Anda di halaman 1dari 42

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M D A N P E R U M A H A N R A K Y AT

D I R E K T O R AT J E N D E R A L S U M B E R D AYA A I R
BALAI BESAR W I L AYAH SUNGAI S E R AYU - O PAK
S AT U A N K E R J A O P E R A S I D A N P E M E L I H A R A A N S D A S E R AYU O PAK
Jl. Solo Km.6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489172; Fax. (0274) 489552; http://www.bbwsso.net/

Audit Teknis dan Penyusunan AKNOP


Bangunan Pengendali Sedimen Sungai
Lukulo

DISKUSI PEMBAHASAN
LAPORAN AKHIR
HK.02.03/S.OPSDA.SO/01/25
Tanggal 21 Maret 2016

PT. ADIGUNA MITRA TERPERCAYA CONSULTANTS


Kantor / Studio : Griya Taman Asri A 420 / A 320 Donoharjo, Ngaglik, Sleman,
Tel p . / F a x : ( 0 2 7 4 ) 8 6 9 8 1 6 , E - m a i l : a m t _ c o n s u l t a n t s @ y a h o o . c o . i d
ISI PRESENTASI
Pendahuluan Latar Belakang, maksud, tujuan, sasaran, dan
lingkup,
Metodologi dan Rencana Kerja,
Kajian awal Audit teknis; AKNOP ; Bangunan Pengendali
Sedimen,
Inventarisasi bangungan pengendali sedimen.
Analisis kinerja BPS
AKNOP BPS Sungai Lukulo
LATAR BELAKANG
Bangunan Pengendali Sedimen yang telah dibangun dan dikelola Balai
Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (selanjutnya disebut BBWS Serayu
Opak) jumlahnya tidak sedikit. Agar Pengendali Sedimen tersebut dapat
bermanfaat dan dapat berfungi dengan baik maka perlu dioperasikan
sesuai dengan peruntukannya dan harus senantiasa dipelihara.
Sebelum pelaksanaan pengoperasian dan pemeliharaan (selanjutnya
disebut O&P), perlu dibuat bagaimana prosedur, cara dan biaya yang
dibutuhkannya. Perencanaan tersebut harus didukung dengan data
bangunan yang di-O&P. Kegiatan O&P Pengendali sedimen harus
benar-benar sesuai data kondisi aktual di lapangan.
Dalam rangka menyusun perencanaan kegiatan OP Bangunan
Pengendali Sedimen Sungai Lukulo, melalui kegiatan inventarisasi,
kajian dan analisis, penyusunan angka kebutuhan nyata OP, Balai Besar
Wilayah Sungai Serayu Opak menyelenggarakan pekerjaan Audit
Teknis dan Penyusunan AKNOP Bangunan Pengendali Sedimen
Sungai Lukulo.
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari pekerjaan adalah untuk merencanakan pelaksanaan
kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Bangunan Pengendali Sedimen
yang ada di Sungai Lukulo. Sedangkan tujuan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

Untuk mengetahui kinerja Bangunan Pengendali Sedimen.


Untuk mengetahui angka kebutuhan nyata operasi dan
pemeliharaan Bangunan Pengendali Sedimen sehingga terarahnya
pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan Bangunan
Pengendali Sedimen sesuai dengan kebutuhan,
Agar Bangunan Pengendali Sedimen yang ada tersebut dapat
berfungsi dengan baik dan dapat memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya dan tetap terpelihara sehingga dapat bertahan
sampai umur layanannya habis.
SASARAN
Sasaran pekerjaan Audit Teknis dan Penyusunan AKNOP Bangunan
Pengendali Sedimen Sungai Lukulo adalah untuk mewujudkan
dokumen perencanaan O&P yang sesuai dengan angka kebutuhan
nyata operasi dan pemeliharaan secara sistematis untuk meningkatkan
kinerja pengelolaan Bangunan Pengendali Sedimen Sungai Lukulo.

