Anda di halaman 1dari 79

MATA SAJIAN YANG

STRATEGIS DAN PERLU SAKALI


DIKUASAI OLEH SIAPA SAJA YANG MENGAKU
GURU, DOSEN, DAN PENDIDIK,
MATA SAJIAN YANG MENJADI MODAL DASAR
PERILAKU PENGELOLA KEPENDIDIKAN
DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSINYA
SEBAGAI GURU DAN PENDIDIK

PAU-PPAI-UT 2
STRATEGI DIDIK
MUTAKHIR

Menuju nilai
didik

l a h UNTUK MENCAPAI
Itu KOMPETENSI KECERDASAN KOMPREHENSIF
DAN KOMPETITIF
ds
b
ORIENTASI
ORIENTASI
PELAYANAN YANG
KEMANDIRIAN YANG
OPTIMAL DARI BERTANGGUNG
PENGELOLA JAWAB MAHASISWA
PENDIDIKAN

PESERTA DIDIK
MUDA DEWASA
PELATIHAN INI

PESERTA MEMILIKI SIKAP POSITIF TERHADAP


FILSAFAT KONSTRUKTIVISME SEBAGAI
LANDASAN INOVASI PEMBELAJARAN DAN
PENDIDIKAN
1.Menjelaskan hakikat filsafat
konstruktivisme
2.Menjelaskan posisi konstruktivisme
dalam aliran filsafat dan teori
belajar
3.Menjelaskan peran pendekatan
konstruktivistik dalam pembelajaran
dan pendidikan
4.Menjelaskan model-model
PAU-PPAI-UT pembelajaran yang didasarkan pada 9
T1

ALIRAN FILSAFAT PENGETAHUAN YANG PERCAYA BAHWA


PENGETAHUAN KITA MERUPAKAN HASIL
KONSTRUKSI(BENTUKAN) KITA SENDIRI
(Von Glaserfeld dalam Battencourt, 1989;
& Matthews, 1994)

LINGKUNGAN HANYALAH PELUANG BAGI


SESEORANG UNTUK MERAIH PRESTASI
Modal untuk memiliki kemampuan
konstruktivistik:
Mengingat
Membandingkan
Menyukai
Glaserfeld (1989)

Proses pembentukan
pengetahuan: berpikir
figuratif dan operatif
Sesaat,
statis:Persepsi, Transforma
imajinasi si:
Piaget (1970)
tahap
tahap ke
PEMBENTUKAN
PENGETAHUAN INDRA:
BARU MELIHAT
MENDENGAR
MERASAKAN
MENJAMAH
MENCIUM

OBYEK KONSTRUKSI
LINGKUNGAN PENGETAHUAN
BARU
PENGALAMAN
KOGNITIF
MENTAL
FISIK
GAGASAN KONSTRUKTIVISME
TENTANG PENGETAHUAN

Pengetahuan bukanlah merupakan


gambaran dunia kenyataan belaka,
melainkan selalu merupakan
konstruksi kenyataan melalui
kegiatan peserta didik
Mind as inner individual
FISIK/MENTAL representation of outer Berlanjut

reality
GAGASAN KONSTRUKTIVISME
TENTANG PENGETAHUAN
(lanjutan)

Siswa mengkonstruksi skema kognitif, kategori, konsep,


dan struktur dalam membangun pengetahuan, sehingga
setiap siswa memiliki skema kognitif,
kategori, konsep,
dan struktur yang berbeda

Dalam hal ini, proses abstraksi dan refleksi


menjadi sangat berpengaruh dalam konstruksi
pengetahuan
(Reflection / abstraction as primary)
GAGASAN KONSTRUKTIVISME
TENTANG PENGETAHUAN
(lanjutan)
Dalam proses pembentukan pengetahuan,
kebermaknaan merupakan interpretasi individual
siswa terhadap pengalaman yang diserapnya
(Meaning as internally
constructed)
Perampatan makna merupakan proses negosiasi
antara mahasiswa dengan pengalamannya melalui
interaksi dalam proses belajar (yang disebut
menjadi tahu)
(Learning and teaching as negotiated
construction of meaning)
GAGASAN KONSTRUKTIVISME
TENTANG PENGETAHUAN
(lanjutan)

Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsep


individual siswa masing-masing.
Struktur konsep dapat membentuk
pengetahuan bila konsep baru yang diterima
dapat dikaitkan / dihubungkan dengan
pengalaman yang dimiliki siswa.
Dengan demikian pengetahuan adalah apa
yang ada dalam pikiran setiap siswa.
Perumpamaan perkembangan pengetahuan

a1 a3
a2

a1 a2 a3

a1 a2 a3

a1 a2
a3
a a u
At
Perumpamaan perkembangan pengetahuan

B2
B1 B3

B2
B1 B3

B2
B1
B3

B2
B1
B3

B
ta u
A
Lebih CIRI UTAMA PANDANGAN
pada KONSTRUKTIVISTIK TENTANG
PEMBELAJARAN
@ BELAJAR VS MENGAJAR

@ MAHASISWA VS DOSEN
@ VARIATION OF ALTERNATIVE VS BEST/CORRECT
ANSWER
@ CONSTRUCTED/DISCOVERED VS GIVEN/PRESENTED
@ INDIVIDUALITY & SITUATIONAL VS GENERALITY
Bukan
dikotomis
Melainkan
PAU-PPAI-UT rentang 19
MENGAPA PENGETAHUAN SETIAP ORANG BERAGAM?
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TERKONSTRUKSINYA PENGETAHUAN

A.DOMAIN PENGALAMAN (DOMAIN OF EXPERIENCE)


B.JARINGAN STRUKTUR KOGNITIF (EXISTING COGNITIVE
STRUCTURE)
C.HASIL KONSTRUKSI YANG TELAH DIMILIKI (CONSTRUCTED
KNOWLEDGE)

UNTUK APA MENGETAHUI ITU SEMUA?

PAU-PPAI-UT 20
ALIRAN DAN TEORI

RASIONALISM ~ rasio, logika, deduktif


EMPIRISM ~ pengalaman, induktif, objektif
RELATIVISM ~ abstraksi, semua ide yang diturunkan melalui abstraksi harus dianggap sah
NATIVISM ~ sumber pengetahuan adalah dari dalam
PRAGMATISM ~ pengetahuan hanya apa yang jalan
IDEALISM ~ pikiran dan konstruksinya adalah satu-satunya realita
OBJECTIVISM ~ realita itu ada

KONSTRUKTIVISME
Interaksi antara subyek dengan objek, realita, dan faktor
eksternal. Tak mengklaim suatu kebenaran
KONSTRUKTIVISME DAN FILSAFAT LAIN

Sejalan dengan Kurang sejalan dengan

RASIONALISME PRAGMATISME
EMPIRISME
IDEALISME
RELATIVISME
NATIVISME OBJEKTIVISME
dsb dsb
HAKIKAT BELAJAR
MENURUT KONSTRUKTIVISME

Belajar berarti membentuk makna


konstruksi arti merupakan proses yang terus-
menerus.
Belajar bukan kegiatan mengumpulkan fakta, tetapi
proses pengembangan pemikiran dengan membuat
pengertian yang baru. (?)
PAU-PPAI-UT CUKUPKAH? 23
HAKIKAT BELAJAR
MENURUT KONSTRUKTIVISME
(LANJUTAN)

Proses belajar terjadi ketika skema


seseorang dalam kesenjangan
(disequilibrium) yang merangsang
pemikiran lebih lanjut
Hasil belajar dipengaruhi oleh
pengalaman seseorang dengan dunia
fisik dan lingkungannya
KEWAJIBAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN
BERDASARKAN KONSTRUKTIVISME
1
Mahasiswa harus aktif bahkan proaktif
2
Kegiatan belajar merupakan kegiatan aktif
mahasiswa untuk menemukan dan
membangun sendiri pengetahuannya
3
Mahasiswa bertanggungjawab terhadap hasil
belajarnya sendiri.
PERAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN
MENURUT KONSTRUKTIVISME

1. Belajar bagi mahasiswa merupakan proses


berkembangnya pemikiran hingga kerangka
pengertian baru berbeda dengan yang lama

2. Belajar dilakukan lewat refleksi, perbaikan,


pemecahan konflik, pengulangan, dan dialog
PANDANGAN KONSTRUKTIVISME
TERHADAP PEMBELAJARAN

1.Pembelajaran merupakan
suatu kegiatan yang
memungkinkan mahasiswa
membangun sendiri
pengetahuannya.

PAU-PPAI-UT
2.Pembelajaran membantu 27
PERAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN
KONSTRUKTIVISME

1. Menyiapkan pengalaman belajar yang tepat


2. Memberikan kegiatan yang memotivasi keingintahuan
mahasiswa.
3. Menyediakan sarana yang merangsang mahasiswa untuk BOOO
M

berpikir secara produktif


4. Memonitor dan mengevaluasi proses dan melihat hasil
belajar mahasiswa
5. Memberi umpan balik atas bukti kegiatan
PAU-PPAI-UT 28
PROSES PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME

Orientasi (apersepsi)
Elisitasi, pengungkapan ide siswa
Restrukturisasi ide:
Menjelaskan ide dan berargumentasi
Membangun ide yang baru
Mengevaluasi ide baru ya
in ional n
s a
Penggunaan ide dalam banyak situasi De truks na?
insgaima
ba
Review
LALU, APAKAH YANG PERLU DILAKUKAN DOSEN ?

