Anda di halaman 1dari 23

Gasoline

Campuran senyawa hidrokarbon


(C5 - C9 ) dengan titik didih 30 150 C
dan diperoleh dari proses pengolahan
crude oil

Sebagai bahan bakar motor yang


menggunakan busi.
Spesifikasi

Batas minimum dan atau maksimum dari


sifat-sifat produk yang diperbolehkan bagi
suatu produk untuk dapat dipakai
sehingga tidak mengakibatkan terjadinya
kerusakan.
Spesifikasi, dibuat dengan tujuan untuk
melindungi alat / mesin, keselamatan
pemakai serta akrab dengan lingkungan.
Gasoline diperoleh dari proses :
Distilasi atmosferik minyak bumi
straight run naptha
Alkilasi alkilat
Isomerisasi isomerate
Cracking cracked gasoline
Reforming reformate
Agar gasoline memenuhi
spesifikasi

Maka dilakukan :
Penambahan zat additive
Blending terhadap beberapa komponen
gasoline yang diperoleh dari beberapa
proses.
Klasifikasi gasoline
Berdasarkan Angka Oktana :
Premium ( AO = 88 )
Pertalite ( AO = 90 )
Pertamax ( AO = 92 )
Pertamax Plus ( AO = 95 )
Spesifikasi gasoline, sebagai
bahan bakar meliputi:

Sifat pembakaran
Sifat penguapan
Sifat pengkaratan
Sifat kestabilan & kebersihan
Sifat pembakaran
Pembakaran yang sempurna, yaitu : jika
pembakaran yang dinyalakan oleh busi
merambat lancar keseluruh ruang
pembakaran untuk menghasilkan tenaga
dan tidak menimbulkan ketukan
( knocking ) dalam mesin.
Mutu pembakaran ditentukan oleh angka
oktan riset.
Angka oktan riset
( research octane number )
Kualitas anti ketuk yang dimiliki bahan bakar

Ketukan disebabkan pembakaran tidak


sempurna

Makin tinggi angka oktana


mutu lebih baik
Untuk menaikkan angka oktan :
Menambahkan additive, seperti : TEL
( tetra etyl lead ), MTBE ( metyl tersier
butyl eter ), TML (tetra metyl lead ).

Angka oktan ditentukan dengan uji


standar ASTM D-2699, menggunakan
mesin CFR F-1( Cooperative Fuel
Research ).
Penambahan additive TEL yang terlalu
berlebihan umur pemakaian busi lebih
pendek, menghasilkan deposit yang
berlebihan sehingga merugikan dalam
ruang pembakaran.
Selain itu TEL dan sisa hasil
pembakarannya juga bersifat racun logam
berat yang sangat berbahaya bagi
kesehatan manusia dan pencemaran
udara lingkungan sekitarnya.
Ringkasan metode :

Angka oktan mogas ditentukan dengan


membandingkan ketukannya dengan
tendensi ketukan antara camp. Isooktan
dan normal heptana yang telah diketahui
angka oktannya yaitu dengan
membandingkan pembacaan knock meter
dari contoh dan pembacaan knock meter
dari dua campuran pembanding yang
mengapit.
Sifat penguapan

Diharapkan bahan bakar akan teruapkan sempurna dan


terdistribusi merata didalam ruang bakar pembakaran
sempurna yang mengakibatkan mudahnya starting,
pemanasan pendahuluan dan akselerasi.

Bahan bakar sukar menguap


mesin sulit dihidupkan
timbulkan karbon deposit
Bahan bakar mudah menguap
vapor lock
pembentukan butir es dlm karburator
Pengujian sifat penguapan :

Distilasi ASTM D-86


Reid Vapor Pressure ( RVP ) ASTM
D-323.
Distilasi, ASTM D-86

10% volume penguapan (10% evaporation to).


Distilasi pada 10% volume penguapan memegang
peranan dalam kemudahan menghidupkan mesin pada
kondisi dingin. Makin rendah temperatur 10% volume
penguapan pada uji distilasi, makin mudah motor
dinyalakan pada kondisi dingin dan sebaliknya.

50% volume penguapan (50% evaporation to)


Temperatur 50% volume penguapan bahan bakar bensin
dimaksudkan untuk kecenderungan pemanasan motor
(warm up).
90% volume penguapan (90% evaporation to)
Temperatur yang didapat pada uji distilasi 90%
volume penguapan diatur untuk distribusi bahan
bakar ke setiap silinder motor. Makin tinggi
temperatur 90% volume penguapan pada uji
distilasi, makin tidak merata distribusi bahan
bakar di setiap silinder motor

Titik Didih Akhir ( end point)


Pengujian titik didih akhir bahan bakar
dimaksudkan untuk mengetahui adanya fraksi
berat yang tercampur dengan bahan bakar . Bila
titik didih akhir melewati batas tersebut, maka
fraksi berat bahan bakar ini akan jatuh kedalam
karter, sehingga merusak pelumas.
Kandungan Residu (Residue)
Kandungan residu dalam bahan bakar
dibatasi maksimum 2% volume agar pada
aplikasinya tidak terjadi pengotoran yang
berlebihan di ruang bakar motor

Tekanan Uap Reid (Reid Vapour


Pressure)
Tekanan uap (RVP) mogas bahan bakar
bensin dimaksudkan agar tidak terjadi
pembentukan es pada karburator (icing
carburator), vapor lock
Vapor lock

Gelembung-gelembung yang merupakan


uap dari hidrokarbon didalam saluran
bahan bakar yang akan mengakibatkan
penyumbatan dan menghentikan aliran
bahan bakar.
Ringkasan metode Distilasi
ASTM D-86

10 ml contoh yg telah didinginkan, diuapkan


dalam labu distilasi dengan dipanaskan. Uap
minyak labu didinginkan dengan media
pendingin dan ditampung pada gelas
penampung yang berskala, dan dibaca
temperatur uapnya terhadap kenaikan % volume
yang tertampung pada gelas penampung . Titik
kritis yang diperhatikan ialah pada volume
kondensat 10 %, 20 %, 50 % 90 % dan end
point.
Sifat korosifitas

Pada pembakaran bahan bakar, senyawa


sulfur teroksidasi oleh oksigen oksida
sulfur.
Oksida sulfur bereaksi dengan uap air
menghasilkan asam sulfat.
Asam sulfat dapat bereaksi dengan
logam, terutama dalam gas buang.
Proses korosi

S + O2 ( udara ) SO2
SO2 + O2 ( udara ) + H2O
H2SO4
( korosif )
Pengujian sifat korosifitas :

Kandungan sulfur, ASTM D-1266


Doctor test, IP-30
Copper Strip Corrosion, ASTM D-130
Sifat kestabilan & kebersihan

Sifat kestabilan
Senyawa olefin dan nitrogen dalam penimbunan
merupakan penyebab terjadinya gum ( getah ), sedang
logam Fe & Cu merupakan katalis yang dapat
mempercepat terbentuknya Existent gum.
Dalam pemakaian gum akan mengendap pada saluran
bahan bakar sehingga dapat mengganggu aliran bahan
bakar.
Sifat kebersihan
Salah satu sifat kebersihan yang berhubungan dengan
keselamatan dalam pemakaian, yaitu : tidak boleh
korosif yang dapat menimbulkan keausan dan
kerusakan pada mesin.
Pengujian sifat kestabilan Mogas

Existent gum, ASTM D-381


Induced Period, ASTM D-525