Anda di halaman 1dari 33

STAFILOMA KORNEA

OLEH

DIAN ISLAMI
1407101030219

PEMBIMBING :
DR. RAHMI H. ADRIMAN, SP.M
LATAR BELAKANG
Kekeruhan kornea terbagi dalam dua : bentuk tenang yang tidak disertai
tanda radang (nebula, makula, leukoma, dan stafiloma) dan bentuk yang
disertai tanda radang (keratitis atau infiltrat kornea)

Menurut Witcher (2001) trauma merupakan penyebab utama penurunan


visus pada negara berkembang. 55 juta jiwa mengalami cedera
pertahunnya

Insiden staphiloma kornea sekitar 25.000 org/tahun yang pada


umumnya diawali dengan keratitis.

Angka kejadian staphiloma kornea pada penderita yang menggunakan


trauma tajam sekitar 4 /10.000.

staphiloma kornea dapat mengenai semua umur, kelompok dengan


prevalensi penyakit yang lebih tinggi adalah mereka dengan faktor risiko.
DEFINISI

Stafiloma kornea merupakan penonjolan setempat


kornea akibat tukak kornea perforasi atau kornea
yang menipis dengan terdapat jaringan uvea
dibelakang atau didalamnya.
ANATOMI
HISTOLOGI KORNEA
Sikatrik Kornea
Nebula kornea Makula kornea
Kerusakan kornea Kekeruhan kornea
sampai m.bowman sampai stromal
anterior
Kekeruhan tipis
Batas tegas, dapat
pada kornea
dilihat dg mata biasa.
Leukoma kornea Stafiloma
kornea
Kekeruhan kornea sampai
ke posterior/seluruh Leukoma kornea yg
stroma menonjol karena
Batas tegas, dapat dilihat
dari jarak agak jauh
kelemahan kornea
atau TIO meninggi.
ETIOLOGI

1. Glaukoma kongenital : TIO tinggi terus


menerusskleraektasistafiloma
2. Komplikasi atau efek sekunder dari inflamasi berat
:
keratitis,konjungtivitis,uveitisskleritisketidak
normalan serabut kolagenrigiditas dan
fleksibilitas menurunstafiloma

3. Trauma dan Riwayat Operasi Mata Berulang


- Operasi mata yang berulang kali penipisan
sklera
- Trauma sklera/kornea stafiloma (dalam
jangka waktu yang lama)
PATOFISIOLOGI

SKLERA

Melemahnya dinding (infeksi) Peningkatan TIO(galukoma)

ketidaknormalan serabut Peningkatan TIO(galukoma)


kolagen
rigiditas dan fleksibilitas menurun

stafiloma stafiloma
GAMBARAN KLINIS

Penglihatan kabur
Nyeri pada bola mata
Penonjolan bagian anterior mata
menghitam karena lapisan iris yang
terletak dibelakangnya
Riwayat gejala seperti ulkus kornea (nyeri,
kemerahan, fotofobia, berair, dan
penglihatan kabur, dan perubahan warna
keputihan) perubahan warna kebiruan
dan penonjolan dari bagian depan mata
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Visus
Slit Lamp
USG B scan.
Optalmoskopi
TREATMENT

Medikamentosa : pemberian anti


glaukoma
Operatif
Lanjutan

1. Eksisi lokal dapat dilakukan pada stafiloma


(staphylektomy) dengan kornea atau sklera
patch graft untuk repair
2.Keratoplasti (Transplantasi kornea)
diindikasikan bagi banyak kondisi kornea yang
serius misalnya, adanya jaringan parut, edema,
penipisan, dan distorsi
3. Iridektomi.
4. Eviserasi
5. Enukleasi
KOMPLIKASI

seperti atropi epitel pigmen retina


perdarahan retina dan subretina
neovaskularisasi koroid
Ablasio retina
setelah operasi: hilangnya cairan vitreous.
PROGNOSIS

Diagnosa yang lebih awal dan penanganan


dini dapat memberikan hasil yang
memuaskan, serta bergantung dari letak
lesi dan luasnya lesi
STATUS PASIEN

Nama : Tn.Z
No.RM : 0-84-38-34
Jenis kelamin : Laki laki
Umur : 65 tahun
Agama : Islam
Alamat : Lueng Bata
Pekerjaan : Pedagang
Tanggal pemeriksaan : 10 Oktober 2016
LAPORAN KASUS

Nama : Tn. J
Umur :51 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Ulee Kareng
Agama : Islam
Pekerjaan : Pedagang
Tgl pemeriksaan : 28 Nvember 2016
No. CM : 1.11.05.879
ANAMNESIS