PAU-PPAI-UT 29
EVALUASI DALAM
PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME

Alternative assessment:
portofolio dinamika kelompok
observasi proses studi kasus
simulasi & permainan performance appraisal

BAGAIMANA ?

PAU-PPAI-UT 30
STRATEGI PEMBELAJARAN
KONSTRUKTIVISTIK

Belajar mandiri, Model pembelajaran kognitif:


Belajar kooperatif problem based learning,
dan kolaboratif, discovery learning,
Belajar aktif,
cognitive strategies,
Self-regulated learning,
project based learning
Generative learning,

PAU-PPAI-UT 31
BELAJAR AKTIF
TUJUAN: KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI
TUGAS PERTAMA FASILITATOR: MEMOTIVASI
PENGELOLAAN: KLASIKAL, KELOMPOK, INDIVIDUAL,BERPASSANGAN, ATAU
PENUGASAN
TEKNIK-TEKNIK: REFLEKSI, DISKUSI, MERANGKUM, PEMETAAN KOGNITIF

5. Effective habits of mind


4. Cooperation - collaboration
3. Effective communication
2. Information processing
1. Complex thinking
BELAJAR MANDIRI
BELAJAR OTONOM, BERDASARKAN RANCANGAN

KULIAH YANG DISUSUN SECARA KOLABORATIF,

BELAJAR YANG TIDAK BERGANTUNG PADA FAKTOR:

DOSEN, KELAS, TEMAN. DOSEN BERPERAN SEBAGAI

KONSULTAN DAN FASILITATOR


KEKUATAN DAN TATANGAN
BELAJAR MANDIRI

RANCANGAN PERLU CERMAT, DIBE


TANGGUNG JAWAB MAHA RIKAN SEBELUM PROSES, TUGAS
SISWA BESAR. MAHASISWA SESUAI DENGAN TINGKAT KESU
MENDAPAT KEPUASAN. LITANNYA. PERLU KETERAMPILAN
PENGALAMAN LEBIH KAYA. DASAR MAHASISWA. DOSEN PERLU
MENJADI GURU BAGI TERUS MENGEMBANGKAN DIRI
DIRINYA SENDIRI
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BELAJAR
MANDIRI DAPAT DILAKUKAN DENGAN:
KONTRAK PERKULIAHAN
STRATEGI KOGNITIF

APAKAH STRATEGI
KOGNITIF ITU

PERLU DIRANCANG BERSAMA FORMAT=FORMAT


EVALUASI DIRI PROSES DAN HASIL BELAJAR
BELAJAR
KOLABORATIF KOOPERATIF

BEKERJA SAMA BERSEDIA MEMBANTU

DIANJURKAN

BELAJAR KELOMPOK AGAR TERJADI


PERTUKARAN IDE, TERJADI ARGUMENTASI,
DAN REFLEKSI.
KARAKTERISTIK BELAJAR
KOOPERATIF - KOLABORATIF

a. BELAJAR DALAM KELOMPOK INTERDEPENDEN


b. INTERAKSI INTENSIF TATAP MUKA
c. SETIAP MAHASISWA BERTANGGUNG JAWAB
d. MAHASISWA MEMILIKI KEMAMPUAN KOMUNIKASI
MODEL PROSES BELAJAR KOOPERATIF-
KOLABORATIF: STAD, TGT, JIGSAW

STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION)


SAJIAN DOSEN
DISKUSI KELOMPOK MAHASISWA
KUIS ATAU SILANG TANYA ANTAR KELOMPOK
PENGUATAN DARI DOSEN
MODEL PEMBELAJARAN TGT
IDENTIFIKASI MASALAH
PEMBAHASAN MASALAH DALAM
KELOMPOK
PRESENTASI HASIL BAHASAN KELOMPOK
PENGUATAN DOSEN
MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW II
MAHASISWA MEMPELAJARI BAHAN AJAR
DISKUSI KELOMPOK AHLI
DISKUSI KELOMPOK HETEROGEN
DILAKUKAN KUIS
PENGUATAN DOSEN
DISCOVERY LEARNING

TUJUAN MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENELITI,


MENUMBUHKAN APRESIASI TERHADAP ILMU
SANGAT BERFOKUS PADA PROSES BELAJAR
BERFOKUS PADA KEMAMPUAN BELAJAR UNTUK
BELAJAR, TERMASUK KEMAMPUAN BERTANYA, DAN
EVALUASI STRATEGI
DISCOVERY LEARNING DENGAN KOOPERATIF DAN
KOLABORATIF MEMPEROLEH NILAI TAMBAH
GENERATIVE
LEARNING
MAHASISWA TO GENERATE MENGHASILKAN SENDIRI
MAKNA DARI INFORMASI YANG DIPEROLEHNYA.

