Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN F6

SEORANG PEREMPUAN 15 TAHUN


DENGAN
OTITIS EKSTERNA
SIRKUMSKRIPTA
Oleh
dr. Ageng Setiardi
Pembimbing
dr. Yeni Rusmawati
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Otitis eksterna sirkumskripta merupakan
peradangan pada sepertiga luar liang telinga
mengandung adneksa kulit, seperti folikel rambut,
kelenjar sebasea dan kelenjar serumen, maka
ditempat itu dapat terjadi infeksi pada
pilosebaseus, sehingga membentuk furunkel.
Otitis eksterna difus biasanya mengenai kulit liang
telinga duapertiga dalam. Tampak kulit liang
telinga hiperemis dan edema yang tidak jelas
batasnya
ETIOLOGI
Infeksi bakteri (Staphylococcus aureus,
Staphylococcus albus)
Maserasi kulit (berenang, mandi dengan
shower, trauma, akumulasi serumen) dan terjadi
superinfeksi oleh bakteri piogenik
(Pseudomonas atau Staphylococcus) dan jamur.
PATOGENESIS
Otitis eksterna sirkumskripta merupakan infeksi
folikel rambut, bermula sebagai folikulitis kemudian
biasanya meluas menjadi furunkel. Organisme
penyebab biasanya Staphylococcus. Umumnya
kasus-kasus ini disebabkan oleh trauma garukan
pada liang telinga. Kadang-kadang nfurunkel
disebabkan oleh tersumbat serta terinfeksinya
kelenjar sebasea di liang telinga. Panas dan
lembab dapat menurunkan daya tahan kulit liang
telinga, sehingga frekuensi penyakit ini agak
PATOGENESIS (lanjutan)
Pada kasus dini, dapat terlihat pembengkakan
dan kemerahan difus didaerah liang telinga bagian
tulang rawan, biasanya posterior atau superior.
Pembengkakan itu dapat menyumbat liang telinga.
Setelah terjadi lokalisasi dapat timbul pustula.
Pada keadaan ini terdapat rasa nyeri yang hebat
sehingga pemeriksaan sukar dilakukan. Biasanya
tidak terdapat sekret sampai absesnya pecah.
Toksisitas dan adenopati muncul lebih dini karena
sifat organisme penyebab infeksi
FAKTOR PREDISPOSISI
Perubahan pH kulit kanalis yang biasanya
asam menjadi basa
Perubahan lingkungan terutama gabungan
peningkatan suhu dan kelembaban
Suatu trauma ringan seringkali karena benang
atau membersihkan telinga secara berlebihan
GEJALA DAN TANDA
Nyeri hebat yang diikuti otore purulen, meatus
nyeri tekan, tampak pembengkakan
Nyeri tekan pada tragus dan pada tarikan daun
telinga
Gangguan pendengaran bila furunkel besar
dan menyumbat liang telinga.
DIAGNOSIS
1. Anamnesa
2. Pemeriksaan Fisik
oNyeri saat menggerakkan rahang, menggerakkan daun
telinga dan nyeri tekan tragus.
oAdanya inflamasi, hiperemis, edema yang terlihat pada
linag telinga luar dan jaringan lunak periaurikuler.
oNyeri yang hebat, yang ditandai adanya kekakuan pada
jaringan lunak ppada ramus mandibula dan mastoid.
oMembrane timpani biasanya intak.
oDemam tidak umum terjadi.
PENATALAKSANAAN
Membersihkan liang telinga dengan pengisap
atau kapas dengan berhati-hati.
Penilaian terhadap sekret, edema dinding
kanalis, dan membrana timpani bilamana
mungkin keputusan apakah akan menggunakan
sumbu untuk mengoleskan obat.
Pemilihan pengobatan lokal.
PENATALAKSANAAN
Infeksi piogenik
Jaga telinga tetap bersih, hindari faktor penyebab infeksi.
Antibiotik topical & sistemik.
Pengangkatan benda asing
Dilakukan oleh tenaga yang professional.
Pengangkatan serumen terimpaksi
Digunakan cairan pelunak serumen.
Analgetik
Jika terasa nyeri pada telinga.
LAPORAN KASUS
Identitas
Nama : Nn. S
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 15 tahun
Pekerjaan : Pelajar
Pendidikan : SLTP
Alamat : Hargomulyo Ngrambe
Tanggal masuk : 6 April 2017
Anamnesis
oKeluhan utama : Nyeri pada telinga kanan
oRiwayat penyakit sekarang
Penderita datang bersama ayahnya ke poliklinik
BPJS Puskesmas Ngrambe, dengan keluhan nyeri
pada telinga kanannya sejak 1 minggu yang lalu.
Sebelumnya pasien merasa gatal dan mengkorek
telinga kanan menggunakan lidi. 3 hari setelah di
korek pasien merasa liang telinganya bengkak
dan terasa sakit. Sakit dirasakan sepanjang hari
Sakit makin terasa saat telinganya dipegang
dan saat mengunyah. Satu hari yang lalu
pasien juga mengeluhkan keluarnya cairan
dari telinga kanan. Cairan dikatakan berwarna
kekuningan. Pasien juga mengatakan sedikit
mengalami penurunan pendengaran pada
telinga kanan namun tidak terlalu
mengganggu. Tidak ada keluhan batuk, pilek,
panas badan maupun nyeri menelan pada
Riwayat Penyakit sebelumnya
& pengobatan
Riwayat alergi disangkal
Penderita belum mengalami keluhan yang sama
sebelumnya.
Riwayat asma disangkal.
Riwayat dermatitis disangkal.
Riwayat sakit telinga, keluar sekret dan gangguan
pendengaran sebelumnya disangkal.
Riwayat sakit tenggorokan, nyeri menelan juga disangkal.
Riwayat mengkonsumsi obat-obatan disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang memiliki
keluhan yang sama seperti penderita.

