Anda di halaman 1dari 12

PENYAKIT MENULAR

DI INDONESIA

Oleh :
Muhammad Azinar
Definisi Penyakit Menular
 Adalah penyakit yang dapat menulari/ menyebar ke
orang lain.
 Penyebab : kuman (basil), bakteri dan virus.
 Untuk dapat menimbulkan penyakit, bibit penyakit harus
terlebih dahulu masuk ke dalam tubuh manusia, dapat
melalui :
1. Permukaan kulit (malaria, tetanus, penyakit cacing tambang,
pes, dll)
2. Jalan pernafasan (influenza, dipteri, batuk rejan, tuberculosis)
3. Alat-alat pencernaan (kolera, disentri, typhus, penyakit cacingan)
Cara Penularan Penyakit
 Direct contact
Kontak langsung antara badan penderita dengan badan orang lain.
Contoh : Penyakit kelamin (PMS), lepra
 Indirect contact
Bibit penyakit menular dengan perantara benda-benda yang telah
dipakai/digunakan penderita (pakaian, handuk, sapu tangan, dll) yang
kemudian dipakai oleh orang lain.
Contoh : trachoma, kudis
 Melalui makanan dan minuman tercemar
Contoh : Typhus, disentri, kolera, tuberculosis
 Melalui udara
1. Melalui debu di udara : TB, Influenza, dan penyakit kulit
2. Melalui tetes ludah yang halus (droplet infection) : batuk rejan, TB
 Melalui serangga
Contoh : demam berdarah, malaria, pes
Pencegahan Penyakit Menular
 Usaha pencegahan ditujukan terhadap individu yang
akan ditulari, sumber penularan dan media perantara.
1. Terhadap Individu yang akan ditulari
• memberikan kekabalan buatan kepada orang-orang sehat
• mempertinggi daya tahan : pemberian makanan sehat yang
cukup baik kualitas maupun kuantitas.
2. Terhadap sumber penularan
Mengisolir sumber penyakit : pengobatan/ pembinasaan
3. Terhadap media perantara
Bila perantara serangga/ nyamuk maka nyamuk beserta tempat
bersarangnya hendaknya dimusnakan.
Pembagian Penyakit Menular
(Berdasarkan sifat-sifat penyebaran dan timbulnya gejala-gejala penyakit)