LINGKUP KEGIATAN
Pemantauan dan pencatatan (inventarisasi) kondisi BPS,
Pemantauan dan pencatatan (inventarisasi) kondisi SDM,
Audit teknis BPS Sungai Lukulo (analisa kinerja),
AKNOP BPS Sungai Lukulo,
Membuat data multimedia dengan bantuan drone.
LOKASI PEKERJAAN
METODOLOGI DAN RENCANA
KERJA
1. Pekerjaan persiapan,
2. Pemantauan dan pencatatan (inventarisasi) kondisi BPS, (kondisi
baik, rusak ringan, rusak sedang, rusak berat),
3. Pemantauan dan pencatatan (inventarisasi) kondisi SDM,
4. Audit teknis BPS di Sungai Lukulo (analisa kinerja),
5. AKNOP BPS di Sungai Lukulo,
6. Membuat data multimedia dengan bantuan drone,
7. Penyusunan Laporan hasil pekerjaan.
RENCANA KERJA
No Tahapan Kegiatan Uraian Kegiatan Keluaran Kegiatan
1 Pekerjaan persiapan Mobilisasi personil dan peralatan, membuat perijinan, data awal, membuat rencana Termobilisasi SDM dan Peralatan dan
kerja, dan tinjauan lapangan awal (orientasi lapangan) mendapatkan data awal hasil orientasi
lapangan
2 Pengumpulan data Data sekunder yang dikumpulkan dari instansi terkait yaitu : Data-data dan informasi bangunan
sekunder, Penyiapan data bangunan BPS yang dikelola oleh BBWS Serayu Opak di pengendali sedimen yang dikelola oleh
Sungai Lukulo BBWS Serayu Opak di Sungai Lukulo
Daftar bangunan dan lokasi pengendali BPS eksisting,
Data NSPM
Data kegiatan O dan P eksisting
Kajian studi terdahulu
3 Inventarisasi bangunan, Inventarisasi kondisi dan fungsi Bangunan : Data-data dan informasi kondisi dan
kondisi SDM dan aspek Penelusuran banguan pengendali sedimen (BPS), fungsi bangunan BPS berdasarkan hasil
lainnya Penilaian kondisi dan fungsi bangunan, inventarisasi mutakhir
Pengukuran dan pembuatan sktesa
Inventarisasi kondisi SDM OP :
Wawancara dan pengisian kuisiner
Praktek/simulasi OP
4 Kajian dan Analisis hasil Kajian dan analisis hasil inventarisasi Hasil analisis berupakebutuhan kegiatan
inventarisasi Analisis tipe/jenis, frekuensi, kegiatan OP OP, tipe/jenis, frekuensi, kegiatan OP,
Analisis volume kebutuhan nyata OP analisis volume dan harga satuan
Analisis harga satuan
5 Penyusunan AKNOP Penyusunan angka kebutuhan nyata OP bangunan pengendali sedimen dirinci, jenis AKNOP bangunan pengendali sedimen
kegiatan, frekuensi, volume. harga satuan, biaya OP tahunan, biaya OP 5 tahunan yang dikelola oleh BBWS Serayu Opak di
Sungai Lukulo
6 Membuat data Pengambilan gambar situasi bangunan pengendali dan lingkungan sekitarnya dengan Dokumentasi gambar situasi bangunan
multimedia dengan bantuan drone pengendali sedimen dan lingkungan
bantuan drone Pembuatan informasi multimedia kondisi dan fungsi BPS sekitarnya dengan bantuan drone
Informasi multimedia kondisi dan fungsi
BPS
7 Pelaporan Penyusunan laporan pekerjaan sesuai dengan yang di syaratkan di dalam KAK Dokumen laporan pekerjaan.
berupa :
a. Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK),
b. Laporan Pendahuluan (Inception Report)
c. Laporan Bulanan,
d. Laporan Pendukung,
e. Laporan Akhir.
BAGAN ALIR PELAKSANAAN PEKERJAAN
AUDIT TEKNIS BPS
Audit teknis BPS adalah kegiatan pemeriksaan terhadap prasarana
dan sarana BPS yang dimaksudkan untuk mendapatkan data
kondisi dan fungsi secara komprehensif,
Acuan yang digunakan dalam Audit Teknis :