ALTHOUGH A STUDENT MAY NOT UNDERSTAND SENTENCES SPOKEN TO


HIM BY HIS TEACHER,

IT IS HIGHLY LIKELY THAT A STUDENT UNDERSTANDS SENTENCES THAT


HE GENERATE HIMSELF (WTHTTROCK, DALAM GRABOWSKI, 1996)
KOMPONEN MODEL GENERATIVE
LEARNING
1. PROSES MOTIVASI
2. PROSES BELAJAR
3. PROSES PENCIPTAAN PENGETAHUAN
4. PROSES GENERATIF
MOTIVASI:
PERBAIKAN KONSEP DIRI
MENCIPTAKAN KEPUASAN
KENDALI, TANGGUNG JAWAB, AKUNTABILITAS
SISTEM PENGHARGAAN
Untuk apa
PROSES BELAJAR
ini ?
DIPENGARUHI RANGSANGAN (ARAUSAL), NIAT
(INTENTION), DAN PERHATIAN.
PERHATIAN DIRANGSANG STIMULUS EKSTERNAL,
MAHASISWA MENYELEKSI RANGSANGAN DAN
BERINTERAKSI DENGAN KOGNISI INTERNAL, KEMUDIAN
MEMBENTUK MAKNA.

KEGIATAN AGAR TUMBUH PERHATIAN


MELAKUKAN PELATIHAN UNTUK MAHIR MEMPERHATIKAN,
MELALUI KONTROL DIRI

MELAKUKAN PEMBUKAAN KULIAH YANG EFEKTIF.


PROSES PENCIPTAAN PENGETAHUAN

KOMPONEN:
INGATAN (MEMORY), PENGETAHUAN AWAL
(PRECONCEPTIONS), SISTEM NILAI (BELIEF), KONSEP,
KETERAMPILAN STRATEGI KOGNITIF (METACOGNITION),
DAN PENGALAMAN (EXPERIENCES)

KEGIATAN YANG:
MENGAITKAN INFORMASI YANG ADA DAN YANG BARU
MENGHASILKAN BUKTI KARYA
GENERATIVE LEARNING
PROCES
PADA SAAT PROSES KONSTRUKSI PENGETAHUAN TERJADI
GENERALISASI HUBUNGAN ANTAR INFORMASI BERUPA
ELABORASI, REORGANISASI DAN REKONSEPTUALISASI
INFORMASI MENJADI PENGETAHUAN BARU

KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG DAPAT


MENGAKOMODASI PROSES GENERATIF ADALAH:
TAHAP PROSES AKTIVITAS
KOGNITIF
CODING MEMBUAT JUDUL DAN SUBJUDUL WACANA
ORGANIZATION MEMBUAT GARIS BESAR WACANA
MEMBUAT RANGKUMAM
MEMBUAT DIAGRAM
CONCEPTUALIZATION MEMPARAFRASE WACANA
MEMBERIKAN ALTERNATIF PENJELASAN/CONTOH
MEMBUAT PETA KOGNITIF
MENGIDENTIFIKASI INFORMASI PENTING
INTEGRATION MEMBERI CONTOH
MENGAITKANKAN DENGAN PENGETAHUAN AWAL
MEMBUAT ANALOGI DAN METAFOR
MEMBUAT SINTESIS
TRANSLATION MEMBUAT PERTANYAAN, EVALUASI / MENILAI
MENGANALISIS UNSUR
MEMBUAT PREDIKSI
MEMBUAT SIMPULAN
MODEL PEMBELAJARAN KOGNITIF

RAGAMNYA:
@ PROBLEM BASED LEARNING
@ COGNITIVE STRATEGIS
@ DISCOVERY LEARNING
@ PROJECT BASED LEARNING
PROBLEM BASED LEARNING
BERFOKUS DAN BERDASARKAN PADA PENYAJIAN
PERMASALAHAN

MAHASISWA MELAKUKAN PENELITIAN BERDASARKAN


TEORI, KONSEP, PRINSIP DARI BERBAGAI ILMU,
DENGAN PROSES MENGIDENTIFIKASI
PERMASALAHAN,
PERMASALAHAN MENGUMPULKAN
SEBAGAI DATA, DAN
PEMANDU KESATUAN DAN
MELAKUKAN ANALISIS, LALU MENARIK SIMPULAN
ALAT EVALUASI
SEBAGAI CONTOH
SARANA YANG MEMFASILITASI PROSES STIMULUS
DALAM AKTIVITAS BELAJAR
PEMBELAJARAN TRADISIONAL PROBLEM BASED LEARNING