Riwayat Sosial
Penderita merupakan pelajar SMP kelas 2, tidak
ada teman sekolah maupun teman bermainnya
yang diketahui mengalami keluhan serupa.
Riwayat Sosial
Penderita merupakan pelajar SMP kelas 2, tidak
ada teman sekolah maupun teman bermainnya
yang diketahui mengalami keluhan serupa.
PEMERIKSAAN FISIK
KU : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis, GCS E4V5M6
Tanda Vital : Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 82x/menit
RR : 20x/menit
Suhu : 36,7oC (aksiller)
Kepala : Normocephali, kelainan (-)
Mata : konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-)
THT : Sesuai status lokalis
Leher : Pembesaran kelenjar (-)
Thorax
Cor : S1/S2 tunggal regular, murmur (-)
Pulmo : Vesikuler (+/+), Wheezing
(-/-)
Abdomen : Datar, lembut, Distensi (-),
BU (+)
Normal, Hepar/Lien tidak teraba
Status Lokalis (TELINGA)
Kanan Kiri
Daun telinga N N
Liang telinga Sempit & Lapang
hiperemi
Discharge (-) (-)
Nyeri Tarik (-) (-)
Aurikula
Nyeri Tekan (+) (-)
Tragus
Membran Sulit dievaluasi Intak
timpani
Tumor (-) (-)
Tes Pendengaran
Weber : Tidak
dievaluasi
Rinne : Tidak
dievaluasi
Scwabach : Tidak
dievaluasi
Status Lokalis (HIDUNG)
Kanan Kiri
Hidung luar N N
Cavum nasi Lapang Lapang
Septum nasi (-) (-)
Discharge Deviasi (-) Deviasi (-)
Mukosa Merah muda Merah muda
Tumor (-) (-)
Konka Dekongesti Dekongesti
Status Lokalis (TENGGOROK)
Kanan Kiri
Dyspneu (-) (-)
Sianosis (-) (-)
Mukosa Merah muda Merah muda
Stridor (-) (-)
Suara Normal Normal
Tonsil T1, detritus (-) T1, detritus (-)
Laring Tidak dievaluasi Tidak dievaluasi
Diagnosis Banding
1. Otitis Eksterna Sirkumskripta
2. Otitis Eksterna Difus
3. Otomikosis

Diagnosis Kerja
Otitis Eksterna Sirkumskripta
Penatalaksanaan
1. Medikamentosa
Asam mefenamat tab 3x1
Kloramfenikol tetes telinga 3x2gtt ADS
Metilprednisolom tab 3x4mg
2. Edukasi
Pasien sebaiknya menjaga kebersihan telinga untuk
mencegah terjadinya kekambuhan.
Pasien diberitahu untuk tidak mengulangi
kebiasaannya yang sering mengorek telinga.
Antibiotik harus diminum sampai habis selama 7 hari.
Prognosis
oAd bonam
oUmumnya sembuh setelah mendapatkan
pengobatan
TERIMAKASIH