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat


Republik Indonesia Nomor 06/PRT/M/2015 Tentang Eksploitasi
Dan Pemeliharaan Sumber Air Dan Bangunan Pengairan,
Surat Edaran Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian
Pekerjaan Umum No. 01/2013 tentang Operasi dan Pemeliharaan
Kegiatan audit teknis BPS dilakukan dengan cara survei
inventarisasi dan investigasi kondisi dan fungsi BPS yang ada di
Sungai Lukulo,
Data Teknis
Data Teknis BPS As Built Drawing
Data Manual OP

Pelimpah/ Tubuh BPS


Tembok Tepi
Bangunan Lantai Kolam Olak
Data Teknis Sub Dam
Lubang Drainase
Bangunan Pelengkap

Penampang sungai
Lingkungan/ Morfologi Kemiringan dasar
Gerusan Dasar
Audit Teknis BPS Sedimentasi

Nama unit pengelola BPS


Nama institusi di atasnya
Data struktur organisasi
Data Non Teknis Jenis petugas OP yang ada
Jumlah petugas
Data uraian tugas
Kecukupan jumlah petugas
Kesesuaian kompetensi

Alur Pikir Audit Teknis Bangunan Penahan Sedimen


INVENTARISASI BANGUNAN PENGENDALI
SEDIMEN
DI SUNGAI LUKULO
Koordinat Tahun
No Nama BPS Sungai Lokasi Dibangun Oleh Keterangan
X, Y dibangun
1 Groundsill Desa Muktisari 742'05.9"S PPK PKSDA 1 Sumber Data
Muktisari Lukulo Kec. Kebumen 2009 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10939'25.1"E
2 Gully Plug Desa Seboro 731'40.37"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Seboro 1 Karang Kec. Sadang 2005 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10942'51.67"BT
3 Gully Plug Desa Seboro 731'40.43"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Seboro 2 Karang Kec. Sadang 2005 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10942'49.71"BT
4 Gully Plug Desa Seboro 731'33.22"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Seboro 3 Karang Kec. Sadang 2005 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10942'40.37"BT
5 BPS Desa Karangsambung, 732'48,42"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Karangsambung 1 Wuluh Kec. Karangsambung, 2013 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10940'51,99"BT
6 BPS Desa Karangsambung, 736'15,21"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Karangsambung 2 Jebug Kec. Karangsambung, 2013 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10940'40,45"BT
7 BPS Pencil Desa Pencil, 732'28,03"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Sosogan Kec. Karangsambumg, 2013 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10940'40,60"BT
8 BPS Seling Desa Seling, 736'14,58"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Sosogan Kec. Karangsambung, 2013 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10940'45,12"BT
9 BPS Wuni Desa Kedungwaru, 735'58,19"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Wuni Kec. Karangsambung, 2013 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10940'42,54"BT
10 BPS Benda Desa Kedungwaru, 736'3,01"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Wadas Kec. Karangsambung, 2013 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10940'24,26"BT
11 BPS Siwaru Desa Widoro, 736'37,51"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Siwaru Kec. Karangsambung, 2013 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10939'24,31"BT
12 BPS Plered Desa Widoro, 737'16,36"LS PPK PKSDA 1 Sumber Data
Plered Kec. Karangsambung, 2013 SNVT PJSA SO PPK PKSDA 1
10939'47,13"BT

Sumber : Kompilasi Data, BBWS Serayu Opak


PETA
LOKASI
BANGUNAN
PENGENDAL
I SEDIMEN
DI SUNGAI
LUKULO
Groundsill Muktisari
Gully Plug Seboro 1
Gully Plug Seboro 2
Gully Plug Seboro 3
BPS Karangsambung 1
BPS Karangsambung 2
BPS Sosogan 1
BPS Sosogan 2
BPS Wuni
BPS Benda
BPS Siwaru
BPS Plered
ANALISIS KINERJA BPS