 Penyakit Akut Epidemis


Penyakit yang gejalanya timbul secara mendadak (akut), sedang
penyebarannya cepat dan meliputi daerah yang luas, sehingga dalam waktu
yang relatif singkat dapat menyerang banyak orang.
Contoh : infleunza, kolera, typhus, disentri, dipteri, morbili
 Penyakit Kronik Endemis
Penyakit yang gejalanya timbul secara menahun (kronis), sedangkan
penyebarannya bersifat endemis (di daerah tertentu).
Contoh : malaria, TB, Lepra, Penyakit saluran pernafasan dan saluran
pencernaan.
 Penyakit Sporadis
Penyakit yang dalam waktu bersamaan terdapat di beberapa
daerah (tersebar)
Influenza
 Penyebab :
Virus influenza
 Gejala-gejala
 Penderita mendapat serangan demam secara mendadak
 Kepala pusing dan sering batuk
 Mata merah dan hidung banyak mengeluarkan ingus
 Terasa sakit pada sendi, otot-otot, lengan, dan tungkai
 Penularan
Melalui udara pada waktu penderita batuk, bersin atau berbicara
 Pencegahan
Menjauhkan penderita dari orang-orang sehat
 Perawatan
Penderita harus istirahat total
Tuberculosis
 Penyebab :
Bakteri Mycobacterium tuberculosis
 Gejala-gejala
 Badan terasa lesu, sering pilek, panas badan tidak begitu tinggi.
 Nafsu makan kurang, BB tidak naik.
 Malam hari banyak berkeringat
 Batuk-batuk dengan diselingi panas dan sukar sembuh
 Jika keadaan tambah parah, batuk dengan mengeluarkan darah
 Penularan
 Bakteri masuk ke dalam paru-paru bersama-sama dengan udara pernafasan.
 Melalui makanan dan minuman, misalnya minum susu dari sapi yang menderita TB tanpa
dipasteurisasikan terlebih dahulu.
 Pencegahan
 Memberikan vaksinasi BCG kepada orang sehat
 Bila berbicara dengan penderita tidak terlalu dekat/ berhadapan langsung
 Menghilangkan sumber penularan dengan mengobati penderita sampai sembuh
 Mengusahakan sinar matahari cukup banyak masuk rumah
 Memberikan pendidikan kes. Masy tentang bahaya, cara penularan, dan pencegahan
terhadap TB.
Demam Berdarah Dengue (DBD)
 Penyebab :
Virus DHF (Dengue hemorrhagic fever)
 Gejala-gejala
 Demam mendadak disertai menggigil
 Tubuh terasa lemah dan sakit kepala yang hebat
 Mata merah, kemudian diikuti timbulnya bintik-bintik merah di selurih tubuh.
 Jika keadaan tambah buruk, terjadi perdarahan di bawah kulit dan akhirnya dapat
terjadi shock.
 Penularan
Dengan perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti.
 Pencegahan
 Memberantas nyamuk yang dapat menularkan penyakit
 Menghilangkan tempat-tempat yang dapat digunakan sebagai sarang nyamuk
(PSN)
 Jika salah satu anggota keluarga diketahui menunjukkan tanda-tanda menderita
DB, maka segera bawa ke RS/ Puskesmas agar segera mendapat pertolongan.
Malaria
 Penyebab :
Parasit Plasmodium
 Macam Plasmodium
 Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropika (demam menggigil setiap hari)
 Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana (demam menggigil selang hari)
 Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana (demam menggigil selang 2 hari)
 Plasmodium ovale menyebabkan malaria selang sehari.
 Gejala
 Tubuh terasa lemah/ lesu
 Timbul rasa dingin sampai menggigil tapi suhu badan tinggi
 Berkeringat dingin diiringi turunnya suhu badan
 Kadang disertai dengan sakit kepala, mual dan muntah
 Nafsu makan berkurang
 Penularan
Dengan perantara gigitan nyamuk Anopheles betina.
 Pencegahan
 Menghindari gigitan nyamuk Anopheles.
 Upayakan sesedikit mungkin pakaian bergantungan di dalam kamar.
 Mengendalikan kepadatan nyamuk penular dengan PHBS
Pneumonia
 Adalah :
 Penyakit infeksi yang menyerang paru.
 Sering terjadi balita.
 Berbahaya karena dapat menagkibatkan kematian dalam waktu 3-10 jam apabila
tidak segera ditolong dengan cepat dan tepat
 Gejala-gejala
Batuk disertai dengan napas cepat atau napas sesak pada balita
 Penularan
 Tertulari oleh penderita batuk
 Imunisasi tidak lengkap
 Kurang Gizi serta pemberian ASI yang tidak memadai
 Terhirupnya asap/ debu secara berulang
 Tinggal di lingkungan yang tidak sehat
 Pencegahan
 Jauhkan balita dari penderita batuk
 Lakukan imunisasi lengkap
 Berikan ASI sampai usia 2 tahun
 Jauhkan bayi dari asap/ debu serta bahan lain yang mudah terhirup oleh balita.
Diare
 Adalah :
Berak-berak yang lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih dalam sehari) dan berbentuk encer.
 Gejala-gejala
Frekuensi berak lebih dari biasanya
Tinja lembek atau cair
Mulas
Sakit perut
Terdapat lendir dengan/ tanpa darah (disentri)
Berak cair seperti air cucian beras (kholera)
 Penyebab
Infeksi bakteri, virus, parasit (cacing)
Terganggunya penyerapan makanan dalam tubuh
Alergi
Keracunan
Menurunnya kekebalan tubuh, dsb
 Penularan
Tinja yang dikeluarkan oleh penderita adalah sumber penularan
Kuman dapat menular melalui makanan (dipegang oleh tangan atau lewat serangga)
Kuman dapat mencemari air yang digunakan orang lain (untuk berkumur, menggosok gigi, mencuci sayuran)
Pencegahan
 Minum air dan makan makanan yang sudah dimasak
 Mencuci buah dan sayur seegar yang akan di makan
 Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan
 Cuci tangan dengan sabun setiap kali selesai BAB
 Membiasakan mencuci alat-alat makan dan minum dengan sabun
 Makan makanan yang bergizi
 Membiasakan untuk membersihkan lingkungan
HIV/ AIDS
 Adalah :
Penyakit yang ditandai dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh virus HIV.
 Gejala-gejala
Demam berkepanjangan
Selera makan hilang
Diare terus menerus tanpa sebab
Pembengkakan kelenjar
Bercak-bercak di kulit
Berat badan turun dratis
Radang paru, kanker kulit, gangguan susunan syaraf pusat
Tuberculosis
 Penularan
Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi
Melalui transfusi, penggunaan jarum suntik secara bergantian
Dari Ibu ke Janin selama kehamilan, persalinan dan menyusui
Pencegahan
 A : Abstinensia, artinya tidak melakukan hubungan seks
 B : Be faithful (setia), artinya saling setia dengan pasangannya
 C : Condom Use (penggunaan kondom), artinya jika cara pertama dan kedua
tidak bisa
 D : Drugs, artinya tidak menggunakan obat-obatan dan narkoba suntik