higher).
05/17/17 36
Barometer logam biasanya dipakai sebagai barograf (alat yang
dapat menunjukkan angka tekanan udara secara otomatis). Di
dalam alat ini terdapat pegas atau per yang peka terhadap
perubahan tekanan udara.
Perubahan tekanan udara di atmosfer dapat dipantau oleh
perubahan ketegangan pegas, selanjutnya dihubungkan dengan
jarum yang bergerak bebas, yang menunjukkan angka tekanan
udara tertentu.
Barometer logam ini ternyata banyak digunakan dari pada
barometer air raksa, karena komposisi dan penggunaanya sangat
mudah.
Seringkali alat pengukur tekanan udara (barometer), terutama
barometer logam dikaitkan dengan alat pengukur ketinggian tempat
yang dikenal dengan sebutan Altimeter, sehingga menjadi satu
kesatuan.
05/17/17 37
Penggabungan dua macam alat ini memudahkan pengamatan
berapa milibar tekanan udara pada posisi ketinggian yang telah
ditunjukkan oleh alat tersebut.
Alat ini seringkali dipakai dalam perjalanan pendakian gunung
maupun di dalam pesawat terbang. Sebelum alat tersebut
digunakan terlebih dahulu mencocokkan ketinggian tempat (meter)
dari permukaan laut pada titik Triagulasi (titik yang menunjukkan
ketinggian tempat suatu tempat tertentu), misalnya di stasiun
meteorologi atau klimatologi maupun di stasiun kereta api. Dengan
demikian akan dapat didapatkan hasil pengukuran lebih akurat
dan teliti.

05/17/17 38
Barometer logam Aneroid

05/17/17 39
Barometer logam

05/17/17 40
3. Barograf (Barograph)
Prinsipnya sama dengan barometer aneroid, hanya pada
barograph jarum penunjuknya diganti dengan sebuah tangkai
pencatat, dan skala tekanan udaranya diganti dengan sebuah
silinder yang dapat berputar sendiri.
Pada silinder dipasang sebuah kertas grafik tekanan udara dan
tangkai pencatat telah dilengkapi dengan tinta didempetkan pada
silinder yang telah terpasang kertas grafik.
Dengan berputarnya silinder maka tangkai pencatat meninggalkan
garis bekas pada kertas grafik.
Kertas grafik diganti setiap minggu

05/17/17 41
Barograf (Barograph)

05/17/17 42
Barograf (Barograph)

05/17/17 43
Barograf (Barograph)

05/17/17 44
Barograf (Barograph)

05/17/17 45
Kertas Pias Barograf (Barograph)

05/17/17 46
Barometer air raksa dan barometer logam Aneroid dan barograf

05/17/17 47
Barometer digital

05/17/17 48
Berkurangnya tekanan udara ke atas, mengikuti ketentuan/
ketetapan Babinet sebagai berikut :
P1 P2
H2 H1 = 16.000 x x (1 + 0,004 t m)
P1 P2
dimana :
H1 = tinggi batas lapisan udara yang bersangkutan (m)
H2 = tinggi batas atas lapisan udara yang bersangkutan (m)
P1 = tekanan udara pada batas bawah lapisan udara (mb)
P2 = tekanan udara pada batas atas lapisan udara (mb)
tm = temperatur rata-rata lapisan udara yang bersangkutan ( oC)
H = high, P = pressure, t = temperatur

05/17/17 49
Berapa meterkah kita harus naik, agar kita mengalami penurunan
tekanan udara sebanyak satu milibar (mb), kalau diketahui
tekanan udara dipermukaan tanah 1000,5 mb, temperatur rata-rata
udara setebal 50 m di atas permukaan tanah 25oC?.
Jawab :
H2 H1 = x meter
P1 P2
H2 H1 = 16.000 x P1 P2 x (1 + 0,004 t m)
1000,5 999,5
= 16.000 x 1000,5 999,5 x (1 + 0,004 x 25)
1
= 16.000 x 2000 x (1 + 0,1)
x = 16.000 x 0,0005 x 1,1
x = 16.000 x 0,00055 = 8,8 m
Jadi kita harus naik 8,8 m agar tekanan udara turun satu mb

05/17/17 50
Sebuah pesawat terbang di udara mengalami tekanan udara sebesar 600
mb dan temperatur 0oC. Diketahui tekanan udara di permukaan bumi 1000
mb dan temperaturnya 30oC. Pada ketinggian berapa meterkah pesawat
terbang tersebut.
Jawab :
H2 H1 = x meter P P
1 2
H2 H1 = 16.000 x P1 P2 x (1 + 0,004 tm)
1000 600
= 16.000 x 1000 + 600 x (1 + 0,004 x 15)
400
= 16.000 x 1.600 x (1 + 0,06)

x = 16.000 x 0,25 x 1,06


x = 16.000 x 0,265 = 4.240 m
Jadi pesawat tersebut terbang pada ketinggian 4.240 m
150 = (0o + 30o)/2

05/17/17 51
4. KALIBRATOR BAROMETER/ BAROGRAPH
Alat yang sering digunakan untuk mengkalibrasi sebuah barometer/
barograph adalah Vacuum Chamber.
Alat ini sebenarnya adalah sebuah tabung tertutup dengan tingkat
hampa udara yang dapat diatur (udara di dalam tabung dikeluarkan
secara perlahan dengan pompa penghisap udara).
Barometer standar dan barometer/barograph yang dikalibrasi harus
diletakan dalam tabung secara bersamaan, kemudian
dibandingkan penunjukannya untuk mendapatkan nilai koreksi
(seiring dengan pengaturan tekanan udara).

05/17/17 52
Vacuum Chamber

05/17/17 53
TUGAS
1. Berapa meterkah kita harus naik, agar kita mengalami penurunan
tekanan udara sebesar satu milibar (mb), kalau diketahui tekanan
udara dipermukaan tanah 1002,0 mb, temperatur rata-rata udara
setebal 50 m di atas permukaan tanah 20oC?.
2. Sebuah kapal laut berada pada lintang 20oLU dan 150o BT,
pembacaan barometer air raksa 1031,5 mb, temperatur 15oC.
Koreksi index 0,2 mb, tinggi tabung barometer air raksa 17 m di
atas permukaan laut. Hitunglah nilai tekanan udara pada kapal laut
tersebut?.
3. Sebuah pesawat terbang di udara mengalami tekanan udara
sebesar 550 mb dan temperatur 2oC. Diketahui tekanan udara di
permukaan bumi 1015 mb dan temperaturnya 28oC. Pada
ketinggian berapa meterkah pesawat terbang tersebut.
05/17/17 54