Analisis kinerja BPS dimaksudkan untuk mengetahui tingkat


pelayanan BPS berdasarkan kondisi dan fungsi bangunan.
Tujuan analisis kinerja BPS adalah :
(1) Memperoleh data awal yang akurat tentang kondisi dan
fungsi BPS;
(2) Memperoleh gambaran kinerja BPS melalui penilaian
kondisi dan fungsi komponen BPS,
(3) Merekomendasikan upaya yang perlu dilakukan untuk
meningkatkan kinerja BPS.
()Prosedur kajian kinerja BPS mengacu Norma Standar
Pedoman dan Manual (NSPM) yang berlaku pada
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
Kriteria penilaian kondisi dan fungsi bendung dilakukan
berdasarkan beberapa komponen bangunan yang
mempunyai fungsi berbeda-beda.
BPS terdiri dari beberapa komponen meliputi :
1) Bangunan mercu,
2) Bangunan tembok tepi,
3) Bangunan kolam olak/apron,
4) Bangunan pelengkap.
) Prosentase penilaian atau bobot penilaian dari fungsi
bangunan sesuai dengan keutamaan bangunan tersebut
dalam kinerja bangunan.
Pelengkap
Mercu
Sayap
Kolam
Bangunan
Tubuh
Baya-baya
Pintu
Sub
Lantai
Lapis
Pondasi
Dinding
Dam
Aus 55%%

Klasifikasi Penilaian Kinerja Bangunan Pengendali Sedimen


Kriteria Penilaian Kondisi Bangunan Pengendali Sedimen

Kondisi Bangunan Ciri Fisik


Kondisi Baik Bentuk fisik bangunan masih baru atau seperti baru,
Belum mengalami perubahan fisik yang berarti,
Jika nilai kondisi > 90 - 100 % atau,
Nilai tingkat kerusakan bangunan < 10 %.
Kondisi Rusak Ringan Bentuk fisik bangunan sudah mengalami sedikit perubahan,
Terdapat retak-retak rambut / pensil,
Terdapat pengelupasan plester dan atau siar dalam jumlah kecil,
Stabilitas fisik bangunan masih terjaga,
Jika nilai kondisi 80 - 90 % atau,
Nilai tingkat kerusakan bangunan antara 10 < 20 %.
Kondisi Rusak Sedang Bentuk fisik bangunan sudah mengalami perubahan yang berarti,
Terdapat retak-retak pensil atau berlubang,
Terdapat pengelupasan plester dan atau siar sampai membuat lubang-lubang kecil,
Stabilitas fisik bangunan mulai terganggu,
Jika nilai kondisi 60 - < 80% atau,
Nilai tingkat kerusakan bangunan antara 21 <40 %.

Kondisi Rusak Berat Bentuk fisik sudah mengalami perubahan serius,


Terdapat retakan yang sudah memutuskan kekuatan struktur bangunan sampai roboh,
Stabilitas fisik bangunan sangat terganggu sampai tidak stabil lagi,
Jika nilai kondisi < 60 % atau,
Apabila bangunan tidak roboh, nilai tingkat kerusakan bangunan 40 %.
Kriteria Penilaian Fungsi Bangunan Pengendali Sedimen
Fungsi Bangunan Ciri Fisik
Fungsi Baik Bangunan mercu, optimal menampung sedimen dan mengalirkan aliran,
Bangunan tembok tepi, optimal menahan tebing kanan kiri bangunan BPS,
Untuk kolam olak/apron, berfungsi optimal meredan aliran dari mercu,
Untuk bangunan pelengkap, berfungsi optimal sesuai jenis bangunannya,
Penurunan fungsi kurang dari 10 %.
Fungsi Terganggu Fungsi mercu terganggu dalam menampung sedimen maupun mengalirkan air akibat plesteran aus
Ringan dan ada beberapa pasangan batu terlepas,
Untuk tembok tepi, terdapat beberapa bagian sayap retak-retak kurang dari sepertiga panjangg
sayap. Kondisi ini sayap dalam keadaan tidak rawan runtuh,
Untuk kolam olak/apron, terdapat retak/lubang/patah/rembesan, kerusakan tidak berkembang.
Kondisi ini tubuh bendung tidak rawan runtuh,
Untuk bangunan pelengkap, terdapat kerusakan yang tidak berkembang dan tidak perlu segera
diperbaiki,
Penurunan fungsi antara 11 20 %.