DOSEN MENENTUKAN MAHASISWA MENENTUKAN


PERMASALAHAN PERMASALAHAN
DOSEN MENYAJIKAN INFOR MAHASISWA MENCARI
MASI DAN MENYIAPKAN BAHAN INFORMASI DAN BAHAN

TARAF STRUKTUR PBL:


SEMAKIN PBL TIDAK TERSTRUKTUR SEMAKIN
BERORI-ENTASI PADA MAHASISWA, DAN SEBALIKNYA
TARAF STRUKTUR PBL

MAHASISWA
MENENTUKAN TOPIK

PROJECT PAPER PROBLEM TIDAK


PERMASALAHAN TERSTRUKTUR

DOSEN MAHASISWAM
MENYEDIAKAN MENCARI INFO-
INF0-BAHAN BAHAN

STUDI KASUS PROBLEM


SIMULASI MASALAH TERSTRUKTUR
DOSEN
MENENTUKAN
TOPIK
DERAJAT KEBEBASAN MAHASISWA DALAM PBL

BENTUK PERMASALAHAN METODE SUMBER /


BAHAN
REAL-WORLD BEBAS /TERBATAS / BEBAS DICARI
DITENTUKAN MAHASISWA
TIDAK BEBAS BEBAS DICARI
TERSTRUKTUR MAHASISWA
SEMI TERSTRUKTUR TERBATAS TERBATAS DICARI
MAHASISWA
TERSTRUKTUR DITENTUKAN DITENTUKAN DITENTUKAN
STUDI KASUS DITENTUKAN DITENTUKAN DITENTUKAN
PROJECT PAPER BEBAS DITENTUKAN DICARI
MAHASISWA
THE PROBLEM SOLVING WHEEL

ACTION IDENTIFIKASI MASLAH

UJI COBA
MENGUMPULKAN DATA

MERANCANG
ANALISIS DATA
PEMECAHAN
MASALAH

MEMILIH CARA MENGHASILKAN


PEMECAHAN PEMECAHAN MASALAH
MASALAH
YANG MEMPENGARUHI PERANCANGAN
PBL
1. ANALISIS TUGAS
2. PENYUSUNAN PERMASALAHAN
3. URUTAN PEMBELAJARAN
4. PERAN FASILITATOR
5. PENILAIAN
ANALISIS SWOT PBL

KEKUATAN
FOKUS PADA KEBERMAKNAAN, BUKAN FAKTA
KEMAMPUAN INISIATIF MAHASISWA MENINGKAT
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PENERAPAN ILMU
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL DAN DINAMIKA KELOMPOK
PENGEMBANGAN SIKAP SELF MOTIVATED
TUMBUH HUBUNGAN MAHASISWA FASILITATOR
PENINGKATAN PENCAPAIAN PEMBELAJARAN
KELEMAHAN (UNTUK MELAKUKAN PBL)
1. KEMAMPUAN DASAR AKADEMIK MAHASISWA DIRAGUKAN
2. WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK IMPLEMENTASI LEBIH BANYAK
3. PERUBAHAN PERAN MAHASISWA DAN DOSEN DALAM PROSES
MEMBUTUHKAN UPAYA TRANSISI.
4. PADA UMUMNYA PERUMUSAN MASALAH TIDAK MUDAH
5. MEMBUTUHKAN KEMAMPUAN DOSEN MENYUSUN INSTRUMEN
ASESMEN ALTERNATIF YANG SAHIH
MODEL PEMBELAJARAN KOGNITIF:
STRATEGI KOGNITIF

SK. KEMAMPUAN INTERNAL YANG TERORGANISASI YANG


DAPAT MEMANDU MAHASISWA DALAM PROSES BELAJAR,
PROSES BERPIKIR, MEMECAHKAN MASALAH DAN
MENGAMBIL KEPUTUSAN.
KEMAMPUAN SK MENYEBABKAN PROSES BERPIKIR
SESEORANG UNIK