Keluhan Utama :Pandangan kabur pada mata kiri


ANAMNESIS

Keluhan Tambahan :
Nyeri dibelakang bola mata
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Poliklinik Mata RSUDZA dengan keluhan
pandangan pada mata kiri yang kabur tanpa disertai mata
merah dan berair. Keluhan dirasakan sejak 2 bulan yang lalu,
memberat dalam 1 bulan terakhir setalah operasi katarak pada
mata kiri. Pasien juga mengeluhkan nyeri dibelakang bola mata
dan sakit kepala. Pasien juga mengeluhkan silau saat melihat
cahaya namun hanya dirasakan sesekali. Pasien sebelumnya
sudah menjalani operasi katarak di rumah sakit daerah dua
bulan yang lalu.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien pernah menjalani operasi katarak 2 bulan
yang lalu
Riwayat hipertensi dan Diabetes Melitus disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada keluarga pasien yang memiliki keluhan
seperti pasien.
Riwayat Penggunaan Obat :
Pasien sebelumnya pernah berobat kerumah sakit
daerah namun pasien tidak mengetahui nama
obatnya dan tidak mngalami perubahan.
Riwayat Kebiasaan Sosial :
Pasien seorang petani
PEMERIKSAAN FISIK
Keterangan (OD) Komponen Keterangan (OS)

Normal Palpebra Superior Normal

Normal Palpebra Inferior Normal

Normal Konj. Tarsal Normal

Jaringan fibrovaskular (-),


Konj. Bulbi Jaringan fibrovaskular (-), Hiperemis (-)
Hiperemis (-)

sikatrik (-), udem(-) Kornea Sikatrik (+), udem(-)

Cukup COA Sulit dinilai

Jelas Iris sulit dinilai

Bulat(+), 3 mm
Pupil Sulit dinilai
RCL (+), RCTL (+)

Keruh (-) Lensa Keruh (+)


FOTO KLINIS
Pemeriksaan Penunjang

Refraksi
Slit lamp
Diagnosis

staphiloma kornea
PENATALAKSANAAN

Cendo lytters ED 4x2 tetes ODS


Cendo timolol ED 2x2 tetes OD
Neurodex tab 1x1
PROGNOSIS
Quo ad Vitam : Dubia ad bonam
Quo ad Functionam:Dubia ad malam
Quo ad Sanactionam :Dubia ad bonam
ANALISA KASUS
Kasus Teori
Pasien perempuan, 51 tahun Berdasarkan dari anamnesis
,keluhan pandangan pada mata kemungkinan pasien mengalami
infeksi pada kornea yang
kiri yang kabur tanpa disertai memberat seperti ulkus korena
mata merah dan berair. Keluhan dengan visus yang semakin
dirasakan sejak 2 bulan yang menurun disertai riwayat trauma
lalu, memberat dalam 1 bulan dapat menyebabkan perforasi
terakhir setalah operasi katarak hingga terjadi stafiloma kornea.
keluhan yang dirasakan pasien saat
pada mata kiri. Pasien juga
anamnesis sesuai dengan
mengeluhkan nyeri dibelakang manifestasi yang dapat terjadi
bola mata dan sakit kepala. pada stafiloma, seperti mata kabur,
Pasien juga mengeluhkan silau pada pasien penderita stafiloma,
saat melihat cahaya namun visus pasien yang semakin
hanya dirasakan sesekali. Pasien menurun. Keluhan silau dirasakan
karena kornea memiliki banyak
sebelumnya sudah menjalani serabut saraf sehingga apabila ada
operasi katarak di rumah sakit keabnormalan kornea dapat
daerah dua bulan yang lalu. menyebabkan fotofobia.
ANALISA KASUS
Kasus Teori
Pemeriksaan visus mata kanan kasus stafiloma kornea visus
didapatkan 5/15 dan visus pasien dapat menurun di
mata kiri didapatkan 5/60 akibatkan oleh
penggelembungan kornea
dengan iris menempel
dibelakangnya.

Tatalaksana pasien diberikan Cendo lyteers diindikasikan


Cendo lyteers ED 4x2 tetes untuk melumasi mata yang
ODS, Cendo timolol ED 2x2 kering atau teriritasi dapat
tetes OD, Neurodex tab 1x1. juga diberikan pada
gangguan penglihatan
karena kelebihan lendir pada
mata. Obat topical timolol
sebagai tetes mata berfungsi
untuk produksi aquos humor.
KESIMPULAN

Stafiloma kornea yaitu sikatrik kornea yang


menonjol disertai dengan prolapse iris. Penegakan
diagnosis stafiloma kornea diperlukan evaluasi
secara menyeluruh melalui anamnesis dengan
gejala klinis peningkatan tekanan intraokuler,
penurunan visus dan pemeriksaan oftalmologi serta
pemeriksaan penunjang. Dapat ditatalaksana secara
medikamentosa dengan pemberian anti glaucoma
untuk mengurangi progresifitas dari stafiloma,
tindakan operatif dapat dilakukan keratoplasti,
eviserasi dan enukliasi bulbi sesuai indikasi.
TERIMA KASIH