Fungsi Terganggu Fungsi mercu terganggu dalam menampung sedimen maupun mengalirkan air akibat plesteran aus
Sedang dan pasangan batu terlepas menyebar dan semakin bertambah.
Untuk tembok tepi, terdapat retakan-retakan pada bagian sayap yang cenderung berkembang.
Kondisi rawan runtuh sehingga perlu segera diperbaiki,
Untuk kolam olak/apron, terdapat retak/lubang/patah/rembesan, kerusakan cenderung berkembang.
Kondisi ini mercu rawan runtuh,
Untuk bangunan pelengkap, terdapat kerusakan yang cenderung berkembang dan mengurangi
fungsi dari bangunan pelengkap,
Penurunan fungsi antara 21 40 %.

Fungsi Terganggu Fungsi mercu terganggu dalam menampung sedimen maupun mengalirkan air akibat pasangan
Berat batu runtuh lebuh dari 50%,
Untuk sayap bangunan, terdapat retakan-retakan lebih besar dari sepertiga panajng sayap yang
cenderung berkembang,
Untuk kolam olak/apron, terdapat retak/lubang/patah/runtuh. Kondisi ini tubuh bendung mudah
runtuh sehingga harus segera diperbaiki.
Untuk bangunan pelengkap, terdapat kerusakan yang menggangu fungsi dari banguan pelengkap
dan mengancam fungsi dari bangunan utama,
Penurunan fungsi antara lebih dari 41 %.
Berdasarkan hasil analisis kondisi dan fungsi BPS, maka bisa
diketahui kinerja dari bangunan BPS yang di lakukan audit
teknis.
Kinerja BPS merupakan nilai gabungan antara kondisi dan
fungsi bangunan dengan bobot masing-masing sebesar 50%.
Rekapitulasi penilaian kinerja BPS dapat dilihat pada tabel
dibawah ini :
AKNOP BPS SUNGAI
LUKULO
AKNOP adalah Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan
Pemeliharaan BPS,
AKNOP disusun berdasarkan:
Inventarisasi komponen-komponen detail kegiatan
Operasi dan Pemeliharaan yang harus dilakukan.
inventarisasi komponen-komponen teknis yang
memerlukan pembiayaan
inventarisasi fasilitas pendukung yang diperlukan
dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, Operasi dan
Pemeliharaan,
perhitungan volume dan harga satuan kegiatan
perhitungan angka kebutuhan biaya aktual
pengelolaan BPS
IDENTIFIKASI KERUSAKAN KOMPONEN BPS
Identifikasi kerusakan komponen pada BPS dimaksudkan
untuk mengetahui jenis kerusakan yang umum terjadi pada
komponen BPS.
Identifikasi kerusakan dilakukan pada komponen bangunan
meliputi; bangunan mercu, tembok tepi, kolam olak/apron
dan bangunan pelengkap.

Komponen Identifikasi Jenis Kerusakan


Pasangan batu puncak mercu banyak yang terlepas,
Bangunan Mercu Lapisan atas/ plesteran terkelupas atau aus
Pondasi mercu keropos/ menggantung
Pasangan batu lepas/runtuh,
Retak memanjang pada pasangan batu,
Bangunan Tembok
Plesteran ban-banan retak/hancur,
Tepi Kanan dan Kiri
Pondasi tergerus/keropos,
Banyak tumbuh vegetasi pada bangunan tembok tepi
Pasangan batu lantai hancur,
Kolam Olak/Apron Pondasi sub dam kolam olak keropos
Riprap di hilir kolam olak hilang
Railing jembatan berkarat,
Banguan Pelengkap
Daun pintu irigasi berkarat,
GAMBAR TIPIKAL PERBAIKAN MERCU DAN KOLAM OLAK
GAMBAR TIPIKAL PERBAIKAN PONDASI TEMBOK TEPI