KEUNIKAN ITU DISEBUT SEBAGAI EXECUTIVE CONTROL,


KONTROL TINGKAT TINGGI (KESADARAN)
LATAR BELAKANG STRATEGI KOGNITIF

SK BERDASARKAN PARADIGMA KONSTRUKTIVISME,


TEORI META COGNITION DAN REFLECTION IN ACTION
1. KEPERCAYAAN, NILAI, DAN NORMA, MOTIVASI,
PENGETAHUAN, DAN KETERAMPILAN SESEORANG, SANGAT
BERPENGARUH TERHADAP STRATEGI DAN KEMAMPUAN
MENGHADAPI ATAU MEMECAHKAN PERMASALAHANNYA
2. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI SETIAP ORANG TIDAK
TERLEPAS DARI KONTEKSNYA
3. STRATEGI DAN KEMAMPUAN SESEORANG DALAM
MENGHADAPI MASALAH ITU ADALAH UNIK
4. POLA DASAR STRATEGI ITU DAPAT DIPELAJARI
METACOGNITION MELIPUTI 4 JENIS
KETERAMPILAN (Preisseisen)
METACOGNITION MERUPAKAN KETERAMPILAN DALAM
MENGATUR DAN MENGONTROL PROSES BERPIKIR
1. KETERAMPILAN MENGATASI MASALAH
2. KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
3. KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
4. KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF
REFLECTION IN ACTION: REFLEKSI PENGALAMAN PRAKTIS
PROFESIONAL DALAM MENGATASI MASALAH UNTUK MENGATASI
MASALAH BARU. (TRANSFER OF LEARNING)
WINDOW OF THE
WORLD
REFLEKSI

IMPLEMENTASI

PENERAPAN
KONSEPTUALISASI
KETERAMPILAN KEMAMPUAN STRATEGI
INTELEKTUAL KOGNITIF

MAMPU MENGERJAKAN KEMAMPUAN MENGONTROL


SESUATU DENGAN FAKTA YANG INTERAKSINYA DENGAN
DIMILIKINYA LINGKUNGAN
STRATEGI KOGNITIF MERUPAKAN CARA MAHASISWA
UNTUK MENGORGANISASIKAN DAN MENGONTROL
PROSES BELAJARNYA DALAM PROSES BERPIKIR,
MENGATASI MASALAH DAN MENGAMBIL SIMPULAN.

DIKEMBANGKAN MELALUI PROSES


REFLEKSI
RAGAM STRATEGI KOGNITIF

MULTI
SPATIAL CHUNKING BRIDGING
PURPOSE

Frames Space & Advance Rehearsal


Time Organizer

Mnemonics
Concept Classifi- Metaphor
Mapping cation
Imagery

TUGAS
CONCEPT MAPPING
MENUNJUKKAN KETERKAITAN ANTARA SATU INFORMASI
DAN INFORMASI LAIN, SEBAGAI ALAT YANG SKEMATIS
UNTUK MENUNJUKKAN ARTI SUATU KONSEP BERDASARKAN
PROPOSISI, DAN MERUPAKAN REFLEKSI DARI KONSEP-
KONSEP DAN PROPOSISINYA YANG SUDAH DIKUASAI
SESEORANG

PELATIHAN MENGKONSTRUKSI PETA KOGNITIF SUATU


MATA KULIAH SELAMA 10 MENIT
MANFAAT PEMETAAN KOGNITIF

1. MENYUSUN ALUR KONSEP MENJADI PETA SAJIAN.


2. MENGINVENTARISASI IDE-IDE YANG BERHUBUNGAN DALAM ANALISIS
3. MERANGKUM SUATU PELAPORAN ATAU BACAAN
4. MENGORGANISASIKAN BERBAGAI KEGIATAN
5. MENGORGANISASIKAN MATERI KULIAH DAN UJIAN
6. MENEMUKAN KEMBALI INFORMASI DALAM PIKIRAN
7. MERUPAKAN SALAH SATRU CARA UNTUK MENUNJUKKAN JARINGAN KERJA
8. MENGEVALUASI SERAPAN MAHASISWA TERHADAP MATERI PERKULIAHAN SEBELUM
DAN SESUDAH KULIAH
9. ALAT DIAGNOSTIK KESUKARAN BELAJAR MAHASISWA
PROSEDUR PEMETAAN KOGNITIF

1. MENENTUKAN SATU KONSEP UTAMA. KONSEP UTAMA


MEWAKILI TOPIK UTAMA

2. MENENTUKAN ISU UTAMA. ISU TERDIRI DARI KONSEP LAIN


DAN PROPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSEP
UTAMA.

3. IDENTIFIKASI SUB ISU YANG BERHUBUNGAN DENGAN ISU


UTAMA, DAN IDENTIFIKASI PULA SUB-SUB ISU YANG
BERHUBUBNGAN DENGAN SUB ISU.

