Anda di halaman 1dari 16

MASALAH PADA

BAYI BERAT LAHIR RENDAH


dr RAHMADJUWITA SpA
BAYI BERAT LAHIR RENDAH
DEFINISI

BAYI BERAT LAHIR < 2500 GRAM

Ada 2 kemungkinan

Usia kehamilan < 37 minggu : sesuai masa kehamilan (SMK)


Usia kehamilan > 37 minggu : kecil untuk masa kehamilan (KMK)
MASALAH2 PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH

1. KETIDAKSTABILAN SUHU
2. KESULITAN PERNAPASAN
3. KELAINAN GASTROINTESTINAL DAN NUTRISI
4. IMATURITAS HATI
5. IMATURITAS GINJAL
6. IMATURITAS IMUNOLOGIS
7. KELAINAN NEUROLOGIS
8. KELAINAN KARDIOVASKULER
9. KELAINAN HEMATOLOGIS
10. METABOLISME
1. KETIDAKSTABILAN SUHU (1)

SUHU NORMAL : 36,5 37,5 C

PADA BBLR MUDAH HIPOTERMI


(ringan 36-36,4 ; sedang 32-36 ; berat <32 0C)

AKIBAT HIPOTERMI
- Gangguan pembekuan darah
- Syok
- Perdarahan diotak
- Heart rate menurun
- Mortalitas meningkat
1. KETIDAKSTABILAN SUHU (2)

TERMOREGULASI (PENANGANAN HIPOTERMI) :


- Letakkan bayi di couveuse dgn lampu / di infant warmer
- Tubuh diberi selimut, kepala ditutup selimut / pakai topi
- Alas tidur bayi tidak boleh dingin
- Segera ganti popok bila bayi b.a.k / b.a.b
- Menunda memandikan bayi
- Meletakkan botol2 air panas disekitar bayi
- Metode kanguru (kontak kulit ibu-bayi)
- Badan bayi dimasukkan kantong plastik
(unt bayi yg sangat kecil)
2. KESULITAN PERNAPASAN (1)

Penyebab :

* Defisiensi surfactant (surfactant zat yg melapisi dinding alveoli


yg menjaga agar saat expirasi alveoli tidak kolaps yg akan menyulitkan
inspirasi berikutnya )
* Pusat napas diotak belum sempurna
pernapasan periodik, kadang apneu
* Pneumoni , krn
- ketuban pecah dini, ketuban mekoneal aspirasi
- refleks telan belum sempurna muntah aspirasi

2. KESULITAN PERNAPASAN (2)


Menilai Down Score
0 1 2
RR < 60 60-80 > 80/apneu
Sianosis -- + udara kamar + O2 40%
Retraksi -- ringan Sedang/berat

Merintih -- + dg stetoskop + tanpa


stetoskop
Air entry jelas lemah --

Down score < 4 : gawat napas tidak ada


4-7 : ancaman gawat napas
> 7 : gawat napas
2. KESULITAN PERNAPASAN (3)
Penanganan sesak napas
- Oksigenasi : usahakan saturasi oksigen 88-92 % , dgn
nasal prong : O2 0,5 1 liter/menit
sungkup muka : O2 1 2 liter/menit
CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), indikasi
- Distres napas
- Apneu of prematurity
3. KELAINAN GASTROINTESTINAL DAN NUTRISI

Refleks isap dan telan yang buruk (sebelum 34 minggu)


pasang oral gastric tube
Pengosongan lambung tertunda
Motilitas usus menurun
Defisiensi enzim laktase
Meningkatnya risiko EKN (Enterokolitis nekrotikans) / NEC
penyebab EKN : hypoksia, anemia, infeksi, hiperosmolaritas

Puasa , Infus, Pasang ogt retensi berkala (kosongkan lambung)
Antibiotik
Atasi hipoksia & anemia
Foto BNO , darah lengkap
4. IMATURITAS HATI

- konyugasi dan ekskresi bilirubin terganggu


mudah ikterus
- defisiensi factor pembekuan yg bergantung vitamin K
mudah perdarahan

Mencegah icterus, al : pemberian minum dini , pagi hari dijemur


Mencegah perdarahan : setiap bayi baru lahir HARUS diberi vitamin K
FOTOTERAPI

Persiapan :
Chek lampu alat terapi sinar : ganti lampu setiap pemakaian
2000 jam atau setelah penggunaan 3 bulan .
Tirai putih yg dipasang mengelilingi area sekeliling alat
Penutup mata bayi
Sebelum fototerapi, lampu dinyalakan dulu, hingga suhu
ruangan dibawah lampu 28-300C
FOTOTERAPI
Pelaksanaan :
-- Bayi dalam keadaan telanjang dan mata tertutup
ditempatkan di box / incubator
Jarak bayi dgn lampu 40-50 cm
Ubah posisi bayi tiap 3 jam
Bayi boleh dikeluarkan bila menyusu ibunya atau memerlukan
tindakan medis
Pemberian minum perhari harus ditambah 25 ml / kg BB
Bila infus, kebutuhan perhari ditambah 10 ml/kg BB
Pemantauan :
- Suhu bayi tiap 3 jam, awasi hipertermi (suhu > 37,5 0C)
- Buang air besar lebih sering / diare
5. IMATURITAS GINJAL

* Ketidakmampuan mengexcresi dalam jumlah besar


* Ketidakseimbangan elektrolit , misalnya hiponatremi,
hipernatremi, hiperkalemi
Hati2 pemberian obat2 yg nefrotoksik
* Produksi urine normal pada neonatus : 1-3 cc/kg/24jam
6. IMATURITAS IMUNOLOGIS

Risiko infeksi tinggi, akibat


* Faktor2 imun : jumlah dan fungsi kurang
* Tidak banyak transfer imunoglobulin G melalui plasenta
selama trismester III

Perhatikan tempat masuk agen penyakit
Hindari polusi udara cegah infeksi saluran napas
Penyediaan susu yg steril cegah infeksi saluran cerna
Kebersihan area anus-genetalia dijaga cegah infeksi saluran kemih
Kebersihan kulit dijaga cegah infeksi kulit
7. KELAINAN NEUROLOGIS

* Refleks isap dan telan yang imatur


* Penurunan motilitas usus
* Apnea dan bradikardi berulang
* Perdarahan intraventrikel
* Pengaturan perfusi ke otak yang buruk
* Hypoxic ischaemic encephalopathy (HIE)
* Kejang
* Hipotoni
8. KELAINAN KARDIOVASKULER

* Patent duktus arteriosus (PDA) sering pada bayi premature


* Hipotensi atau hipertensi
9. KELAINAN HEMATOLOGIS
* Anemia (onset dini atau lanjut )
Hiperbilirubinemi
DIC (disseminated intravascular coagulation)
Hemorrhagic disease of the newborn
10. METABOLISME
Hipokalsemia sebabkan kejang
Hipoglikemia atau hiperglikemia