GAMBAR TIPIKAL PERBAIKAN TEMBOK TEPI GAMBAR TIPIKAL PERBAIKAN RIPRAP


PEMBIAYAAN OPERASI DAN
PEMELIHARAAN
Biaya Operasi dan Pemeliharaan adalah segala biaya
yang dibutuhkan/dikeluarkan untuk membiayai kegiatan
operasi dan pemeliharaan dalam rangka
mengoptimalkan fungsi dan manfaat berikut bangunan
prasarananya sesuai dengan umur layanan yang telah
direncanakan serta menjaga kondisi keamanannya,
Perhitungan dan perencanaan biaya O&P dengan cara
melakukan inventarisasi kebutuhan operasi, komponen-
komponen yang perlu perbaikan dan perawatan secara
menerus.
Rencana Anggaran Biaya yang harus disediakan dan
direncanakan mencakup: biaya langsung, biaya tak
langsung dan biaya tak terduga.
1) Biaya langsung adalah semua biaya yang disediakan dan akan
digunakan langsung untuk komponen bangunan, antara lain:
)Biaya personil dan bahan serta peralatan untuk operasi,
)Biaya pemeliharaan rutin,
)Biaya perbaikan/pergantian komponen bangunan,
)Biaya pemeriksaan dan pemantauan.

2) Biaya tak langsung adalah biaya yang disediakan dan akan


digunakan langsung untuk kegiatan yang berkaitan dengan
penyelenggaraan O&P, antara lain:
)Biaya untuk kegiatan masyarakat di sekitar bendung,
)Biaya pengawasan kegiatan perbaikan komponen bendung dan bangunan
pelengkapnya,
)Biaya untuk pelatihan personil pemantau komponen-komponen bendung.

3) Biaya tak terduga adalah biaya yang dialokasikan khusus untuk


memperbaiki semua kejadian diluar perhitungan dan dapat
menimbulkan kerusakan, sehingga mengganggu kelancaran
kegiatan O&P baik sebagian maupun secara keseluruhan.
1. Biaya Operasi
Pada kegiatan Audit Teknis dan Penyusunan AKNOP
Bangunan Pengendali Sedimen Sungai Lukulo ini,
pembiayan operasi yang dihitung yaitu pada kegiatan
pemeriksaan dan pemantauan bangunan pengendali
sedimen.

Periode
Operasi Harga Satuan
No. Subjek Frekuensi Volume Sat. Total Harga Rp.
Rp.
3B TH

OPERASI BPS

1 Inspeksi Rutin x 3 12 Ls 1,750,000 63,000,000

Pemeriksaan dan
2 x 1 12 OB 2,850,000 34,200,000
Pemantauan

Biaya Operasi 97,200,000


2. Biaya Pemeliharaan
Analisis pembiayaan kegiatan pemeliharaan BPS dilakukan
berdasarkan hasil analisis volume kegiatan yang didasarkan pada
hasil survei investigasi lapangan.
Analisis volume kegiatan yang dihitung meliputi tubuh mercu,
bangunan tembok tepi, kolam olak dan bangunan pelengkap.

Analisis Volume Kegiatan Pemeliharaan Groundsill Muktisari


Volume
Komponen
Kegiatan Panjang Lebar Tinggi Satu
Bangunan Volume
(m) (m) (m) an
Tubuh Mercu Perbaikan pasangan batu kali/sambungan mercu m3
2.00 1.00 1.50 3.00
Pembongkaran Pasangan lama m3
12.00 0.75 7.00 63.00
Perbaikan pasangan batu kali m3
12.00 0.75 7.00 63.00
Tembok Tepi
Perbaikan plesteran yang terkelupas - m2
Kanan 12.00 2.00 24.00
Perbaikan pasangan batu bronjong kawat bh
43.00 0.50 20.00 430.00
Pembersihan vegetasi yang tumbuh pada tembok tepi m2
75.00 - 10.00 750.00
Perbaikan pasangan batu bronjong kawat bh
27.00 0.50 20.00 270.00
Tembok Tepi Kiri
Pembersihan vegetasi pada tembok tepi dan tanggul - m2
75.00 4.00 300.00
Kolam Olak Perbaikan lantai kolam olak/apron m3
17.50 42.00 0.60 441.00
AKNOP Groundsill Muktisari
REKAPITULASI AKNOP BPS SUNGAI LUKULO
TERIMA KASIH

Komentar, masukan, kritik dan saran


sungguh sangat kami harapkan
untuk menyempurnakan
Laporan Pendahuluan ini

Anda mungkin juga menyukai