4. REVIEW, PERHATIKAN PETA YANG SUDAH JADI APAKAH


MASIH ADA SUB ISU ATAU SUB-SUB ISU SERTA
PROPOSISINYA YANG BELUM TERCANTUM
STRATEGI PORTOFOLIO

SUATU MODEL PEMBELAJARAN ATAU PERKULIAHAN BERDASARKAN


PARADIGMA KONSTRUKTIVISME,DAN PRINSIP BELAJAR
ANDRAGOGI YANG BERORIENTASI PRODUKTIF DENGAN PROSES
PROAKTIF MAHASISWA DALAM MENGEMBANGKAN DIRINYA
MELALUI BAHAN AJAR TERTENTU. BUKTI PROSES DAN HASIL
BELAJAR YANG DIKERJAKAN SECARA TERATUR ITU
DIDOKUMENTASIKAN DAN DITIN-DAKLANJUTI MENJADI
PORTOFOLIO YANG BERKEMBANG.
PROSES PERKULIAHAN STRATEGI PORTOFOLIO

1. RANCANGAN KULIAH DIBERIKAN, DIDISKUSIKAN, DAN SELALU


DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN BELAJAR
2. SETIAP AKHIR KULIAH MAHASISWA MENULIS REFLEKSI
3. SETIAP AWAL KULIAH MAHASISWA MELAPORKAN HASIL
PERBAIKAN REFLEKSI DAN CATATAN, SERTA BUKTI KEGIATAN
BELAJAR MANDIRI
4. SEMUA BUKTI KEGIATAN BELAJAR, TUGAS, EVALUASI DIRI,
HAND OUT, LAMPIRAN, DAN BUKTI KEGIATAN LAIN YANG
RELEVAN DENGAN RANCANGAN KULIAH DIBUNDEL MENJADI
MAP PORTOFOLIO
5. PORTOFOLIO DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER JAWABAN
STRUKTUR PORTOFOLIO PERKULIAHAN

1. JUDUL
2. LEMBAR PENILAIAN PORTOFOLIO
3. PENGANTAR
4. CATATAN PEMASUKAN BUKTI KARYA
5. RANCANGAN KULIAH
6. CONTOH-CONTOH FORMAT EVALUASI DIRI
7. BUKTI REFLEKSI
8. BUKTI PERBAIKAN REFLEKSI DAN CATATAN
9. BUKTI KEGIATAN MANDIRI
10. LAMPIRAN
11. UMPAN BALIK EKSTERNAL
12. EVALUASI DIRI BERBAGAI KEGIATAN
BERBAGAI FORMAT EVALUASI DIRI

EVALUASI DIRI MENGUKUR:


AKTIVITAS MENGIKUTI KULIAH
REFLEKSI
KEGIATAN DI PERPUSTAKAAN
PERBAIKAN REFLEKSI DAN CATATAN
KEGIATAN BELAJAR KELOMPOK
KEGIATAN BELAJAR MANDIRI
LAMPIRAN
PENULISAN MAKALAH
PORTOFOLIO MENYELURUH
PORT FOLIO ASSESMENT

DESKRIPTOR BAIK
SEKALI BAIK CUKUP BELUM
INDIKATOR
CUKUP
PENAMPILAN: DILIHAT DARI WUJUD YANG
MENARIK ORANG INGIN MENGETAHUI
KUANTITAS: DILIHAT DARI BANYAKNYA KARYA
TULIS REFLEKSI, PERBAIKAN, DAN MANDIRI
KETERATURAN: DILIHAT DARI PENATAAN KARYA
SESUAI DENGAN URUTAN BUKTI HASIL KEGIATAN
KELENGKAPAN: DOLIHAT DARI ADANYA UNSUR-
UNSUR WAJIB DALAM PORTOFOLIO
KREATIVITAS: DILIHAT DARI KERAJINAN DAN ME-
NUNJUKKAN KEINGINAN UNTUK LEBIH MENARIK.
BAGAIMANA JIKA STRATEGI PORTOFOLIO
INI ANDA TERAPKAN DALAM PERKULIAHAN
ANDA ?
ARTINYA ANDA MELAKUKAN PTK

BAGAIMANA KEUNTUNGAN, KENDALA, PELUANG,


DAN TANTANGANNYA ?
SESUAIKAH HASIL ANALISIS ANDA DENGAN
HASIL ANALISIS BERIKUT
KEUNTUNGAN APA IYA?

1. DOSEN MENJADI BUKAN SATU-SATUNYA SUMBER


2. MAHASISWA LEBIH AKTIF DAN KREATIF
3. TUGAS-TUGAS MENJADI LEBIH BERMAKNA, TERDOKUMENTASI
4. KEBEBASAN BELAJAR TERJAMIN, TERSEDIA BERBAGAI SUMBER
5. PERSAINGAN BELAJAR SEHAT DAN SPORTIF, ADA KERJASAMA
6. PERBEDAAN INDIVIDUAL TERUKUR DAN DIHARGAI
7. BUKTI KEGIATAN BELAJAR DIMILIKI MAHASISWA
8. MEMBINA SIKAP PRODUKTIF DAN PERCAYA DIRI
9. PROSES EVALUASI DAPAT DILAKUKAN SECARA TRANSPARAN
10.TANGGUNG JAWAB PROFESI DOSEN MENJADI JELAS
11.SISTEM SKS DAPAT DIWUJUDKAN DENGAN BENAR
KENDALA

1. KEMAUAN DAN KEMAMPUAN MENULIS LEMAH


2. KETEKUNAN DAN KEULETAN BELUM TERLATIH
3. SUMBER BELAJAR PERPUSTAKAAN MASIH KURANG
4. KEBIASAAN BURUK MEMANFAATKAN WAKTU SENGGANG
5. PENGELOLA LEBIH MEMPERHATIKAN KURIKULUM
DARIPADA PEMBELAJARAN
6. LEBIH MEMBUTUHKAN MODEL TEAM TEACHING
PELUANG

1. MOMENTUM INOVASI PENDIDIKAN DALAM DALAM


MEWUJUDKAN ERA REFORMASI
2. SUMBER BELAJAR TERSEDIA LUAS DI PASARAN
3. TEKNOLOGI PENDIDIKAN MAKIN BERKEMBANG DAN
TERSEDIA LUAS
4. KECENDERUNGAN PERSAINGAN INDIVIDUAL YANG BEBAS
DAN SPORTIF
5. DIBUTUHKAN PEMBINAAN SIKAP PRODUKTIF DAN NILAI
DIDIK LAINNYA.
TANTANGAN

1. DIBUTUHKAN UPAYA MEMPERBAHARUI POLA PIKIR DAN


SIKAP ILMIAH
2. DIBUTUHKAN SIKAP KOOPERATIF DENGAN KELUARGA
DAN MASYARAKAT UNTUK PROSES UMPAN BALIK
3. DIBUTUHKAN SOSIALISASI EFEKTIF AGAR TIDAK
KELIRU DALAM PENERAPANNYA

DAN ADA KESEMPATAN BAGI SAYA UNTUK BERAMAL


SIMPULAN
STRATEGI PORTOFOLIO MERUPAKAN
PEMBELAJARAN YANG MEMENUHI SYARAT
MEMBANGUN SUMBER DAYA MENUSIA INSANI YANG
MEMILIKI KOMPETENSI
CERDAS KOMPREHENSIF DAN KONPETITIF

PORTOFOLIO
DIKEMBANGKAN, DIPERBAIKI, DAN DIGUNAKAN
PADA WAKTU UJIAN LALU DIDOKUMENTASIKAN
SEBAGAI BUKTI BELAJAR YANG
MONUMENTAL

PAU-PPAI-UT 76
SILAKAN MENULIS REFLEKSI

1. INFORMASI MANA SAJAKAH YANG DIANGGAP BARU, MENARIK,


DAN PENTING BAGI ANDA
2. MANFAAT APA YANG DAPAT DISERAP DARI INFORMASI
TERSEBUT BAGI ANDA UNTUK KEGIATAN KESEHARIAN DAN
TUGAS PROFESI
3. BAGAIMANA KOMENTAR ANDA BAIK TENTANG BAHAN AJAR INI
MAUPUN PENYAJIANNYA
4. APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN SETERUSNYA SETELAH ANDA
MENGENAL INFORMASI INI
TULIS DALAM EMPAT PARAGRAF, SATU HALAMAN KUARTO
Refleksi
Pokok
bahasan: . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
...........
Nama/jur : . . . . . .. . . . . . . . . . . .
................
Hari/tanggal : . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . .
a.Informasi penting: 1 . . . . . . . . .2
.
. . . .
3...4..
6 . . .5....
7. . . . 8 ......9.dst
a.Manfaatnya:
... 1. . . . .2.. ........................
3.4.... .5. . . . . ...6
. .
7.8..9....dst..
a.Komentar: ...

Pertanyaan
Mengapa perlu belajar konstruktivisme
Mengapa Indonesia penuh dengan masalah
Apa yang dimaksud dengan paradigma didik
Mengapa perlu menganut konstruktivisme daripada behaviorisme
Bagaimana proses pembentukan pengetahuan
Jelaskan bahwa pengetahuan bukan sekadar gambaran dunia nyata
Mengapa siswa memiliki struktur pengetahuan yang berbeda
Jelaskan pandangan konstruktivisme tentang pembelajaran
Mengapa pengetahuan setiap siswa beragam
Jelaskan konsep disequilibrium dan implikasinya dalam pembelajaran
Apa kewajiban mahasiswa dalam belajar berdasarkan konstruktivisme
Apa peran dosen dalam pembelajaran berdasarkan konstruktivisme
PAU-PPAI-UT 79